Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
282. Masalah


__ADS_3

Aku menyandarkan sepedaku ke tembok kemudian berjalan ke teras, duduk kemudian melepas sepatu lariku, dan termenung.


Termenung seolah sudah menjadi bagian sehari-hariku, selain berlari, belajar, dan berolahraga. Rasanya seperti lebih baik setelah termenung begini.


Meski katanya Vina termenung terlalu sering bisa menyebabkan aku kemasukan setan, nyatanya tak pernah sekalipun aku merasakan yang namanya kemasukan setan.


Pintu gerbang kudengar diketuk seseorang, dan aku berdiri lagi kemudian membukakan pintu, kulihat seorang pria dengan pakaian militer berdiri di depannya.


"Selamat sore, Langit Satria, bagaimana kabarmu?" pria muda, dengan dasi hitam, jas berwarna hitam, sesuatu yang panjang di balik jasnya, ia berdiri di depanku sambil tersenyum lebar, "Baru selesai latihan fisik?"


"Bisa dianggap begitu..." aku bergeser dan berkata lagi, "Masuk jika ingin masuk."


"Ah, pak Langit berubah setelah perpisahan dua tahun lalu..." ujarnya dan ia masuk.


Pagi yang cerah, setelah aku menyelesaikan rutinitas akhir pekanku di pagi hari, aku kedatangan tamu yang merupakan sosok yang melegenda dan masuk dalam buku sejarah pelajaranku...


Yuuki Ken, seorang Jenderal Besar militer Jepang sekaligus komandan EasternDragon, di masa lampau dikenal dengan julukan Knight from Heaven. Ia ikut serta dalam Perang Dunia Ketiga dan ia bertugas di negerinya sendiri.


Saat ini, mungkin usianya hampir mencapai tiga puluh tahun, dan ia sudah menikah dan memiliki anak laki-laki yang sama tampannya dengannya, begitulah yang disebutkan dalam berita.


Banyak prestasi yang diraihnya semasa ia masih menjadi seorang Hunter, dan satu-satunya yang paling terkenal adalah ia pernah melatih anak kecil yang selanjutnya dikenal sebagai manusia terkuat di seluruh dunia...


"Segala prestasimu nampaknya sedikit dibahas..." Yuuki melepas sepatunya dan ia berdiri di depan pintu, "Aku membaca buku-buku di perpustakaan, dan kurasa kau mulai dilupakan."


Aku berjalan melewatinya dan membuka pintu, membiarkan Yuuki masuk kemudian aku masuk dan menutup pintu.

__ADS_1


Yuuki duduk di sofa dan aku duduk di sofa lainnya kemudian menyandarkan punggungku ke sandaran sofa sambil mengatur napasku.


"Satu-satunya yang menjadi referensi buku-buku sejarah mengenai Hunter rank SSS terakhir hanyalah buku biografi yang ditulis Vina Celia, alias kekasihmu itu." ujar Yuuki sambil mengeluarkan satu buku tebal, "Kau bisa menyimpan ini, aku mendapatkannya dari Andhika."


"Semenjak hilangmu dua tahun lalu tanpa kabar, dunia tidak peduli denganmu dan memilih memberitakan tentang keberhasilan Hunter rank SS dalam memimpin pihak manusia melawan para Monster di perang akhir." ujar Yuuki, "Seperti yang kukatakan sebelumnya, nama Langit Satria sang Cold Blooded Hunter sedikit disinggung di setiap buku sejarah."


Aku melihat buku yang diberikan Yuuki, judulnya adalah Invasi Monster dan Perlawanan Hunter. Aku mengenali nama pengarangnya, yaitu William Vunion.


William Vunion, atau yang dunia kenal dahulu sebagai Death Demon, adalah mantan jenderal Inggris sekaligus mantan ketua organisasi IronBlast. Saat ini diketahui kalau William menghabiskan hari-harinya di desa dan menggarap ladang, sambil sesekali tampil sebagai pembicara militer di siaran televisi.


Aku beberapa kali sempat menonton penjelasan kakek William di televisi, dan ia mengatakan satu hal kecil, kalau kekacauan akan datang lagi.


Bukan ramalan atau semacamnya, tetapi kakek William berkata kalau itu adalah siklus yang terus terulang.


"Hanya di buku karangan paman William saja yang banyak menyinggung dirimu, tetapi sayangnya sedikit yang memakai buku itu sebagai referensi buku pelajaran sejarah..." tambah Yuuki, "Kau bisa baca sendiri."


"Kau katakan hidup biasa seperti ini cukup?" tanya Yuuki dan kulihat ia memasang wajah terkejut.


"Andhika mencarimu dan ia meminta bantuanku untuk membujukmu kembali ke militer. Ia berkata kalau ia lelah ditekan oleh pak presiden." tambahnya, "Apa kau tidak tahu?"


"Entahlah, aku sudah melepas diri dari segala informasi militer, selain fakta kalau dunia sedang memulihkan segalanya yang hancur saat Perang Dunia ketiga dua tahun lalu." jawabku.


"Kurasa aku harus menjelaskannya sedikit pada pemuda yang benar-benar tidak tahu perkembangan militer..." Yuuki berdeham.


"Seperti yang kau tahu, Amerika hancur sepenuhnya dan itulah yang menjadi masalahnya saat ini."

__ADS_1


"Beberapa negara yang tersisa, seperti Inggris, Arab Saudi, Australia, Jepang, Rusia, dan Indonesia, mengejar bagian Amerika. Aku kurang tahu apa yang diinginkan perdana menteri, tetapi ia terus menekanku agar terus berupaya mengambil bagian Amerika."


"Setidaknya bentrok antar negara hampir terjadi di Amerika, bukan hanya disana saja, tetapi di Afrika juga begitu. Cadangan minyak bumi banyak terdapat disana, dan itulah yang dicari oleh beberapa negara."


"Beberapa jenderal sempat diundang ke Rusia untuk membicarakan permasalahan itu, termasuk aku diundang kesana."


"Sosok jenderal dari Indonesia yang datang ke Rusia adalah Andhika, dan aku sempat berbicara dengannya, mengenai dirimu, Vina, dan Senja. Karena menurut informasi yang kuterima, Andhika terlibat konflik dengan Vina dan Senja dengan perkara Vina dan Senja lalai bertugas, sehingga Andhika mencabut paksa posisi Vina dan melepas rank SS dari mereka berdua."


"Kalau itu aku sudah tahu..." aku mengangguk pelan, mungkin sampai sekarang Vina belum mengampuni Andhika karena ia mencabut paksa posisinya dan mengambilnya...


"Selain itu, aku juga sempat mendengar, bahwa militer Inggris berencana membagi wilayah yang tersisa di dunia pada masing-masing negara sama rata, dengan catatan hal ini hanya diketahui oleh para jenderal saja, tidak dengan pemerintah masing-masing negara."


"Disibukkan oleh masalah wilayah, masalah keamanan menjadi problem lain yang menjadi PR bagi militer. Teror bermunculan dimana-mana, penduduk merasa resah dan militer kembali disalahkan."


"Pembangunan yang belum sepenuhnya rampung juga menjadi PR militer, tidak hanya bagi pemerintah saja, karena militer ditugaskan mengumpulkan bahan-bahan bangunan dan sering kali militer satu negara hampir bentrok dengan militer negara lain."


"Biaya yang besar untuk pembangunan menyebabkan kantong negara hampir terkuras dan menyebabkan pajak naik, penduduk kembali bingung. Apalagi lapangan pekerjaan belum banyak hadir, membuat banyak pengangguran bermunculan di jalanan."


Aku terdiam, masalah yang muncul malah lebih buruk dibanding yang kudengar selama menjadi Hunter rank SSS...


Apakah itu yang terjadi selama aku menutup telingaku dari urusan dunia?


"Dengan kau mendengar semua itu, apa kau akan tetap pada pendirianmu dan tidak kembali ke militer?" Yuuki menatapku serius.


Apakah kembalinya aku ke militer akan mengubah segalanya? Apakah Indonesia akan menerimaku lagi setelah aku menghilang dan tak memberikan penjelasan pada media? Apakah mungkin dunia akan membaik dengan aku kembali ke militer?

__ADS_1


Aku menghela napasku, "Aku akan memikirkannya nanti..."


__ADS_2