
Kanada sedang dilanda badai salju, tapi itu tidak akan menghalangi gerakan kami.
Kami terus menerobos badai, dan semakin jauh kami berjalan, Monster semakin banyak muncul.
Monster beragam bentuknya muncul, dan semuanya tidak ada yang berkutik di hadapan dua Hunter rank SS yang sedang bersama kami, yaitu kedua orang tuaku.
"Oke, sepertinya kita harus berhenti dahulu." ayahku berkata sambil mengangkat tangannya yang memakai jam tangan, "Baru jam sembilan pagi, kita beristirahat dahulu."
Kami pun berjalan ke satu pohon yang ada di dekat kami dan duduk dengan hati-hati.
Satu hal yang pasti, yang tadi diingatkan oleh ayahku, saat ini kami ada di wilayah yang tergolong berbahaya, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi kami harus waspada setiap saatnya.
Rei duduk tak jauh dari batang pohon, dan ketika ia menoleh, ia melompat menjauh dan berseru, "Monster!"
Baru saja rasanya kami duduk, sudah ada masalah lagi...
Ibuku menarik pedangnya dan memasang posisi, sementara ayahku menarik belatinya dan berjalan maju, memeriksa sisi lain pohon yang menjadi tempat Monster yang dikatakan Rei.
Aku sih diam saja, tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan diam saja kalau ayahku dalam bahaya...
"Ah, kalian..." ayahku menyimpan belatinya, "Kukira siapa..."
Aku maju dan melihat tiga sosok yang sempat bertarung bersamaku kemarin siang.
Ada Void Emperor yang tubuhnya dipenuhi luka, Flame Emperor yang sedang memanggang sesuatu dengan tangannya, dan Sword Emperor atau yang ras manusia kenali sebagai Hunter rank SSS Tang Liao yang sedang mengobati Void Emperor.
Ayahku duduk di sebelah Sword Emperor dan bertanya, "Bagaimana kondisinya?"
__ADS_1
Aku ikut maju dan duduk di sebelah ayahku kemudian menatap Void Emperor, sosok sekuat Void Emperor bisa terluka separah ini, apa saja yang sudah terjadi selama aku sekarat?
"Sedikit parah, tapi aku bisa mengobatinya." Sword Emperor menjawab, "Setidaknya kami sudah terpisah jauh dari tiga pengganggu itu..."
Aku yakin yang dimaksud tiga pengganggu oleh Tang Liao adalah Dragon Emperor, Ice Emperor, dan Black Emperor...
Ayahku angguk-angguk, ia menatap Flame Emperor dan bertanya, "Jadi, bagaimana situasinya saat ini?"
Flame Emperor meletakkan sesuatu itu di atas salju dan bertanya, "Hei, kau bukan Tom Cage, kan? Siapa kau? Kenapa kau berkata seolah kau kenal aku?"
"Apa itu penting?" ayahku bertanya dengan nada dingin, "Aku adalah Joko Taru, Hunter rank SS organisasi StarSam dan aku dikirim kemari untuk mengintai situasi disini."
"Oh, Joko, ya? Kau ayahnya Langit..." Flame Emperor membakar sesuatu lagi, "Kalian yang berdiri di sana, duduk saja disini, kita bercerita santai dulu."
Ibuku mengangguk, dan ia berbisik sesuatu pada teman-temanku, dan mereka mengangguk cepat kemudian ikut duduk bersama tiga Emperor itu.
Flame Emperor menatap mereka dengan raut wajah yang sulit dibaca kali ini, dan ia selanjutnya berkata, "Aku tahu kalian ingin tahu situasi terkini di wilayah ini, aku akan menjelaskannya dengan mudah saja..."
Void Emperor meraih jasnya berbulunya yang ada di sebelahnya kemudian memakainya sambil berkata, "Dragon Lord yang sudah berevolusi menjadi Dragon Emperor memiliki kekuatan yang melebihi kami bertiga. Kami kesulitan melawan balik, apalagi dengan keberadaan Ice Emperor yang mulai mampu mengendalikan badai salju membuat kami semakin kesulitan melawan balik."
"Kami terpaksa menarik mundur pasukan kami dan kabur, sementara mereka juga mundur." ujar Flame Emperor, "Jujur saja, kabur bukanlah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh raja seperti kami..."
Sementara Tang Liao bukan raja, dia tak punya bawahan yang bisa ia suruh seenak jidat, aku hanya menghela napas mendengarnya.
Aku melirik ke sampingku, dan wajah ayahku terlihat buruk, membuatku merasa ayahku telah mendengar sesuatu yang tidak ia inginkan.
"Apa kekuatan Dragon Emperor memang sekuat itu? Apa Hunter rank SSS Tom Cage bisa melawannya?" tanya ibuku, dan aku menggeleng.
__ADS_1
"Kekuatan Dragon Emperor amat besar, lebih besar dari Ice Emperor yang pernah kulawan di Antartika puluhan tahun lalu..." Tang Liao berkata, "Sebenarnya, aku adalah mantan Hunter rank SSS yang dijuluki Black Hunter, namaku adalah Tang Liao."
Wajah ibuku terkejut, begitu juga dengan ayahku. Tubuh mereka bergetar dan ibuku bertanya dengan nada yang terdengar gemetar, "Anda... Tang Liao? Bukankah Anda seharusnya tewas puluhan tahun lalu?"
Wajah Tang Liao menjadi kesal, tangannya terkepal erat dan ia berteriak keras, "Kenapa semua orang di bumi menganggapku sudah tewas?! Jelas-jelas aku masih hidup!"
Yah, itu kan salahmu kakek tua, seharusnya kau tak kabur di Everest dan menjauh dari dunia Hunter...
"Bahkan pedang anda masih disimpan di museum IHO, dianggap sebagai warisan dunia, peninggalan terakhir dari Hunter terkuat di seluruh dunia yang pernah memenggal kepala naga, Tang Liao!" Carroline ikut berteriak, "Dan anda masih hidup?! Bagaimana bisa?!"
Tang Liao berdeham, dan ia mengangkat telunjuknya, "Aku adalah Wadah, sama seperti Langit, dan aku memiliki kekuatan Void Emperor. Kekuatan yang kupakai untuk melawan Naga Kehancuran dan Monster es di Antartika adalah kekuatan Void Emperor yang kukembangkan sendiri."
"Mengembangkannya tidaklah mudah, perlu usaha keras..." ujar Tang Liao, "Dan berkat aku mencapai level 250 ketika aku berusia empat puluh lima tahun, aku bisa mewarisi separuh kekuatan Void Emperor dan menjadi Lord."
"Aku kabur ketika Raid Everest dan menjatuhkan satu pedangku. Setelah itu aku pergi ke kuil yang berada cukup jauh dari posisi timku dan bermeditasi disana. Tujuanku untuk memperkuat Energi Gaibku dan melatih semua jurus yang kumiliki."
"Puluhan tahun berlalu, aku turun gunung dengan menyamar dan kuketahui, aku sudah pensiun hampir lima puluh tahun, dan setidaknya susunan komando dunia Hunter banyak berubah. Aku juga tahu kalau dunia mulai melupakanku, jadi aku memilih kembali ke kuil dan bermeditasi, mendalami Energi Gaib yang kumiliki."
"Setidaknya aku dianggap sebagai manusia tertua di kuil itu, dipuja sebagai dewa yang bereinkarnasi, tapi aku tak memikirkannya, hingga akhirnya lima tahun lalu, aku merasakan sesuatu yang aneh..."
"Itu adalah saat pertama kalinya aku bertemu dengan Hunter rank SSS pertama di dunia..." ujarku.
"Hawa tiga Lord terasa kental di dunia, jadi aku bergerak ke Indonesia dengan kecepatan tinggi, dengan perahu dayung dan sampai di selatan pulau Jawa kemudian berlari menuju hutan-hutan."
"Tak ada yang kutemukan, selain Bintang Langit dan Langit Satria yang duduk santai berbincang-bincang."
Ya, aku mengingat jelas kata-katanya tentang Raid, dan aku merasa ikut campurnya dalam pertarungan para Emperor adalah bentuknya ia mewujudkan apa yang ia katakan, yaitu ikut serta dalam Raid terakhirnya.
__ADS_1
Aku tidak tahu maksudnya apa, tapi yang pasti kekuatan ras manusia bertambah pesat dengan kemunculan mantan Hunter rank SSS pertama di dunia.
"Kita bisa melawan balik..." ujar Flame Emperor, "Aku memiliki rencana untuk melawan Dragon Emperor dengan keberadaan dua Hunter rank SSS dan sebelas Hunter rank SS, serta satu Wadah yang memiliki kekuatan setara dengan Hunter rank SS..."