Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
307. Unknown Wanderer IV


__ADS_3

"Yah, aku akan menjelaskannya dengan singkat..." makhluk itu berhenti berjalan dan berdiri sejauh sekitar sepuluh meter dariku, "Aku akan menginvasi bumi ini."


Hawanya seketika bertambah dahsyat dan langsung menekanku, namun nampaknya para Emperor di tubuhku tak membiarkanku tunduk di hadapan musuh tak dikenal...


Tubuhku terasa ditopang oleh banyak tenaga, dan aku merasakan Energi Gaib mengalir cepat di tubuhku, menunjukkan bahwa para Emperor sedang meminjamkan kekuatan mereka.


Ada sekitar sepuluh Emperor yang berubah wujud menjadi manusia dan bergabung dengan pasukan militer elite Indonesia, dan mereka kini bertugas di banyak tempat.


Salah satunya adalah Dragon Emperor yang berjaga di laut. Ia menjelaskan lewat telepati bahwa ia ditakuti banyak tentara karena tubuhnya yang terlalu besar untuk ukuran manusia.


...


...


...


Fokus ke pertarungan...


Makhluk itu mengangkat tangannya dan sesuatu berwarna biru menyelimuti tangannya, "Mungkin aku harus mengenalkan siapa diriku..."


"Namaku adalah Reiy, kuharap kau bisa memberikanku banyak pengalaman bertarung."


Aku mengangkat pedangku, "Namaku Langit."


Ia menyeringai, dan ia langsung menghilang dari pandanganku...


Amat cepat, hingga mataku tak bisa mengikutinya...


Tiba-tiba, ia muncul di depanku, dengan pukulannya yang diselimuti api berwarna biru dan ia melancarkannya cepat.


Aku mengangkat pedangku dan menahannya, namun aku tak bisa menahannya dengan baik dan aku terdorong mundur.


Terlihat pedangku yang sedikit terkikis akibat menahan pukulan dahsyatnya, dan aku menghela napasku panjang.


Bahkan pedang sekelas Pedang Api Hitam bisa dibuat terkikis, sekuat apa dia sebenarnya? batinku.


Artinya aku tak bisa menahan kekuatan Emperor yang kumiliki...


Aku mengangkat pedangku, memasang posisi menusuk, kemudian melepaskan tusukan berkekuatan besar ke arah makhluk yang mengenalkan dirinya sebagai Reiy itu.


Reiy melompat mundur kemudian menarik sesuatu dari telapak tangannya dan menebaskannya, ia langsung bergerak ke arahku dengan sesuatu yang mirip dengan pedang panjang yang dipakai Skei


Aku menciptakan sayap di punggungku dengan kekuatan Flame Emperor kemudian melayang, kulihat Reiy melompat dan melancarkan tebasan-tebasan cepat yang menciptakan gelombang pedang yang semuanya mengarah ke tubuhku.


Semuanya terasa cepat, gerakannya amat cepat, dan aku merasa kalau ia mungkin lebih kuat dari Death Emperor... Dugaanku benar...


"Hei, apa kau berniat kabur? Serang lagi!"

__ADS_1


Ia mendarat dan memasang posisi siaga, aku turun perlahan dandan api mulai menyelimuti pedangku.


"Kau berkata kalau kau ingin aku serius?" aku mengangkat pedangku kemudian mengangkat tangan kiriku dan menciptakan Black Flame Sword di tangan kiriku, "Biar kutunjukkan seberapa seriusku..."


Aku mengangkat kedua pedangku, dan Reiy memasang posisi siaga yang lebih kuat lagi, kemudian aku langsung maju dengan kecepatan tinggi yang sudah diperkuat dengan kecepatan penuh Thunder Emperor.


Reiy terlihat terkejut, dan aku langsung melancarkan tebasan demi tebasan cepat yang mengarah ke Reiy. Ia hanya mengangkat pedangnya dan menahan semua tebasanku.


Aku melompat mundur kemudian menyimpan Black Flame Sword dan mengangkat Pedang Api Hitam lalu mengalirkan Energi Gaib berjumlah besar sekali lagi ke bilahnya hingga petir-petir biru menyelimuti pedangku.


"Thunder Flash..."


Aku maju dengan kecepatan tinggi, petir-petir yang menyelimuti pedangku mulai menyelimuti tanganku dan seluruh tubuhku hingga kecepatanku makin tinggi.


Reiy melompat mundur dan mulai mengatur jaraknya dariku, terlihat bahwa ia tidak bisa menghadapiku kalau berada dekat denganku.


Yap, dari pertukaran serangan pertama saja sudah terlihat perbedaan kekuatan antara aku dengan Reiy, dan bodohnya ia malah menyuruhku serius.


Aku terus mengurangi jarak dan terus mendekatinya, hingga jarakku tepat sekitar satu meter di depannya, aku langsung melancarkan tebasan cepat dan menyasar lehernya.


Terlihat Reiy terkejut, ia mengangkat pedangnya dan menahan tebasanku yang menyasar lehernya dari kiri, namun ia tak bisa menahannya dan ia terlempar jauh.


Aku tak membiarkannya berada jauh dariku, aku langsung bergerak cepat dan mengejarnya.


"Kau kira bisa membunuhku hanya dengan itu saja?!" hawa terasa makin kuat, dan aku berhenti bergerak.


Api membakar rumput-rumput di lapangan dan kulihat manusia api sedang mendekat.


Aku memasang posisi siaga, dan tiba-tiba, entah darimana datangnya, Skei muncul dan menebas Reiy, namun Reiy bisa menghindar dan melancarkan serangan balik ke Skei.


Skei melompat mundur dan ia langsung maju, pedangnya bergerak dengan cepat menyibukkan Reiy yang sudah memakai wujud seriusnya.


Aku bergerak maju dan Reiy menendang Skei kemudian bergerak mengejar Skei.


Jujur saja, harusnya aku tidak peduli pada nasib Skei yang nampaknya terluka parah itu, namun sebagai orang yang bertugas melindungi semua orang, aku harus melindunginya...


TRANG!!


Pedang Api Hitam menahan pedang Reiy, dan angin langsung berhembus kencang begitu pedangku dan pedang Reiy bertemu.


Kulihat Skei bergerak menjauh kemudian menjatuhkan pedangnya dan lukanya perlahan pulih seiring waktu berjalan. Ia meraih pedangnya lagi setelah tubuhnya pulih sepenuhnya dari luka.


Regenerasi yang gila, aku harus akui itu...


Tekanan yang kurasakan dari Reiy bertambah kuat, dan aku melompat mundur menjauhi Reiy kemudian menarik Skei menjauh.


Reiy tak mengejar, ia menangkupkan kedua telapak tangannya dan hawanya makin kuat, diikuti oleh tubuhnya yang perlahan membesar.

__ADS_1


"Dari sini akan lebih banyak Energi Gaib yang akan kukeluarkan..." aku mengangkat pedangku ke atas kepalaku, memasang posisi jurus andalanku, "Membelah Samudra..."


Energi Gaib mengalir dengan deras ke pedangku, dan sesaat setelah Reiy berhenti membesar, aku menurunkan pedangku dengan cepat dan membelah apapun yang ada di hadapanku, termasuk Reiy yang baru selesai membesar itu.


Efek tebasanku menyebar ke segala arah dengan cepat, dan angin berhembus kencang setelah tebasanku selesai.


Debu beterbangan muncul dan mulai menghilang dengan cepat, menunjukkan situasi selanjutnya dengan cepat pula.


"Bahkan nampaknya alam ingin pertarungannya selesai dengan cepat..." aku memasang posisi siaga, hawa yang dipancarkan Reiy masih belum hilang, dan itu membuatku yakin kalau Reiy benar-benar sosok Monarch lainnya yang dimaksud dewa Shikong sebelumnya.


Suara tepuk tangan terdengar, dan makhluk yang memiliki ukuran seperti manusia pada umumnya muncul, "Hebat..."


"Tebasan itu amat kuat, membuatku yakin kalau kau memang pantas kuhabisi..." hawa yang kuat muncul lagi, dan aku langsung mengangkat pedangku.


Aku berpindah dengan cepat ke belakang Reiy kemudian mengerahkan seluruh Energi Gaib yang kumiliki dan menusuk Reiy dari belakang.


Reiy terdiam sebelum ia tak bergerak lagi, dan aku yakin kalau ia sudah tewas.


Aku menarik pedangku dari tubuh Reiy kemudian menendangnya dan melirik ke tempat Skei tadi berdiri...


Dia hilang...


Kemampuannya dalam menyembunyikan hawa amat hebat, aku bahkan tak menyadari kalau ia menghilang dari tempatnya tadi...


Namun, dari dua pertarungan ini, aku jadi paham maksud dari God of Space Time...


Kekuatan satu Monarch bisa memancing kedatangan Monarch lain, itulah yang membuat God of Space Time menawarkan kemampuan untuk menyegel kekuatanku.


Jika kekuatanku terus berada di tubuhku dengan bebas, maka bumi tidak akan pernah aman dan akan terus diserang Monster.


Itulah yang menjadi masalahnya, apakah aku akan menyegelnya dalam waktu dekat atau aku akan membawanya terus sampai aku bisa menemukan sosok yang bisa memakainya dengan benar...


***


Tepi laut...


"Namanya Langit, ya? Orang yang kuat, kuakui itu..."


Skei berdiri di tebing tinggi, di hadapannya terhampar lautan luas yang ia sendiri tak tahu dimana ujungnya.


"Kuharap orang-orang disini bisa memaafkanku yang sudah merusuh disini..."


Ia memasukkan pedangnya ke kotaknya dan melirik ke belakang, "Sampai jumpa Langit, kuharap kita bisa bertemu lagi..."


Skei melompat dari tebing dan jatuh ke dalam laut kemudian menghilang.


Terima kasih pada kawanku yang namanya Schiel yang sudah bersedia meminjamkan original characternya untukku, kuharap ente puas sama ceritanya.

__ADS_1


Btw sisa 3 chapter lagi hingga Cold Blooded Hunter tamat...


Tapi boong, kwowkwowkw...


__ADS_2