
Aku bergerak cepat, mencoba bergerak menjauh dari Dragon Emperor yang berniat melahapku bulat-bulat.
Pergerakanku mulai kembali seperti semula karena badai salju sudah berhenti, dan efek Freeze yang kuterima berkurang separuh dari efek awalnya, jadi sekarang aku bisa bertarung serius lagi.
Aku melompat ke samping dan di saat yang bersamaan, ketika aku melihat ke belakang, Void Emperor dengan wujud besarnya melompat dan melemparkan bola energi berwarna ungu lalu ia mendarat di dekatku.
"Langit, menjauh dari sini! Aku akan melindungi-..."
Void Emperor belum menyelesaikan kalimatnya, saat lengannya digigit oleh Black Emperor dan menariknya hingga putus.
Jangkauanku masih belum mencapai Black Emperor, aku hanya akan menjadi beban jika mencoba melompat.
"Sial, kenapa aku bisa terjebak di situasi seperti ini?!" aku berteriak kesal, bahkan aku sudah tidak tahu jam lagi karena terjebak terlalu lama di pertarungan ini!
"Itu salahmu karena mencoba membunuh Black Emperor dengan kemampuanmu yang tak seberapa itu." suara terdengar di telingaku dan aku menebaskan pedangku ke kanan dengan cepat, tapi makhluk yang berbicara yang bernama Ice Emperor itu bisa menghindar dengan cepat dan ia menghunuskan tombaknya.
"Aku melihat kesempatan langka itu, jadi aku tak melewatkannya dan melakukannya, tapi ternyata kau lebih tangguh dari perkiraanku." Ice Emperor berkata santai.
Oh ya, mana Flame Emperor?
"Hei, hei, hei, hei! Kau melupakan raja api, hei es sialan!" satu makhluk yang dipenuhi oleh api di sekujur tubuhnya berteriak keras, dan aku melihatnya sebagai Flame Emperor.
"Ah, kukira kau sudah mati, ternyata masih hidup..." Ice Emperor mengangkat tangannya, "Ice Legion, maju!"
Satu Gate merah tercipta di belakang Ice Emperor, dan puluhan, bahkan mungkin ratusan makhluk berwarna putih dengan wujud manusia dan telinga runcing muncul dari Gate itu dan menyerbu Flame Emperor.
Aku takkan membiarkannya membunuh Flame Emperor dengan mudah!
Aku bergerak cepat menuju Flame Emperor sambil menggenggam lebih kuat pedangku, yang nampaknya semakin panas dari sebelumnya.
__ADS_1
Ice Emperor melirik ke arahku, dan ia mengarahkan telunjuknya ke arahku, "Jangan menganggu!"
Telunjuknya menembakkan sesuatu berwarna putih, dan benda itu bergerak cepat, tapi masih dalam penglihatanku, dan aku menghancurkan benda itu dengan kedua pedangku kemudian bergerak lebih cepat.
[Perhatian! Gas panas Pedang Api Hitam tersisa 20%!]
[Perhatian! Gas panas Pedang Naga Iblis tersisa 15%!]
Sial, gas panas kedua pedangku mulai menipis, aku mematikan pemanas kedua pedangku dan mengalirkan Staminaku ke kedua pedangku sebagai ganti gas panas kedua pedangku.
[Skill aktif Pedang Api aktif! Meningkatkan kekuatan serangan sebesar 100% dan meningkatkan peluang Burn sebesar 80%!]
Aku melirik ke kedua pedangku yang diselimuti api tipis, dan aku sampai di dekat Flame Emperor, kemudian mengayunkan pedangku dan menebas satu makhluk putih itu.
[Ice Elves (Lv. 70)]
Aku tetap mengayunkan kedua pedangku meski tahu kalau musuhku lebih kuat dari sebelumnya, aku merasa harus melakukannya, entah apa sebabnya...
"Ah, benar..." Ice Emperor menunduk, aura raja yang dilepaskannya terasa semakin kuat, "Biar aku membunuh..."
Aku menguatkan genggamanku pada kedua pedangku, "Maju!"
***
Satu pesawat berukuran sedang melintas lebih rendah, dan menemukan seseorang yang sedang terduduk, di hadapannya ada puluhan Monster yang perlahan-lahan mendekati orang itu.
"Mr. William! Saya menemukan seseorang!" pilot pesawat itu berteriak, dan satu orang duduk diam di atas kursi dekat jendela berdiri dengan cepat setelah mendengar seruan pilot.
William bergerak ke dekat panel kendali pesawat, dan melihat orang itu, ia meraih pundak pilot dan berseru, "Turun segera! Dia adalah Yuuki Ken!"
__ADS_1
"Ah, baik!"
Pesawat kemudian turun perlahan, dan ketika panel kendali menunjukkan ketinggian 16 kaki (5 meter), William membuka pintu pesawat dengan cepat lalu meraih kapak besarnya kemudian melompat turun, langsung dari ketinggian itu.
"Mr. William!"
"Jangan urus aku! Fokus pada proses pendaratannya!" seru William dan ia mengayunkan kapaknya, "Feel this!" (Inggris: Rasakan ini! Source: My mind:v)
Ia melompat dan mendarat dengan kapak duluan menyentuh leher satu Monster lalu memotongnya hingga terputus dari tubuhnya, kemudian ia melompat dan mengayunkan kapaknya lagi dengan kuat, hingga beberapa nyawa Monster melayang akibat ayunan maut William.
Monster-monster bergerak mundur perlahan, sebelum mereka kabur.
Pesawat sudah mendarat, dan William berbalik, melihat Yuuki yang terduduk dengan pedangnya yang keluar dari sarungnya yang masih dipegangnya di tangan kanan, dan sarungnya yang masih dipegang erat di tangan kirinya. Lengan jasnya terlihat bercak merah, membuat William berpikir kalau anak muda itu sedang terluka.
"Apa yang kau lakukan?" William menancapkan kapak besarnya dan mendekati Yuuki, "Berdiri cepat! Murid kakek Oga tak pernah berlutut di hadapan musuh!"
Yuuki menguatkan genggamannya ke gagang pedangnya kemudian berdiri dan berjalan menjauh, tapi William bergerak cepat dan menjatuhkan Yuuki ke atas salju, kemudian bertanya dengan nada yang amat keras, "Apa yang kau lakukan?! Membuat kami kesulitan?!"
"Sial!" Yuuki berteriak keras dan pegangannya pada pedangnya menguat, ia kemudian menghunuskannya ke leher William, "Menyingkir atau kutusuk lehermu!"
"Kau belum menjawab pertanyaanku!" William memindahkan tangannya dan menepis pedang yang terhunus ke lehernya, hingga terlempar jauh, "Kenapa kau berbuat begini?!"
"Aku yang harus bertanggung jawab! Langit hilang karena aku kurang waspada! Aku yang harus mencarinya!" Yuuki berteriak dan kakinya terangkat kemudian menendang kaki William, "Aku yang akan menemukannya!"
Tangan William terangkat lagi dan menampar Yuuki, hingga pipi putih laki-laki itu memerah akibat tamparan William, dan si penampar langsung berdiri kemudian menarik kerah kemeja Yuuki hingga berdiri.
"Akan kubawa kau ke Tom!" seru William dan ia melirik pilot yang sedang memungut pedang Yuuki, "Ambil senjatanya dan sarungkan lagi, kita akan terbang ke New Washington secepatnya!"
"Baik Mr!" pilot itu menyarungkan pedang Yuuki, tapi sayangnya tak kunjung selesai, jadi dia langsung membawa pedang dan sarungnya terpisah lalu bergerak ke pesawat.
__ADS_1
William menggendong Yuuki di bahunya kemudian melompat ke pesawat, kemudian mereka terbang ke New Washington.