
T-Tunggu, apa maksudnya aku menarik di matanya? Secara penampilan, aku tak ada bedanya dengan Hunter lain, bahkan ada yang berpenampilan lebih baik dariku.
"Apa maksudmu?" Tanyaku, dan ia menunduk.
Aku menunggu jawabannya, angin semakin terasa kencang, membawa sesuatu yang sedikit tidak asing di instingku.
Ya, angin kencang ini terasa mencurigakan bagiku, inilah sebabnya aku ingin cepat-cepat pergi dari pantai ini, membawa Carroline menjauh karena aku merasa ia masih belum cukup melawannya.
Entah apa itu, tapi aku tak menunggu penjelasan Carroline, yang pasti kami harus menjauh secepat mungkin dari tempat ini!
"Emm, yah, bagaimana yah aku menjelaskannya..." Carroline menunduk, ia mengetukkan kedua jari telunjuknya berkali-kali, "Kau terlihat menarik..."
Menarik apanya?!
Aku berdiri dengan cepat, suara deburan ombak terdengar menyeramkan dan aku langsung menarik tangan Carroline, menjauh dari tempatnya tadi duduk.
Di saat yang mungkin saja bersamaan, deburan ombak terdengar makin keras, angin semakin kencang, dan keseimbangan Carroline mulai goyah sedikit.
Kami berlari menjauh, sebelum sesuatu mendarat di depanku, sebuah tombak!
"Hei, hei, hei, siapa yang mengijinkanmu kabur tanpa sepengetahuanku?" suara dingin seseorang terdengar, dan aku mengepalkan tanganku.
Hawa dingin, suara dingin, tekanan yang dahsyat, tombak putih yang biasa dilempar, hanya ada satu orang yang memiliki semua itu...
Ice Emperor!
Aku menggenggam erat tangan Carroline, berhenti berlari kemudian berbalik menatap makhluk yang melempar tombak putih yang mendarat di depanku.
Monster dengan mata merah menyala, kulit putih, tubuh kurus berotot, aura berwarna putih yang menyelimutinya, pakaian serba putih, Ice Emperor berdiri di depan kami berdua dengan seringai lebarnya.
Pengunjung lain sudah kabur dan keluar dari restoran, tersisa aku dan Carroline saja yang masih ada di restoran ini.
"Siapa aku? Aku adalah Wadah Flame Emperor! Aku tidak perlu ijinmu untuk pergi dari tempat ini!"
Suara sorakan terdengar, dan sorakan itu membuat Ice Emperor terlihat sedikit kesal.
"Itu Langit Satria!"
"Carroline Cage juga ada disini!"
__ADS_1
"Maju Langit Satria! Bunuh Monster itu!"
"Maju Langit!"
Aku melirik ke belakang sedikit, dan Carroline ikut melirik ke belakang kemudian berseru, "Mundur kalian!"
Setelah itu, sorakan hilang seketika dan orang-orang itu kabur dari restoran.
Setelah itu kami menatap ke depan lagi, menatap Ice Emperor yang wajahnya terlihat menyeramkan dengan aura merah yang mulai keluar dari tubuhnya.
"Langit, kau tanpa dua pedangmu dan dua sarung tangan besimu, apa kau yakin bisa melawannya?" tanya Carroline, dan aku mengangguk mantap.
Orang-orang sudah kabur, ada kemungkinan mereka akan menghubungi StarSam untuk bergerak membantu kami, jadi tugasku saat ini adalah mengulur waktu.
"Carrl, kau tadi ingin mengatakan sesuatu, kan? Katakan sekarang, sebelum aku memberimu tugas." aku berkata, dan tangan Carroline terasa melemah.
Lama waktu terasa berjalan, Ice Emperor mulai berjalan maju perlahan dan tekanannya semakin terasa kuat.
"Kalian berani mengabaikanku?" tatapannya terlihat tajam dan itu sama sekali tidak membuatku takut.
"Hanya dua kata..." Carroline berkata pelan, ia menarik kepalaku perlahan, "Aku mencintaimu..."
"Aku akan menjauhkan warga sipil dari pantai!" Dan ia melesat menjauh.
Aku terdiam, sebelum sebuah pukulan mendarat di perutku dan mementalkanku menjauh dari tempatku tadi berdiri. Aku menabrak tembok dan punggungku terasa sakit...
[5162/5275]
Perih rasanya, tapi aku bisa menahannya...
[Skill aktif Darah Burung Api aktif!]
Aku berdiri perlahan, kedua tanganku terkepal erat, tadi itu hanya peralihan akibat sesuatu yang basah itu, tapi selanjutnya aku akan serius.
"Nampaknya calon Flame Emperor selanjutnya telah terlena oleh keduniawian..." ujar Ice Emperor dan ia mengangkat tangannya, tombaknya kembali ke tangannya, "Kau bahkan menunjukkan celah lebar yang membuatku mudah menyerangmu..."
"Summon!" aku mengangkat tanganku dan menciptakan puluhan Flame Soldier berlevel hampir setara denganku, "Serang makhluk itu!"
Puluhan Flame Soldier itu berlari maju, dan Ice Emperor memegang tombaknya dengan erat kemudian mengayunkannya, menghabisi beberapa Flame Soldier dalam satu ayunan tombak.
__ADS_1
Aku menarik napas panjang kemudian menghembuskannya perlahan, semua Flame Soldier yang kuciptakan membawa setengah dari statusku, sudah pasti mereka akan mati dalam satu ayunan lemah dari raja es itu, tapi itu saja cukup untuk memberiku waktu mengambil napa sejenak.
Setelah semua Flame Soldier tewas di tangannya, Ice Emperor melesat dan aku mengepalkan kedua tanganku kemudian melancarkan pukulan.
Ice Emperor melirikku tajam dengan cepat kemudian mengayunkan tombaknya ke arahku, terlihat seperti menepisku agar tidak mendekat, tapi aku bisa menyelip di bawah serangannya dan menendang ke atas tangan Ice Emperor yang memegang tombak.
Tangannya terlempar, tetapi tidak dengan tombaknya, ia melompat mundur dan mengarahkan tombaknya ke depan, "Dengan seluruh kekuatanku, aku mengubah tempat ini menjadi es, Ice Field!"
Hawa dingin terasa dengan cepat, dan lantai restoran berubah menjadi es, berikut juga dengan alat-alat yang berada di atas lantai berubah menjadi es.
Hanya ada satu benda saja yang tidak berubah menjadi es, yaitu aku. Aku melepaskan aura yang kumiliki dan membuat es tak bisa mempengaruhiku.
"Hohoho, menarik..." Ice Emperor memutar-mutar tombaknya, kemudian ia memegangnya dengan erat dan melesat ke depan.
Aku mengalirkan Staminaku ke kedua tanganku dan api besar menyelimuti kedua tanganku.
Ini adalah bentuk terkuat dari Pukulan Gemuruh, dan sekalinya aku memukul Katanya akan menimbulkan suara seperti gemuruh...
Memangnya bisa?
Akibat besarnya api yang menyelimuti tanganku, lapisan es di sekitarku meleleh perlahan, sepertinya aku bisa melawan kelemahan dari elemen es yang dimiliki oleh Ice Emperor...
Aku menyiapkan posisiku dan tombak Ice Emperor tepat ada di depan tubuhku, aku meraihnya dan melelehkannya, setelah itu aku maju dan melancarkan pukulan berkekuatan penuhku yang selanjutnya, kemudian melancarkan dua pukulan secara beruntun lalu meraih wajah Ice Emperor dengan kedua tanganku yang sudah diselimuti api yang membara.
Ice Emperor benar-benar terlihat tak sempat melakukan apa-apa, wajahnya mulai terbakar oleh api di tanganku, tangannya terangkat dan aku melompat mundur, memastikan keamananku terlebih dahulu sebelum melihat gerakan Ice Emperor.
Kaisar Es itu menciptakan tombak di kedua tangannya kemudian melesat maju, aku mengalirkan Staminaku ke seluruh tubuhku dan bergerak maju, mendekati Ice Emperor kemudian melancarkan pukulan.
Gerakannya saat menepis seranganku amat cepat, aku bahkan bisa merasakan gerakannya lebih cepat dari sebelumnya, aku mulai merasa kesulitan melawannya.
Pukulanku terus melesat ke depan, tusukan-tusukan dilancarkan Ice Emperor mengimbangi pukulan-pukulanku yang diselimuti api yang membara, ia sama sekali tidak takut dengan api yang kulepaskan.
Aku melompat mundur, dan kulihat Ice Emperor mengikutiku, aku terus berusaha menjauh dari Ice Emperor, tapi gerakannya yang cepat membuatnya bisa menyusulku dengan cepat.
Ice Emperor melancarkan tusukannya ke arahku, tapi aku bisa menahannya dengan merelakan tanganku tertusuk tombaknya, ia kemudian melesat lagi dan menendangku, hingga aku terlempar jauh dan menabrak tembok hingga tembok hancur oleh tubuhku.
Aku bangkit perlahan dan melihat situasi sekitar... Yang amat kacau...
"Aku tidak pernah datang sendirian..." ujar Ice Emperor, "Mungkin saja kekasihmu itu sudah tewas akibat dikeroyok pasukanku..."
__ADS_1