
"Tetapi sayangnya, akibat keserakahan manusia, Monster muncul lagi ke dunia dan bekerjasama dengan manusia yang amat serakah, menyebabkan penjajahan yang melanggar hak asasi manusia dan menyebabkan manusia jatuh ke dalam kegelapan..."
"Kegelapan apa itu? Tentu saja masa penjelajahan samudra dalam rangka menemukan sumber daya baru di belahan dunia lain, tetapi fakta di baliknya lebih mengejutkan, yaitu mencari sumber daya manusia untuk membantu dalam perang dan dijadikan budak mereka."
"Ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, atau bahkan jutaan nyawa manusia melayang selama masa itu, hingga akhirnya tokoh-tokoh hebat hadir dan mengubah tatanan dunia..."
"Sang presiden pertama juga memiliki kekuatan Monster, dan kemampuannya tidak dipakai untuk bertarung, melainkan untuk diplomasi dan menyusun tatanan negara di Indonesia, hingga Indonesia bisa menjadi negara sekuat sekarang."
"Terlalu banyak orang hebat di masa lalu yang bekerjasama dengan Monster dan memakai kemampuan mereka untuk mengubah dunia, tetapi tidak sedikit pula ada orang yang bekerjasama dengan Monster untuk menghancurkan tatanan dunia yang sudah ada."
"Bahkan-..."
"Dimohon kepada manusia yang bernama Joko Taru untuk serius sedikit! Ini menyangkut sejarah keluargamu!" kudengar suara kakekku menggelegar keras dan aku kagum akan suaranya yang terdengar tegas itu.
Kulihat ayahku duduk diam lagi dan memangku dagunya, kemudian kakek Vian melanjutkan.
"Abad-abad perjuangan selesai, sekarang adalah abad mempertahankan hasil dari perjuangan itu..."
"Sesungguhnya kita berada di masa mempertahankan kedamaian, tetapi karena satu keberadaan tidak biasa di bumi membuat Monster datang kemari dan merusak apapun yang ada di bumi..."
"Aku awalnya merasa kalau kekuatan aneh di tubuhku adalah hal yang kubawa sejak lahir, tetapi semenjak aku menjadi Jenderal Besar angkatan darat, aku sering bermimpi tentang keberadaan lain di dunia ini..."
"Aku tidak mampu memahami semuanya, hanya satu yang bisa kuketahui..."
"Fakta kalau ada dunia lain di luar dunia kita sekarang, itulah yang bisa kupahami, dan mungkin saja, beberapa tahun setelahnya invasi Monster datang setelah pelantikanku."
__ADS_1
"Yah, sekitar beberapa tahun sejak kedatangan Monster, Indonesia dilanda kekacauan besar, untungnya Indonesia mampu bertahan di bawah arahan kami bertiga..."
"Vian Satria, George Andreas, dan Andrea Nasution, kami diundang ke Amerika dan datang ke kota bernama New Washington yang masih berupa puing-puing saja yang sedang dibangun, dan kami diberikan latihan panjang, bersama dengan petinggi militer dari negara lain."
"Setidaknya ada ratusan Jenderal yang ikut pelatihan itu, dan ada satu Jenderal yang amat mencolok selama pelatihan, yaitu Sam Starson."
"Ah, senang rasanya saat tahu kalau Sam Starson adalah prajurit terbaik di dunia saat itu, dan aku berteman dengannya, sampai ia menjadi Hunter rank SS pertama di dunia."
"Ia mengatakan padaku di suatu malam, ia akan mendirikan perkumpulan Hunter terbesar di dunia, dan aku juga mengatakan padanya akan membuat perkumpulan Hunter terkuat di dunia, dan itulah awal dari persaingan kami berdua.
"Setelah selesai pelatihan, di tahun 2045, aku, George, dan Andrea membuat organisasi Hunter yang kami sebut RedWhite, dan tanggal berdirinya adalah tanggal kemerdekaan Indonesia. Bahkan di tanggal itu, sudah seabad pula Indonesia merdeka..."
"Beberapa kali ia mengundangku ke organisasi yang ia dirikan yang ia beri nama StarSam, yang diambil dari namanya sendiri..."
"Ia menyuruhku melawannya, dan berkali-kali ia menang tipis denganku."
"Yang membuatku bingung juga, kenapa aku bisa melihat padahal aku sudah tidak ada, dan makhluk diselimuti api di sekujur tubuhnya yang menyebut dirinya adalah Flame Emperor menjelaskan kalau aku adalah Wadah."
"Yah, aku tidak banyak tanya dan aku bekerja untuknya sebagai Elysie, sampai suatu hari aku bertanya padanya tentang keberadaan lain di dunia..."
"Flame Emperor menjawab kalau ada keberadaan yang lebih tinggi dari para Emperor, yaitu sembilan World Ruler Beast, dan kekuatan mereka amat dahsyat, mampu mengendalikan alam di tangan mereka."
"Dan aku tidak banyak tanya lagi setelah itu, aku merasa bahkan kekuatanku setelah kematian pun tidak akan bisa mengalahkan Monster terkuat sekalipun..."
Kakek Vian berhenti bercerita dan aku mendengar kakek Fajar bercerita.
__ADS_1
"Setelah kepergian ayahku, aku dilantik menjadi ketua organisasi RedWhite mewarisi jabatan yang ditinggalkan ayahku dan melakukan tugasku dengan baik..."
"Tak banyak hal membanggakan yang kulakukan, selain menyatukan Asia tenggara dalam perlindungan RedWhite, selebihnya tidak ada..."
"Leluhur macam apa kau ini?" kudengar kakek Vian menggerutu, dan kakek Fajar mendengus kencang.
"Nampaknya memang tidak banyak hal-hal yang bisa diketahui dari para leluhur sekalipun, ya..." pak Neil menurunkan buku catatannya dan menatap orang-orang di sebelahnya, "Bahkan siapa saja sembilan keberadaan tertinggi saja tidak bisa kuketahui..."
"Karena bahkan Flame Emperor dan Emperor lain tak pernah sekalipun melihat langsung sembilan keberadaan tertinggi itu..." kakek Vian menjawab, "Sembilan World Ruler Beast itu hanyalah sebatas legenda saja di dunia lain, hidupku ratusan tahun disana hanya mampu mengetahui satu hal itu saja..."
"Jadi, jika seandainya kita dihadapkan pada salah satu dari sembilan makhluk kuat itu, apa yang mungkin kita lakukan?" tanya ayahku, "Apakah hanya tunduk dan meminta ampunan saja?"
"Lebih baik kau saja begitu, aku yakin Langit tidak akan memilih pilihan itu." ibuku memukul kepala ayahku dan melirikku, "Bukan begitu, Langit?"
Kurasa, pilihannya hanya itu saja, tapi karena kewajiban ku sebagai Hunter rank SSS yang harus melindungi bumi segenap jiwaku, aku mungkin harus melawan sedikit.
"Satu lagi, Death Emperor tidak lagi netral, aku yakin dia pasti mulai mengambil jalan sesat untuk mencapai tujuannya." kakek Andi berkata, dan aku terkejut mendengarnya.
Death Emperor adalah Monster terkuat, itulah yang aku yakini kebenarannya, tetapi kalau sampai dia berada di pihak musuh, mungkin suatu hari nanti aku harus menghadapinya.
"Begini saja, bagaimana kalau kita mulai dengan apa yang ada di depan mata saja dulu?" aku mengibaskan tanganku, sebisa mungkin hal itu dikesampingkan dulu, melawan eksistensi tertinggi bisa nanti, sekarang adalah yang harus diselesaikan duluan.
"Peleburan." Carroline berkata, "Aku berencana melebur StarSam dengan RedWhite."
"Oh ya, aku menerima laporan serupa juga dari GodBless dan FreedomLight. GodBless berencana melebur diri dengan PeaceMaker, dan FreedomLight melebur dengan IronBlast. EasternDragon dan EarthGuard masih menyatakan akan berdiri sendiri saja." pak Neil berkata, "Kurasa peleburan StarSam dengan RedWhite harus dipikirkan terlebih dahulu, jarak antar organisasi terlalu jauh, setidaknya harus berjarak dekat agar peleburannya bisa diterima."
__ADS_1
"Selain itu, pikirkan juga tentang keselamatan penduduk sipil jika StarSam sampai pindah ke Indonesia." tambah pak Neil, "Peleburan tidak semudah itu, ketua muda..."
"Ah, begitu ya..." Carroline tersenyum pahit, "Banyak juga hal rumit setelah menjadi ketua organisasi Hunter..."