Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
170. Hunter rank SS termuda di dunia - Arc 7 - The End


__ADS_3

Januari...


"Selamat ulang tahun, Langit!"


"Hunter terkuat kita, Langit Satria, kini berusia tiga belas tahun!"


"Panjang umur selalu, Langit! Jangan pernah emosian lagi kalau kubangunkan!"


"Sehat selalu hingga tua, Langit!"


"Yuuhuu! Traktir kami roti di pinggir jalan!"


Yup, tanggal 20 Januari adalah tanggal aku lahir ke dunia, dan teman-temanku tahu ulang tahunku dari Vina yang diberitahu oleh Frans, dengan kata lain Frans lah yang memberitahu Vina ulang tahunku.


Tak ada kue, lilin, ataupun hadiah, hanya sebatas ucapan selamat ulang tahun dan doa agar aku selalu berumur panjang dan sehat selalu dari teman-temanku, yaitu si sialan Rei, Andhika, Vina, Senja, Carroline, dan Lee Shin.


Tentang ujian, abaikan saja, ujian tulisnya amat mudah, dan berlangsung selama sehari, sebelum jeda selama sehari, dan esoknya ujian praktek dengan satu lawan satu sebagai dasarnya.


Aku menerima nilai tertinggi di angkatan kali ini, dan peringkatku adalah peringkat pertama, lalu di peringkat kedua aku tidak tahu siapa orangnya, dan peringkat ketiga adalah Carroline.


Lalu...


Aku masih belum diberitahu apapun tentang apa yang dimaksud oleh Yuuki, tentang aku yang akan dipromosikan menjadi Hunter rank SS.


Sejujurnya, aku ingin menolaknya, tapi kesempatan ini tidak akan datang dua kali, jadi sekalinya dapat kesempatan, aku harus menerimanya.


Tapi yah, aku tidak tahu bagaimana orang-orang akan memandangku jika aku menerima promosi Hunter rank SS itu.


Hei, Hunter rank SS di usia tiga belas tahun! Jelas tidak akan ada yang percaya kecuali mereka melihatnya langsung!


"Oh ya Langit, apa kau sudah menerima kabar terbaru dari ayahku tentang promosimu?" tanya Carroline, dan aku menggeleng.


"Tidak ada, ayahmu hanya berkata kalau aku akan dipromosikan menjadi Hunter rank SS dalam waktu dekat sejak Desember, tapi sampai sekarang dia belum ada memberitahuku sesuatu tentang promosi itu..."


Suara helaan napas bisa kudengar, dan tak lama suara ponsel berdering terdengar di kamarku.


"Ah, dari ayahku..." ujar Carroline, "Kita akan mendengarkan apa yang dikatakannya..."


Carroline menjawab panggilan dari ayahnya dan meletakkan ponselnya di atas lantai, "Halo, ayah?"


"Emm, Carrl, apa Langit bersamamu? Ayah ada perlu dengannya..."

__ADS_1


"Perlu apa?" tanya Carroline, dan wajahnya terlihat berwarna merah, "Dan juga, jangan panggil aku dengan Carrl, itu hanya akan membuatku terlihat kecil di hadapan teman-temanku!"


"Ahahahaha, begitukah? Tapi ayah merasa kau memang kecil saat ini..." suara tertawa terdengar, dan kami hanya tersenyum saja mendengarnya.


"Oke, pokoknya sampaikan saja pada Langit, ayah ada perlu dengannya, suruh dia ke kantor sekarang!" setelah itu panggilan ditutup.


Carroline menaikkan bahunya dan menghela napasnya, "Yah, begitulah sisi lain dari Hunter rank SSS yang tidak kalian ketahui..."


Ia berdiri kemudian menatapku, "Cepat berdiri, kau punya urusan dengan ayahku..."


Aku berdiri kemudian melirik yang lainnya, "Bagaimana dengan kalian?"


"Kita tunggu disini saja, kau pergi saja, yang mencarimu pasti kebingungan kalau kau tidak cepat datang." Vina menunjuk pintu, "Keluar sana..."


Hei, hei, hei, ini kamarku! Seenaknya saja kau menyuruhku pergi!


Aku berjalan keluar dari kamar, sebelum menutup pintu melirik ke belakang dan teman-temanku tersenyum lebar, entah kenapa aku merasa tidak enak membiarkan mereka di kamarku...


***


"Jadi, ada urusan apa anda memanggilku kemari?" tanyaku setelah memberi hormat pada Tom.


"Kau masih ingat hasil dari pertarunganmu melawan Yuuki sebulan lalu?" tanya Tom,dan aku mengangguk.


"Memang sulit dipercaya, tapi kau adalah Hunter rank SS selanjutnya." Tom berdiri kemudian mengulurkan tangannya, "Selamat."


Aku diam, proses pelantikannya hanya begitu saja?


"Apa tidak ada hal lain?" tanyaku, dan Tom menatapku dengan alis terangkat.


"Apa maksudmu? Kau kini Hunter rank SS, tinggal menunggu utusan dari Frans membawakan medali pengenal Hunter rank SS dari RedWhite, serta sedikit mengubah kartu lisensi Huntermu, maka kau bisa mengatakan ke ayah dan ibumu kalau kau sudah menjadi bagian dari para Hunter rank SS." Tom menjawab sambil menunjuk dadanya.


Aku mengangguk, dan tak lama pintu terbuka, terlihat wajah yang tidak asing di mataku masuk, dan wajahnya terlihat terkejut dengan kehadiranku.


"Langit?"


"Paman Lein?"


"Hei, jangan bercanda! Mana Hunter yang harus saya berikan medali ini?!" tanya paman Lein pada Tom, dan Tom menunjukku.


"Dia adalah Hunternya." ujar Tom singkat, ia mendekati paman Lein kemudian menadahkan tangannya, "Mana medali dan kartu lisensinya?"

__ADS_1


Paman Lein mendongak ke atas, ia kemudian memberikan medali dan kartu yang ada di tangannya pada Tom.


Tom melirik ke sofa yang sudah duduk ayahku, ibuku, Leonard, Yuuki, dan Jenny, "Kalian adalah saksi dari pelantikan Hunter rank SS termuda di dunia..."


Leonard memegang kamera dan ia tersenyum lebar, "Ya, kami melihatnya!"


Tom memegang medali dengan kedua tangannya, sementara kartu lisensinya dimasukkan ke dalam kantong kemejanya, "Mendekatlah."


Aku mengangguk dan aku maju sedikit, hingga aku berhadapan dengan Tom, manusia paling tinggi yang ada di ruangan ini.


"Dengan kewenanganku sebagai Hunter rank SSS, aku mengangkat Langit Satria, Hunter dari RedWhite, dari rank A menjadi rank SS!"


Ia menyerahkan medali dan kartu lisensi baruku, kemudian berkata, "Dengan kau menggunakan medali pengenal Hunter rank SS yang kau miliki serta menunjukkan kartu lisensimu itu, kau bisa terbang ke seluruh dunia dan melaksanakan berbagai misi."


Aku tersenyum, aku memakai medaliku dan aku menyimpan kartu lisensiku yang baru kemudian mengeluarkan yang lama lalu bertanya, "Yang ini diapakan?"


"Simpan saja, itu akan berguna suatu saat ini..." ujar Tom, "Sekian saja pelantikannya, masalah pidato akan diurus oleh Frans di Indonesia."


Tom duduk lagi di kursi kerjanya, sementara Leonard menyerahkan kamera yang tadi ia pegang pada Jenny kemudian keluar dari ruangan, setelah itu Jenny keluar dari ruangan, tersisa kedua orang tuaku, Yuuki, dan paman Lein yang nampaknya masih belum bisa menerima kenyataan.


"Langit... Usiamu masih di bawah lima belas tahun, kan?" paman Lein menunjukku dengan jari bergetar, "Hei, jawab dengan jujur..."


"Ya, aku masih berusia tiga belas tahun." jawabku, dan paman Lein menunduk, aku bisa mendengar gumamannya.


"Sial, aku kalah dari anak kecil..." setelah itu ia berbalik dan keluar dari ruangan.


Yuuki berdiri di hadapanku lalu menepuk pundakku, "Rank SS sudah, tinggal pelantikanmu menjadi wakil ketua RedWhite yang kutunggu..."


Ia berbalik kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas, "Aku pergi dulu, tidak baik meninggalkan Jepang terlalu lama..."


Aku menunduk, melihat medali berbintang tujuh yang kini tersemat di kemeja dada kiriku, "Rank SS, ya?"


Ayahku menepuk pundakku, sambil berkata, "Tidak terasa anakku yang dulunya bodoh kini menjadi Hunter rank SS, seandainya ibumu yang pertama masih hidup mungkin dia amat bangga memiliki anak sepertimu."


Ya, jika ibu pertamaku, kak Bintang, dan kakek masih hidup, aku ingin menunjukkan medali dan kartu lisensi ini pada mereka...


Dan juga sedikit lagi, aku akan menginjak puncak dari dunia Hunter, yaitu Hunter rank SSS!


Cold Blooded Hunter : Seeker of Peace - Arc 7 - Raid Kanada - The End


**Tidak terasa, Langit udah jadi Hunter rank SS, ada banyak karakter yang udah muncul di cerita ini.

__ADS_1


Siapa sih karakter favorit kalian di cerita ini? Koment di bawah toh, aku tunggu jawabannya**...


__ADS_2