
"Yo, Langit..." aku melihat Rei datang, dan aku mengangguk.
"Silahkan duduk dulu..." aku menunjuk kursi di depanku, "Mari kita bersantai sejenak..."
Aku sudah membagikan tugas pada semua Hunter yang tersisa, dan menurut laporan Alvian, separuh anggota organisasi RedWhite tewas oleh pasukan Tyrant Emperor.
Dan tadi, setelah berlalu seminggu sejak serangan ke RedWhite, pak Tom mengundang para ketua organisasi Hunter terkuat untuk berkumpul di New Washington, dengan tujuan membicarakan satu hal yang ia ketahui selama Misi Berbahayanya.
Aku menugaskan Rei untuk berjaga, karena teman-temanku sudah berpencar ke seluruh Indonesia untuk berjaga di wilayah yang aku tugaskan pada mereka.
"Jadi, apakah kau tak berniat membawa salah satu diantara kita untuk membantumu disana?" tanya Rei, dan aku menggeleng.
"Tidak, aku hanya perlu seorang pilot untuk mengendarai pesawat kecil menuju New Washington. Lagipula, kalian tak ada yang bisa mengendarai pesawat terbang, kan? Aku juga begitu..." aku menaikkan bahuku, dan Rei terlihat terkekeh kecil.
"Dan juga, hal apa yang ingin pak Tom bicarakan dengan semua ketua organisasi Hunter terkuat? Apakah suatu rahasia?" tanya Rei, dan aku mengangguk lagi.
Rei benar-benar memiliki suatu hal yang membuatnya berbeda dari sebelumnya. Ya, aku merasakannya, suatu aliran energi yang tak biasa di dalam dirinya.
Dia bahkan bisa menebak satu hal yang ingin dibicarakan oleh pak Tom meskipun aku belum memberitahu kelengkapannya padanya.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Rei lagi.
"Sederhana saja..." aku tersenyum, "Apakah kau manusia?"
Wajah Rei berubah, dari yang awalnya santai menjadi tegang, api yang biasa menyelimuti tubuhnya berubah lagi, menjadi lebih membara lagi.
"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Rei, "Ataukah, kau yang menyuruh Andhika bertanya begitu padaku?"
Hmm, ketahuan deh...
"Bukan begitu, kau tahu sendiri kalau aku..." aku menghentakkan kakiku ke atas lantai, dan sesuatu tercipta di sekeliling meja kami berdua, "adalah Wadah, jadi aku mampu mengetahui sesuatu yang tak bisa manusia biasa ketahui."
Apa itu sesuatu yang kuciptakan? Menurut sistem, sesuatu itu adalah sebuah pelindung, dimana pelindung ini bisa membuat pembicaraan orang di dalamnya takkan terdengar keluar. Pelindung ini tak bisa dilihat oleh manusia biasa, dan berwujud transparan, jadi kami berdua bisa terus berbicara santai tanpa takut pembicaraan kami bocor keluar.
"Hmm, sesuatu tercipta di sekeliling kita ya? Kau benar-benar berbeda..." ujar Rei, dan ini membuatku yakin ada sesuatu yang berbeda darinya.
"Ya, aku bukan lagi Hunter rank SS yang bisa kalah semudah itu oleh Hunter rank SS lainnya, aku bisa mengimbangi semua Hunter rank SS yang ada di dunia tanpa kesulitan berarti." jawabku.
"Itu artinya kau sudah menjadi Lord, atau mungkin sudah mencapai level max." Rei mengangguk, "Hmm, kurasa kau boleh juga sekarang..."
__ADS_1
"Kau juga, dengan kombinasi semua Hunter rank S, kalian mampu menahan Tyrant Emperor, meskipun bayarannya adalah kematian ketua Frans, kurasa itu saja sudah cukup membuatmu dipromosikan menjadi Hunter rank SS." aku tersenyum tipis.
Vina menceritakan semuanya setelah aku menghilang di New Washington sehari setelah ia menjadi wakil ketua RedWhite yang baru.
Setelah aku dan Carroline menghilang, dunia dilanda kegemparan dan penjagaan dunia berkurang dengan Tom yang mengatakan akan menjalani Misi Berbahaya di suatu pedalaman Amerika. Tetapi ayahku yang memegang posisi ketua sementara organisasi StarSam mengatakan agar penjagaan tak boleh melonggar.
Tak butuh waktu lama, satu organisasi Hunter diserang oleh Monster dan hancur. Nama organisasi itu adalah BraveWarrior, dan ketuanya yang bernama Yen Jiu gugur di negerinya sendiri.
Setelah itu, Alex Curran datang ke markas besar StarSam dan memberikan selembar kertas yang bertuliskan huruf yang tak bisa dibaca. Kini kertas itu ada di laboratorium StarSam untuk diteliti lebih lanjut, tentang apa yang tertulis di kertas itu.
Kertas itu dianggap adalah pesan dari alien, karena hurufnya yang sulit dibaca, dan tak ada foto kertas itu, jadi aku sulit memprediksi apakah kertas itu benar-benar buatan alien atau buatan Monster.
Dengan kehancuran BraveWarrior, kekuatan barisan depan umat manusia berkurang kembali, bahkan berkurang amat drastis akibat kematian dari Yen Jiu.
Ayahku berencana mempercepat promosi Hunter rank SS, tetapi sayangnya satu kandidatnya tewas di BraveWarrior yaitu Yao Leng, sehingga promosi Hunter rank SS diundur kembali.
Seminggu kemudian, berselang sekitar sembilan hari setelah kehancuran BraveWarrior, tepatnya sebelum aku kembali kemari, RedWhite diserang oleh Monster, dan Monster itu mengenalkan dirinya sebagai Tyrant Emperor.
Almarhum ketua Frans bertarung sengit melawan Tyrant Emperor dengan bantuan pasukannya, tetapi sayangnya beliau gugur di tangan Tyrant Emperor.
Selain itu, RedWhite juga kehilangan separuh anggotanya dan ibukota Jakarta ikut hancur terdampak serangan Monster. Aku melihatnya sendiri kemarin.
Sudah kuduga, ada yang tidak beres...
Pertama, Rei menyadari keberadaan pelindung yang kubuat, yang seharusnya manusia biasa tak bisa lihat dengan mudah.
Kedua, Rei menyadari maksud pembicaraanku, membuatku yakin kalau kemampuan membaca situasi Rei meningkat lagi.
Dan terakhir, Rei mengatakan ia adalah pengawal Flame Emperor, menandakan bahwa ia bukan hanya sekedar manusia biasa lagi.
"Kurasa menyembunyikannya tidak akan membuatmu senang, terlebih ketua Frans menyuruh kami untuk patuh padamu..." Rei menatapku dengan senyuman lebar.
"Aku adalah percikan api darimu." ujarnya, dan aku diam.
"Percikan api?" tanyaku, dan Rei mengangguk.
"Menurut ingatan kecil yang kuterima, jika seorang Wadah kekuatan Emperor menyentuh seseorang dalam waktu lama, atau mengalami suatu benturan yang amat dahsyat, seseorang itu bisa menerima secuil kekuatan dari Wadah itu." Rei menjelaskan, "Dan aku menerima kekuatanmu setelah pertarungan terakhir kita di kota 6."
Oh iya, aku mengingatnya, aku memukul Rei dengan tenaga penuhku...
__ADS_1
"Dan?"
"Karena keberadaan api kecil di tubuhku, aku mengalami suatu evolusi, membuatku bisa mengatur panas di Penghancur Bumi dengan mudah. Di depan cermin, aku melihat api menyelimuti tubuhku, membuatku yakin kalau mungkin saja, aku sudah berubah menjadi sosok sepertimu."
Aku angguk-angguk saja, api yang menyelimuti tubuhnya bukanlah ilusi, aku melihat sesuatu yang sesungguhnya...
"Semakin sering aku berlatih, kekuatanku makin dahsyat, hingga aku bisa melawan Andhika dengan mudah, bahkan mendorong mundur hingga ia jatuh terjungkal." tambahnya, "Yah, intinya perkiraanmu tentangku bukan keberadaan biasa itu benar..."
Ia mengangkat tangannya kemudian melipat lengan kemejanya dan di tangannya, terlihat sebuah gambar berbentuk seperti api berwarna merah, dan ia berkata, "Lambang yang kuterima setelah aku menjadi pengawalmu..."
Aku menghela napasku, "Kurasa aku juga sudah melakukan kesalahan..."
"Apa itu?"
"Aku mencurigaimu yang aneh-aneh, padahal kau terkena percikan dari kekuatanku, aku sungguh minta maaf..." aku menunduk, dan Rei tertawa kecil.
"Ahahaha, hanya begini saja, aku mungkin bisa melawan salah satu Emperor bersamamu nanti, dan mungkin juga, aku akan membuat ayahku bangga memiliki anak sepertiku..." Rei tertawa, dan setelah tawanya selesai, aku melepas pelindung yang mengelilingi kami kemudian melanjutkan makan malam kami.
Cold Blooded Hunter : Seeker of Peace - Arc 9 - Selangkah lagi - The End
Catatan penulis:
Yooooo semuanyaaaa, Rio Andriana disiniiiiii
Okeee, cerita Cold Blooded Hunter telah mencapai akhirnya di arc selanjutnya, dan arc selanjutnya akan lebih panjang dan lebih ganas lagi dari sebelumnya, jadi nantikan saja.
Berapa thor jumlah chapter selanjutnya?!
Ga tau deh, banyak pokoknya karena arc selanjutnya kujadiin arc terakhir Cold Blooded Hunter. Why? Karena ceritanya simpel aja dan banyak karakter yang bakal... Kumatiin di arc selanjutnya, biar tersisa sedikit Hunter yang bakal tempur di Perang Dunia Ketiga.
Ya, Perang Dunia Ketiga, ulah siapa tuh? Tentu saja Hunter rank SSS+ baru-...
Ugghhh!!!
Aaaakkkkhh, aku diculik!
Langit: Spoiler lagi, kupenggal kepalamu!
Andhika: Yo semuanya, saya Hunter rank SS terbaik dari RedWhite mewakili SLITHERIO mengucapkan selamat menikmati arc terakhir cerita kami, semoga kalian terhibur, chisss...
__ADS_1