Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
203. Kepergian dua Lord


__ADS_3

"Aku akan pergi sendiri." Tom mengangkat kepalan tangannya dan aura berwarna hitam menyelimuti kepalan tangannya, "Aku adalah Hunter, dan aku akan terus memburu para Monster."


"Aku ikut..." suara tua seseorang terdengar, dan seketika orang-orang terdiam. Suara yang familiar di telinga mereka terdengar kembali...


"Oga Haruno melapor." seorang kakek tua maju dan ia mengangkat kepalan tangannya, "Oga Haruno siap menerima perintah."


Ya, kakek tua itu adalah Oga Haruno, Hunter rank SS dari EasternDragon yang dijuluki Inazuma no Ken. Ia kini berdiri dengan fisik yang sehat, tanpa ada kesalahan sedikitpun di tubuhnya.


"Kakek sudah memutuskan akan bertempur lagi." Yuuki muncul dan ia melipat tangannya, "Kemampuan para Wadah untuk terus bangkit memang sulit kupercaya..."


Satu ruangan terdiam, kakek tua bernama Oga yang biasanya mereka lihat duduk di atas kursi roda didorong oleh Yuuki tak ada lagi di hadapan mereka, kakek tua itu kini berdiri dengan pakaian tempurnya lengkap dengan pedang lengkung berwarna ungu di pinggangnya. Senyuman lebar di wajahnya menunjukkan bahwa ia tidak berbohong dengan kondisinya saat ini.


"Tu-Tunggu, bagaimana caranya anda bisa pulih secepat itu?" Takeda menunjuk Oga dengan telunjuk yang bergetar, "Bu-Bu-Bukankah te-terakhir saya melihat anda, anda masih duduk di atas kursi roda dan memangku tangan sedang disuapi oleh ketua Yuuki?!"


Oga mengangkat tangan kanannya dan api ungu keluar dari tangan kanannya, "Aku yang sekarang bukan Hunter biasa lagi..."


Dalam waktu singkat, Takeda, Kyle, Jake, dan Yao Leng menarik pedang masing-masing, mengacungkannya ke leher Oga.


"Monster!"


"Turunkan senjatamu!"


"Kau pasti bukan ketua Oga!"


Oga tersenyum lebar, ia mengangkat tangannya dan menepis semua pedang itu kemudian menarik pedangnya, api berwarna ungu langsung menyelimuti seluruh bilahnya.


"Aku bukan kakek tua yang bisa diremehkan begitu saja, kalian boleh tidak percaya denganku, tapi Tom jelas tahu sesuatu..." Oga menyarungkan pedangnya, "Bagaimana, Tom?"

__ADS_1


"Aku hanya akan menjelaskan singkat saja, tetapi setelah itu, kalian akan merasakan ketakutan yang amat besar terhadap para Monster..." Tom menghela napasnya, "Hunter di depan kalian adalah Oga yang sebenarnya, yang biasa kalian kenal dengan julukan Inazuma no Ken."


"Kenapa dia bisa kembali bertempur padahal kondisi terakhirnya amat menyedihkan? Itu karena Monster yang memberinya kekuatan membantunya menyembuhkan diri, dan itulah yang membuatnya bisa berdiri disini."


"Monster yang biasa kalian bunuh hanyalah keroco di hadapan para Monster yang mampu membagikan kekuatannya pada para manusia." Tom mengakhiri penjelasannya, "Kalian tak perlu tahu banyak, karena waktu kita semakin sedikit..."


Seisi ruangan terdiam, sebelum Jake menarik pedangnya lagi dan mengarahkannya ke leher Oga, "Kau bukan Hunter rank SS yang kukenal..." ia berbalik dan keluar dari ruangan. Kyle menatap semua orang.


"Aku tahu kalau kalian kuat, tapi aku tidak tahu kalau kalian akan senekat itu..." Kyle berkata, "Terutama ayah, aku kecewa padamu..." ia kemudian keluar ruangan.


"Hanya satu hal yang ingin kusampaikan sebelum aku pergi..." ujar Tom, "Tetap di posisi, jangan ada yang lengah, hal semacam ini mungkin akan terjadi lagi..."


"Lalu bagaimana dengan keputusan kalian akan pergi ke dunia lain? Disana berbahaya, lebih berbahaya dari bumi ini-..." Joko bertanya, dan Oga menepuk pundaknya.


"Hey boy, in this world, there is no place where there is peace, there is only chaos in the world. Peace is just a fake excuse to start a battle." Oga berkata, "Saat ini, tak ada tempat yang benar-benar aman di dunia ini."


"Aku dan Tom akan pergi, kalian harus menjaga bumi ini sampai kita membawa pulang Langit dan Carroline." Oga mengangkat tangannya, Gate berwarna hitam muncul di belakangnya, "Aku pergi duluan."


Tom memakai jasnya kemudian menatap beberapa orang di ruangan itu, "Kalian adalah garis depan umat manusia menghadapi para Monster, kalian tak boleh takut! Umat manusia tidak pernah mengenal kata takut dan menyerah!"


Ia mengangkat tangannya dan Gate berwarna merah tercipta di belakangnya, "Satu hal lagi, jangan sebarkan kebenaran bahwa kakek Oga kembali bertarung, ini adalah rahasia diantara kita." ia melompat ke belakang kemudian menghilang.


***


"Singkatnya, Tom dan kakek Oga memutuskan untuk berpindah ke dunia lain dengan otoritas mereka sebagai Lord." Joko menjelaskan kemudian ia meraih cangkir kopinya dan menyeruput isinya, "Para Hunter diperintahkan satu tugas saja."


"Apa itu?" tanya Frans, dan Joko meletakkan cangkirnya.

__ADS_1


"Tetap bertahan di posisi, situasi saat ini sedang gentingnya." jawab Joko, "Pemilihan Hunter rank SS dibatalkan karena hal ini, satu calonnya hilang bersama Langit."


Tangannya terkepal kuat, membuat Frans yakin bahwa Joko amat kesal saat ini.


"Paman tahu bagaimana kronologi Langit dan Carroline menghilang, bukan?" tanya Andhika.


Joko menggeleng, "Satu hal yang diprediksi oleh Tom, Langit dan Carroline diculik oleh Ice Emperor untuk dihabisi di dunia lain."


"Tapi Langit bukan Hunter yang bisa dibunuh dengan mudah!" Vina membantah, dan Rei mengangguk cepat.


"Ia bisa bertahan dari keroyokan kita, mana mungkin ia bisa dihabisi Monster dengan mudah!" Senja berkata keras, "Ice Emperor pasti bisa ia hadapi!"


Joko menatap Senja dengan mata lebar, "Apa kalian memang sepercaya itu pada Langit?"


Senja, Rei, Vina, dan Andhika mengangguk cepat. Andhika mengangkat tangannya dan ia berkata dengan tegas, "Kami adalah temannya Langit, kami percaya kalau dia adalah Hunter terkuat yang bisa melewati segala cobaan!"


"Kami semua setidaknya pernah dikalahkannya, membuat kami yakin dia lebih kuat dari kami, dan paman adalah ayahnya, kan? Seharusnya paman juga yakin bahwa Langit lebih kuat dari anak seumurannya dan bisa menghadapi cobaannya kali ini!" Vina berseru.


Joko tersenyum lebar, "Ya, aku adalah ayahnya dan mana mungkin aku sebagai ayahnya tidak mempercayainya, aku percaya padanya."


Ia menatap Frans lagi dan ia berkata, "Intinya kalian harus tetap di wilayah masing-masing, hingga aku mengabarkan kabar selanjutnya."


"Jika Tom sebagai ketua dan Carroline sebagai wakil ketua tidak ada, apakah kau yang memegang posisi ketua sementara di StarSam?" tanya Frans dan Joko mengangguk.


"Ya, aku harus mengambilnya, tak ada Hunter yang mau mengambilnya, jadi aku sebagai Hunter rank SS bertanggung jawab untuk sementara. Tentunya aku dibantu oleh Hunter lain." Joko berdiri, "Ingat saja itu."


Setelah berkata begitu, Joko kemudian pergi. Setelah Joko keluar dari ruangan, Frans menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

__ADS_1


"Ketua, apa kita tak bisa melakukan apapun saat ini? Yang hilang adalah Langit-..." Andhika berniat bertanya, tapi Frans menggelengkan kepalanya.


"Urusan Langit memang semakin sulit kita bantu selesaikan, kita hanya bisa berharap wakil ketua RedWhite itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, meski aku tidak mampu membiarkan remaja sepertinya menyelesaikan semua masalahnya sendirian..." Frans menghela napasnya, ia mendongakkan kepalanya ke atas, "Maafkan aku kakek Bintang, aku tak bisa membantu cucumu lagi..."


__ADS_2