Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
174. Tantangan Kyle


__ADS_3

"Yuuki, duduk sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu..." ujar seorang kakek tua yang duduk di atas kursi roda.


Laki-laki dengan wajah muda, tatapan yang tajam, berkulit putih, dan memakai kemeja berwarna putih dengan celana panjang berwarna hitam, duduk di hadapan kakek tua itu. Kedua kakinya ia lipat ke belakang kemudian ia menduduki Tumitnya, dan setelah posisinya sudah benar, ia meletakkan pedangnya di samping tubuhnya dan berkata, "Yuuki disini, kakek."


Laki-laki yang baru duduk itu bernama Yuuki Ken, dan di hadapannya adalah Oga Haruno, mantan ketua organisasi EasternDragon dan mantan Hunter rank SS yang memutuskan untuk pensiun setelah ia dinyatakan tidak bisa lagi bertarung diakibatkan luka serius yang dialaminya setelah Raid Islandia.


Oga kini tidak memiliki pekerjaan lain, ia menikmati hari tuanya dengan damai tanpa lagi memegang pedang dan bertempur di garis depan, dan senjata api yang ia miliki, yaitu Hinokami no Ken, diwariskan pada ketua organisasi EasternDragon selanjutnya, yaitu Yuuki Ken.


"Ada apa, kakek?" tanya Yuuki.


"Aku sudah melihat pertarunganmu melawan cucunya Bintang, dan aku paham..." Oga mulai berkata, "Dan kau tidak serius saat melawannya."


Alis Yuuki mengkerut, "Apa maksud kakek? Aku sudah mengerahkan semua yang kumiliki untuk membuat Langit kesulitan, tapi pada akhirnya, ia tetap menang."


"Itu karena kau melunak, tanpa kau sadari, kau mengakui kemampuan Langit dan membuatnya menang dengan mudah." ujar Oga, "Itu bukanlah hal yang pernah kuajarkan padamu, kan?"


"Ya." Yuuki menunduk, kedua tangannya yang ada di atas kedua pahanya terkepal erat.


Meskipun Yuuki mengatakan kalau ia sudah bertarung serius pada semua orang, tetap saja ia tak bisa membohongi kakeknya, yang sudah mengajarinya banyak hal tentang dunia dan semua yang sekarang Yuuki ketahui.


"Meskipun aku sudah tua, sudah lama tidak memegang Hinokami no Ken, tapi aku tahu kalau kau tidak serius hanya dari gerakanmu yang tidak seperti yang kulihat biasanya ketika kau berlatih." Oga berkata, "Apa kau melihat sesuatu lagi di dalam diri Langit?"


"Dia itu Wadah."


"Selain itu?"


"Dia berpotensi lebih kuat dari semua yang kulihat dan kukenal, dan menurutku, jika ia tetap berada di rank A saat ini, maka ia akan kesulitan menaikkan levelnya. Kakek pasti tahu kalau level adalah hal yang penting bagi Wadah?"


"Aku tahu itu, tapi apakah bagimu rank SS bisa membuatmu berkembang lebih kuat dari saat ini?"


Yuuki diam, sejauh ini ia belum berkembang sedikitpun bahkan setelah ia menjadi Hunter rank SS.

__ADS_1


Kalaupun dibandingkan, maka dia adalah yang terlemah diantara sebelas Hunter rank SS, dimana yang terkuat dimiliki oleh William Vunion si Death Demon.


Untuk mengalahkan John atau Yen, mungkin Yuuki akan berpikir dua kali karena secara pengalaman, ia berbeda jauh dengan keduanya.


Sejak ia menjadi Hunter rank SS, ia jarang keluar dari Tokyo, bahkan sebulan saja ia terus berada di markas, membuat kemampuannya sedikit menumpul.


Tetapi ia mengatasinya dengan terus melatih kedua tangannya agar bisa terus menebas, berlatih dengan wakil ketuanya, dan melatih jurus-jurusnya.


Saat bertarung melawan Langit sebulan lalu, ia yakin sudah mengeluarkan semua yang ia miliki, tapi entah bagaimana, ia kesulitan mencari celah dalam setiap serangan anak itu.


"Apakah... Instingmu menumpul?" tanya Oga dengan wajah penasaran, membuat Yuuki tersadar dan ia menunduk, kedua tangannya terkepal kuat.


"Maafkan aku, kakek, aku belum bisa menjadi Hunter rank SS seperti kakek..."


"Kau sudah bukan anak kecil lagi, yang harus dituntun ketika tersesat. Kalau kau merasa kau masih lemah, maka berusahalah untuk menghilangkan kelemahanmu itu..." Oga berbalik, "Berlatihlah lagi, aku tidak mau melihat ketua organisasi EasternDragon menunduk di hadapanku."


***


"Berita besar! Kyle Cage menantang Langit Satria si Hunter rank SS termuda!"


"Hei, apa itu benar? Apa yang membuat Kyle sampai menantang bocah itu?"


"Bocah itu kan masih kelas 1, apa yang membuatnya menantang bocah itu?"


"Kabarnya Kyle tidak terima kalau anak kelas 1 itu menjadi Hunter rank SS lebih dulu darinya..."


"Sepantasnya begitu!"


Berkat informasi dari Carroline, aku jadi tahu kalau tantangan orang bertubuh besar itu tersebar di seluruh akademi, dan kabar itu jadi kabar terhangat pagi ini.


"Langit, apa kau serius menerima tantangan Kyle?" tanya Andhika sambil memakai kemejanya, "Aku tidak percaya itu, baru sebulan kau melewati masalah, sekarang kau terkena masalah lagi..."

__ADS_1


"Langit sekarang dikerumuni masalah, setelah masalahnya dengan Kyle selesai, aku yakin nanti akan ada masalah lagi." ujar Rei kemudian ia melipat tangannya, "Intinya, jangan kabur setelah kau menerima tantangannya, laki-laki tak boleh kabur dari pertarungannya."


Ya ya ya, aku tahu itu Rei sialan, aku tidak berniat kabur setelah aku diremehkan begitu.


Biarpun Kyle adalah murid kelas 3, sederhananya dia adalah seniorku di akademi ini, aku tidak bisa membiarkan orang lain meremehkanku. Aku tidak menerimanya!


Aku mengepalkan tanganku, "Aku tidak akan kabur, aku adalah Hunter rank SS, aku tidak akan kabur lagi..."


Lagi? Kapan aku terakhir kabur dari pertarunganku?


***


Pelajaran baru saja berakhir dengan bel berbunyi, dan aku langsung pergi ke ruang latihan, untuk memenuhi tantangan dari Kyle Cage.


Sepanjang koridor ramai oleh murid-murid yang baru selesai belajar, dan saat aku lewat, bisikan-bisikan halus segera terdengar.


Aku tak ingin mendengarnya, tapi satu yang pasti, mereka ingin melihat pertarunganku dengan Kyle.


Gerakanku makin cepat, aku tak ingin mendengar lebih banyak omongan-omongan yang menghinaku, telingaku gatal mendengarnya.


Ruang latihan ada di gedung yang terpisah dengan gedung yang ada ruang kelasku, tapi aku bisa mencapainya dengan mudah.


Di ruang latihan sudah ada beberapa, tidak, mungkin belasan hingga puluhan orang yang duduk di kursi yang tersedia di tepi area latihan. Ada satu orang yang berdiri di tengah-tengah arena, dengan senjata apinya yang berupa tombak berwarna merah menyala.


Sial, kalau tahu lawanku akan memakai senjata api, aku seharusnya kembali untuk mengambil pedangku, atau Cakar Ayam Api agar kedua tanganku tidak terluka oleh serangan lawanku.


Aku mendekat, dan suara tawa terdengar, dan kulihat orang yang berdiri di depanku tertawa lantang, terdengar mengejekku.


"Hei, apa kau meremehkanku? Hanya karena kau adalah Hunter rank SS, apa kau bisa meremehkan orang yang lebih tua darimu?" orang itu mengangkat tombaknya dan mengarahkannya kepadaku, "Apa kau akan menghadapi Tombak Penembus Langit dengan tangan kosong?"


Aku mengangkat kepalan tanganku dan tersenyum lebar, "Ya..."

__ADS_1


Kedua tanganku tanpa Cakar Ayam Api sudah memiliki kekuatan yang setara dengan pukulan Hunter biasa yang memakai sarung tangan besi, ditambah Skill Pukulan Gemuruh dan Aliran Tangan Iblis yang kupelajari dari paman Antha, aku setidaknya yakin bisa mengimbangi Kyle, tidak, aku bisa mementalkan orang sombong ini dengan mudah!


__ADS_2