
Lima jam sejak laporan Alex dan Joko pada C-140 Hercules...
"Masih belum ada pergerakan?" Yuuki mengelus dagunya, "Apakah jarak antar gelombang memang selama ini?"
"Aku tidak tahu, sejauh ini gate merah tak pernah muncul, sekalinya muncul hanya beberapa jam saja, tetapi yang sekarang kita hadapi berbeda dari sebelumnya." Tom melipat tangannya menatap layar besar di hadapannya.
Para Hunter telah disebar di seluruh Islandia, dan beberapa Hunter menemukan Alex bersama Joko di atas sebuah atap bangunan dan membawa mereka kembali ke C-140 Hercules.
"Kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan bersiap." ujar Alex lalu meminum air, ia menurunkan botolnya dan berkata lagi, "Amunisi C-140 Hercules masih ada, kan?"
"Ya, tapi kita memakai sekitar lima Strategic Missile untuk menghabisi tiga Monster rank A yang mendekati New Starprize." jawab Tom, "Tersisa empat puluh lima Strategic Missile lagi..."
"Kita harus melayang lebih tinggi lagi..." Joko datang dengan wajah kusut, "Ada gerombolan Monster yang mendekat, sepertinya mereka adalah gelombang kedua..."
Bintang menarik pedangnya dan melirik yang lain, "Ijinkan aku turun menghadapi mereka..."
"Seriusan? Dengan tubuh tuamu, kau perlu Hunter lain untuk membantu-..."
"Tidak, biarkan aku turun seorang diri..." ujar Bintang dan ia keluar dari ruang pertemuan.
Ia berjalan cepat melewati koridor pesawat dan berhenti di ruang dimana para Hunter naik turun pesawat.
Pintunya terbuka lebar, dan Bintang meregangkan sekujur tubuhnya kemudian berlari dan melompat turun dari pesawat.
***
Brazil...
"Tak menarik..." Oga meniup angin, "Semuanya selesai dalam waktu singkat..."
Oga duduk di atas mayat Monster berbentuk burung dan menguap sedikit, sementara Hunter lainnya berkumpul di sekitarnya.
"Ketua Oga memang hebat!"
"Ia mampu menghadapi puluhan Monster rank A seorang diri!"
"Hunter rank SS memang berbeda dari Hunter biasa!"
Sorakan yang ditujukan pada Oga terdengar di seluruh kota, dan itu cukup membuat Oga merasa kesal.
"Aih, seandainya mereka bisa diam..." Oga menghela napasnya, ia berdiri dan menarik kedua pedangnya lagi, "Pasukan, diam!"
__ADS_1
Seketika sorakan terhenti ketika Oga berkata begitu, dan Oga melompat turun kemudian berjalan maju, "Tenang sedikit, yang kita hadapi sekarang bukanlah gate putih ataupun gate hitam seperti biasanya, tapi gate merah yang memiliki ancaman skala dunia! Kalau kalian begini saja sudah senang, maka kalian tidak akan bertahan di gelombang-gelombang lainnya!"
Semuanya menunduk dan Oga mengangguk kecil, "Itu saja sudah cukup bagiku, jangan diteruskan..."
Tak lama, gerombolan Monster datang dan Oga memasang posisinya, "Tarik senjata kalian, gelombang selanjutnya sudah datang..."
***
IronBlast...
"Benar ketua, Alex kembali bertindak seenaknya..." Seorang wanita berkata pada seorang pria melalui sebuah layar, "Bagaimana kondisi disana, ketua?"
"Baik-baik saja, ingat saja bantu-bantu Tom, dia itu memerlukan kemampuan banyak orang untuk saat ini." ujar pria itu.
"Baik, ketua William..."
Pria itu adalah William, ketua organisasi Hunter IronBlast yang bersarang... Eh maksudnya bermarkas di Inggris dan bertanggung jawab atas keamanan di seluruh Eropa.
Karena bertanggung jawab atas seluruh Eropa, tentunya IronBlast memiliki banyak anggota yang tersebar di seluruh Eropa, yang berasal dari seluruh penjuru Eropa.
Wanita yang tadi berbicara dengan William adalah Esterosa, salah satu dari tiga Hunter rank SS yang dimiliki IronBlast.
"Sudah kubilang, tak ada masalah..." William menggelengkan kepalanya, "Apa yang membuatmu berpikir disini ada masalah?"
"Wajah ketua terlihat kacau, seperti sedang menghadapi masalah." jawab Esterosa, "Apa ada hal yang membuat ketua bingung?"
"Kau ada di dekat Tom, kan? Beritahukan ini padanya..." William berdeham, "Muncul gate di Stonehenge, dan gatenya berwarna ungu."
Esterosa diam, dan ia menghilang dari pandangan William sebelum tergantikan oleh wajah Tom yang terlihat marah.
"Gate berwarna ungu?! Apa maksudmu, William?!" Tom berteriak keras, "Apa maksudnya?!"
"Aku tidak paham! Sudah dua hari ini gate itu muncul dan tak ada tanda-tanda akan mengeluarkan satu Monster pun, membuatku teringat pada Insiden Paris ratusan tahun lalu itu!" seru William dan ia menjambak rambutnya, "Apa yang harus kulakukan?!"
Tom berdeham dan mencoba bersikap tenang, "Tenang dulu, aku akan mencoba berpikir apa yang mungkin pada gate itu, apakah hanya sekedar gertakan atau itu adalah gate betulan..."
Ada dua tipe gate, pertama gate kosong adalah sebuah kebodohan dan gertakan, dan kedua gate betulan adalah gate yang mengeluarkan Monster.
Gate ini amat sulit dibedakan dan jika muncul lebih dari satu gate di dunia, maka komunikasi antar organisasi Hunter diperlukan untuk mengatasi masalah ini.
"Jarak antara kemunculan gate dengan Monster setidaknya selama satu hingga tiga hari, tunggu saja sambil mempersiapkan segalanya, kau adalah tulang punggung IronBlast saat ini, dengan kau mengirim Alex dan Esterosa ke StarSam, maka kau sudah mengambil tanggung jawab menjaga Eropa bersama anggota IronBlast lainnya." tambah Tom.
__ADS_1
"Apa aku perlu ke Eropa membantu? Gate ungu tak pernah muncul dalam sejarah Hunter, jadi bisa saja itu adalah ancaman yang lebih mengerikan daripada gate merah." tanya Vigo.
Suasana seketika senyap saat Vigo bertanya begitu, dan hanya tiga kata yang berhasil diterima oleh orang-orang dan William.
"Tunggu perintahku selanjutnya."
***
Kepulauan Hawaii...
"Meskipun Long Bei mengatakan kalau gelombang kedua sudah muncul di Islandia, Brazil, dan Mesir, di Hawaii malah tak muncul apa-apa, bahkan gatenya menghilang..." Yen berkata sambil menatap ponselnya, "Apakah ada masalah?"
"Itu malah lebih baik..." Yao Zhong berkata, "BraveWarrior akan dibagi menjadi dua, satu tetap disini, dan satu pergi ke Islandia karena kurasa disana adalah pusatnya."
"Yang pergi ke Islandia akan bersamaku dan Zhong-yeye." ujar Yen, "Yang bertahan disini akan dipimpin oleh Xing-Nainai."
"Silahkan, aku mengikuti perintah..." Yun Xing berkata, "Yen, bagi segera pasukannya..."
Tak butuh waktu lama bagi Yen untuk membagi pasukan, dan setelah selesai, ia dan Yao Zhong pergi Islandia dengan Niao Ziyou, pesawat lapis baja andalan BraveWarrior. (China, Niao Ziyou: Burung Kebebasan, Source; Google Translate Offline)
***
Bintang berdiri menghadap gerombolan Monster dengan bilah pedangnya yang sudah berubah warna menjadi merah menyala.
"Jadi, aku sekarang bisa mengamuk sepuasku lagi..." ujar Bintang, dan ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, "Aliran Pedang Bumi, Membelah Samudra..."
[Skill Pedang Api digunakan! Meningkatkan semua kekuatan serangan sebesar 100%!]
[Title 'Api Perjuangan' telah aktif! Semua serangan yang dilancarkan dengan elemen api akan meningkat sebesar 5%!]
"Baik-baik, sistem sialan, jadi menghindarlah dari pandanganku!" seru bintang dan ia menurunkan pedangnya ke bawah dan menciptakan angin yang menghempaskan puluhan laba-laba yang mendekatinya.
"Gasing Api!"
Bintang maju dan berputar dengan kecepatan tinggi, hingga dari C-140 Hercules, terlihat pusaran berwarna merah sedang bergerak menyapu para Monster dengan mudahnya.
C-140 Hercules...
"Itulah kekuatan yang pernah membunuh Ant Lord satu lawan satu, kekuatan yang dimiliki oleh Hunter rank S terkuat di dunia, Bintang Langit sang Pendekar Jubah Hitam..."
Ntar malem ane mau up yak, buat perayaan tahun baru untuk para jomblo...
__ADS_1