Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
238. Sejarah keluarga Satria sesungguhnya


__ADS_3

"Jangan bercanda kau, singa merah! Mana mungkin itu benar!"


"Iblis sialan! Tapi itulah kabar yang sedang viral hari ini!"


"Bahkan berita itu menduduki posisi pertama sebagai berita yang banyak dibicarakan!"


"Omong kosong! Mana mungkin Langit bisa mencapai peringkat itu hanya dalam dua tahun perjalanannya di dunia Hunter!"


"Tapi itulah yang terjadi bodoh!"


"Jangan ikut campur kau, elang sialan!"


"Ksatria hanya ahli menyimak saja..."


Dan Senja duduk manis di kursinya sambil menatap layar laptopnya.


Jujur saja, ia benar-benar tidak percaya berita yang baru saja ia baca di internet tadi pagi.


"Langit Satria si bocah bodoh yang dulu tersesat di pulau Jawa itu menjadi Hunter rank SSS?! Jangan bodoh kau, singa merah sialan!"


"Tapi dia yang menuntunku sampai di kota 6, bahkan aku membantunya menyelesaikan masalah di kota 6!"


"Dua laki-laki bodoh! Bisa diam sejenak?!"


"Ah, baik..." Andhika mengambil ponselnya dan fokus ke ponselnya.


"Ini masalah kami, jangan ikut campur!"


"Kau menentang wakil ketua RedWhite!"


"Lalu? Aku adalah orang yang dipercaya Langit untuk menjaga Jakarta meskipun bukan wakil ketua."


"Hei, tunggu sebentar, Langit mengirimiku pesan..."


"Apa dia benar-benar mempercayaiku sebagai wakil ketua RedWhite?" Senja melihat Vina yang menjatuhkan kepalanya ke atas meja, "Huhuhuhu..."


"Hmm, katanya makhluk barbar itu, kita dipanggil ke New Washington untuk..." Andhika terdiam sejenak, "Untuk..."


"Untuk apa, singa merah?!" Rei berteriak lagi, dan Senja yakin kalau dia pasti punya masalah yang rumit di kehidupan sehari-harinya.


"Untuk dilantik menjadi Hunter rank SS..."


...


...

__ADS_1


...


Mereka berempat seketika diam, mulut Senja terbuka setelah tadi ia menguyah sepotong roti, wajah kesal Rei berubah menjadi wajah datar, Vina mengangkat wajahnya dengan datar, dan Andhika menunjukkan ponselnya yang berisi chatnya dengan Langit.


"Oh ya satu lagi, SECEPATNYA KARENA PELANTIKANNYA SEGERA DIMULAI!"


"AKU SUDAH MENYIAPKAN PESAWAT UNTUK KALIAN, JADI CEPAT! INI PERINTAH!"


***


"Ulangi lagi, Langit..." ibuku terdengar lemas, "Apa maksudmu tadi?"


"Ayah menikah lagi, kalau ibu tahu Esterosa de Esquede, dialah istri baru ayah sekarang." jawabku, dan entah kenapa hawa di sekitarku langsung berubah jauh.


"Oh, jadi bocah itu sudah berani melupakan keluarganya, ya? Oke, akan kuhajar dia nanti..." jari-jari yang diregangkan sampai berbunyi terdengar, dan hawanya semakin dingin.


Tak lama, Carroline masuk dengan ayahku yang masuk dengan... Arghh, tolonglah! Kenapa wajahnya seperti orang bodoh yang baru masuk ke tempat baru?! Toleh-toleh kanan kiri?!


"Ah, ternyata ada pak Hunter rank SSS juga disini..." ayahku mendekat dan setelah ia mengambil kursi lagi dan meletakkannya di sebelah pak Neil kemudian duduk dan ia mematung sejenak.


"La-Langit, apakah kau masih manusia?"


"Sudah melupakanku, sekarang menganggap anaknya sendiri bukan manusia." kudengar ibuku menggerutu kesal, dan ayahku menatap sebelahku dengan tatapan menyelidiki.


Oke, mungkin aku harus membaca doa untuk orang meninggal lagi hari ini...


"Oh, kau berani berkata-kata bodoh lagi?!" ibuku maju dan ia meraih kerah kemeja ayahku, "Kukira kau sudah melupakanku setelah kau menikah lagi!"


"Eh?! Hei, kau adalah istriku?! Jangan bercanda! Dan juga turunkan aku, aku adalah wakil ketua StarSam saat ini!" ayahku meraih api yang membentuk kerah jas ibuku dan menariknya, "Kau tidak akan bisa membodohiku!"


"Oh, kalau begini?" wajah ibuku berubah, menjadi mirip seperti wajah ibuku yang bisa kuingat, dan ayahku terlihat lemas melihatnya, tarikannya pada kerah jas ibuku melemas, "Kau bisa mengingatnya?"


"Drama suami istri..."


"Aku merindukannya..."


"Ah iya, ayah kan pernah berkelahi dengan ibu hanya karena sayurnya asin, kan?"


"Fajar si anak sialan..."


"Aku penasaran apakah dia mengingatku..." kakekku maju dan ia menepuk pundak ayahku, "Apa kau mengingatku juga?"


Ayahku melirik kakek lemas dan menjawab, "Ayah sialan-..."


Sedetik kemudian ayahku langsung menerima tamparan keras dan untuk pertama kalinya, aku melihat langsung Hunter rank SS yang tidak ada apa-apanya dihadapan istri pertamanya dan ayahnya sendiri...

__ADS_1


...


...


...


Suasana tenang kembali, ayahku duduk dekat dengan ibuku dan ia tersenyum lebar, yah, mirip orang aneh lah...


Kakekku duduk di sebelah kananku, melipat tangannya dan berlagak seperti orang berkuasa (Padahal hanya roh api biasa...)


Kakek Vian duduk di sebelah kiriku, kemudian kakek Fajar, dan kakek Angkasa. Di sebelah kakekku ada pak Neil, Carroline, dan kakek Andi.


Kenapa aku memanggil mereka kakek? Karena mereka lebih tua dariku tentunya, dan pengalaman mereka pastinya lebih baik dariku...


"Oke, aku mulai dari pertanyaan yang sudah aku pikirkan sejak lama..." pak Neil mengangkat buku tebal di mejaku, "Apakah leluhur sekalian tahu benda apa ini?"


"Pastinya buku." kakekku menjawab.


"Buku dari kertas." jawab kakek Angkasa.


"Kertas yang ditumpuk menjadi sebuah benda bernama buku." jawab kakek Fajar.


"Arsip keluarga Satria, pak Johan mengatakan kalau keluargaku akan dikenang selalu, dan keturunanku akan terus dicatat disana." jawab kakek Vian, dan dari sini, aku tahu kalau sifat pelawak pendahuluku tidak berasal dari kakek Vian, melainkan dari kakek Fajar...


"Betul sekali, dan selanjutnya..." pak Neil meletakkan buku tebal itu dan bertanya, "Kenapa Wadah baru diberitahukan saat masa kejayaan Tang Liao atau hampir seratus tahun lalu?"


Kakek Vian mengatur napasnya dan kudengar ia bergumam sejenak...


"Satu masalah, pendahuluku sebenarnya sudah bekerjasama dengan Monster, bahkan dari masa kerajaan sekalipun, Monster sebenarnya telah hadir di dunia. Tetapi karena kabar Monster di dunia akan membuat citra kerajaan terhebat di masa lalu hancur, keberadaan Monster ditutupi."


"Faktanya, di masa kepemimpinan Raja terhebat di masa lalu yang memerintah di kerajaan Majapahit, Monster sudah ada dan bekerjasama dengan Raja itu, bahkan kepemimpinan Raja itu bisa terkenal sampai sekarang berkat ia bersatu dengan Monster itu."


"Sang Patih terhebat pun juga memiliki kekuatan Monster, karena itulah ia mampu menyatukan Nusantara di bawah bendera kerajaannya. Mitologi tentang makhluk-makhluk aneh itu juga benar adanya, mereka semua pernah ada di dunia."


"Menurut ingatan Wisdom Lord yang dulunya bersarang di tubuhku, keberadaan Monster harus disembunyikan dan tak boleh diketahui oleh Monster jahat, karena akan mengundang kehancuran bagi bumi."


"Tetapi sayangnya, akibat keserakahan manusia, Monster muncul lagi ke dunia dan bekerjasama dengan manusia yang amat serakah, menyebabkan penjajahan yang melanggar hak asasi manusia dan menyebabkan manusia jatuh ke dalam kegelapan..."


***


Disclaimer!


Semua yang dijelaskan di atasnya hanyalah fiksi belaka, dan kebetulan latar waktu sejarahnya disesuaikan dengan kenyataan, tetapi hal tentang manusia bekerjasama dengan Monster tidak pernah di dunia nyata!


Sekali lagi ini hanyalah fiksi, dan saya sebagai penulis menyatakan bahwa saya hanya mengambil latar waktunya saja, dan hal tentang manusia bekerjasama dengan Monster hanyalah khayalan belaka!

__ADS_1


__ADS_2