Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
70. Sebelum gelombang ketiga


__ADS_3

Beberapa menit setelah C-140 Hercules menerima laporan terbaru PeaceMaker...


"Kita bisa istirahat sambil menunggu gelombang selanjutnya datang, dan kita bergantian berjaga di luar." ujar Tom, "Dan yang berjaga kuminta agar tidak lengah terhadap perubahan situasi."


Kini, di tanah luas Islandia, tersisa C-140 Hercules untuk menghadapi gate. New Starprize sudah dikirim ke Afrika untuk membantu PeaceMaker melawan gate yang ada di atas Piramida Giza.


New Starprize membawa puluhan Hunter rank A, tiga rank S dari FreedomLight, dan satu Hunter rank SS dari StarSam, yaitu Jenny Anderless. Bisa dikatakan, New Starprize adalah bantuan terbaik yang bisa Tom berikan pada PeaceMaker.


John juga melapor, kalau ia sudah meminta bantuan pada GodBless serta pada SA-200 Nesburg dan Tom mengijinkannya, maka penjagaan di Mesir sudah meningkat lagi dari sebelumnya.


Dan, waktu telah berlalu berjam-jam sejak perintah terakhir Tom diturunkan...


Langit telah berubah warna menjadi abu-abu kejinggaan, dimana suasana sudah memasuki malam dan suasana di C-140 Hercules telah berubah menjadi santai sepenuhnya, kecuali beberapa orang saja, yang kewaspadaan mereka masih tinggi.


"Sudah enam jam sejak gelombang kedua berakhir, dan tak ada kabar dari para pengintai." Yuuki menggaruk kepalanya, ia baru kembali dari ruangannya setelah tertidur selama empat jam, "Apakah jarak antar gelombang memang selama ini?"


Vigo menggaruk kepalanya, "Kau sudah bertanya hal yang sama beberapa jam lalu dan kau bertanya hal yang sama lagi? Apa kau masih belum memahaminya?"


"Tak seharusnya begini, tetapi aku sudah menurunkan perintah untuk terus siaga apapun situasinya, tetapi nampaknya sedikit yang mematuhinya." Tom menatap layar yang kosong melompong sambil memegang sebungkus roti yang isinya tersisa separuhnya, "Ada kemungkinan malam nanti gelombang ketiga akan hadir..."


"Kau tak bisa berkata begitu, karena kata-kata adalah doa." Bintang meniup susu hangatnya, "Mungkin saja gelombang akan muncul sampai esok atau dua hari lagi..."


"Kalau itu benar, apakah suplai kehidupan bisa mendukung kita sampai saat itu?" Tanya Mark, "Aku kurang tahu apa saja yang dipersiapkan di hangar sebelum kita berangkat ke Kanada."


"Sebelum berangkat, baik itu dari Indonesia atau dari New Washington, C-140 Hercules selalu dilengkapi dengan suplai kehidupan untuk seminggu bagi seratus orang, bahkan bisa lebih jika suplai dihemat penggunaannya." jawab Vigo, "Jangan meremehkan persiapan kita."


Satu pesawat lapis baja mampu membawa beban dua ratus orang serta hampir sepuluh ton barang dalam bagasi, jadi pesawat ini adalah kendaraan terbaik yang pernah dibuat oleh manusia.


Dan juga, bentuk pesawat lapis baja itu tidak seperti pesawat pada umumnya, bentuknya telah diubah sepenuhnya, tetapi tak mengubah ciri khas sebuah pesawat.


Kabinnya diperluas lagi, beberapa senjata dipasangkan di beberapa sisi pesawat, bahannya yang tak lagi memakai campuran aluminium dan karbon, tetapi memakai campuran aluminium dan Flaming agar tahan diserang oleh Monster, serta bentuknya yang lebih besar dari sebelumnya, itulah yang membuat pesawat lapis baja pada saat ini berbeda dari sebelumnya.


"Baiklah, aku percaya itu..." Mark menaikkan bahunya, "Dan sekarang, apa kau bisa menunjukkan situasi di luar?"


Tom menekan satu tombol dan layar yang tadinya kosong mulai menampilkan beberapa gambar situasi di luar yang cukup gelap.


"Wah sialan, gelap, hampir tak terlihat apapun..."Joko meniup sesuatu yang panjang di depan mulutnya, "Tapi masih ada yang terlihat tuh..."

__ADS_1


Tatapan semua orang berpaling pada Joko dan mereka menatap Joko tajam.


Bintang menatap Joko tajam dan bertanya dengan nada dingin, "Siapa yang mengijinkanmu merokok disini? Dan juga, sejak kapan kau merokok?"


"Merokok? Aku tak merokok." Joko menaikkan benda panjang yang ia tiup, "Ini adalah kentang goreng yang masih panas."


Memang benar Joko mengatakan kalau benda yang ia pegang adalah kentang goreng, tetapi di mata orang-orang, kentang itu tetaplah rokok.


"Oh ayolah, apa kalian terlalu lama bertarung sampai tak pernah memakan kentang goreng yang baru diangkat dari penggorengan yang berisi minyak panas?" Joko menunjuk semua orang dengan kentang gorengnya.


"Tapi bentuknya mirip dengan rokok, dan juga, uapnya terlalu tebal untuk ukuran kentang goreng." Vigo menunjuk kentang goreng yang dibawa Joko.


"Itu betulan kentang goreng..." Alex datang dengan benda panjangnya juga, "Aku juga memakan kentang goreng."


Semuanya diam dan mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka, mengabaikan hal bodoh yang mereka debatkan dengan orang bodoh juga.


"Menurutku, kata-kata kakek Bintang itu benar, gelombang akan berlangsung hingga beberapa hari lagi." Yuuki berkata, "Sekali lagi, kita harus terus siaga..."


"Sementara yang berbicara begitu tadi tertidur dengan mulut terbuka di kamarnya." Joko menggerutu, "Apa itu sikap yang pantas wakil ketua organisasi Hunter EasternDragon tunjukkan di dalam pertempuran?"


"Heh ayam merah yang membangkang perintah ketua Tom, jangan katakan sesuatu yang membuatku kesal..." Yuuki melirik Tom tajam, "Sekali lagi berkata-..."


"Sementara yang berkata begitu belum pernah membunuh manusia..." Alex memalingkan wajahnya, "Pfft..."


"Ah, Dragon Fang Dagger maksudmu? Aku bisa menariknya jika kau menggunakannya untuk kejahatan." ucap Tom datar dan itu cukup membuat Joko terdiam.


Yuuki tertawa lepas dan membuat suasana di ruang pertemuan menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Sementara itu, Bintang yang melirik Yuuki yang mulai menghentikan tawanya tersenyum tipis, "Pada akhirnya, Yuuki masihlah remaja yang sekarang harusnya menjalani kehidupan SMA yang bahagia..."


***


Keesokan harinya...


Fajar telah menyingsing saat gerombolan Monster keluar dari gate merah yang semakin menyala seiring waktu berjalan.


Di depan, berdiri sesosok manusia yang memiliki tanduk hijau di kepalanya, dan ia menyeringai, "Aku harus mewujudkan keinginan Tuan Dragon Lord..."

__ADS_1


Tanpa banyak Hunter ketahui, mereka sedang dibayang-bayangi oleh salah satu dari lima komandan tertinggi pasukan Dragon Lord yang dijuluki Destruction Army.


Hanya para Monster dan Wadah saja yang tahu tentang keganasan Destruction Army, dan hanya Ice Emperor, Black Emperor, Thunder Emperor, dan Iron Emperor saja yang mampu mengendalikan keganasan pasukan satu ini.


Serta, hanya Death Emperor saja yang dikatakan mampu menghancurkan Destruction Army seorang diri. Ya, hanya seorang diri...


Tetapi Death Emperor membawa jutaan Death Warrior yang siap mengamuk kapanpun ia menginginkannya, dan hingga sekarang, sedikit Monster yang berani mengusik ketenangan Death Emperor karena alasan itu.


Dan, salah satu dari lima Emperor akan turun ke bumi, memberikan ketegangan pada bumi kecil itu...


Catatan Penulis:


Yo, Rio Andriana disini, sudah lama sejak ane nambahin Catatan Penulis di akhir chapter, kapan terakhirnya? Lupa ane... :D


Sudah 20 chapter berlalu sejak RedWhite mendarat di Amerika, dan selama itu novel ini masih menceritakan karakter sampingannya. Pastinya kalian bingung, kenapa karakter sampingannya masih diceritain? Kapan si Langit diceritain lagi? Ah, ceritanya udah ga seru karna ga ada si MC, bla bla bla sebagainya...


Ane punya alasan kenapa Raidnya diceritain sampe detail-detailnya, sampe para karakter sampingannya nambah lagi, ada beberapa hal yang buat ane masih nyeritain Raidnya.


Hal pertama adalah karena Raid ini punya pengaruh di masa depan, entah itu dunia kehilangan kekuatan ato kekuatan para Hunter nambah, ane ga akan kasi tau karena spoiler.


Kedua adalah Raid ini punya pengaruh juga ke Langit, orang yang dikenal oleh Langit bakal mati karena Raid ini, ane ga akan ngasi tau siapa orang itu karena spoiler.


Ketiga adalah Raid ini punya pengaruh ke keseimbangan para Hunter, seperti yang kalian tau diantara para manusia ada beberapa manusia yang punya kontrak sama Lord, nah beberapa Wadah itu bakal mati karena Raid ini, entah saat Raid itu atau beberapa tahun lagi dalam ceritanya.


Keempat, secara ga langsung ane bisa bilang kalo cerita Cold Blooded Hunter udah masuk konflik dengan dimulainya Raid ini.


Kelima, ane mau buat sesuatu yang berbeda, jika biasanya sebuah cerita dimulai dengan hal kecil, dari sangat kecil, kecil, sedang, cukup besar, lumayan besar, besar, dan amat besar, maka ane nyoba buat cerita yang di awalnya dimulai dengan konflik yang berat, jadi itu alasan kenapa para Hunter kelas atas langsung muncul di awal cerita.


Keenam, kenapa ane ga langsung kelarin cerita Raidnya dengan bilang "Raid ke Islandia berakhir dengan kegagalan pihak Hunter..." atau "Raid ke Islandia berakhir dengan kemenangan umat manusia..."?


Jadiii, seperti di poin pertama, ane mau jelasin bagaimana ceritanya, biar ga aneh aja, tiba-tiba si Oga mati dan alasannya terdengar aneh kaya ketusuk jarum dan sebagainya, jadi ane jelasin. Ada alasan karena Boss terakhirnya sedikit lagi muncul, antara Komandan pasukan Lord, Lord itu sendiri, atau si Emperor langsung.


Kalo kalian masih kurang paham, bisa ditanyakan di kolom komentar dalam waktu kerja, jam 10.00 sampe jam 02.00.


Sekian saja, kalau kalian masih penasaran siapa yang bakal mati di Raid ini, siapa yang ane maksud bakal ngubah Langit, ikuti aja ceritanya;)


Salam,

__ADS_1


Rio Andriana.


__ADS_2