Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
263. Hunter yang tak mengetahui jati dirinya


__ADS_3

Yuuki menatap kota di depannya yang terlihat tenang dan sepi, tak ada manusia biasa yang lewat selain para Hunter.


Angin berhembus pelan, dan Yuuki merasa sedikit tenang saat merasakannya...


Yah, terasa menenangkan...


"Jepang benar-benar terasa aman, aku sedikit ragu dengan hawa ini..." gumam Yuuki.


Akibat para Hunter yang sering berada di alam bebas, membuat insting mereka terasah hingga tajam sekali, hingga mereka bisa merasakan situasi tertentu hanya dengan angin yang berhembus saja.


Semakin tinggi peringkatnya, maka semakin disegani Hunter itu oleh Hunter peringkat rendah. Hunter disegani bukan hanya peringkatnya, tetapi juga karena kemampuan serta insting tajam mereka dalam segala situasi.


Apa yang membuat Yuuki ragu dengan ketenangan adalah ia selalu diajari agar tidak pernah percaya dengan ketenangan, karena setiap ketenangan pasti ada maksud dibaliknya, seperti kekacauan.


Tangannya menggenggam erat pedangnya yang tersarung di pinggangnya, kali ini ia bertekad akan melindungi Jepang bersama dengan seluruh penduduknya.


Ia sudah lama menerima tugas itu dari gurunya atau ketua EasternDragon sebelumnya dan ia harus melakukannya, bukan sebagai murid yang selalu mengikuti perintah gurunya, tetapi sebagai Hunter yang bertugas melindungi dunia.


Ia juga selama ini terus berpikir, siapa kedua orang tuanya yang sebenarnya, yang ia tahu selama ini hanya namanya adalah Yuuki Ken dan murid dari Oga Haruno sang ketua EasternDragon.


"Ah, masih banyak pikiranku..." Yuuki memejamkan matanya, ia benar-benar kebingungan saat ini.


Di usia dua puluh tahun lebih, ia sudah memiliki seorang kekasih yang sekarang sedang berlindung di bunker, tetapi ia tak kunjung mengetahui tentang siapa dirinya yang sebenarnya.


"Apa kucari tahu setelah perang selesai?" Yuuki menjambak rambutnya, "Entah apa yang dipikir guru, sampai ia tak memberitahu siapa aku sebenarnya..."


Ia mengangkat tangan kirinya dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah enam jam lebih berlalu sejak Langit memutuskan untuk bergerak ke Gurun Sahara, dan sampai sekarang perang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.


Yuuki masih menerima laporan dari pasukannya yang mengatakan kalau tak ada Monster kuat yang terlihat, dan hanya monster-monster lemah saja yang sejak tadi muncul.


Hunter dari EasternDragon berkemampuan tinggi, jadi Yuuki yakin pada penilaian pasukannya bahwa tak ada situasi yang bisa memaksanya untuk turun tangan.


Ia menyimpan tenaganya untuk pertarungan berat melawan Monster yang kuat dan tak mampu dihadapi pasukannya, begitulah perjanjiannya dengan pasukannya, dan itulah yang membuat saat ini Yuuki berjaga di markas EasternDragon di Tokyo.


***

__ADS_1


"Ketua! Di dekat Tokyo Tower ada Gate ungu! Saya meminta anda untuk datang segera!"


Yuuki menghela napasnya, ia sudah menduganya sebelumnya.


Ketenangan hanyalah awal dari kekacauan, selalu terjadi hal itu dalam mengawali kekacauan...


"Baik, aku akan bergerak segera..." Yuuki berbalik dan bergerak ke tempat yang dituju.


...


...


...


Yuuki mengerem motornya dan ia menatap gate besar di depannya, ia merasa yakin pada ingatannya...


"Gate ini... Bukan gate yang biasa mengeluarkan Monster..."


Yuuki turun dari motornya dan memarkirnya asal-asalan kemudian bergerak mendekati Gate itu, sambil memandangi sekitarnya.


Tokyo Tower sudah runtuh, situasi di sekitarnya sudah sangat hancur parah, Yuuki yakin kalau Monster kuat sudah datang dan mungkin bergerak ke tempat lain.


Mengejar Monster tanpa arah sama saja seperti berlayar di laut tanpa navigasi dan peta, sulit menemukan sesuatu yang dicari dan akan terombang-ambing tidak jelas.


ZZTT!


DUARR!


Kilatan biru terlihat di udara, dan seekor Monster besar bergerak cepat di darat, mengejar kilat biru itu, yang nampaknya amat cepat... Ya, amat cepat...


"Hei, apa-apaan itu?" Yuuki menarik pedangnya, meskipun ia ragu maju melawan Monster dan kilat biru itu, ia masih memiliki keberanian untuk maju bertanya pada siapapun yang melihat aksi kilat biru itu.


"Langit saja tidak bisa bergerak secepat itu..." Yuuki bergumam.


Yuuki mengetahui Langit adalah Wadah yang bisa melakukan hal yang tak bisa dilakukan manusia biasa, contohnya bergerak cepat. Ia pernah melihat gerakan paling cepat Langit saat ia bertarung melawan Dragon Emperor, tetapi kecepatan kilat biru itu berbeda dari Langit, beda jauh...

__ADS_1


Tapi ada kemungkinan Langit sudah berkembang jauh sejak pertarungannya melawan Dragon Emperor, dan ia tahu juga dari Vina kalau Langit sudah memiliki kekuatan dari dua Emperor lain, jadi bisa dipastikan Langit bisa saja bergerak lebih cepat dari yang Yuuki ketahui.


Kilat biru itu bergerak cepat di udara, sebelum ia mendarat di atas tanah dan menghancurkan tanah yang ia injak, dan ia melesat cepat menuju Monster di depannya kemudian melancarkan pukulan.


DUARR!


Yuuki terdiam, sekali pukulan kilat biru itu bisa menciptakan ledakan dahsyat?


Monster itu jatuh, dan kilat biru itu melompat dengan tangannya yang terangkat ke atas, yang perlahan memunculkan pedang berwarna biru. Ia menebaskan pedangnya ke bawah, memotong Monster itu menjadi dua.


Ia mendarat di atas tubuh Monster yang terbelah itu dan ia menatap Yuuki, "Kau melihatnya, kan?"


Yuuki seketika merasa kakinya gemetar melihat orang yang baru saja menghabisi Monster besar di depannya dengan mudah seorang diri. Apalagi ia baru saja menunjukkan kemampuan yang tidak masuk akal...


Sesuatu seperti kilat menyelimuti tubuhnya? Pedang biru yang terlihat seperti kilat petir? Gerakan cepat seperti kilat biru? Memukul Monster besar dengan tangan kosong hingga jatuh? Manusia macam apa yang bisa melakukan semua itu?


"Mungkin kau bingung, jadi aku jelaskan..." ia melompat dan mendarat di depan Yuuki, "Namaku Zione, codename Storm Bringer."


Ia mengangkat tangan kirinya, jam berwarna biru tua terlihat melingkar di tangan kirinya, dan tak lama, listrik biru keluar dari tangan kirinya dan bersuara keras layaknya petir.


Yuuki menaikkan alisnya, "Apa-apaan itu?"


"Kau intinya harus tahu kalau aku bukan orang dunia ini, aku adalah orang dari dunia lain yang berusaha mengejar penjahat yang kabur dari duniaku." ia menurunkan tangannya dan lambang padi membentuk lingkaran terlihat di dada kirinya, serta nama di dada kanannya. Zione Gutawan, itulah nama orang yang ada di hadapan Yuuki.


Zione bertubuh tinggi setara dengan Yuuki, berjas hitam dengan kedua lengan jasnya yang dilipat sampai siku, kerah jasnya yang lumayan tinggi, panjang jasnya sampai lutut, nama yang tersemat di dada kanannya, lambang padi membentuk lingkaran di dada kirinya, jam tangan berwarna biru di tangan kirinya, setelan orang kantoran di dalam jas hitamnya, dan kacamata hitam, ia terlihat keren dengan angin yang berhembus pelan.


"Aku melihat pasukanmu kesulitan mengatasi serangan para Corrupt, jadi aku akan membantu sebentar sebelum pergi melanjutkan perjalananku." ujar Zione kemudian berbalik.


Ia berjalan perlahan, Gate ungu muncul di depannya dan langsung mengeluarkan banyak sekali Monster dengan beragam bentuk.


"Yah, ini mudah saja..." ia melompat dan listrik biru menyelimuti tubuhnya lagi, terlihat sesuatu terbentuk di kedua tangannya, dan ia mendarat yang seketika menghancurkan tanah di sekitarnya beserta semua Monster yang baru saja datang.


Yuuki diam, "Kekuatan Langit mungkin sudah menyetarai Zione..."


Hanya dalam satu lompatan, Zione menghancurkan semua Monster yang datang dan ia kembali mendekati Yuuki, dengan sesuatu di kedua tangannya.

__ADS_1


"Nampaknya teknologi duniaku dan duniamu berbeda jauh..." Zione melirik pedang yang dipegang Yuuki, "Bukan begitu, Yuki Ken?"


Yuuki terdiam, bagaimana orang asing yang tiba-tiba saja mengaku sebagai orang dari dunia lain ini bisa mengetahui namanya?


__ADS_2