Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
236. Gugurnya sang Hunter terkuat


__ADS_3

Waktu berjalan kembali, enam pendahuluku berseru kencang dan aku bisa merasakan tangan kananku yang bertambah kuat menggenggam Pedang Api Hitam.


Dragon Emperor bergerak cepat untuk mencekikku, tapi aku menebaskan pedangku dari bawah ke atas dan memotong tangan Dragon Emperor dengan mudah.


"Langkahi tubuhku barulah menyentuh pak Tom!" aku berseru dan aku melesat maju.


Dragon Emperor membuka mulutnya lebar-lebar dan ia mengumpulkan energi besar di mulutnya.


"Semburan api lagi!" seru Fajar, "Hati-hati!"


Aku mengarahkan pedangku ke depan, Pedang Api Hitam kualirkan Energi Gaib berjumlah besar dan aku melepaskan Energi Gaib yang sudah kukumpulkan dalam bentuk energi pedang lurus ke depan.


Dragon Emperor menyemburkan api dari mulutnya, dan energi pedang lurus yang kuciptakan menembus dadanya, mungkin...


Semburan api besar itu bergerak ke arahku dengan cepat, dan sepasang sayap tercipta di depanku kemudian melindungiku dari semburan api itu.


"Takkan kubiarkan Rajaku terbakar oleh api rendahan itu!" suara Fajar terdengar lagi.


Tanganku menggenggam Pedang Api Hitam lebih kuat lagi, dan suara ketua Andi terdengar, "Kekuatan fisik yang kumiliki akan kualirkan padamu..."


Aku melesat maju, dan Dragon Emperor menyiapkan dua cakarannya dan ia mencakar ke arahku.


Pedang Api Hitam terangkat dari bawah dan memotong kedua tangan Dragon Emperor dengan mudah, membuat wajah Dragon Emperor terkejut.


"Bagaimana -?!"


"Pedang lawan naga, naga tidak akan pernah lolos dari kematian jika ia sudah bertemu dengan pedang..." ujarku, dan suara seruan terdengar lagi.


"Menembus Spasial!"


Aku menusuk ke depan, Dragon Emperor menciptakan Gate kemudian berpindah ke tempat lain yang tidak kuketahui.


"Hati-hati, hawanya masih terasa!" kakekku berseru, dan aku melirik sekitarku.


"Dari atas!" suara kakek Vian terdengar, dan aku melompat mundur, di tempatku tadi berdiri Dragon Emperor turun dengan mulut terbuka lebar.


Setelah itu, Dragon Emperor merangkak cepat ke arahku dengan mulut yang terlihat siap melahapku.


"Konsentrasi! Alirkan Energi Gaibmu ke pedangmu dan ulangi langkah yang kuajari tadi!" seru Angkasa dan aku mengangguk.

__ADS_1


Melepaskan energi pedang lagi, aku bisa!


Aku menebaskan pedangku dan melepas energi pedang lengkung ke arah Dragon Emperor, kemudian aku memasang posisi menusuk, "Menusuk Langit!"


Aku melancarkan tusukan cepat, yang kemudian menciptakan tiruan pedang menusuk dan melesat cepat ke arah Dragon Emperor.


Energi pedang berbentuk seperti pedang menusuk itu melesat cepat menuju Dragon Emperor, dan energi pedang itu melesat masuk ke dalam mulut Dragon Emperor.


"Sialaan!!!" suara mengumpat terdengar, dan aku melesat menuju Dragon Emperor.


"Tarian Raja Api!"


Dari jarak sekitar sepuluh atau dua puluh meter, aku mulai mengayunkan Pedang Api Hitam ke segala arah, dan energi pedang tercipta dari setiap tebasanku.


Aku terus mendekati Dragon Emperor, hingga wajah Dragon Emperor mulai tak berbentuk lagi yang sudah kutebas berkali-kali.


Setelah aku benar-benar ada di depannya, aku melompat ke atas dengan bantuan sayap pemberian kakek Fajar kemudian melancarkan tebasan dari atas ke bawah, "Membelah Samudra!"


Tebasanku melesat cepat ke bawah, dan langsung memotong moncong naga raksasa itu dengan mudah.


Aku tertegun melihatnya, bagaimana mungkin tebasanku bisa memotong moncong kepala naga dengan mudah seperti pisau memotong tahu?


"Imagine Power melawan hukum alam dan hukum sebab akibat, apapun bisa kau lakukan dengan kemampuan ini." tambahnya, "Dan dari sekian banyak orang di dunia, kurasa hanya kau seorang yang bisa melakukannya..."


Dragon Emperor meraung keras, dan lingkaran raksasa tercipta di bawahnya, Energi Gaib terasa kuat dari sana.


"Sial, dia akan kabur!" ibuku berteriak, dan aku melesat turun.


"Di atasmu ada naga kecil lain! Kurasa dia yang membuat Gate itu!" Fajar berseru, dan aku langsung bergerak ke atas lagi.


Dan benar saja, sesuai dengan yang dikatakan Fajar, seekor naga merentangkan kedua tangannya dan wajahnya terlihat kesakitan.


Aku melesat lebih cepat dan langsung memotong kepalanya cepat, kemudian seruan Angkasa terdengar.


"Dragon Emperor sudah hilang!" serunya, dan aku merasa kesal saat ini!


Aku turun dengan cepat dan mendarat sempurna di tempat Dragon Emperor tadi diam, Dragon Emperor benar-benar menghilang tanpa jejak setelah ia memporak-porandakan New Washington...


"Sial!" aku mengangkat pedangku tinggi-tinggi kemudian membantingnya ke atas aspal, "Aku gagal membunuhnya lagi!"

__ADS_1


"Setidaknya kau sudah berjuang." kakek Vian terdengar menenangkanku, "Kau akan menghabisinya nanti."


"Tapi nantinya kapan?! Apakah aku harus melompat ke dunia lain dan membantai semua Monster barulah kedamaian akan tercipta di bumi?!" aku jatuh terduduk dan rasanya, amarahku meluap lagi kali ini.


Semuanya terdiam, tak ada yang bisa berkata-kata lagi setelah aku mengeluarkan keluh kesahku seperti itu.


Aku berdiri dan meraih Pedang Api Hitam yang tergeletak di atas aspal kemudian berjalan menuju tubuh pak Tom yang tergeletak tak jauh dari tempatku.


Dari kejauhan, beberapa Hunter terlihat mendekat dan aku menyadari kalau mereka adalah para Hunter rank SS.


Aku mempercepat langkahku, dan aku berhenti di sebelah tubuh pak Tom kemudian berlutut di sebelahnya.


Hunter lainnya, ikut berlutut di sekitar pak Tom, dan mereka memejamkan mata mereka.


Ada William, Yuuki, ayahku, John, Marie, Al, dan Mir, mereka semua menghela napas panjang sebelum meletakkan senjata masing-masing.


Kondisi mereka kuperhatikan baik-baik saja, hanya senjata api William yang patah menjadi dua, selebihnya baik-baik saja.


"Harus kami akui, kombinasi kalian nyatanya mampu membuat naga itu terpojokkan..." ujar ayahku dan ia menggertakkan giginya, "Sial, andai saja aku berani maju tadi..."


Tapi bagiku, mereka mungkin bisa menjadi penghambatku dan pak Tom melawan Dragon Emperor karena mereka tak lebih dari manusia biasa saja, berbeda dengan kami yang merupakan Wadah dan fisik kami tersusun sesuai sistem yang kami miliki.


"Hei, untuk apa kalian menyesali kelemahan kalian?" pak Tom berkata pelan, dan kami langsung menatapnya.


"Dunia setidaknya sudah memiliki kuncinya, kuncinya sudah jadi dan siap dipakai menghancurkan semua Monster..."


"Dalam beberapa tahun lagi, aku yakin kalau kalian tidak akan memegang senjata api lagi berkat kunci itu, dan kalian akan menikmati hari tua kalian dengan tenang."


"Perjuanganku berakhir disini, yah, intinya aku senang bisa bertarung bersama Wadah kekuatan Emperor di sisa hidupku."


"Kewenanganku sebagai Hunter rank SSS berhenti disini juga, dan medali ini kuberikan pada sang kunci..." pak Tom mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan menyerahkannya padaku, "Kaulah kuncinya."


"Sarafku sudah diputus oleh Dragon Emperor, dan Energi Gaibku sudah tidak bisa mengalir lagi, jadi efek dari terlempar tadi tak bisa diredam seluruhnya, jadi tadi aku tidak lebih dari manusia biasa." pak Tom tak mampu bergerak banyak dan hanya mampu berbicara saja.


"Aku akan mengatakan satu hal lagi, bunuh para Monster dan berikan kedamaian pada bumi, jangan biarkan tekad kalian diwariskan pada generasi selanjutnya." pak Tom berkata dengan tegas dan ia memejamkan matanya.


"Ah, inikah rasanya tidur lelap..." gumamnya dan kulihat dadanya berhenti naik turun.


Aku berdiri dan menggenggam erat pedangku, medali yang diberikan oleh pak Tom kugenggam erat, "Kita tak boleh berhenti disini, aku mengambil alih Komando Tertinggi Militer Dunia dari Hunter rank SSS Tom Cage..."

__ADS_1


__ADS_2