Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
177. Leonard Clocker


__ADS_3

Leonard Clocker adalah wakil ketua organisasi Hunter yang bermarkas di New Washington, yaitu StarSam. Menurut orang-orang, Leonard bertipe Defender, dan ketahanannya dianggap setara dengan Tom, tetapi kenyataannya mungkin bisa lebih.


Senjata yang digunakan oleh Leonard adalah pedang yang bernama Star Sword, merupakan senjata api pertama yang ada di dunia, dan selama tiga ratus tahun berlalu, pedang itu sudah berkali-kali berpindah tangan dan dimodifikasi, hingga akhirnya jatuh di tangan Leonard.


Selain pedang bernama Star Sword, Leonard juga membekali dirinya dengan perisai berbahan logam Flaming super tebal, dan seluruh perisainya mampu menyala terang layaknya senjata api pada umumnya.


Selain dua senjata api yang dipakainya, ia juga biasa bertarung dengan armor super tebal dan berat, sehingga orang-orang yang tidak tahu Leonard akan menganggap kalau Leonard hanya akan menjadi beban dalam sebuah tim.


Kenyataannya, Leonard mampu bergerak cepat dengan beban di tubuhnya, bahkan ada yang mengatakan ia mampu melawan puluhan Monster seorang diri dengan perlengkapan di seluruh tubuhnya.


Kalau kukatakan, Leonard mirip seperti tank berjalan, dengan armor tebal, perisai yang mampu membuatnya menembus segala halangan, serta pedang yang bisa dipakai menyerang sekitar, ia adalah paket lengkap yang dibutuhkan sebuah tim untuk menghabisi Monster.


Meskipun ia tampil garang dalam setiap pertarungan, ia adalah sosok yang lembut, sehingga selain dikenal sebagai Shield Hero, ia juga dikenal sebagai Truth Shield. Apa yang membuat Leonard dikenal sebagai Truth Shield adalah karena selain garang, orang-orang juga menganggap kalau Leonard adalah seorang pahlawan kebenaran yang datang ke dunia.


Dalam Raid Islandia yang pernah tayang di televisi lima tahun lalu, Leonard pernah menembus asap ungu yang mengandung racun dan melemparkan sesuatu yang meledak di mulut Serpent Lord, menciptakan celah bagi yang lainnya untuk menyerang ular raksasa itu.


Selain itu, ia juga pernah melemparkan para Hunter rank SS ke atas kepala Serpent Lord dengan perisainya, dan melihat itu membuat mataku terbuka lebar, kalau perisai bisa digunakan untuk banyak hal selain menahan serangan.


Aku pertama kali bertemu dengannya saat aku dan teman-temanku sampai di New Washington, saat mencari asrama pagi-pagi buta, ia muncul tiba-tiba dan postur tubuhnya membuatku terkejut.


Tubuh tinggi berotot, aku yakin kalau faktor ia bisa menahan beban di tubuhnya karena tubuhnya sendiri amat berotot dan kuat! Aku yakin ia bisa bertahan melawan para Hunter rank SS dengan mudah dengan tubuh dan perlengkapan seperti itu!


Aku menatap Leonard yang sedang memakai perlengkapannya, meskipun celah banyak terbuka, aku tidak melihat kesempatan aku bisa mendaratkan serangan disana.


"Sip, selesai." Leonard mengangkat perisainya dan ia menarik pedangnya, "Maju kau..."


Aku menarik kedua pedangku dan melesat maju, aku ingin mencoba melawan Defender terkuat saat ini dan melihat kekuatannya langsung!


Aku mengayunkan kedua pedangku, dan Leonard mengangkat perisainya kemudian menahannya, bukan...


[Kau menerima Counterattack!]


[3120/3175]


Aku melompat mundur kemudian menatap kedua tanganku, Counterattack? Leonard bisa memakai Counterattack?


"Apa kau bisa merasakannya?" tanya Leonard, aku mengangkat wajahku dan menatapnya.


"Apa maksudnya?" tanyaku, dan Leonard tersenyum tipis.


"Tanganmu kini pasti terasa amat sakit setelah mengadu pedangmu dengan perisaiku." jawabnya, dan aku mulai merasakan apa yang dikatakannya.


Kedua tanganku terasa sakit, hingga aku bisa merasakan kedua tanganku gemetaran.


"Bagaimana bisa? Trik apa yang kau lakukan?!" aku mengangkat Pedang Api Hitam ke arah Leonard, aku merasa sedikit kesal saat ini.


"Sederhana saja, kau bisa menganggap kalau perisaiku adalah dinding, dan kedua pedangmu bisa kau anggap seperti dua kayu pendek. Jika kau memukulkan kedua kayumu pada dinding, efek getaran akibat pukulan itu akan terasa ke kedua tanganmu. Semakin kuat kau memukul, maka semakin kuat pula efek getaran yang kau terima." jawab Leonard, "Sederhananya, kau menerima pantulan dari serangan yang lancarkan sendiri."


Tidak mungkin... Aku biasanya mengadu pedang dengan Andhika ataupun saat melawan Yuuki saja tidak seperti ini...

__ADS_1


"Postur tubuhku yang kuat membuatku bisa menahan setiap serangan tanpa menggeser perisaiku, sehingga aku bisa dianggap seperti dinding yang sulit dihancurkan." tambah Leonard, "Kalau kau terus menyerang begitu, maka kau yang akan kalah dengan sendirinya."


Aku mengepalkan tanganku, apa memang sesulit itu melawan Leonard?


Kalau aku mengurangi seranganku, mungkin efek pantulannya akan berkurang, tetapi efektivitas seranganku akan ikut berkurang, aku akan kesulitan melawannya.


Sial! Pengalamanku masih kurang!


Aku bertipe Striker, sementara Leonard adalah tipe Defender, seharusnya aku bisa melawannya, tapi kenapa kali ini aku tidak bisa melawannya?


Tunggu, aku punya sesuatu...


Aku menyarungkan kedua pedangku dan mengangkat kedua tanganku yang memakai Cakar Ayam Api, "Akan kucoba!"


Aku bergerak maju dengan cepat mendekati Leonard, dan Leonard tersenyum lebar kemudian berseru, "Apa kau tidak mendengarku?!"


"Aku mendengarnya!" aku berseru dan aku menyelip melewati bawah perisai Leonard kemudian memegang tangannya dengan tangan kiriku, "Kalau perisai adalah dinding yang melindungmu, maka aku hanya harus menembus dindingmu dan mengalahkanmu!"


Aku mengangkat tangan Leonard dengan kuat, hingga ia bergerak mundur, dan saat itulah aku bisa melihat celah yang amat lebar di tubuh Leonard.


Sekarang atau tidak sama sekali!


Aku bergerak maju dan mengangkat tangan kananku kemudian bergerak untuk mencekiknya, tapi sayangnya...


"Tidak semudah itu bodoh!" Leonard berteriak, dan punggungku langsung terasa sakit.


"Hebat juga kau berpikir untuk menyelip di bawah perisaiku dan menyerangku amat dekat dengan tubuhku, tapi kau tidak tahu kalau aku punya refleks yang lebih baik darimu." ujar Leonard, "Menyerah saja-..."


"Tidak!" aku berdiri dengan cepat kemudian melompat, "Takkan kubiarkan aku kalah semudah itu!"


Aku melompat dan mendarat di tubuh Leonard, tanganku terkepal kuat dan aku memukul pundaknya dengan kuat, dan aku mendengar suara sesuatu yang retak.


KRAKK!


"Agghhh!" Leonard berteriak dan ia melompat mundur, "Sialan!"


Aku melompat mundur dan melesat maju menuju Leonard, aku tidak akan membiarkan Defender satu ini melompat mundur dan bernapas lega sejenak!


Leonard menatapku geram, ia mengangkat pedangnya dan celahnya terbuka lebar di bagian perutnya.


Ini dia! Celah lagi! Harus kumanfaatkan dengan cepat!


Aku sudah melihat celah lebar sebanyak dua kali, dan aku sudah menyia-nyiakannya sekali, jadi sekarang aku tak boleh melakukannya lagi!


Aku melesat maju dan aku mengangkat cakarku kemudian mencekik Leonard.


Leonard menurunkan pedangnya dan mengayunkannya cepat, aku melompat mundur kemudian berlari memutarinya.


Aku berlari lebih cepat dan aku bisa melihat wajah waspada Leonard, aku melihatnya lagi sebagai kesempatan.

__ADS_1


Aku berbelok dan dari belakang Leonard, aku melompat kemudian mendarat di punggungnya.


Keseimbangan Defender ini goyah sedikit, dan aku mencekik lehernya kuat-kuat, tetapi nyatanya itu saja tidak cukup untuk menjatuhkan Leonard.


Ia membungkuk, membuatku terjatuh dan ia menghunuskan pedangnya ke dadaku, tapi aku menahannya kemudian menepisnya lalu berdiri dengan cepat, setelah itu aku menarik pedangku lagi.


Aku mengangkat pedangku dan menebaskannya ke atas, dan disaat yang bersamaan Leonard ikut menebaskan pedangnya dan dua pedang kami beradu.


Aku melancarkan Counterattack dan pedang Leonard terhempas, aku langsung menjauh dan menarik napas panjang sebelum bergerak maju lagi.


"Tarian Raja Bumi!"


Aku menebaskan pedangku ke segala arah dengan cepat, dan aku sampai di depan Leonard kemudian aku menebaskan pedangku dengan cepat dan kuat, berkali-kali hingga rasa sakit di tanganku menghilang perlahan.


Leonard kulihat mulai berjalan mundur, ia pastinya mulai kesulitan menahan tebasan-tebasanku yang cepat dan kuat ini.


Aku berhenti menebas, aku melompat kemudian menendang perisai itu lalu aku melompat ke belakang.


Leonard jatuh terduduk setelah satu tendangan itu, dan ia tersenyum lebar, "Hebat juga kau..."


Aku berdiri dengan posisi siaga, sebelum aku merasakan sakit di kedua tangan serta kakiku...


[Kau menerima Counterattack!]


[Kau menerima Counterattack!]


[Kau menerima Counterattack!]


[2980/3175]


[2940/3175]


[2890/3175]


Pedang Api Hitam jatuh ke atas lantai, dan aku jatuh terduduk, sekujur tubuhku mulai merasakan sakit.


Sialan, kalau aku terus menebas Leonard seperti tadi, aku yang akan kalah lebih dulu, seperti yang dikatakannya tadi.


"Pertarungan yang hebat, kuakui itu..." Leonard muncul di depanku dan ia mengulurkan tangannya, "Sayangnya perbedaan kekuatan kita terlalu jauh, kau akan kalah jika terus menyerangku seperti itu."


"Ya, aku tahu itu..." aku meraih tangannya dan berdiri perlahan, "Aku mulai memahaminya lagi, rasanya menjadi orang lemah..."


"Jajaran Hunter rank SS tidak memerlukan orang yang tidak pernah belajar dari kesalahannya, dan kau pantas berdiri diantara kami karena semua hal yang kau miliki..." ujarnya, "Satu hal lagi..."


"Apa yang membuatku bisa menjadi seperti ini karena keinginanku berusaha untuk terus hidup. Ayahku berkata kalau Bumi adalah medan perang, yang lemah akan kalah lalu mati dan yang kuat akan terus hidup. Karena itulah aku bisa sekuat ini." ujarnya kemudian melepas pegangannya pada tanganku, "Kalau kau sudah lebih baik dari sekarang, kau boleh menantangku lagi..." ia kemudian berjalan pergi.


Setelah Leonard menjauh, aku mendengar suara tepuk tangan yang meriah, dan aku menyadarinya...


Aku dan Leonard tadi bertarung di ruang latihan dan mungkin sekarang sudah jam istirahat! Murid-murid pasti melihat pertarungan kami!

__ADS_1


__ADS_2