
Aku dan kakekku masih berada di air terjun bahkan saat matahari telah tepat ada di atas kepala kami.
Selama itu, selain mencoba berlatih menarik pedang dan menyarungkannya lagi, aku juga diajarkan cara mengayunkan pedang dengan benar. Dan, terjadi sesuatu yang mengejutkan untukku.
Yah, kita akan kembali ke beberapa jam sebelumnya...
"Oke, setelah kau tahu caranya menarik pedang dan menyarungkannya lagi, selanjutnya kau akan membiasakan diri dengan Katana..."
Emm, aku tahu maksudnya adalah agar aku tidak gugup saat memegang senjata, tetapi entah kenapa cara kakekku menyampaikannya sedikit aneh di telingaku.
"Untuk pertama, kau harus bisa mengayunkan pedang dari atas ke bawah..." Kakekku mengangkat Pedang Api Hitam, "Akan kakek tunjukkan."
Kakekku menunjukkan dengan mengangkat pedangnya ke atas tinggi-tinggi, dan mengayunkannya ke bawah dengan cepat, hingga angin kecil menerpa tubuhku.
"Itu adalah salah satu dari jurus Aliran Pedang Bumi, namanya Membelah Gunung." Ujar kakekku, "Untuk awalan, kita tidak akan mempelajari jurus, tetapi mempelajari bagaimana caranya menebaskan pedang dengan benar dan dari segala arah."
Kakekku menunjukkan trik tebasan dari segala arah, mulai dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, lalu dari bawah kiri ke kanan atas, dari kanan bawah ke kiri atas, dari kanan atas ke kiri bawah, dari kiri atas ke kiri bawah, dan menebas dari depan ke belakang.
Selain menunjukkan trik tebasan dari segala arah, kakekku juga menunjukkan caranya menusuk ke depan, trik yang menurutku cukup sulit untuk dilakukan mengingat bentuk Katana yang terlihat tidak mendukung untuk trik itu, tetapi entah kenapa, kakekku bisa memaksimalkan kekuatan tusukan itu meskipun dengan bentuk bilah Katana yang lengkung itu.
"Kau tahu Langit? Satu kesulitan memakai Katana itu adalah saat menebas, harus dengan kekuatan penuh, kalau tidak maka kekuatan tersembunyi Katana tidak akan keluar..." kakekku menurunkan pedangnya, "Katana dirancang agar bisa dipakai menebas dengan kekuatan penuh, dengan lengkungannya yang menyesuaikan dengan arah tebasan, sehingga tekanan angin akibat tebasan tidak akan menekan bilah pedang."
"Selain itu, pedang lengkung unik ini juga dirancang dengan ikatan yang kuat antar bilah pedang dan gagangnya agar tidak terpisah saat melakukan tebasan kekuatan penuh." Kakekku menyarungkan pedangnya, "Nah, sekarang kau coba..."
Oke, bagian menebas dari atas ke bawah dan ke samping mungkin menyenangkan, tetapi menebas dari atas kanan ke kiri bawah dan semacamnya, itu cukup sulit karena tanganku masih sulit mengangkat pedang lengkung ini, yang rasanya mulai terasa berat.
Aku menarik napas dan menebas dari kanan ke kiri dengan kekuatan penuh, tetapi sialnya, akunya malah ikut bergerak ke kiri dan terjerembab ke dalam telaga.
Mungkin terlihat lucu, jadi kakekku tertawa lepas melihatku yang jatuh terjerembab, tetapi tidak denganku.
Dengan kesal, aku bangun dan yah, tubuhku basah semua, termasuk kaos tanpa lengan dan celana pendekku, tetapi, saat aku sedang kesal dan mengumpat dalam hati, sesuatu muncul di depan wajahku.
[Sistem dimulai!]
"Hah?"
[Identifikasi tubuh: Selesai]
[Menemukan identitas: 50%]
[Menemukan identitas: Selesai]
[Menentukan status: Selesai]
__ADS_1
[Pemulihan tubuh akibat jatuh: Selesai]
[Kau kini berstatus sebagai Pemain!]
[Kau kini mendapatkan title "Pejuang Sejati"! Tanpa menyerah menjadi ciri khasmu dan setiap Stamina yang hilang akibat latihan dan pertarungan akan pulih dengan sendirinya setelah selesai latihan dan pertarungan!]
[Selamat menjadi kuat!]
"Apa-apaan ini?!"
Aku berdiri dan menjambak rambutku, "Apa-apaan benda aneh yang menghalangi wajahku ini?!"
Kakekku menaikkan alisnya, "Apa maksudmu?"
Aku melihat ke arah kakekku, dan aku melihat sebuah angka di atas kepala kakekku, dan jumlah angkanya benar-benar hebat.
"Level 159?! Apa maksudnya?!" Aku mendekati kakekku, "Apa maksud level 159 itu kek?!"
Karena aku tak tahu cara membaca 159 dengan benar, jadi aku mengatakannya dengan angka terpisah, yaitu satu lima sembilan, ehehe...
"Hah? Kenapa kau tahu tentang sistem?" Kakekku menatapku tak percaya, "Ataukah, kau mengalami Awakened?"
"Hah? Awak apaa?!" Aku semakin bingung, apa maksud semua benda aneh yang menghalangi wajahku itu?!
"Tak semua Hunter tahu tentang Awakened, dan yang tahu hanyalah para Hunter yang menjadi Wadah bagi Lord dan Emperor yang memilih sisi kedamaian di bumi." ujar kakekku, "Dan kau adalah salah satunya..."
"Jangan banyak bicara tak masuk akal, untuk pertama kau bisa mencoba memeriksa status." Ujar kakekku, "Kau cukup mengatakan status, maka jendela informasi yang menunjukkan kekuatanmu dalam bentuk angka akan muncul."
Aku memejamkan mataku dan berkata, "Status."
[Nama: Langit Satria
Level: 5
Usia: 7 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Flame Emperor
Title: Pejuang Sejati
HP: 250
__ADS_1
STR: 35
INT: 9
VIT: 17
DEX: 14
DEF: 10
LUCK: 20
Stamina: 50/55
Skill pasif: (Raja Api: Lv. 1)
Skill aktif: (Sprint) (Lv. 10) (Lv. 15) (Lv. 20) (Lv. 25) ( Lv. 30) (Lv. 50)
Equip: Shirts (E) Shorts (E) Slippers (E)]
"Woh, langsung level 5 dong..." Kakekku berkata di belakangku, "Kau ini tergolong Awakened terunik, langsung mendapat pekerjaan-..."
"Flame Emperor?!"
***
"Kau harus tetap hidup untuk beberapa tahun pertama..." Ujar kakekku, "Kau itu adalah Wadah sang Emperor, sama seperti Black Hunter yang merupakan Wadahnya Void Emperor."
"Aku tidak tahu banyak tentang pekerjaan Flame Emperor, tetapi yang pasti, kau akan memiliki kekuatan api yang amat dahsyat, yang tidak ada di belahan bumi lainnya, tetapi di Indonesia, palingan kau akan dipanggil dukun atau orang sakti aja sih..."
Kakekku tertawa kecil, sementara aku menunduk, menjadi Wadah? Apa-apaan itu?
"Aku juga tahu, ada sosok lain yang bersemayam di dalam tubuhmu..." Suara berat nan berwibawa terdengar di telinga kami, dan langsung saja kami menoleh ke segala arah, sampai kami menemukan sosok yang tubuhnya diselimuti oleh api.
"Siapa kau?!" Aku berdiri mengangkat kedua tanganku yang sudah terkepal, sementara kakekku ikut berdiri dan mengangkat kedua tangannya yang sudah terkepal, bahkan diselimuti oleh sedikit api.
Sosok itu duduk santai, sambil melipat tangannya, "Tenang saja, aku adalah Flame Emperor, kalian tidak akan bisa mengalahkanku."
Itu benar, aku yang sudah mengalami Awakened dan merasakan banyak perubahan pun tak menemukan celah untuk bisa mengalahkan sosok api itu yang telah melepaskan sesuatu yang menekan rumah kakekku.
"Aku tahu, roh yang bersemayam di dalam Langit adalah roh seorang praktisi hebat yang kalah oleh musuh kuat..." Sosok api yang menyebut dirinya Flame Emperor itu berkata, "Aku tak yakin bisa mengalahkannya."
"Apa tujuannya kemari?" Suara yang biasanya mengejekku terdengar dan karena sama-sama penasaran, aku pun bertanya.
__ADS_1
"Apa tujuan anda datang kemari? Hanya menemui Wadah anda saja?" Tanyaku dengan sedikit gugup.
"Iseng..."