
Dua tahun kemudian...
Aku meletakkan Pedang Api Hitam yang sudah tersarung di atas tempat yang sudah kusediakan, kemudian aku melepas sepasang Cakar Ayam Api di sampingnya.
"Dan kau masih merawatnya?" suara lembut perempuan terdengar dan dua tangan melingkari pinggangku, "Kalau iya, bersihkan juga senapanku..."
"Bagaimana mungkin aku tidak merawat teman seperjuanganku ini?" aku menatap Pedang Api Hitam, "Benda ini sudah tua, dan ia sudah menyelesaikan tugasnya di tanganku."
"Bertahun-tahun aku memakainya dan setelah aku selesai memakainya, mana mungkin aku membuangnya begitu saja..." aku menyentuh punggung tangan yang ada di pinggangku, "Satu lagi, kakekku menitipnya padaku dan aku yakin ia pasti ingin senjata kesayangannya dirawat dengan baik..."
Sudah dua tahun berlalu sejak pertarungan terakhirku melawan Skei dan Reiy, dan sudah dua tahun pula sudah berlalu setelah konferensi militer internasional berakhir.
Gencatan senjata yang diserukan oleh Antonio nyatanya mampu membuat negara-negara tidak lagi berperang satu sama lain, dan itu membuatku cukup puas.
Memang organisasi dunia harus turun tangan mengurusnya, aku tidak akan bisa mengurusnya sendiri meski dengan peringkat Hunter rank SSS yang kumiliki sekalipun...
Ahahaha...
Selain itu...
World Freedom sudah lenyap sepenuhnya, tak ada lagi teror yang menghantui seisi dunia...
Bahkan, tidak hanya World Freedom saja yang lenyap, namun organisasi ******* lain pun ikut lenyap hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.
Masalah ******* yang benar-benar menyulitkan dunia, hilang sepenuhnya oleh delapan orang saja...
Namun aku juga harus berhati-hati, kemungkinan orang-orang akan balas dendam amat besar dan saat itu terjadi, kekacauan akan muncul lagi...
"Sayang, sudah saatnya kau istirahat sejenak..." tangan di pinggangku naik dan akhirnya menepuk pundakku, "Kau sudah berusaha keras selama ini, kau harus istirahat."
"Kau bisa menyerahkan urusan itu pada orang lain..." tubuhku diputar dan aku berbalik, menghadap orang yang berdiri di belakangku, ia adalah Vina...
Tangannya yang lembut dan kecil itu mengelus pipiku pelan, dan ia berkata lagi, "Kurasa kau lelah, namun kau ingin maju lagi dan bertarung di baris depan..."
Aku menatap matanya dan ia menatapku balik, dengan tatapannya yang terlihat tenang, membuatku terdiam sejenak.
"Bagaimana aku tidak mengetahui apa yang kau inginkan? Aku paham sifatmu dan aku mengerti apa yang ingin kau lakukan selanjutnya..." tatapannya memang tenang, namun entah kenapa aku merasa sedikit ancaman saat merasakan hawa aneh di sekitarku.
"Diam di rumah dan jaga aku, kau ini laki-laki yang sudah menikah, mana mungkin kau meninggalkan istrimu ada di rumah sendirian begini." Vina menarik tangannya dan melipatnya, "Temani aku di rumah, suruh Andhika mengurus kerjaanmu."
Yah, ini salahku sih, karena aku terlalu sering ada di istana negara dan jarang pulang, bahkan aku sering pulang saat tengah malam dan mengganggu tidur Vina yang amat nyenyak itu...
"Ah, jadi kau kesepian..." aku mengangkat tanganku dan mengangkat Vina ke atas, "Katakan kalau kau kesepian."
"Aku tidak kesepian!" Vina memalingkan wajahnya, "Aku hanya khawatir pada kesehatanmu! Apakah aneh jika seorang istri mengkhawatirkan kesehatan suaminya yang bekerja terlalu keras?!"
"Ah kau berbohong..." aku berjalan ke kamar, "Aku tahu kau kesepian, jadi aku akan memberimu satu orang lagi untuk menemanimu di rumah kalau aku bekerja."
__ADS_1
"Tidak, aku maunya kau seorang di rumah!" Vina mengangkat tangannya dan memukul tanganku, tapi sayangnya tanganku tidak merasakan sakit sedikitpun... Ahahaha...
Aku mengangkat Vina di pundakku dan aku berjalan ke kamar yang ada di dekat meja tempatku memajang senjata api milikku dan Vina, kemudian masuk.
"Dua tahun pula, aku tahu kau menginginkan seorang anak kecil..." aku menutup pintu kemudian meletakkan Vina di atas tempat tidur, "Jadi, apa kau ingin berbohong lagi?"
Vina menatapku dan mengangguk pelan, "Begitulah..."
***
"Dragon, apa kau sudah melaporkannya pada raja?" Ice Emperor menatap Dragon Emperor yang sedang meminum sesuatu di cangkir kecilnya, "Pergerakan militer terlihat mencurigakan lagi..."
"Meski kudeta berhasil kita tumpas, namun nampaknya manusia masih belum puas dengan pemerintahan sekarang..." Dragon Emperor meletakkan cangkir kecilnya dengan kasar.
"Lima tahun yang kulalui sebagai seorang tentara palsu mengajariku banyak hal..." Dragon Emperor mengangkat tangannya, "Kekuatanku tidak akan bisa mengubah manusia menjadi bentuk yang lebih baik lagi..."
"Apa kau berpikir kalau raja adalah satu-satunya manusia terbaik yang pernah kau temui?" tanya Ice Emperor, "Meski aku mengakuinya sih..."
"Raja pernah berkata begini..." Dragon Emperor mengangkat botol besar di depannya, "Kekuatanku bisa dipakai untuk melindungi manusia lain bersamanya. Saat mendengarnya dan melihat aksinya selama ini, aku merasa kalau ia tidak berbohong."
"Ia memang memiliki kemampuan menciptakan perdamaian, namun apa kau tahu? Kakek Hayam Wuruk berkata kalau perdamaian hanya bisa diraih jika manusia bisa mengendalikan sifat-sifat setan yang ada di dalam diri masing-masing..." Ice Emperor mengangkat rokoknya dan menunjuk Dragon Emperor dengan rokoknya, "Kau lihat dirimu, setelah kau melihat kemampuan raja, kulihat kau berubah dibandingkan Dragon Emperor yang dulu kukenal."
"Begitulah..." Dragon Emperor menghela napasnya, "Aku hanya teringat kata-katanya juga, bahwa suatu saat nanti, ketika raja sudah tiada, kekacauan akan kembali lagi, merusak kedamaian yang telah ia ciptakan."
***
Aku mengambil nama kakekku yaitu Bintang dan namaku sendiri yaitu Langit, dan hebatnya nama lengkap anakku adalah nama lengkap kakekku.
Dunia memang terasa lucu akhir-akhir ini...
Sesuai perkiraanku, di tahun 2340 atau sepuluh tahun setelah perang dunia ketiga, dunia benar-benar pulih sepenuhnya dan aku tak lagi melihat manusia yang tinggal di perkemahan.
Terlihat bahwa hasil konferensi militer yang pernah aku ikuti benar-benar mempengaruhi perubahan dunia dan setelah sejumlah besar rapat antara pemimpin negara, dunia berhasil pulih sepenuhnya.
Apakah aku puas? Tentunya tidak, aku memahami kalau semuanya bersifat sementara, tak ada sesuatu yang akan bertahan selamanya di dunia ini.
Dua tahun setelah konferensi militer internasional, ada sebuah berita yang menyebutkan bahwa Andhika menikah dengan Senja, dan dengan begitu, lima tentara terbaik Indonesia akhirnya menemukan kebahagiaannya sendiri-sendiri.
Setahun setelah keduanya menikah, keduanya dianugerahi satu anak laki-laki yang nampaknya lahir dengan kekuatan luar biasa dahsyatnya. Aku tidak heran karena kedua orang tuanya adalah tentara yang amat kuat dan mungkin saja kemampuan kedua orang tuanya menurun ke anaknya.
Kudengar juga kalau Yuuki mendapat anak lagi, anak kedua dari pernikahannya dan ia mendapat kehormatan, bisa menjadi pengawal pribadi sang kaisar Jepang. Terlihat seperti keberuntungan, namun itu adalah hasil kerja kerasnya sejak dulu sekali.
Aku? Tentu saja aku menjalani kehidupan biasaku sebagai menteri pertahanan sekaligus jenderal besar, sampai pilpres dilakukan dan sosok yang mirip seperti pak Oka terpilih sebagai presiden.
Orang itu memilihku sebagai menteri pertahanan untuk sekali lagi, dan aku memegang jabatan menteri pertahanan selama dua periode. Ahahahah, mirip seperti jabatan presiden saja ya?
Satu lagi, sepuluh tahun setelah perang dunia ketiga selesai, aku memilih untuk... Menyegel kekuatanku di Pedang Api Hitam dan akan mewariskan kekuatanku pada manusia yang dipilih oleh pedangku ini.
__ADS_1
Kekuatanku terlalu besar, dan aku bisa memancing kedatangan Monarch dari dunia lain jika aku tidak menyegel kekuatanku...
***
"Sekian ceritanya, kuharap kau mendengarkan dan tidak menganggapnya sebagai dongeng belaka..." aku melipat tanganku ke belakang dan menatap tiga senjata yang terpajang di atas meja.
Satu adalah pedang lengkung, satu adalah senapan laras panjang, dan satu lagi adalah sepasang sarung tangan besi yang ujungnya tajam seperti cakar.
"Apa yang kuceritakan ini, adalah sebuah kenyataan, bahwa dua orang tuamu pernah bertarung melawan Monster dunia lain, dan meraih kemenangan bagi umat manusia." aku berbalik dan menatap laki-laki yang terlihat berusia belasan tahun.
"Kenapa ayah menceritakan itu semua?" laki-laki itu menatapku.
Namanya Bintang, dan ia sudah berusia dua belas tahun, sudah waktunya ia memahami tentang kebenaran yang keluarga Satria simpan selama ini.
Bintang, atau mungkin keturunanku selanjutnya, mereka akan mewarisi Pedang Api Hitam selagi mencari sosok yang tepat untuk memegang kekuatanku yang dahsyat itu dan memakainya untuk menciptakan perdamaian.
Kedamaian seperti yang kurasakan saat ini bukanlah kedamaian sejati, ada banyak musuh yang berniat menghancurkan kedamaian ini, dan fungsi Pedang Api Hitam adalah mengembalikan kedamaian yang telah direnggut oleh iblis-iblis jahat diantara para manusia di bumi ini.
Ya, entah sampai kapan kedamaian ini akan bertahan, hanya sosok tertinggi di alam semesta saja yang mengetahuinya...
Cold Blooded Hunter : Seeker of Peace - Arc 11 - Masa Depan dan Kedamaian Semu - The End
Catatan penulis:
Halo manusia-manusia hebat, bagaimana kabarnya? Kuharap baik-baik saja.
Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya bagi kawan-kawan pembaca yang tetap setia menunggu akhir dari perjalanan Langit yang nampaknya tidak terlalu melelahkan, beda dengan perjalanan Ray yang benar-benar panjang...
Oke mereka berdua ga bisa disamain gitu aja, soalnya Ray kan menjadi dewa, sementara Langit hanya sebatas ingin menciptakan kedamaian.
Yap kedamaian, udah gitu aja...
Sejauh apa perjalanan Langit dari awal ia masih kecil sampai akhirnya ia dewasa dan memahami maksud kedamaian itu? Ada sekitar 334.944 kata, dan jujur aja aku ngerasa masih kurang dibanding novelku sebelumnya yang hampir nyentuh 500 ribu kata (Yaaa, dihadapan para author sepuh, aku mah cuma kroco biasa)
Dan setelah aku baca-baca ulang juga, aku ngerasa plot hole novel ini terlalu amat banyak sekali, aku bahkan bisa tau plot holenya saat ngeliat sekilas dan masang posisi sebagai pembaca.
Dan karena itu, aku berencana nyusun extra chapter, yang isinya seputar apa aja yang seharusnya terjadi tapi ga aku jelasin di tempatnya.
Sekaligus juga, aku mau nambahin beberapa detail, entah itu saat timeline cerita, sebelum timeline, atau setelah timeline.
Kalo kalian punya saran soal extra ini, boleh diajukan di komentar dan aku bakal baca sebagai pertimbangan.
Sekian, terima kasih atas dukungannya selama ini, kuharap kalian puas dengan cerita yang sudah kusajikan selama ini, see you in Watch Creator of Destruction.
Salam,
Rio Andriana.
__ADS_1