
Ice Emperor menyeringai, "Ohohoho, nampaknya kalian tak ingin aku membunuh Wadah, begitu?"
"Kau bisa mengatakan begitu..." Tom mengepalkan tangannya, "Tapi kurasa kau akan kesulitan membunuhnya..."
"Biarpun ada Wadah juga yang melindunginya, membunuhnya adalah hal yang mudah saja bagiku..." Ice Emperor menaikkan bahunya, dan apa yang ia katakan cukup membuatku kesal.
Membunuhku adalah hal yang mudah? Kalau begitu...
"Kalau begitu kenapa kau tadi tak bisa mendaratkan tusukanmu padaku?" tanyaku, dan... Aku sudah membuatnya kesal...
Tekanan di tempat semakin kuat, dan badai salju semakin dahsyat, bersamaan dengan suara tawa yang amat mengerikan.
"Hihihi... Boleh juga kata-katamu, bocah..." Ice Emperor kulihat mengangkat tombaknya, dan ia mengayunkannya ke bawah dengan cepat, sebelum duri-duri es muncul dan mengarah ke arahku.
Aku melompat mundur, dan aku merasa tubuhku ditahan oleh seseorang, ketika kulirik ke belakang, ayahku menahan tubuhku bersama Assassin terbaik sedunia yaitu Alex yang berdiri di sebelahku.
"Aku duluan..." ujar Alex dan ia menghilang setelah ia berkata begitu.
Ayahku menepuk pundakku sambil berkata, "Kau tunggu saja, biar para Hunter terkuat yang mengurusnya..." Setelah itu ia melesat maju.
Tom maju dan melancarkan pukulan demi pukulan yang mengarah ke tubuh Ice Emperor, sementara Ice Emperor menangkisnya dengan tombaknya, dan Emperor itu terus bergerak mundur karena kuatnya pukulan Tom yang mampu membuatnya terpukul mundur.
Suara tembakan terdengar, dan Ice Emperor menoleh ke kana sambil tangannya yang menepis sesuatu, dan aku yakin kalau yang melakukannya adalah Jenny.
Ice Emperor menusuk ke depan, membuat Tom melompat mundur untuk menghindari tusukan itu, dan Ice Emperor melesat cepat menuju Jenny yang kini bersama Rei, Vina, dan Senja.
Aku melesat untuk menahan Ice Emperor, tapi seseorang dengan perisai dan pedang di kedua tangannya melompat kemudian menahan Ice Emperor, kemudian menghempaskannya menjauh dari Jenny.
Gerakanku beralih menuju Ice Emperor, bersamaan dengan orang yang membawa perisai serta pedang itu yang kuketahui bernama Leonard, dan kami maju bersamaan.
Ice Emperor terlempar, dan Yuuki bersama Yen maju dengan pedang masing-masing yang sudah menyala, dan kami sampai di depan Ice Emperor bersamaan, kemudian menebaskan pedang bersamaan.
__ADS_1
Ice Emperor mendarat kemudian menangkis keempat pedang yang mengarah kepadanya, kemudian menciptakan tombak lagi dan mengibaskannya.
Kami melompat ke belakang, dan aku melihat dua orang muncul di belakangnya kemudian menusuknya dari belakang.
Wajah Ice Emperor terkejut, dan Tom melompat dari samping kemudian meraih kepala Ice Emperor lalu meremasnya kuat.
William maju dan mengayunkan kapaknya dari samping, tapi Ice Emperor bisa menyadarinya dengan cepat.
Ia meraih leher Tom kemudian melemparnya ke William yang tentunya tidak mengira kalau Ice Emperor akan menanggapinya secepat itu, aku juga begitu pastinya...
Ice Emperor mengangkat tangannya dan mengepalkan tangannya kemudian memukul ke bawah, dan tak lama duri-duri tercipta di sekitarnya, dan mengarah ke tempatku berada.
Aku melompat mundur, tapi aku melihat kalau Leonard bergerak maju menahan duri-duri es itu sementara Yuuki bersama Yen menebas duri-duri es itu hingga hancur.
"Aku tak boleh melangkah mundur lagi!" aku mengalirkan lebih banyak Stamina ke kedua pedangku hingga kedua bilah pedangku menyala lebih terang, dan aku bergerak maju menebas duri-duri es itu.
Aku tahu kalau kemungkinan ini hanya peralihan sementara Ice Emperor pastinya sedang memulihkan diri setelah diserang habis-habisan begitu oleh kami, tapi masalahnya aku tak tahu cara lain menembus duri-duri ini!
"Tidak bisa!" suara yang amat keras terdengar, dan ketiganya langsung terlempar jauh.
Aku akhirnya berhasil menebas duri-duri es dengan cepat, dan aku melesat maju dengan kedua pedangku, kemudian menghampiri Ice Emperor dengan cepat.
"Tarian Raja Api!"
[Skill aktif Tarian Raja Api aktif! Melancarkan serangkaian tebasan pedang yang tak bisa dihentikan dan menimbulkan bonus serangan sebesar 10%!]
Aku menebaskan pedangku secara cepat dan tanpa henti, Ice Emperor terlihat kesulitan menahannya, tapi aku tak boleh senang hanya dengan itu saja!
Ice Emperor berteriak keras dan hawa membunuh yang ia lepaskan semakin kuat, tapi rasanya kuda-kudaku masih kokoh pada tempatnya, bagaimana bisa?!
Aku menghunuskan kedua pedangku dan menusuk ke depan, dan kedua pedangku menembus perut Ice Emperor.
__ADS_1
"Langit, mundur!" suara terdengar di telingaku, sebelum aku menunduk, dan duri kecil tercipta di bawahku.
Aku melompat mundur, dan ketika aku mundur, sekelebat bayangan terlihat dan terlihat... Sembilan orang sedang mengarahkan serangan mereka ke tubuh Ice Emperor!
Terlambat... Mereka semua tertusuk duri dari bawah, dan cairan merah seketika menghiasi salju.
Mataku melebar melihatnya, bagaimana ini?
"Kuakui kekuatan kalian besar, bisa mengimbangiku sampai terluka begini..." Ice Emperor berjalan maju, melewati para Hunter rank SS yang tertusuk duri di tubuh mereka, "Tapi jika kalian begini, bagaimana cara kalian melindungi Wadah yang kalian anggap akan menjadi kunci kalian membasmi Monster?"
Aku menunduk, rasanya aku ingin menyerah, tapi aku tak boleh menyerah!
Genggamanku di pedangku menguat, dan aku menatap Ice Emperor langsung, "Akan kubunuh kau!"
Aku maju dan mengangkat kedua pedangku, tapi Ice Emperor mengangkat sebelah tangannya dan menahan tebasanku, kemudian ia menciptakan tombak di tangan kirinya dan menusuk ke depan, ke perutku...
[2070/3175]
Ia melepas tombaknya kemudian menendang dadaku hingga jatuh ke atas salju, aku bisa merasakan perih di perutku, aku menarik tombaknya dan aku membayangkan aku yang diselimuti api.
[Skill aktif Darah Burung Api aktif! Memulihkan HP dan Stamina kembali ke semula!]
Aku berdiri perlahan, dan aku melesat lagi, mengayunkan kedua pedangku dengan cepat dan kuat, semakin cepat dengan skill aktif Darah Burung Api yang masih aktif, serta title Pendekar Tanpa Tanding dan Pembantai Iblis, aku bisa membuat Ice Emperor kesulitan.
"Jangan melawannya sendiri!"
Aku mendengar suara keras Tom di telingaku, dan Tom muncul di belakang Ice Emperor, memeluknya dari belakang kemudian melemparnya menjauh.
Suara tembakan terdengar dan Ice Emperor terlihat tertembak oleh tembakan itu, dan dengan kecepatan yang tak menurun sedikitpun, Tom berlari cepat ke arah Ice Emperor.
Aku melirik Hunter rank SS lainnya, dan mereka terlihat baik-baik saja, ada luka kecil di kaki mereka.
__ADS_1
Seharusnya mereka tak bisa bergerak cepat lagi, kaki mereka terluka dan harus dirawat secepatnya! Mereka tak boleh bergerak lagi atau luka mereka akan mengeluarkan lebih banyak darah!