Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
211. Tyrant Emperor


__ADS_3

"Tuan Dragon, Tuan Ice Emperor berhasil menculik Langit dan menjebaknya di Benua Kegelapan." laki-laki dengan sarung tangan besi yang semua ujung jarinya tajam seperti pisau berkata, "Dan Tuan Tyrant Emperor juga sedang merusuh di RedWhite."


"Aku benar-benar penasaran, apa kau benar-benar berpihak pada kami, atau kau hanya memata-matai kami atas perintah Neil?" tanya Dragon Emperor, dan laki-laki itu menggeleng.


"Saya jelas berpihak pada pihak yang kuat, pihak manusia hanyalah pihak yang hanya pantas untuk dibantai..." jawab laki-laki itu.


"Padahal kau juga manusia, kalaupun kau berkhianat aku bisa membunuhmu dengan mudah." Dragon Emperor mengangkat tangannya, api berwarna merah menyelimuti seluruh jari-jarinya, "Ingat saja itu, konsekuensi jika bekerjasama dengan Monster, kau tidak akan bisa kembali bertarung untuk ras manusia."


"Aku punya mata-mata di seluruh dunia, mereka memiliki kekuatan yang setara dengan Lord dan mereka bisa menghabisimu jika kau ketahuan membocorkan informasi tentang kami." tambah Dragon Emperor, "Informasi tentang Raid Islandia, ujian praktek di Kanada, kekuatan Yen Jiu, Jenny Anderless, serta Leonard Clocker masih kurang agar kau bisa benar-benar bergabung dengan kami."


"Informasi apa yang anda inginkan?" tanya laki-laki itu, "Saya bisa memberikan semua yang saya ketahui untuk anda..."


"Kelemahan dari William, Joko, John, Mir, Yuuki, Marie, dan Al, serta kekuatan dari seorang pemilik percikan api yang terlalu dahsyat, Rei Artawan..."


"Akan saya berikan..." laki-laki itu membungkuk sedikit.


***


"Dunia awalnya tidak seimbang, harus ada yang dikorbankan di masing-masing pihak agar ketidak seimbangan ini bisa menghilang..." Tyrant Emperor berkata sambil mengangkat kedua tangannya, seringainya amat lebar hingga terlihat menyeramkan.


"Black Emperor gugur di tangan Wrath Lord Tom Cage, sementara Sword Emperor Tang Liao gugur di tanganku, bukankah itu bisa disebut menyeimbangkan?" tanyanya, dan Andhika mematung.


Ia mengetahui sosok bernama Tang Liao, karena ia adalah seorang Hunter rank SSS dan ia juga seorang Emperor, ia jelas tak mengira bahwa sosok sekuat itu bisa tewas, apalagi Hunter itu tewas di tanah kelahirannya sendiri.


Saat investigasi di bekas markas pusat BraveWarrior, selain menemukan mayat Yen Jiu, para Hunter juga menemukan satu mayat yang wajahnya mirip seperti sosok Hunter terkuat di masa lalu, yaitu Tang Liao.


Banyak yang mempertanyakan alasan kenapa mayat Tang Liao muncul di markas pusat BraveWarrior padahal rumornya ia sudah dianggap tewas di Everest, tetapi sayangnya IHO tutup mulut dengan masalah ini.

__ADS_1


Bagi IHO, BraveWarrior hancur karena mereka tidak mampu mempertahankan diri, tidak lebih. Dan masalah Tang Liao, itu hanya dianggap sebagai kebetulan belaka, siapa yang tahu kalau ada Hunter BraveWarrior yang merupakan keturunan dari Tang Liao dan memiliki wajah yang mirip dengannya... Siapa tahu kan...


"Asal kalian tahu saja, aku bukan Monster yang bisa mati semudah itu, hanya dengan satu tusukan, satu pukulan, dan satu tembakan..." Tyrant Emperor menyeringai, dan udara terasa makin menipis.


Di kejauhan...


"Hawanya berbeda..." laki-laki dengan pakaian tempur dan jas panjang berwarna hitam berdiri di sebuah balkon gedung tinggi di markas RedWhite, "Dia mungkin adalah Lord, atau mungkin Emperor..."


Ia mengangkat tombaknya, membidik kemudian melemparnya dengan kekuatan penuhnya, mengarah ke Tyrant Emperor yang berdiri dengan seringai lebar.


Laki-laki itu adalah Frans Andreas, dan ia melempar tombaknya kemudian melompat turun dari balkon ruangannya yang berada di lantai dua. Ia mendarat tepat di atas tanah dengan mulus kemudian melesat cepat.


Tyrant Emperor melirik sekilas kemudian menepis tombak Frans, disaat yang bersamaan Andhika bergerak cepat ke depan, dengan Budi yang sudah menarik pedangnya dan keduanya melesat cepat menuju Tyrant Emperor.


Keduanya menusukkan pedang masing-masing, dan Tyrant Emperor melompat mundur, menghindari tusukan itu, kemudian suara tembakan terdengar dan Tyrant Emperor memundurkan kepalanya, terlihat kilatan perak melintas tepat di depannya.


"Sekarang!" suara teriakan terdengar, dan rentetan tembakan terdengar selanjutnya.


"Budi, alihkan perhatiannya!" seru Alvin, dan Budi bergerak maju menebaskan pedangnya.


Dua suara tembakan terdengar dan mendarat telak di lengan kiri serta perut sisi kanan Tyrant Emperor. Yang melakukannya adalah Celia bersaudara.


Mantan wakil ketua RedWhite, Dito Kusuma, ia bergerak cepat mendekati Tyrant Emperor dengan kedua pisaunya dan ia menyayat perut Monster itu, tapi sayangnya pisaunya patah setelah berbenturan dengan tubuh Monster itu.


Tyrant Emperor melirik ke arah Dito, ia mengangkat tangannya dan menusuk Assassin itu, hingga tembus ke punggungnya kemudian melemparnya menjauh.


Setelah itu, Andhika maju dengan pedangnya yang sudah menyala terang dan Rei yang muncul dengan tombak di kedua tangannya.

__ADS_1


Andhika mengayunkan pedangnya ke bawah dan Tyrant Emperor menghindarinya, kemudian Rei dengan tombak yang ia dapatkan entah dari mana menusukkan tombaknya ke depan lalu memegangnya dengan erat dan melancarkan ayunan demi ayunan tombak.


"Rei, tombakku!" Frans berseru dan Rei melompat mundur, sementara Budi muncul kemudian menahan tangan Tyrant Emperor yang berniat menusuk Rei dari samping.


Rei melempar tombak ke arah Frans dan laki-laki itu menerima tombaknya kemudian melesat ke depan, melancarkan tusukan dengan kekuatan penuhnya.


Tyrant Emperor yang masih berusaha menjatuhkan Budi tak sempat melihat gerakan Frans, dan tubuhnya tertusuk tombak dari sampingnya, hingga menembus kulit keras dari Tyrant Emperor.


Andhika melompat mundur, memberikan ruang bagi Frans untuk bertarung dengan bebas, sementara Rei bergerak ke belakang Tyrant Emperor kemudian melompat ke arah Monster satu itu.


Frans menusukkan tombaknya, Tyrant Emperor mengangkat kedua tangannya dan menahan tusukan tombak Frans, kemudian Rei dari belakang menarik kedua tangan Tyrant Emperor, hingga kedua tangan Tyrant Emperor tertarik ke belakang.


Andhika terkejut melihat kekuatan mengerikan Rei yang mampu menarik kedua tangan Tyrant Emperor dengan yah, Andhika perhatikan Rei cukup kesulitan menariknya. Ia menggelengkan kepalanya dan melesat maju.


Frans melihat celah lebar di tubuh Tyrant Emperor, ja langsung menusukkan tombaknya ke depan dan menembus dada Tyrant Emperor, kemudian Andhika muncul dan menusukkan pedang besar meliuk-liuknya ke dada dan perut Tyrant Emperor.


Tyrant Emperor meringis, sebelum ia menarik tangannya dan aksi tarik menarik antara Rei dan Tyrant Emperor terjadi.


Rei berusaha mempertahankan kedua tangan Tyrant Emperor tetap mengarah ke belakang, sementara Tyrant Emperor berusaha menarik kedua tangannya ke depan untuk melawan Frans dan Andhika.


Jessica mendekati Vina dan ia bertanya, "Andhika dan Rei benar-benar menunjukkan kemampuan terbaik mereka saat ini..."


Harus Vina akui juga, kemampuan keduanya dan Budi yang digabungkan dengan ketua organisasi RedWhite yaitu Frans Andreas berhasil memojokkan Tyrant Emperor, hingga Keris Raja Singa dan Tombak Naga berhasil mendarat di tubuh Tyrant Emperor.


Kontribusi Alvin juga tidak bisa diabaikan, ia menembakkan peluru-peluru ke kaki Tyrant Emperor dan membuat keseimbangannya goyah, jadi Rei, Andhika, Budi, dan Frans bisa menyerang Tyrant Emperor dengan lebih mudah lagi.


"Tapi aku bukan Monster biasa..." ujar Tyrant Emperor, sebelum kedua tangannya bertambah kuat dan ia berhasil menarik tangannya dari tarikan Rei, kemudian menebas ke belakang ke arah Rei yang ada di belakangnya...

__ADS_1


Kecepatan yang gila, yang bahkan Budi yang ada di dekat sana kesulitan melihatnya...


Phew, diantara para Hunter ada pengkhianat... Siapa hayo...


__ADS_2