
Dragon Emperor menatap kota di depannya dengan seringai lebar, "Khufufufu, menurut informasi dari bawahanku, disini ada Wadah terkuat di bumi..."
New Washington adalah targetnya, dan kota itu kini dilanda kekacauan. Pasukannya turun ke daratan dan mengacaukan semua yang ada di atas tanah.
Puluhan naga raksasa melayang di udara, menyemburkan api dan menghasilkan banyak sekali suara jeritan yang akan menyayat hati siapapun yang mendengarnya, tetapi tidak dengan Dragon Emperor.
"Yah, entah berkali-kali aku menginjakkan kakiku disini, aku tak pernah berhasil menghabisi Wadah itu..." ia mengangkat tangan kanannya, dan api besar tercipta di tangannya, "Tapi sekarang aku punya kekuatan lebih..."
"Void Emperor tewas di tanganku, dan aku kini setara dengan Death Emperor, aku yang sekarang bukan lagi pecundang yang akan kabur di hadapan manusia lemah..." ia menurunkan tangannya kemudian melompat turun, "Sekarang adalah saat yang amat menyenangkan..."
DUAR!
Dragon Emperor menoleh ke samping dan melihat sebuah pesawat melesat cepat ke arahnya, sambil menembakkan peluru besar berkecepatan tinggi ke arahnya.
Ia melesat ke pesawat itu, mendarat di atas pesawat kemudian mencabik-cabik tubuh pesawat itu, hingga menjadi keping-kepingan logam kecil yang berserakan di udara.
Ia berubah menjadi naga raksasa kemudian melesat ke arah lain, ke arah Energi Gaib berjumlah besar terkumpul...
***
"Tom, bukankah itu terlihat menyeramkan?" William mengangkat kapaknya, "Makhluk ini namanya naga, kan?"
"Kau bisa menganggapnya begitu..." Tom mengepalkan tangannya, "Dan jumlahnya tidak main-main, mungkin puluhan sampai ratusan..."
Naga Kehancuran, itulah sebutan para Hunter untuk ular raksasa yang bisa melayang di udara dan mampu menyemburkan api. Kehadirannya selalu menandakan kehancuran dan tak ada satupun manusia yang mampu melawannya satu lawan satu, sekalipun itu adalah Tang Liao.
"Lalu apa kau ada saran? Militer Amerika mungkin saja akan kewalahan menghadapi naga-naga sebanyak itu..." Marie menancapkan pedangnya, "Atau bahkan, militer seluruh dunia digabungkan pun, mungkin akan sulit mempertahankan New Washington dalam kondisi utuh seperti semula."
"Aku mungkin bisa melawan sedikit..." Tom mengangkat tangannya, "Aku tidak akan membuat gelar rank SSS yang kumiliki menjadi sia-sia saja."
"Dan begitulah seharusnya seorang Hunter rank SSS, Tom Cage..." suara dingin terdengar, dan sebuah Gate ungu tercipta di depannya. Seseorang keluar dari Gate itu.
__ADS_1
Berpakaian serba merah, seringai lebar, tatapan tajam, mata seperti ular, hanya ada satu makhluk yang memiliki penampilan begitu.
"Dragon Emperor...?" Tom memasang posisinya, "Apa kau mengerahkan naga sebanyak itu?"
"Seperti yang kau katakan..." Dragon Emperor menyeringai lebar, kedua tangannya direntangkan ke samping, "Kini kalian takkan bisa berkutik..."
Dalam waktu tak lama setelah itu, suara jeritan, ledakan, raungan, dan sebagainya yang memekakkan telinga, terus terdengar.
Tom yang mendengarnya mengepalkan tangannya kesal, entah kenapa, meskipun pemimpin musuh hanya satu, ia merasa resah...
"Ketakutan, bukankah itu terdengar menyenangkan?" Dragon Emperor mendarat di hadapan Tom, "Apakah kau berencana melindungi ketakutan itu? Ketakutan yang tidak pernah membantu Hunter melawan kami?"
"Yah, tak ada gunanya bicara omong kosong..." Dragon Emperor mengumpulkan Energi Gaib berjumlah besar di kedua tangannya, serta di seluruh tubuhnya, "Hari ini mungkin hari terakhir manusia bisa berdiri di atas bumi..."
Tom mengalirkan Energi Gaibnya ke kedua tangannya, kemudian memasang posisinya, "Oh, begitu kah?"
William memasang posisinya dan berkata, "Aku akan membantu sebisaku..."
Tom tersenyum lebar, "Baiklah, tapi jangan sampai mati..."
Ketiganya memasang posisi masing-masing, sementara Dragon Emperor sudah bersiap dengan Energi Gaib di seluruh tubuhnya.
Ia berubah menjadi naga raksasa, Tom melompat ke atas dan memanjati kaki Dragon Emperor.
William dan Marie bergerak cepat menuju kaki Dragon Emperor, menebas kaki Dragon Emperor dengan senjata api masing-masing.
Sebagai gambaran kasar, ukuran tubuh Dragon Emperor amat besar, setinggi lima puluh meter dengan panjang sembilan puluh meter, sayap hitam yang jika dibentangkan akan selebar seratus meter, dan berkaki empat, masing-masing sepanjang sepuluh meter.
Apa saja kemampuan Dragon Emperor? Menyemburkan api dari mulutnya, bergerak cepat, dan menghancurkan apapun di bawahnya dengan kepakan sayapnya yang menciptakan gelombang angin besar.
Dragon Emperor mengepakkan sayapnya, menghempaskan apapun yang ada di sekitarnya, membawa serta Tom yang ada di tubuhnya ke atas langit.
__ADS_1
William dan Marie menancapkan senjata masing-masing ke atas aspal, keduanya menatap ke langit-langit, dimana ada seekor naga hitam yang sedang melayang dengan kepakan sayap pelan, terlihat seperti memperhatikan situasi.
"Bagaimana cara kita membantunya?" William mengepalkan tangannya kuat, "Dragon Emperor seolah tak membiarkan kita membantu Tom..."
"Karena memang itulah tujuan Tuan Dragon Emperor..." suara terdengar di belakang William.
William melirik ke belakang dengan cepat, tapi orang yang berbicara tadi lebih cepat bergerak.
Entah apa yang terjadi, William merasa dirinya jatuh ke lubang yang dalam, dan samar-samar ia mendengar suara panggilan dari Marie.
***
Tom memegang sisik Dragon Emperor dengan erat, bahkan dengan Energi Gaib yang sudah mengalir di seluruh tubuhnya sekalipun tetap tak membuatnya mampu bertahan di atas tubuh Dragon Emperor tanpa berpegangan.
"Hooh, aku kagum padamu yang mampu bertahan..." suara Dragon Emperor terdengar, "Tapi seperti yang kukatakan tadi, kalian akan musnah hari ini juga."
Dragon Emperor membuka mulut naganya dengan lebar, mengumpulkan Energi Gaib di mulutnya kemudian menciptakan bola energi raksasa.
Tom merasa kekuatan Dragon Emperor lebih besar dibandingkan beberapa minggu lalu itu, saat ia datang menyusup ke markas StarSam bersama tiga Emperor lain.
Dragon Emperor menembakkan bola energi itu, Tom tak sempat bereaksi, dan bola energi itu menghantam New Washington hingga menghasilkan suara seperti ledakan dahsyat.
Tak ada suara jeritan yang terdengar, hanya suara ledakan saja yang masih terdengar di telinga Tom.
Tom berlari kencang ke kepala Dragon Emperor, kemudian melancarkan skill andalannya.
"Big Bang Combination!"
Dua pukulan beruntun mendarat di kepala bagian belakang Dragon Emperor, meretakkan tengkoraknya hingga kedua tangan Tom masuk ke dalam retakan itu.
Dragon Emperor menjerit keras, ia terbang menjauh dari posisinya tadi bertemu dengan Tom.
__ADS_1