
Tyrant Emperor menatap tulisan besar di hadapannya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya, ia tersenyum lebar menatapnya.
"RedWhite, Merah Putih, dianggap sebagai lambang perjuangan bangsa ini dalam melawan penjajahan, dan lambang ini dipakai lagi dalam perjuangan kali ini, untuk melawan invasi dari kami..." gumamnya.
"Merah berarti berani, putih berarti suci..." Tyrant Emperor berbalik pergi, "Kuharap mereka bisa menjadi target yang menarik bagiku..."
***
"Vina, kau adalah Hunter tipe Sniper andalan RedWhite, aku mengakui bahwa kau lebih hebat dari kakakmu..." Frans menatap Vina. Ia menghela napasnya kemudian menatap Andhika, "Dan kau juga..."
"Kau mengemban nama Wijaya di pundakmu, Wijaya adalah keluarga yang menguasai wilayah laut Indonesia cukup lama, jadi kau tak boleh menodai nama keluargamu dan buatlah almarhum ayahmu bangga."
Andhika mengangguk, baru-baru ini ia membaca tentang sejarah keluarga Wijaya dan ia tercengang membacanya, bahwa beberapa petinggi militer angkatan laut kebanyakan adalah bagian dari keluarga Wijaya.
"Rei, kau harus menunjukkan bahwa dirimu bukanlah berandalan bodoh seperti yang diceritakan almarhum ayahmu padaku, buatlah dirimu berguna bagi kebebasan dunia." Frans menatap Rei yang berdiri tegak.
Frans menghembuskan napas panjang sambil menatap beberapa orang di hadapannya yang memakai pakaian tempur masing-masing.
Ada Vina, Senja, Rei, Andhika, Budi, Jessica, dan lainnya yang berjumlah hanya tujuh orang saja, masing-masingnya memegang rank S. Mereka semua memasang posisi tegak.
"Hunter rank S yang dimiliki Indonesia hanya kalian saja, sementara Hunter rank S di negara lain yang dilindungi oleh RedWhite sudah banyak yang gugur, dan setidaknya di Asia tenggara, hanya Indonesia saja yang masih bertahan setelah kehancuran organisasi BraveWarrior." ujar Frans.
Berita tentang kehancuran organisasi BraveWarrior benar-benar mengguncang dunia, tak lama setelah itu, beberapa negara hancur oleh serangan Monster, membuat organisasi Hunter yang tersisa kewalahan mengatasinya.
__ADS_1
Organisasi StarSam menyatakan tak bisa banyak membantu, Joko sebagai ketua sementara organisasi StarSam mengatakan bahwa Tom sebagai komandan tertinggi militer dan Hunter seluruh dunia memberikan satu perintah yang tak boleh dilanggar.
"Mr. Tom memerintahkan agar seluruh dunia bersiaga, tiap penduduk sipil tak boleh keluar dari rumah masing-masing sampai keluar perintah terbaru darinya. Militer dan Hunter harus siap menerima perintah dadakan dari IHO. Situasi saat ini amat gawat, kami para Hunter juga kesulitan menghadapi masalah kali ini." Joko menjelaskan dalam jumpa pers kemarin.
Tom menghentikan video dan melirik Hunter lainnya, "Kalian dengar berita itu? BraveWarrior hancur, StarSam sedang memulihkan kondisi setelah diserang Monster, sementara RedWhite kehilangan salah satu Hunter andalannya, begitu juga dengan StarSam yang kehilangan wakil ketuanya."
Ia melanjutkan video dan video berita kemarin malam kembali berlanjut dengan pertanyaan dari wartawan.
"Mr. Tom menjelaskan bahwa dia pergi untuk menjalankan misi berbahaya, sebab itulah komando di StarSam untuk sementara dipegang olehku."
"Tentang Hunter rank SS Langit dan wakil ketua StarSam Carroline, kami benar-benar tak bisa menemukannya. Untuk saat ini kami hanya berharap mereka baik-baik saja dan akan kembali dalam waktu dekat."
"Kami tak bisa menjelaskan secara detail siapa Monster yang menyerang BraveWarrior dan menyebabkan negeri China menghilang dari peta, satu hal yang pasti level ancamannya adalah Destruction, karena mampu menghancurkan sebuah organisasi Hunter yang amat kuat, dan kami menganggap Monster itu mengancam dunia."
"Perkiraan Mr. Neil, kekuatan barisan depan umat manusia berkurang amat jauh dengan hancurnya organisasi BraveWarrior, terlebih lagi anak-anak muda saat ini tak ada yang berani maju ke barisan depan, membuat kekuatan para Hunter semakin melemah."
"Sekarang kalian sebagai manusia yang tak bisa bertarung melawan Monster hanya harus percaya pada kami, yakinlah kalau kami bisa menghancurkan Monster dan membuat masa depan kita menjadi lebih baik lagi."
Frans mematikan video dan menatap yang lain, "Dengan pernyataan dari mantan Kolonel negara Indonesia, kita bisa menyimpulkan bahwa situasi dunia sedang tidak baik-baik saja."
"Secara tidak langsung, pak Joko menyatakan bahwa seluruh dunia menjalani Lockdown demi keselamatan penduduk sipil, hingga perintah terbaru turun." ujar seorang laki-laki yang memakai topi, "Begitulah, fungsi kita sekarang hanyalah bersiaga di tiap wilayah yang tersisa."
"Kurasa minum kopi santai bisa kulakukan sebagai kegiatan mengisi waktu." Budi berkata, sebelum telinganya ditarik oleh laki-laki bertopi itu.
__ADS_1
"Kau tak mungkin bisa ngopi santai lagi, maksud dari bersiaga yang kukatakan adalah patroli!" laki-laki bertopi itu berteriak keras.
"Bagaimana dengan sebaran kami?" tanya Jessica, "Setidaknya seperempat wilayah Indonesia juga sudah dikuasai Monster, itupun belum termasuk hutan yang amat terpencil dimana komunikasi amat terbatas."
Frans menatap Jessica dengan teliti, perempuan itu setidaknya sudah memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan delapan tahun lalu, ia bahkan bisa bekerjasama dengan empat Hunter muda terbaik untuk menghabisi seekor harimau raksasa berwarna biru di pedalaman Sumatra.
Siapa saja empat Hunter muda terbaik di RedWhite itu? Tentu saja Vina, Senja, Andhika, dan Rei. Kombinasi mereka bertiga saja dianggap mampu menyulitkan Langit Satria, bahkan Vina sebagai Hunter tipe Sniper terbaik RedWhite mampu mendaratkan peluru di tubuh Langit dan membuatnya kesulitan bertahan. Sekali lagi, jika mereka bekerjasama, kalau satu lawan satu, hanya Andhika seorang yang mampu membuat Langit tak bisa bergerak maju.
Frans kemudian melirik Rei, Langit pernah mengatakan sesuatu, bahwa dia merasakan sesuatu yang unik tentang Rei, dan Frans yakin kalau itu benar karena Frans percaya sepenuhnya pada Langit.
"Aku akan membagikan tugas pada-..."
TIIIIT!
TIIIIT!
TIIIIT!
Seketika, semua Hunter yang ada di ruangan mematung kecuali Frans. Ia langsung bergerak mendekati laptopnya dan memperhatikan peta di seluruh markas.
"Aku menemukan titik merah..." ia menatap semua yang ada di ruangan, "Bersiap untuk serangan! Ada kemungkinan ini adalah serangan dari musuh!"
Semuanya memberikan hormat kemudian keluar dari ruangan dengan cepat, sementara Frans menatap layar laptop dengan tangan terkepal erat.
__ADS_1
"Apakah sekarang adalah giliranku pergi dari dunia?" gumamnya, "Aku masih belum mau mati, aku ingin menjadi Hunter yang kuat seperti kakak..."