Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
189. Para Emperor menyerang!


__ADS_3

"Ya, aku yakin kalau semuanya terasa berhubungan..." ujarku, dan semua orang di ruangan mengangguk.


Aku bersama Frans di ruangannya, sementara layar menunjukkan wajah para ketua organisasi Hunter terkuat di seluruh dunia dan para Hunter rank SS.


"Memang, saat Raid Kanada pun, saat para Emperor menunjukkan taring mereka, para Monster terasa bergerak lebih agresif dari biasanya." ujar Yuuki, "Ya, aku merasa kejadian yang sama akan terjadi lagi."


"Bagaimana dengan persiapanmu, Tom?" tanya Yen, dan yang ditanyai terlihat menghela napasnya.


"Tak ada, aku masih tersangkut di level 199, dan untuk menembusnya setidaknya diperlukan ratusan Monster berlevel 100 agar aku bisa mencapai level 200 dan berevolusi lagi..." jawab Tom, "Sementara itu, ratusan Monster telah kuhabisi, tak ada satupun yang mampu membuatku mencapai level 200."


"Kabarnya anda menghabisi sepasukan Monster seorang diri di Grand Canyon, begitu? Bagaimana hasilnya?" tanyaku, dan wajah Tom semakin terlihat kacau.


"Aku benar-benar kesulitan berpikir, apakah aku bisa membuat bumi tetap bertahan seperti yang dilakukan kakek Tang di masanya?" Tom menunduk, sebelum kepalanya dipukul oleh Leonard.


"Optimis! Pesimis begini bukan sifatmu!" seru Leonard dan ia memukul meja kemudian menatap layarnya dalam, dengan kata lain mendekatkan wajahnya pada kami, "Sekali lagi, kita yang sekarang berbeda dari yang sebelumnya! Aku yakin kita bisa melawan!"


Aku mengangguk, sementara yang lainnya ikut mengangguk, sebelum Marie berkata, "Teori Langit boleh dibicarakan lagi..."


"Bayangkan saja, hal yang sama pernah terjadi sebelumnya, dan kasus Monster yang bergerak lebih agresif kurang lebih mirip seperti itu." ujar Marie, "Bagaimana pendapat kalian?"


"Harus kita pikirkan lagi, apa lagi sudah dua tahun berlalu dan tak ada tanda Ice Emperor, Black Emperor, dan Dragon Emperor muncul lagi, jadi pertanda sekecil apapun harus kita tanggapi serius." ujar John, "Apalagi, jumlah Hunter telah berkurang drastis dalam dua tahun ini, sehingga kekuatan kita semakin terkuras hanya untuk mengatasi Monster yang beraktivitas lebih agresif..."


"Bagaimana kondisi akademi?" tanya Yuuki, dan Leonard berdeham dan ia menjawab.


"Sepi peminat, kelas 1 tahun ini saja hanya berjumlah 15 murid saja, dan itu mungkin disebabkan oleh kasus Monster yang lebih agresif dari sebelumnya." jawabnya, dan aku mengangguk.


"Kondisi di RedWhite kurang lebih begitu, bahkan lebih parah..." Frans terlihat menunduk dan wajahnya sedikit lebih sendu.


Ya, aku sering membaca dokumen tentang kondisi bulanan RedWhite, dan kondisi RedWhite amat menyedihkan.

__ADS_1


Setiap harinya ada saja Hunter yang kehilangan kontak atau singkatnya tewas dalam misi, dan setiap enam bulan jumlah pendaftar pelatihan Hunter berkurang, bahkan di bulan Juli lalu saja, tak ada satu pendaftar pun, baik itu di markas pusat ataupun markas cabang.


"Mereka terlihat ketakutan karena para Monster dan takut keluarga mereka tewas di tangan Monster." wajah Yen berubah menjadi wajah kesal, dan aku hanya bisa menghela napasku.


"Intinya, kita harus bersiap kapanpun, para Emperor kemungkinan sedang bersiap saat ini, dan kita tak boleh lengah sedikit pun, karena serangan bisa datang kapanpun tanpa kita sadari." aku berkata, dan inilah akhirnya.


"Pertempuran melawan Emperor akan datang, dan saat itu tiba, kuharap-..." ucapanku terhenti, dan aku melirik Frans yang mengangkat telepon, begitu juga dengan ketua organisasi Hunter lainnya.


Wajah mereka terlihat tegang, dan aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Ada apa, ketua?" tanyaku, dan Frans melirikku dengan tangannya yang memegang telepon terus bergetar.


"Prediksimu benar... Emperor hadir lagi di bumi..."


Leonard meletakkan teleponnya dan ia memukul meja lagi, "Semuanya! Bersiap di posisi masing-masing! Pertempuran akan terjadi!" setelah itu panggilan video ditutup. Yang lainnya ikut menutup panggilan.


Tersisa aku dan Frans di ruangan, dan Frans memejamkan matanya, kemudian ia menatapku, "Langit, apa kau siap?"


Frans meraih jasnya dan berjalan keluar ruangan, aku mengikutinya dari belakangnya.


"Tugas utama kita adalah memberitahu ketua markas cabang lainnya untuk memulai prosedur waspada Monster!" seru Frans dan ia menepuk pundak Andhika yang berdiri di depan pintu, "Andhika, perintahkan pada semua petinggi organisasi untuk bersiaga di posisi masing-masing! Tunggu perintah Langit untuk berkumpul di ruang pertemuan!"


"Baik ketua!" Andhika memberi hormatnya dan ia langsung berlari, sementara aku mengikuti Frans menuju garasi, menaiki mobil kemudian pergi ke istana negara.


***


"Menurut prosedur waspada Monster, presiden dan semua pemimpin negara akan kami amankan terlebih dahulu, tetapi sebelum itu anda harus tenang terlebih dahulu, kami para Hunter pasti bisa melakukannya." ujar Frans dengan nada setenang-tenangnya, tetapi aku yakin kalau dia sebenarnya dalam kondisi tegang.


Bagaimana tidak, aku baru saja mengatakan bahwa pertempuran melawan Emperor akan dimulai lagi dan tak lamanya kemudian, kabar Gate ungu yang muncul di beberapa belahan dunia terdengar di telinga kita semua.

__ADS_1


"Pak Oka, saya harap anda bisa tetap tenang, pemimpin negara tak bisa berada dalam kondisi panik, karena itu akan mempengaruhi pejabat lainnya, bahkan bisa membuat rakyat anda ikut panik." ujar Frans lagi.


"Apa langkah yang harus aku lakukan?" tanya laki-laki dengan kemeja putih, dasi merah, jas hitam, dan celana putih, singkatnya pakaian formal. Laki-laki itu adalah Oka Danendra, presiden entah keberapa yang aku tidak tahu ia menduduki posisi presiden Indonesia yang keberapa...


"Perintahkan kami." jawab Frans, dan pak Oka berdeham.


"Frans Andreas, kau memiliki kendali penuh atas angkatan laut, udara, dan darat, kau bisa memerintahkan mereka kapanpun itu. Tetapi jika kau memintanya, maka aku akan memberikannya." ujar pak Oka, "Pertahankan Tanah Air ini dengan segenap jiwa dan ragamu, Frans Andreas, bersama Hunter-Hunter andalan kalian..."


Kami berdiri dan memberi hormat padanya, sebelum Frans berkata, "Saya akan mengirimkan beberapa Hunter untuk menjaga anda..."


Kami berbalik dan keluar dari ruang kerja pak Oka.


***


Ruang pertemuan petinggi RedWhite terasa tegang, setidaknya separuh dari orang-orang yang ada di ruangan ini sudah melihat langsung Gate ungu yang muncul di tengah-tengah kota Bandung.


Ya, kota Bandung hanya salah satu dari beberapa tempat di dunia yang menjadi lokasi kemunculan Gate ungu.


Satu keuntungannya, kota Bandung sudah hancur dari dulu, dan kota itu menjadi sarang para Monster, dan kronologi bagaimana para Hunter bisa menemukan Gate itu adalah saat ekspedisi yang dipimpin oleh seorang Hunter rank S bernama Jerry Zan dan saat bertarung melawan Monster, tiba-tiba saja sebuah Gate ungu muncul dan membuat mereka mundur, apalagi menurut Senja yang ikut tadi, ia mengatakan sempat melihat Gate ungu dan menjelaskan bahwa Gate ungu adalah Gate paling berbahaya, sebab itulah tim ekspedisi langsung mundur dan mengabari markas pusat.


"Simplenya, kita akan bertempur..." ujar Frans setelah mendengar laporan Jerry dan Senja, dan kalimat singkat itu sukses membuat suasana bertambah tegang.


"Oke-oke, kalian tenang dulu, kami sudah memiliki rencananya, tiga angkatan, komando angkatan laut akan dipegang oleh pak Dito, komando angkatan udara dipegang oleh ketua Frans sendiri, sementara angkatan darat dipegang olehku." aku menjelaskan rencana yang sudah kubuat bersama Frans tadi dalam perjalanan kembali ke markas, "Intinya, kalian jangan panik."


"Dua dari kalian akan berjaga di istana negara, tepatnya di sisi pak Oka langsung..." Frans melirik dua orang yang duduk bersebelahan, "Ardika, Antonio, apa aku bisa mempercayakan tugas ini pada kalian?"


Ardika mengangguk dan Antonio berkata, "Serahkan pada kami..."


Sementara Frans membagi tugas pada para Hunter yang ada di ruangan, aku melirik Rei yang paling tenang dalam menghadapi masalah kali ini.

__ADS_1


Aku memiliki firasat yang unik tentangnya...


__ADS_2