
Suara seruan yang aku tidak tahu asalnya darimana, terdengar nyaring di telingaku...
Semuanya mendukungku...
Apakah semuanya akan begitu juga saat aku kembali nanti? Apakah semuanya masih hidup?
Aku melesat cepat dan menusuk ke tubuh Siegfried, api menjalari tubuh Siegfried dengan cepat, hingga tubuhnya terbakar.
Suara jeritan terdengar nyaring, dan aku merasakan tubuhku terasa berat kembali, sama seperti saat aku terkena Seal Field di awal tadi...
Berat...
Sialan! Aku tak boleh jatuh sekarang, jika aku jatuh dan Siegfried belum mati, maka aku yang mati duluan dan bumiku akan hancur!
"Matilah kau, sialan!" aku berteriak kencang, diiringi oleh suara jeritan Siegfried yang sangat menusuk telinga.
Pundak kananku dicengkeram oleh Siegfried, tangannya terasa kuat dialiri oleh Energi Gaib, membuatku sadar kalau Siegfried belum kehabisan Energi Gaibnya.
Cengkeramannya amat kuat, dan kulihat matanya menyala merah diantara api-api yang membakar tubuhnya.
"Jika kita bertemu di King of Kings, takkan kuampuni kau untuk kedua kalinya! Camkan itu!" seru Siegfried dan tangannya lemas, sebelum aku merasakan berat di pedangku.
Siegfried sudah mati, tubuh tanpa jiwanya kini terbakar. Kulihat pasukan kematiannya keluar dari bayangannya dan menghilang.
Death Emperor adalah musuh terkuat yang pernah kuhadapi selama ini, dan aku menghormatinya sebagai pejuang tangguh biarpun ia secara terang-terangan berkata akan membunuhku.
Membunuh dan dibunuh adalah hal biasa dalam perang, dan sudah sewajarnya bagi seorang prajurit untuk menghormati musuhnya seburuk apapun musuhnya itu.
Abu tercipta dari tubuh Siegfried, dan aku menatap ke langit-langit yang perlahan cerah, terasa sejuk...
Angin sejuk datang menerpa tubuhku yang terasa berat, dan tekanan di sekitar perlahan menghilang, begitu juga dengan tekanan yang biasanya ada di benua Kegelapan.
Dunia ini terasa dimurnikan dengan kematian Siegfried...
Ugh, tubuhku terasa makin berat...
"Ada berapa Emperor yang sudah dibunuh oleh Siegfried?" gumamku.
__ADS_1
Kekuatan seorang Emperor diwariskan pada musuh yang membunuhnya, begitu seterusnya...
Nyawa yang diambil oleh Siegfried sudah tak bisa dihitung lagi, sudah banyak nyawa Emperor yang diambil Siegfried...
Yah, mungkin aku menjadi satu-satunya Emperor di dunia...
Ah, lima puluh Emperor...
Kekuatan dari enam puluh Emperor mengalir dalam diriku, dan mungkin aku terlalu kuat untuk saat ini...
"Hebat sekali, Flame Emperor..." suara tepuk tangan terdengar, dan aku menoleh ke belakang.
Seorang pria berjalan mendekatiku sambil bertepuk tangan, ia tersenyum lebar dan ia berdiri di belakangku, "Sungguh pertarungan yang luar biasa, Dewa Perang atau yang akrab dipanggil Flame Emperor..."
Aku berbalik dan menatapnya, kulihat ia berpakaian rapi, seperti pakaian formal di duniaku. Siapa dia sebenarnya?
"Aku adalah God of Space Time, aku secara khusus datang kemari untuk memberi hormat pada calon dewa selanjutnya..." ia membungkuk, "Kemampuanmu layak diperhitungkan untuk setara dengan para raja dari dunia lain..."
Ya, aku sudah mendengarnya dari perbincangan Siegfried dan Benario tadi. Benario berkata bahwa King of the Kings akan diadakan, dan Siegfried termasuk salah satu pesertanya.
"Ada apa urusan dewa sepertimu datang kemari?" tanyaku kemudian menarik napas panjang, terasa semakin ringan...
"Benarkah? Senang kalau pertarunganku menarik perhatian dewa." aku duduk di atas tanah, "Mari, duduk dulu, maaf kalau tak bisa menjamu dengan sesuatu yang baik..."
God of Space Time duduk, kemudian ia tersenyum lebar, "Aku sudah melihat semuanya dari awal, dan kau benar-benar bisa setara dengan para raja."
"Ah, begitu ya..."
Raja, ya? Terdengar menarik di telingaku...
"Setiap dunia memiliki rajanya masing-masing, dan tiap individu raja memiliki kekuatan yang amat dahsyat, mampu menghancurkan satu planet jika serius, dan raja terkuat kukatakan memiliki kekuatan menghancurkan satu galaksi, bahkan mungkin bisa menghancurkan satu universe." ujar God of Space Time, "Namun, dengan catatan raja itu bukan lagi manusia..."
"Manusia adalah makhluk fana paling lemah, jika diwariskan kekuatan yang amat besar, tubuh manusia akan hancur begitu saja. Sebab itulah beragam pelatihan muncul di masing-masing dunia, yang membedakannya dengan dunia lain."
"Sebuah keberadaan paling tinggi dari makhluk fana adalah raja, tetapi bukan itu saja."
"Jika makhluk fana berhasil melampaui batasannya dan membuka kemampuan rahasia bawaan dari awal kelahirannya, ia akan disebut Monarch."
__ADS_1
Monarch? Apa pula itu?
"Apa itu Monarch?" tanyaku. Kata ini terlalu asing bagiku...
"Ada baiknya kau mengikutiku ke perpustakaan..." God of Space Time berdiri dan ia meraih tanganku, "Mari..."
Aku berdiri dan tak lama, bahkan aku tak sempat berkedip sekalipun, aku sudah berada di tengah-tengah ruangan yang dipenuhi oleh rak-rak buku, dengan beberapa orang yang sedang membaca buku di dekat rak.
Amat tinggi dan luas, aku bahkan sulit menyebutnya sebagai ruangan...
"Ikut aku..." God of Space Time belum melepas tanganku, dan aku mengikutinya.
Buku beragam judul, dengan huruf-huruf yang sulit kubaca, ada disini. Aku benar-benar tak tahu tempat apa ini...
Tetapi satu hal yang aku rasakan, kekuatan dari masing-masing orang yang sedang membaca buku lebih besar dibanding milikku sendiri...
Ya, amat besar, aku bahkan yakin kalau perempuan cantik yang duduk sambil membaca buku di dekatku tak bisa kukalahkan sementara banyak celah yang kulihat.
"Nah, sudah sampai." God of Space Time berhenti dan ia meraih satu buku, tulisannya adalah Monarch, King, and Mortal. Apa artinya?
"Monarch bukan keberadaan sederhana, ia tak bisa disebut dewa, tak bisa juga disebut manusia dan jenis makhluk fana lain."
"Evolusi yang dilaluinya tidak singkat, pelatihan yang dijalaninya juga tidak singkat, diperlukan waktu panjang serta reinkarnasi berulang-ulang hingga ia bisa menjadi sosok bernama Monarch."
"Tiap Monarch dikatakan memiliki kekuatan yang tidak manusia miliki, tetapi ia bukan dewa, mereka ada di antara dewa dan manusia. Kekuatan mereka amat dahsyat, mungkin setara dengan dewa, dan mampu pergi ke banyak dunia tanpa kesulitan berarti."
"Kenyataan bahwa hanya dewa saja yang mampu berpindah dunia hanyalah omong kosong, karena ada banyak Monarch di dunia fana yang sudah melakukannya."
God of Space Time menunjukku, "Contohnya kau, kau adalah sebuah Monarch."
"Sebuah Monarch? Apa maksudmu?" tanyaku. Kata sebuah yang ditujukan pada manusia sepertiku terdengar aneh...
"Seperti yang kukatakan, Monarch bukan manusia, bukan juga dewa, jadi kau tak dihitung sosok yang hidup..." God of Space Time memejamkan matanya sambil tersenyum tipis, "Aneh bukan?"
"Dalam catatan ini, untuk menjadi dewa, ada tiga tahapan yang diperlukan. Pertama adalah berlatih hingga menjadi kuat dan mampu mengubah alam sesuka hati. Kedua adalah menjadi Monarch, lalu terakhir adalah mendapat pengakuan dari beberapa dewa."
" Selain itu, ada kasus unik dimana Ray yang berhasil menjadi dewa baru-baru ini, ia berhasil menjadi dewa dengan bertemu dengan Tuhan secara langsung."
__ADS_1
Wait, apa maksudnya? Bertemu Tuhan?