
Joko melesat cepat dan ia menyayat perut Black Emperor hingga perutnya robek di sisi kirinya kemudian ia menjauh, mengambil jarak serta memastikan keamanannya.
Hunter tipe Assassin selalu bertarung diam-diam, kalau dikatakan tipe Assassin adalah tipe yang cukup mematikan jika mereka lepas di alam bebas. Mereka akan menghabisi para Monster dengan insting serta kecepatan mereka, bergerak ke satu tempat kemudian berpindah ke tempat lain agar keberadaan mereka tak diketahui musuh.
Hunter tipe Assassin yang amat disegani hanya Alex Curran saja, karena ia dianggap bisa bergerak diam-diam dan menghabisi Tom diam-diam. Banyak orang menganggap bahwa Alex itu lebih kuat dari Tom sebenarnya, ia hanya terhalang oleh popularitas Tom yang lebih besar darinya.
Esterosa melompat turun dan ia memegang pedangnya dengan kedua tangannya, ia melihat Joko yang sedang bersiaga dengan belatinya tak jauh darinya.
Ia tersenyum lebar, dan ia melesat menuju Black Emperor kemudian menusuk perutnya lagi, tak lama Dragon Emperor menarik napasnya kemudian menyemburkan api dari mulutnya.
Joko menarik pistolnya, ia melesat cepat menuju Dragon Emperor dan melepaskan beberapa tembakan, tetapi sayangnya Dragon Emperor tak bergeming sedikitpun.
Armor yang dipakai Esterosa terbakar oleh semburan api Dragon Emperor, dan ia tak punya pilihan selain melepas armornya dan bertarung tanpa menggunakan pertahanan apapun.
Di saat Esterosa sedang melepas armornya, Joko melesat sambil menyerang tubuh Dragon Emperor dengan belatinya yang sudah menyala terang dan setelah tubuh Dragon Emperor diselimuti luka-luka yang lebar, Joko mengakhiri serangannya dengan menusuk sisi kiri perut Dragon Emperor.
...
...
...
"Sial, belatiku patah!"
Dragon Fang Dagger andalan Joko Taru, gagal menembus perut Dragon Emperor, dan raja para naga itu menyadari keberadaan Joko, dan ia meraih leher Joko kemudian mengangkatnya ke atas.
"Kulihat benda itu adalah taring naga, kau tidak akan bisa melukai raja para naga dengan taring naga yang jelas-jelas tidak punya keistimewaan apapun..." ujar Dragon Emperor, dan tak lama tangannya yang dipakai mencekik Joko terpotong.
__ADS_1
Esterosa memotong tangan Dragon Emperor kemudian menusuk ke dada Dragon Emperor, tetapi Dragon Emperor bisa menghindar dan melepas cekikannya pada Joko kemudian melompat mundur.
Black Emperor mengatur napasnya, sebelum ia menciptakan sebuah Gate lalu berteriak, "Kita mundur dulu!"
Tepat sepersekian detik ia akan masuk ke dalam Gate, kepalanya terbakar oleh api, dan terlihat Tom sedang memegang kepala Black Emperor dengan kedua sarung tangan besinya yang sudah menyala terang.
"Mati!" Tom berteriak. Tak lama kemudian kepala raja para Titan itu meledak, suara ledakannya terdengar menggelegar layaknya suara bom yang meledak.
Tom terhempas oleh ledakan itu, tetapi ia bisa mengendalikan dirinya dan mendarat sempurna.
Ice Emperor yang terlihat mengatur napasnya menciptakan Gate dan pergi dari sana, bersamaan dengan Dragon Emperor yang ikut menciptakan Gate lalu kabur.
Sebelum kabur, Dragon Emperor berteriak, "Kami akan kembali!" ia kemudian kabur.
Tak ada Emperor yang tersisa dengan kaburnya Dragon Emperor, dan Tom langsung menjatuhkan dirinya ke atas tanah, berlutut di hadapan tubuh tanpa kepala milik Black Emperor.
Joko dan Esterosa mendekat, kondisi keduanya berbeda jauh satu sama lain. Esterosa masih baik-baik saja, tetapi tidak dengan Joko, ia terluka di beberapa bagian tubuhnya, yang jelas hanyalah di lehernya tersisa bekas cekikan Dragon Emperor tadi. Tentunya kondisi keduanya tidak separah kondisi terakhir Tom yang amat parah.
Selain mentalnya yang hancur karena kehilangan dua rekan seperjuangannya yaitu Leonard dan Jenny, tubuhnya juga dipenuhi luka. Kemeja putih yang ia pakai sebelum serangan sudah tidak ia pakai lagi, terlihat ia hanya memakai celana panjang hitam serta dua sarung tangan besi andalannya.
Tom berdiri kemudian menendang tubuh Black Emperor yang mulai hancur perlahan lalu duduk, "Sebuah keajaiban..."
Sebuah pesawat terdengar berhenti di atas mereka, dan angin kencang langsung menerpa, sebelum seseorang melompat turun kemudian berlari mendekati ketiganya, "Bagaimana?!"
***
Pagi...
__ADS_1
Sebuah kabar duka hadir pagi ini, dunia kehilangan dua sosok pilar penjaga bumi dalam pertempuran dahsyat di markas besar StarSam.
Dua orang itu adalah Jenny Anderless si Black Sniper dan Leonard Clocker si Truth Shield. Keduanya gugur setelah bertempur dengan berani melawan musuh yang amat kuat.
Jenny gugur di usia 83 tahun, meninggalkan seorang cucu yang juga bekerja sebagai Hunter yang mengabdi pada organisasi Hunter StarSam, dan Leonard gugur di usia 49 tahun, meninggalkan seorang istri dan dua anaknya yang masih berusia belasan yang sedang menimba ilmu di Akademi Hunter StarSam, salah satu dari mereka berdua adalah orang yang pernah mengeroyokku dulu.
Selain kehilangan dua Hunter andalannya, StarSam diperkirakan kehilangan lebih dari separuh anggotanya dalam pertempuran malam itu, karena Monster juga menyerang kota New Washington selain markas besar StarSam.
Dan juga, markas besar StarSam yang megah dan kokoh itu hancur akibat pertempuran itu, dan bisa dikatakan bahwa amat banyak kerugian yang diterima StarSam dalam pertempuran semalam.
Dalam pernyataan Tom pagi ini, pusat aktivitas markas besar StarSam untuk sementara akan dipindahkan selagi markas dibangun ulang, dan pengawasan di sekitar serta di dalam New Washington juga akan diperketat kembali mengingat pertempuran semalam yang benar-benar di luar perhitungan.
Tubuh tanpa nyawa para Hunter yang gugur di pertempuran semalam segera dimakamkan dengan kehormatan, dan jasad Leonard serta Jenny diberikan penghormatan tertinggi.
Perwakilan organisasi Hunter lain datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Leonard dan Jenny, termasuk perwakilan dari RedWhite yang diwakili langsung olehku.
Dua hari selanjutnya, pembersihan markas selesai, dan semua jasad Hunter yang gugur telah dimakamkan, kemudian markas dibangun ulang.
Aku ikut dalam rapat memilih wakil ketua StarSam selanjutnya karena kursi wakil ketua kosong dengan gugurnya Leonard di pertempuran dua hari lalu, padahal aku sudah mengatakan tidak ingin ikut tapi ayahku memaksa... Sialan...
Jujur saja, aku masih belum bisa memaafkan empat Emperor yang menyerang markas besar StarSam di malam-malam dimana orang-orang seharusnya sudah tidur, dan aku juga tak bisa memaafkan diriku yang terlambat datang membantu.
Tapi yang mengejutkan, ternyata musuh memiliki pemimpin baru yang tak kuketahui, yaitu Tyrant Emperor yang namanya tak pernah kudengar sebelumnya.
Aku yakin kalau Tyrant Emperor memberikan kekuatan lebih pada pasukan musuh, tetapi pihak manusia tak bisa diremehkan juga.
Ada aku sebagai Wadah Flame Emperor yang setidaknya bisa mengimbangi seekor Emperor sejenak saja, tiga Emperor yang kekuatannya tak bisa diremehkan begitu saja, para Hunter rank SS yang memiliki pengalaman melawan Emperor, serta Hunter rank SSS kedua di dunia yang kini sudah menjadi Wrath Lord yaitu Tom Cage.
__ADS_1
"Baik, karena para peserta rapat sudah datang, maka aku akan memulainya langsung..." Tom menepuk tangannya dan berkata lantang, membuatku sadar kalau aku masih ada di ruangan pertemuan markas sementara StarSam.