
"Flame, apa tujuanmu datang kemari?" Death Emperor mengaduk air di cangkirnya, dan Flame Emperor menghela napasnya.
"Perbedaan kekuatan pasukan antar pihak terasa semakin tidak seimbang, banyak sekali Monster yang telah berevolusi menjadi Lord di pihak musuh, dan semuanya telah menyerang bumi." jawab Flame Emperor, "Aku benar-benar kebingungan saat ini..."
"Aku ada di pihak netral, aku tidak memihak pihak manapun, karena aku percaya semua yang terjadi saat ini memiliki alasannya tersendiri..." Death Emperor meminum air di cangkirnya, "Mungkin saja kalian harus berdamai untuk menghadapi Divine Legion..."
Divine Legion adalah pasukan dari Benua Kebenaran, dan para Monster telah sejak lama berambisi menguasai Benua Kebenaran, tetapi sayangnya para komandan dari Divine Legion memiliki kekuatan yang amat dahsyat.
Ratusan tahun lalu, pertempuran pertama antara pasukan Monster melawan Divine Legion terjadi, dimana pasukan Monster dipimpin oleh Flame Emperor, Thunder Emperor, dan Ice Emperor, sementara Divine Legion dipimpin oleh seseorang yang bernama Dioglass.
Dioglass benar-benar kuat, Ice Emperor dan Flame Emperor sampai bekerjasama hanya untuk menorehkan sedikit luka di tubuh orang itu, tetapi tubuh mereka terluka parah oleh kekuatan dahsyat Dioglass.
Hanya ada satu Monster yang mampu melawan Dioglass seorang diri, ialah Death Emperor, ia juga mencuri Stone of Light kemudian memperkuat pasukannya.
Death Emperor dan pasukannya pernah bertempur melawan Dioglass yang membawa pasukannya, hasilnya?
Death Emperor menang telak, sementara Dioglass kehilangan tangan kirinya dan luka lebar berbentuk seperti cakaran tercipta di dadanya. Kabar Dioglass tak diketahui lagi setelah dua ratus tahun berlalu sejak pertarungannya melawan Death Emperor.
"Divine Legion kembali menginjakkan kaki mereka disini." suara terdengar dan seseorang dengan pakaian serba putih datang kemudian duduk di kursi yang bersebelahan dengan kursi Flame Emperor, "Tyrant dan Dragon sedang bertarung melawan Dioglass."
Flame Emperor mendengus, "Setelah kau menyerang bumi dua jam lalu, kau datang kemari hanya untuk memberitahu itu?"
"Manusia tidak dibutuhkan dalam pasukan kita, mereka hanya cocok menjadi makanan kita saja, suplai pertempuran kita." ujar Ice Emperor dengan aura berwarna putih yang keluar dari tubuhnya, "Mereka tak pantas bertarung bersama kita..."
__ADS_1
"Kau bilang manusia tak pantas bertarung bersama kita?" nada bicara Flame Emperor terdengar dingin, dan Death Emperor hanya memalingkan wajahnya.
Dua Emperor yang berevolusi bersama-sama ini, bertarung bersama di barisan depan di masa lalu, kini bertarung satu sama lain, hanya karena prinsip mereka yang berbeda.
"Kalian tak boleh bertarung disini, ini adalah wilayah kekuasaanku, Commander pasukanku siap menghabisi kalian jika kalian macam-macam disini." aura berwarna hitam keluar dari tubuh Death Emperor, dan lima makhluk berwarna hitam muncul di sebelahnya..
Kelimanya membungkuk dengan tangan kanan mereka yang menyentuh dada kiri mereka dan mereka berkata, "Siap menerima perintah..."
Ice Emperor menatap salah satu dari lima makhluk itu, ia mengenal salah satunya, yaitu Crazy Emperor.
Sebagai bentuk penebusan dosa menurut Death Emperor, karena Crazy Emperor dan Thunder Emperor sudah mengeroyoknya kemudian malahan mati, Crazy Emperor yang tubuhnya masih utuh harus mengabdi padanya, sementara Thunder Emperor yang tubuhnya sudah hancur, tubuhnya akan dibuang ke tengah laut.
Keberadaan seekor Emperor yang berubah menjadi Death Soldier membuat Death Emperor mampu melawan Destruction Army seorang diri, karena Death Army dianggap sebagai Summon oleh kebanyakan Monster lainnya.
Death Emperor berdiri dan ia berjalan menjauh, meninggalkan dua Emperor yang baru saja memulai perselisihan mereka sendiri di wilayah kekuasaannya.
***
"Ya! Kami melihat Mr. Langit dan Mrs. Carroline disana tadi!"
"Mr. Langit bertarung melawan Monster yang memakai pakaian serba putih, sementara Mrs. Carroline membawa kami ke tempat aman!"
Tom mendengarkan semua penjelasan saksi dengan seksama, kebanyakan mengatakan bahwa Langit dan Carroline ada di restoran tadi, tetapi sekarang restoran tak lebih dari bangunan hancur yang halamannya berserakan tubuh Monster tanpa nyawa.
__ADS_1
Ia mengkhawatirkan keduanya, karena keduanya bertarung tanpa membawa senjata api masing-masing, ia sedikit yakin Langit bisa bertahan dengan status sistem yang ia miliki, tapi Carroline... Ia takut jika wakil ketua StarSam baru itu gugur di hari ia dilantik menjadi wakil ketua StarSam.
"Apa ada bukti yang menjelaskan alasan menghilangnya Langit dan Carroline?" Joko bertanya dengan pulpen di tangan kanannya, "Kami butuh penjelasannya!"
"Taru, kurasa aku punya prediksi sendiri..." Tom menepuk pundak Joko dan berkata lagi, "Ikut aku..."
Joko mengangguk, ia memasukkan pulpennya ke kantong jasnya kemudian mengikuti Tom.
***
"Kemungkinan, lawan Langit tadi adalah Ice Emperor dan keduanya mungkin saja menghilang ke tempat lain." ujar Tom, "Kemungkinan terburuknya, keduanya menghilang ke dunia lain."
"Bayangkan saja, musuh mereka adalah Ice Emperor langsung, dan Ice Emperor memiliki cukup banyak Energi Gaib yang bisa dibuang-buang hanya untuk menciptakan Gate dari dunia lain, bertarung melawan Langit, ketika Langit lengah ia akan menciptakan Gate untuk membawa Langit dan Carroline ke dunia mereka." tambah Tom, "Ingat, musuh kita adalah seekor Emperor langsung."
"Tapi kenapa saat para Emperor mengeroyokmu dua hari lalu, mereka tak melakukannya, padahal jika Energi Gaib masing-masingnya digabungkan, mereka setidaknya bisa menciptakan Gate entah berapa kali dan menghilangkan semua Hunter di seluruh dunia, hingga tersisa manusia biasa saja dan mereka bisa membantai manusia-manusia yang tersisa?" Al menaikkan telunjuknya, "Coba pikirkan-..."
"Mereka sudah kalah olehku." jawab Tom, "Aku memukul mereka dengan kekuatan penuhku, mereka jelas memakai Energi Gaib mereka untuk memulihkan kekuatan mereka."
"Aku memiliki skill lain, yaitu Defense Pierce yang bisa membuatku menembus segala pertahanan di dunia ini, bahkan aku bisa menghancurkan pesawat lapis baja seorang diri tanpa senjata apapun." ujar Tom lagi, "Pukulanku menembus pertahanan mereka dan membuat cedera parah di tubuh mereka, jadi Energi Gaib mereka digunakan untuk memulihkan cedera mereka."
"Yang penting sekarang adalah bagaimana caranya kita bisa membawa Langit dan Carroline kembali kemari?" Joko menatap Tom.
Situasi memang kacau oleh penculikan yang dilakukan Ice Emperor, semuanya hanya berharap bahwa Tom bisa menunjukkan jalan yang terbaik bagi mereka... Seharusnya...
__ADS_1
"Aku akan pergi sendiri." Tom mengangkat kepalan tangannya dan aura berwarna hitam menyelimuti kepalan tangannya, "Aku adalah Hunter, dan aku akan terus memburu para Monster."