Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
277. Monarch bergelar Cold Blood Hunter


__ADS_3

"Kau boleh tak percaya, tetapi itulah faktanya."


"Ray bukanlah manusia biasa, ia mewarisi kecerdasan dewa perang, dan itulah yang menyebabkan ia bisa dengan mudah mengingat banyak hal, termasuk mengetahui segalanya mengenai penciptaan alam semesta."


"Jika ia mengatakan kalau dirinya adalah manusia biasa, kau tidak bisa mempercayainya begitu saja. Ingatan jutaan tahun mengalir dalam pikirannya, serta kekuatan God of Destruction Sword tersegel dalam dirinya setelah ia berhasil pulang ke dunianya."


"Siegfried boleh berkata ia berani menyegel kekuatan Ray, tetapi ia tidak tahu kalau Ray juga kuat hanya dengan fisiknya saja. Ray saja mampu memukul gunung dan menghancurkannya hanya dengan pukulannya saja, jadi kau tak boleh meremehkannya."


God of Space Time menutup bukunya, "Jujur saja, saat Flame Emperor berkata ia ingin mewariskan kekuatannya pada manusia di bumi, aku teringat pada legenda itu..."


"Tiap dunia memiliki rajanya masing-masing, dan tiap raja mewarisi kemampuan unik dari dewa pertama, yaitu dewa perang sebelumnya Varihin..." ia menepuk pundakku.


"Semua raja adalah Monarch terbaik diantara Monarch lain, kau juga sebuah Monarch, dan karena misimu sedikit lagi selesai, aku akan menawarkan sesuatu..."


"Apa itu?"


"Sebuah kemampuan untuk menyegel kekuatanmu di Pedang Api Hitam." jawabnya singkat.


Apa? Menyegel kemampuanku di pedangku? Apakah itu mungkin?


"Aku belum menjelaskannya, bahwa Pedang Api Hitam adalah sebuah Divine Weapon, sama seperti senjata para dewa. Para raja memegang Divine Weapon, dan lagi-lagi, Ray memiliki sesuatu yang tidak semua raja miliki, yaitu ia memegang tujuh Divine Weapon sekaligus."


Yah, rasanya aku tidak heran lagi, julukannya di alam surga saja God of Destruction Sword, pastinya ia memiliki koleksi pedang penghancur yang amat banyak...


"Pedang Api Hitam bukanlah benda mati, ia selama ini hidup, tetapi ia memerlukan dewa untuk mengaktifkan kekuatan aslinya..." ujarnya, "Dan dewa itu adalah aku."


Aku memejamkan mataku, hari ini aku mengetahui banyak hal, baik itu masa laluku ataupun tentang dunia ini...


"Selamat datang di Heaven Realm, senior Zon..." aku mendengar sapaan dari belakangku, dan aku berbalik.


Seseorang dengan tubuh setinggi pak tom berdiri di belakangnya, ia datang bersama seorang laki-laki muda yang bertubuh sama sepertiku. Keduanya diselimuti api yang amat besar...


Sialan, siapa mereka? Hawa tekanan mereka amat dahsyat menekanku...


"Ah, maaf jika aku menyapa tanpa memperkenalkan diri..." laki-laki besar itu membungkuk sedikit, "Namaku Therion, gelarku adalah God of Vengeance..."

__ADS_1


"Namaku adalah Xiefan, junior memberi hormat pada senior terkuat..." laki-laki yang berwajah lebih muda membungkukkan badannya.


Tu-Tunggu dulu! Aku kenal keduanya!


"Bukankah anda berdua adalah praktisi aliran putih?"


Ya, dari ingatanku, Therion adalah praktisi terkuat di aliran putih, sementara Xiefan adalah muridnya. Di masa perang dahulu, Therion berdiri di barisan paling depan bersama Zien dan pemimpin aliran putih lainnya untuk melawan aliran hitam yang mengacaukan benua South.


Jujur saja, aku tak mengetahui wajah mereka, tetapi entah bagaimana, aku bisa mengetahui keduanya adalah praktisi yang dikenal Zon hanya dari namanya saja...


"Mungkin agak aneh pendatang sepertiku berkata begini..." Therion berdeham sedikit, "Tetapi aku ingin agar Langit menjadi dewa, sama seperti Ray."


"God of Hunter, bukankah itu menarik?" Xiefan mengelus dagunya yang bersih tanpa janggut, "Bagaimana, Shanjin?"


"Hmm..." God of Space Time memejamkan matanya saat kulirik, "Ia adalah Monarch, ia harus memenuhi beberapa hal supaya bisa menjadi dewa sepenuhnya..."


"Tapi sekarang tergantung Langit, apakah ia ingin menjadi dewa atau tetap menjadi Monarch..." God of Space Time menatapku, "Kau memilih apa?"


Jika aku menjadi dewa, aku akan diam disini seperti Therion dan Xiefan, tetapi jika aku memilih tetap menjadi Monarch, kekuatanku mungkin tersegel...


Aku menyerahkannya, kurasa penempa yang membuat Pedang Api Hitam bukan manusia, melainkan God of Space Time...


Hawa yang dilepaskan Pedang Api Hitam bertambah kuat, dan aku mulai melihat pedang itu yang diselimuti sesuatu berwarna hitam...


"Pedang ini sudah aktif dan hidup layaknya benda hidup lainnya, tetapi hanya kau dan manusia terpilih saja yang bisa berbicara dengannya." God of Space Time mengembalikan pedangku.


"Cold Blooded Hunter, kembalilah ke duniamu." kudengar suara berat memberitahu, dan kulihat Therion tersenyum lebar, "Aku tidak mengusirmu, hanya saja tekanan di luar dunia fana tidak bisa ditahan terlalu lama oleh makhluk yang tidak jelas keberadaannya sepertimu."


"Kau sebuah Monarch bukan? Kembalilah ke duniamu, disana adalah tempatmu sebenarnya..." tambah Therion, "Duniamu lebih memerlukanmu..." ia menepuk pundakku.


Sesaat setelah Therion menepuk pundakku, aku merasakan tekanan kuat, sebelum aku melayang di langit yang gelap...


***


Langit menghilang, dan Therion menghela napasnya. Xiefan meliriknya sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Apa kalian menyadarinya?" tanya Shanjin kemudian mengembalikan buku yang tadi ia pegang, "Kemampuan uniknya itu?"


"Ya." Therion berdeham, "Senjatanya memang senjata mekanik, tetapi ia mampu mengendalikan senjatanya -..."


"Bukan yang itu! Tapi bagaimana ia bisa mengendalikan ratusan Emperor di dalam tubuhnya! Ia bahkan bukan necromancer yang mampu mengendalikan pasukan kematian seperti Siegfried! Tubuh manusia biasa tidak mungkin bisa melakukannya!" God of Space Time menarik rambutnya, "Tidakkah kalian melihatnya?!"


"Seperti yang kau katakan sebelumnya, Langit bukan manusia biasa lagi, tetapi ia adalah Monarch. Siapa yang tahu kemampuan para Monarch, kecuali Monarch itu sendiri?" Xiefan memejamkan matanya, "Aku juga sulit mempercayainya..."


"Senior Ray mengendalikan tujuh makhluk legenda serta roh burung api legendaris dalam dirinya sudah sering kudengar, jadi aku berusaha tampil biasa saja mendengarnya..." Xiefan melanjutkan, "Senior Ray bukan Monarch, ia bisa mengubah takdir dengan tangannya sendiri..."


"Menurutku Langit juga begitu..." Xiefan berbalik, sebelum ia berjalan, Therion mendengar ia berkata sesuatu, "Para raja memang menarik..."


***


Langit malam...


"Ya..."


"Angin sejuk ini terasa kurindukan meski baru sebentar aku meninggalkan bumi..." aku melayang turun dengan kedua sayapku yang terbentang lebar.


Rasanya aku lemas setelah berpindah dengan cepat dari satu dunia ke dunia ini, mungkin karena aku tidak terbiasa saja?


Satu lagi, aku masih belum sepenuhnya memahami maksudnya God of Space Time. Aku adalah Monarch? Aku adalah keberadaan yang sulit dikatakan manusia, sulit juga dikatakan dewa?


Lalu jika benar begitu, apakah aku masih pantas hidup disini? Jika aku mati, aku akan pergi kemana?


Kulihat daratan semakin dekat, dan aku memejamkan mataku...


Terasa menenangkan...


Kurasa...


Inilah akhir perang yang sesungguhnya...


Atau mungkin malah awal dari segalanya?

__ADS_1


__ADS_2