Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
240. Genderang perang antar raja


__ADS_3

Peleburan organisasi StarSam dengan organisasi RedWhite direncanakan, dan malam ini aku diundang datang ke tendanya Carroline yang ada di sebelah tendaku untuk membicarakan sesuatu.


"Halo teman-teman bodoh..." aku mengangkat tanganku dan menyapa empat manusia yang duduk melingkari sebuah meja kecil, "Harusnya kalian menginformasikan kedatangan kalian padaku, aku ini ketua kalian loh..."


Aku menarik satu kursi kemudian duduk, dan begitulah, enam murid terbaik Akademi Hunter StarSam berkumpul lagi... Kurang Carl, Don, Lee Shin, dan Wei Zhifu...


"Wei Zhifu ditemukan tewas di negaranya sendiri, sementara Lee Shin turut tewas saat kehancuran Korea Selatan dan Korea Utara dua minggu setelah kehancuran BraveWarrior." Carroline menjelaskan, "Mungkin Langit belum tahu, mengingat belum ada sebulan setelah kita kembali dari dunia lain, sudah ditambah lagi masalah lain..."


"Singkatnya sekarang kita berada dalam situasi yang lebih genting lagi." ujar Rei, "Bayangkan saja, aku menerima setumpuk surat pengunduran diri dalam sehari setelah berita kematian Wrath Lord Tom Cage, dan beberapa menit kemudian setumpuk surat pengajuan menjadi Hunter RedWhite muncul di meja..."


Yah, rasanya aku kesal mendengarnya, tapi aku tak bisa menyalahkan juga sih, tak ada manusia yang mau mati dalam pertempuran...


"Yah, intinya umat manusia kekurangan pasukan di garis depan." Vina menggaruk pipinya, "Mungkin kehancuran sudah dekat?"


"Masih ada harapan! Selagi pedang, tombak, kapak, pukulan, dan senapan masih terangkat, para Monster tidak akan mampu menguasai bumi, benar begitu, Langit?" Andhika melirikku, "Kan begitu?!"


"Yah, anggap saja begitu..." rasanya aku lemas, apakah aku bisa atau tidak...


Beban kebebasan umat manusia ada di punggungku saat ini dan aku merasa berat saat memikulnya, entah apa yang akan terjadi jika aku mati saat pertempuran itu...


"Kau pesimis lagi, Langit..." Rei melipat tangannya, "Apakah itu sikap yang pantas ditunjukkan oleh Hunter rank SSS?"


Oh ya, aku mungkin punya harapan...


"Semuanya, berapa jumlah tentara yang tersisa?"


"Hmm? Masih banyak, mesin perang dan Strategic Missile masih tersedia banyak, ada apa?" Rei menggaruk kepalanya.


"Dalam pertempuran nanti, peralatan tempur seperti pesawat tempur, Strategic Missile, gas alam, dan gas inti Monster akan banyak diperlukan, jadi kita harus menyiapkannya mulai sekarang."


"Senja, Andhika, aku meminta kalian untuk mengasah pedang kalian dan menjaganya dengan baik hingga pertempuran tiba. Aku belum sempat mengatur strategi dengan yang lainnya, jadi kalian berlima yang tahu lebih dulu."


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Seperti biasa, aku akan memantau dari belakang, aku tak boleh membuang-buang Energi Gaibku sendiri, aku harus menyimpannya untuk pertarungan akhir." jawabku.


Aku berencana maju sendirian nantinya, aku tidak berencana membawa satu manusia lagi, sekalipun itu teman-temanku yang setara denganku, aku tak ingin membuat mereka kesulitan.


"Apa kau akan menghadapinya sendiri?" tanya Vina, dan aku mengangguk.


"Ya, ini adalah pertarungan penentuan, aku akan menghadapinya sebagai seorang Emperor, bukan sebagai manusia lagi." jawabku kemudian berdiri, "Peleburannya, aku menyetujuinya, nama StarSam mulai sekarang menghilang dari dunia dan Carroline akan menjadi Hunter rank SS RedWhite."

__ADS_1


Aku berjalan keluar dan berjalan ke jalan utama sambil menaikkan tudung jasku, aku ingin pergi mencari angin segar...


Langkahku bergerak cepat, menyusuri jalanan utama dengan cepat, dan melewati perbatasan perkemahan di tepi New Washington yang dekat dengan pantai.


"Berhenti, tunjukkan identitasmu." penjaga mengangkat tangannya dan aku berhenti.


"Namaku Langit Satria, Hunter dari RedWhite."


"Eh, pak Langit?! Maaf kami lancang, silahkan lanjutkan perjalanan anda." penjaga itu bergeser dan membiarkanku lewat.


Pantai setidaknya berjarak sekitar sepuluh menit berjalan dari perkemahan, dan aku ingin duduk disana, menikmati angin ketenangan sejenak...


***


Ombak berdebur keras, angin pantai terasa kencang dan dingin, bau air laut terasa pekat di pantai.


Aku menyukainya, sedikit, meskipun pantai membuatku teringat sesuatu...


Aku duduk di bangku, kemudian menatap bintang-bintang di langit yang bersinar terang.


Ada bintang yang bersinar terang sekali, ada juga bintang yang bersinar redup, mengingatkanku pada perkataan Hunter rank SS pertama di dunia yang mendirikan organisasi StarSam.


"Mungkin saja, aku adalah bintang kecil yang sedang bersinar terang..." aku memejamkan mataku, "Apakah aku akan dilupakan?"


"Tentunya tidak, Langit, kau tidak akan pernah dilupakan..."suara lembut perempuan terdengar, dan aku membuka mataku perlahan.


Seorang perempuan duduk di sebelahku dan ia memegang tangan kiriku, "Kau tidak akan dilupakan semudah itu, jasamu bagi dunia ini terlalu besar untuk dilupakan."


"Jika aku mati, bagaimana kalau kalian yang menurunkan tubuhku ke dalam lubang makam? Dan aku ingin diletakkan bersebelahan dengan kakek..." ujarku, dan aku tidak tahu kenapa aku berkata begitu...


"Bodoh, kau tidak akan mati muda, kau akan hidup dengan teman-temanmu sampai tua nanti, melihat hasil dari perjuangan kita." perempuan itu menarik kepalaku dan mendekapnya erat.


Tangan Vina terasa lembut, aromanya juga lembut, tapi sayangnya sifatnya sedikit menyebalkan, tapi aku suka...


Ahahaha, pikir apa aku ini? Aku tak ingin terlibat masalah yang lain lagi, sudah cukup masalah Monster saja yang memusingkanku, jangan ada yang lain lagi...


Rambutnya juga terasa lembut saat kulit kepalaku menyentuhnya sedikit, dan aku bertanya, "Kau... Apa yang kau lakukan kesini?"


"Sebagai jaga-jaga kalau seandainya kau ingin bunuh diri karena beratnya kewajiban yang kau pikul sendirian." jawabnya, dan aku hanya menghela napasku.


"Siapa bilang? Aku hanya mencari angin segar..." aku berkata dan aku melihat sesuatu di depanku, "Apa itu? Semacam... Gate?"

__ADS_1


Cahaya merah samar terlihat, dan membesar perlahan kemudian terbentuklah Gate yang sempurna, dan seseorang keluar membawa gulungan kemudian mendekati kami.


Aku mengangkat kepalaku dan bangkit, kedua tanganku sudah memegang gagang dan sarung Pedang Api Hitam kemudian bergumam, "Vina, keluarkan ponselmu, rekam semuanya."


"Oke." kudengar Vina menjawab dan ia ikut berdiri.


Aku menarik Pedang Api Hitam dan berjalan maju, tak lama kami pun saling berhadapan.


"Tuan Flame Emperor, saya minta anda tenang dulu..." orang itu berkata sambil membungkuk, "Saya hanya membawa pesan dari Tuan Ice Emperor..."


"Apa itu?" aku tak menurunkan kewaspadaanku, meskipun ia hanyalah Lord, tapi ada kemungkinan ia akan menyerang tiba-tiba, jadi aku harus hati-hati.


"Saya akan membacakan surat yang dikirimnya untuk anda..."


"Genderang perang telah berbunyi, para raja telah siap menghadapi pertempuran akhir.


Segalanya yang terjadi sebelumnya, hanyalah suatu kebodohan, kerugian akibat kebodohan itu dihitung amat banyak.


Pertempuran akhir telah di depan wajah, persiapkan manusia untuk dua pilihan, bersiap untuk musnah atau bersiap untuk bertahan.


Semuanya telah selesai, tiga ratus tahun pertarungan kita telah menuju titik akhirnya, dan persiapkan dirimu, kami menunggumu di Gurun Sahara.


Hanya akan ada kita para raja disana, tidak ada siapapun lagi selain kita berempat..."


"Sekian saja surat yang dikirim oleh Tuan Ice Emperor, Tuan Flame Emperor, apakah anda sudah mengerti?" tanya orang itu, dan aku mengangguk.


"Baiklah, aku akan mengatakan satu hal sebagai jawabannya, dengar baik-baik..."


Aku sudah menyadarinya sejak sebelumnya, Pedang Api Hitam mungkin akan menunjukkan kemampuan aslinya dalam pertempuran akhir, bahkan mungkin terakhir kalinya...


"Aku meladeni kapanpun dan dimanapun kalian tiba, aku tidak akan pernah menolak kedatangan tamu..." jawabku, "Itu saja..."


Setelah mendengar jawabanku, orang itu membungkuk sedikit kemudian pergi dengan Gate.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Vina mendekat dan ia memegang tangan kananku lagi, "Langit?"


"Mempersiapkan segalanya, dua pilihan ada di depan mata, aku memilih bertahan." jawabku kemudian berbalik, "Kita kembali ke New Washington lagi..."


***


Next tempur lagi:v

__ADS_1


__ADS_2