Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
175. Keroyokan? Kuladeni...


__ADS_3

"Hei, apa kau meremehkanku? Hanya karena kau adalah Hunter rank SS, apa kau bisa meremehkan orang yang lebih tua darimu?" orang itu mengangkat tombaknya dan mengarahkannya kepadaku, "Apa kau akan menghadapi Tombak Penembus Langit dengan tangan kosong?"


Aku mengangkat kepalan tanganku dan tersenyum lebar, "Ya..."


Satu hal yang pasti, yang membuatku tidak bisa memakai Pedang Api Hitam saat ini karena aku sempat melihat statusku tadi pagi, dan aku ingin memastikannya sekali lagi.


"Status."


[Nama: Langit Satria


Level: 78


Usia: 12 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Flame Emperor


Title: Pejuang Sejati, Pemburu Makhluk Buas, Kembalinya Penguasa Api, Pendekar Tanpa Tanding,


HP: 3175/3175


STR: 980 (+1900)


INT: 100


VIT: 675


DEX: 684 (+250)


DEF: 688 (+200)


LUCK: 20


Stamina: 2800/2800


Bonus poin: 44


Skill pasif: (Kaisar Api: Lv. max) (Pria Api Kejam: Lv. 2)


Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Gemuruh: Lv. 2) (Darah Burung Api: Lv. 5) (Semburan Api: Lv. 1)(Tarian Kaisar Api: Lv. max) (Aura Raja: Lv. 1) (Tangan Penguasa: Lv. 1) (Summon: Lv. 1)


Equip: White Shirt (S) Black Scale Coat (S) Black Long Pants (S)]


Berkali-kali dilihat tetap saja aku sulit mempercayainya, dan inilah yang membuatku tidak bisa memakai Pedang Api Hitam dalam pertarungan kali ini...

__ADS_1


Tombak Kyle bisa terpotong menjadi dua jika aku serius bertarung dengan Pedang Api Hitam! Bayangkan saja, poin STR milikku hampir menembus angka 1000, dan jika dikombinasikan dengan status dasar dari Pedang Api Hitam, menurut bayanganku maka satu tebasan biasaku bisa memotong kepala manusia biasa, tanpa teriakan sedikitpun!


Kalau begitu, memotong senjata api kualitas sederhana hanyalah masalah sepele bagiku, dan aku tidak ingin melakukannya!


Satu hal lain, Kyle Cage adalah anak dari Hunter rank SSS kedua di dunia, yaitu Tom Cage! Kalau aku mencari masalah dengannya, mungkin aku juga akan kena masalah dengan ayahnya...


Tapi seharusnya tidak mungkin sih kalau aku menceritakan semuanya...


"Kalau begitu, hadapi aku dengan serius!" Kyle menarik tombaknya kemudian menusuk ke depan dengan cepat, tapi aku melihatnya dengan lambat.


Aku melompat ke samping kemudian menarik tombak Kyle, dan melemparnya menjauh.


Karena aku menarik tombak Kyle, si pemegangnya yaitu Kyle ikut tertarik dan ia terlempar jauh dengan mudahnya...


Kyle berguling di atas lantai dan ia berhasil berjongkok dan ia menarik napas panjang.


Aku berjalan mendekatinya, dan tak lama puluhan temannya muncul dan menghalangi jalanku.


"Mundur!"


Aku berhenti berjalan, aku memasukkan kedua tanganku ke dalam kantong celanaku dan menaikkan bahuku, "Oke, aku berhenti..."


Kulihat Kyle berdiri perlahan, ia memegang tombaknya lebih erat kemudian berkata, "Karena kau adalah Hunter rank SS, sebuah kesalahan aku menantangmu satu lawan satu sementara aku adalah Hunter rank A..."


Woh, apakah dia akhirnya sadar perbedaan kekuatan antara kita berdua? Begitu dong sedari tadi...


"Kudengar dari guru kalau seorang Hunter rank SS memiliki kemampuan yang setara dengan puluhan Hunter rank S..." Kyle berjalan maju, dan teman-temannya memberinya jalan, "Kalau begitu, kau melawan kami semua."


Huuu, pecundang! Satu lawan satu kenapa membawa pasukan?! Hei! Ini tidak adil!


Aku mungkin mulai berpikir aneh-aneh sekarang setelah kesal...


"Yakin? Yang kalian lawan adalah Hunter rank SS yang pernah bertarung di Raid Kanada dan sudah melihat tiga Monster pemimpin pasukan musuh, apa kalian yakin?" aku menunjuk mereka semua, "Pikir lagi baik-baik..."


Oke, aku masih memberi mereka kesempatan, tapi kalau mereka tetap tidak mau mendengarkan... Yo tidak tahu, salahnya mereka toh tidak mau mendengarkan omongan orang?


"Peduli amat!" satu orang berlari maju dan ia ada di depanku, "Jangan remehkan murid kelas 3!"


Pukulan terarah kepadaku, dan aku menahannya kemudian menggenggam pukulan orang itu, dan wajahnya langsung terlihat kesakitan.


"Arrggghh!!"


Tak lama, orang-orang lainnya bergerak maju dan pukulan mereka terarah kepadaku.


Aku mengangkat tanganku yang lain untuk memegang tangan orang yang tadi memukulku kemudian mengayunkannya ke arah orang-orang lainnya, dan yang lainnya langsung terlempar mundur. Aku melepas peganganku pada tangan orang itu kemudian melompat mundur.

__ADS_1


Kulihat Kyle berlari dengan tombaknya kemudian ia menusuk ke depan, aku bisa melihatnya dengan mudah dan aku menghindarinya kemudian menyelip ke bawah serangannya kemudian memukul perutnya dari bawah.


Wajah Kyle terlihat kesakitan, dan ia langsung terlempar mundur, sementara aku memasang posisi bersiaga.


Teman-teman Kyle yang lainnya bergerak maju dan... Mereka membawa senjata api mereka yang tidak menyala!


Aku menguatkan posisi siagaku dan kedua tanganku terkepal erat, aku akan memakai Aliran Tangan Iblis!


"Memukul Gunung!" aku melepaskan pukulan ke depan, dan entah apa yang terjadi, orang-orang yang tadinya berniat menyerangku dengan senjata api masing-masing langsung terlempar mundur.


Kyle muncul dan ia mengayunkan tombaknya, aku menghindarinya dengan melompat-lompat mundur dan setelah Kyle menusukkan tombaknya ke arahku, aku menarik tombak Kyle, menariknya kuat kemudian melancarkan dua pukulan cepat ke perut Kyle.


Aku masih menggenggam tombak Kyle, aku merebutnya dari tangan Kyle kemudian memutarnya, hingga bagian tajamnya mengarah ke perutku dan bagian tidak tajamnya mengarah ke musuh.


Aku melakukannya dengan alasan keamanan, aku tak bisa tidak serius lagi, ketahanan tubuh mereka cukup hebat dan pukulan biasa saja tidak akan bisa membuat mereka kalah. Aku harus memakai senjata, apapun itu, yang penting senjata!


Orang-orang mulai mendekat, termasuk Kyle yang wajahnya terlihat kesal karena tombaknya kurampas paksa...


Ehehehe, maaf kak, nanti kukembalikan deh...


Aku mengayunkan tombak yang kurampas kemudian berlari maju, dan tidak butuh waktu lama, aku ada di hadapan mereka semuanya dan aku mengayunkan tombak dengan cepat.


Orang-orang itu, bergerak mundur dan saling bertabrakan sebelum mereka semua terjatuh.


Aku memutar-mutar tombak yang kurampas kemudian melemparnya ke samping, "Tangan kosong, tidak usah pakai senjata..."


Kalau bisa, aku ingin melepas jasku karena menyulitkan pergerakanku, tapi karena aku tidak tahu apakah orang-orang ini membawa senjata rahasia atau tidak, aku harus terus memakainya sebagai jaga-jaga.


Orang-orang itu berdiri, satu persatu berlari maju memukulku, tapi aku bisa menghadapinya dengan mudah dan membuat mereka terlempar mundur.


Sedikitpun Staminaku tidak turun drastis karena melawan puluhan orang sekaligus, dan aku masih bisa bernapas tenang saat ini.


***


Beberapa menit kemudian...


"Mau sampai kapan kalian kupukul terus?" aku masih menatap Kyle bersama teman-temannya yang kini terkapar tak berdaya di atas lantai.


Kyle berdiri dengan perlahan, aku bisa melihat kedua kakinya yang gemetaran, dan aku melesat maju kemudian memukulnya lagi, hingga ia terjatuh berlutut di hadapanku.


"Kembalikan... Tombakku, itu adalah senjata api pertamaku..." Kyle mengangkat tangan kanannya, terlihat meminta sesuatu padaku sebelum ia jatuh, dan aku mendengar gumamannya...


"Sial, aku kalah dari bocah kecil..."


Aku berbalik, yah, salahnya kalian menantang orang yang jelas sudah diakui oleh Hunter rank SS...

__ADS_1


Langit songong sekarang ey...


__ADS_2