Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
145. Persiapan Raid Kanada - Arc 6 - The End


__ADS_3

Tom terdiam mendengar laporan dari Kanada langsung, meskipun sudah mendengar kalau Yuuki pergi keluar untuk mencari Langit langsung, siapa yang mengira bahwa Hunter rank SS termuda itu bisa menghilang di Kanada.


"Kami benar-benar serius! Sinyal yang dipancarkan ponsel Mr. Yuuki tak bisa kami temukan!"


"Kita bisa katakan masalah ini amat serius, dua orang menghilang di Kanada, dan kita tak bisa menganggapnya remeh lagi." ujar Tom, "Untuk sekarang, apakah semua murid sudah ada di pesawat?"


"Kami sudah selesai mengabsen, dan semuanya ada di pesawat kecuali Langit Satria. Apa perintah selanjutnya?"


Tom memejamkan matanya, "Kembali ke New Washington, tinggalkan Langit dan Yuuki di Kanada."


"Apa-?! Bukankah berbahaya?! Apa tidak ada cara lain?!"


"Maksudku, serahkan pencarian mereka pada militer, pihak akademi tak perlu berurusan lebih jauh dengan masalah ini, kalian fokus saja pada proses pemulangan semua murid, aku sebagai kepala akademi menyatakan ujian ini akan ditunda sampai waktu yang tak bisa ditentukan!" Tom menjawab dengan tegas, "Secepatnya!"


"Baik Mr!"


***


"Apa?! Kalian kehilangan sinyal Yuuki Ken?! Kenapa bisa?!" William berteriak keras di ponselnya, "Jelaskan padaku!"


Tom terdengar menghela napasnya dan ia menjawab, "Yuuki bertindak nekat karena bentuk tanggung jawabnya sebagai Hunter rank SS, ia bertindak nekat dengan pergi mencari langsung Langit di tengah badai salju yang sedang melanda Kanada."


"Aku tidak tahu apakah itu nekat atau tidak, mungkin dia hanya merasa bersalah karena gagal melindungi orang lain." William mengelus dagunya, "Itu yang mungkin kupikirkan dengan mengingat saat dimana dia marah besar saat Raid Islandia lima tahun lalu."


"Bisa saja dia bertindak begitu karena ada dalam pikiran yang kacau, dia tak bisa berpikir jernih, mungkin saja para murid mendesaknya untuk mencari Langit, dan ia melakukannya karena terdesak oleh situasi, itu mungkin saja, kan?" Tom berkata, "Yah, intinya sekarang amat serius."


"Satu laporan lainnya, Gate ungu muncul di Kanada." tambah Tom, dan membuat William terkejut.


"Hah?! Apa aku tidak salah dengar? Purple Gate?!"


"Kau tak salah dengar, bahkan guru yang ada di pesawat sempat mengirimkan gambarnya, aku akan mengirimkannya nanti, sekaligus sebagai bahan diskusi untuk menentukan apakah kita harus mengerahkan lebih banyak pasukan ke Kanada." Tom tetap berkata tenang.


"Apa kau merencanakan sesuatu yang mengerikan?" tanya William.


"Mr. William, kita sedikit lagi sampai di Kanada!"

__ADS_1


"Ya, teruskan!" William menurunkan ponselnya dan berteriak.


"T-Tapi, badai di depan sangat dahsyat, bahkan keseimbangan pesawat mulai terganggu!"


"Sialan!" William tahu resiko jika menerobos badai, mampu membuat mesin pesawat mengalami penurunan kinerja, dan berpotensi jatuh, "Ambil jalur lain yang memungkinkan, kita harus sampai di Kanada lebih cepat!"


"Meskipun anda adalah Hunter rank SS, amat mustahil mengubah situasi disana! Apalagi kita hanya berdua saja, saya hanya Hunter rank A, takkan mengubah situasi sedikitpun!"


"Eh, jadi kau hanya pergi berdua saja, ya?" Tom terkekeh kecil, "William Vunion, apakah kau terlalu percaya diri dengan kekuatanmu?"


"Biar cepat, menyiapkan lebih banyak Hunter hanya akan menghabiskan waktu, lagipula..." William diam sebentar, matanya lurus menatap ke depan, "Apa itu?"


"Hah?" Tom bertanya, tapi tak mendapat jawaban, "Ada apa, William?"


"Aku tutup..." William mematikan panggilan dan memasukkan ponselnya, "Kawan, bergerak ke kiri, cepat! Sebelum naga itu sampai di tempat kita!"


"Baik!"


***


Tom menatap ponsel barunya, "Apa maksudnya William? Apa yang ia maksud Itu?"


Tak lama, sembilan orang muncul di layar dan wajah mereka terlihat tegang, apalagi saat Tom memasang wajah serius.


William juga ada disana, tetapi wajahnya terlihat benar-benar kacau, napasnya tak teratur, begitu juga dengan pilot pesawatnya.


"Jadi hari ini..." Tom memulai pembicaraan, "Kita akan mengadakan Raid dunia."


Lima kata itu, cukup membuat sembilan orang itu tersenyum pahit, William yang mendengarnya hanya menghela napasnya.


"Apa yang dikatakan Tom adalah hal yang benar-benar kita butuhkan!" ujar William dengan napas terengah-engah, "Barusan, aku dan kawan pilotku ini melihat sosok naga raksasa berwarna merah, yang mengejar kami!"


"Bahkan naga itu masih mengejar kita!" pilotnya berseru, "Kemana kita sekarang, Mr. William?!"


"Emm, sekarang kita bergerak lebih cepat!"

__ADS_1


"Tapi itu hanya akan membuat beban pada tubuh pesawat akibat tekanan angin yang kuat!"


"Kalau begitu, aku akan mematikan panggilan dan aku menghambat naga itu dengan Strategic Missile yang kita bawa!" setelah itu panggilan ditutup.


Suasana seketika senyap setelah William mematikan panggilan, dan saat itulah, Leonard memukul meja dan berseru, "Apa langkah kita selanjutnya?! Satu Hunter rank SS terancam tewas di langit, dan kita tak bisa hanya duduk diam disini! Kita harus melakukan sesuatu!"


"Maka Raid adalah jawabannya!" Jenny berdecak, "Tak kusangka kalau Naga Kehancuran akan datang lagi..."


"Bagaimana, Tom? Kau memegang komando militer seluruh dunia dengan rank SSS milikmu itu, kami semua siap bergerak jika kau perintahkan." Marie berkata, dan Tom menghela napasnya.


"Asal kalian tahu saja, tadi aku baru menerima kabar kalau Yuuki menghilang di Kanada, dan sekarang pesawat yang berisi murid-murid kelas 1 yang ujian di Kanada sudah pulang ke New Washington." Tom mengepalkan tangannya, "Aku terpaksa mengambil keputusan meninggalkan Langit dan Yuuki di Kanada."


"Dan menyerahkan pencarian mereka pada militer? Itukah rencanamu selanjutnya?" tanya Al Sallah, "Pastinya, aku akan membantu lebih banyak, mungkin aku akan turun tangan langsung."


"Ya, mengingat dua organisasi Hunter lebih kuat dalam militer, mungkin kita akan lebih banyak memakai kendaraan tempur, tapi harus seimbang dengan kekuatan Hunter." ujar Tom, "Marie, Al, masalah kekuatan militer kuserahkan pada kalian."


"Frans, apa kau baik-baik saja?" tanya Tom pada Frans yang wajahnya sedikit lesu, "Tenang saja, kami akan menemukan Langit secepatnya."


"Masalahnya, dia adalah calon wakil ketua RedWhite, aku tidak akan membiarkannya tewas begitu saja disana, jadi aku akan mengirimkan bantuan, secepatnya!" setelah itu ia mematikan panggilan.


"Tom, di Jepang dan wilayah yang EasternDragon awasi, pergerakan Monster semakin agresif, jadi mungkin kami takkan maju membantu." ujar Jenny, "Ini sudah kupikirkan matang-matang, tapi sekali lagi maaf."


"FreedomLight akan mengirimkan bantuan juga, aku akan mengaturnya agar bisa membantu di Kanada." Mir berkata, "Aku meminta agar kau mengirimkan kabar kondisi disana secara berkala."


"Tenang saja." jawab Tom.


Tersisa John dan Yen Jiu yang masih berpikir, dan Tom yakin kalau mereka pastinya merasa berat meninggalkan wilayah mereka padahal disana ada ancaman juga.


"Aku tidak banyak membantu, aku dan puluhan Hunter akan pergi kesana untuk membantu. Aku akan meminta bantuan pada GodBless untuk mengawasi Afrika selagi aku tidak ada." ujar John, "Itu saja, kabarkan aku kondisinya nanti."


"Aku akan ikut bertempur, sekarang aku akan menyiapkan pasukan!" Yen Jiu menjawab dan ia mematikan panggilan.


Suasana ruangan senyap, dan Tom meraih jasnya, "Oke, seluruh dunia sedang bersiap, dan aku akan ikut bersiap..."


Dalam waktu tak lama lagi, pertumpahan darah akan terjadi lagi, dan korban akan lebih banyak jatuh dibandingkan Raid Islandia lima tahun lalu...

__ADS_1


Cold Blooded Hunter : Seeker of Peace - Arc 6 - Belajar di luar negeri - **The End


Wis, ga ada kata penutup, pokoknya chp 146 rilis dua hari lagi, sakit perut aku**:)


__ADS_2