Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
234. Kejutan dari para Api


__ADS_3

Pak Tom melompat dan melancarkan pukulan beruntun, dan hanya mampu menggeser Dragon Emperor sedikit dari posisinya.


Secara ukuran tubuh, kami jelas kalah jauh, tapi secara kecepatan gerak, kurasa kami menang. Dragon Emperor boleh berukuran besar, apakah ia bisa bergerak cepat dengan ukuran tubuh sebesar itu?


Menurut penglihatanku, kuperhatikan Dragon Emperor kesulitan bergerak dengan ukuran tubuh yang sudah setinggi bangunan dua puluh lantai di sekitar kami, apalagi ia kini berada di tengah-tengah kota yang padat bangunan, ia terpojokkan.


Mungkin kami bisa menang!


Aku bergerak cepat menuju kaki depan Dragon Emperor dan tak butuh waktu yang lama, aku tiba di depannya dan aku langsung menebaskan kedua pedangku ke kakinya, kuperhatikan dagingnya terpotong sedikit.


Dragon Emperor meraung keras, sebelum kulihat tubuhnya oleng sedikit. Pak Tom melayang dengan pukulannya yang mungkin saja sudah mendarat di tubuh Dragon Emperor hingga naga besar itu oleng.


"Big Bang Combination!"


Sesaat setelah seruan itu terdengar, Dragon Emperor menghilang seperti ditelan bumi, dan sesuatu berbentuk pukulan bergerak ke arahku dengan kecepatan tinggi.


Kecepatan pukulan itu amat cepat, aku tak sempat bergerak menjauh dan dua hal yang terlintas di pikiranku adalah menahannya atau menebasnya.


Kenapa aku berpikir untuk menebasnya? Aku melihat pukulan itu seperti Energy Attack, dan aku yakin bisa menebasnya, jadi kurasa pilihan ini adalah yang terbaik.


Aku mengangkat kedua pedangku dan menebaskan kedua pedangku, tapi sayangnya hanya Pedang Api Hitam saja yang berhasil menebas pukulan itu, tetapi tidak dengan Pedang Naga Iblis.


Bilah pedang satu itu patah menjadi dua, dan pukulan itu terbelah menjadi dua dan memudar.


Pak Tom mendarat dan ia mengangkat wajahnya ke atas, melihat ke langit.


Aku mengangkat wajahku, dan melihat sosok raksasa yang sedang melayang di atas langit saat ini.


"Dragon Emperor..."


Kurasa Dragon Emperor membuat Gate dan berpindah ke langit, aku yakin Dragon Emperor tidak akan kabur setelah ia dan pasukannya berhasil memporak-porandakan New Washington sampai seperti sekarang ini, yang pasti ia akan bertahan sampai berhasil menghabisi salah satu diantara aku atau pak Tom.


Kenapa? Karena aku dan pak Tom adalah salah satu dari lima kunci keberhasilan umat manusia menyelamatkan dunia, jadi menghabisi salah satu diantara kami berdua akan memberikan banyak keuntungan baginya.

__ADS_1


"Raja tak boleh menatap ke atas terus, raja harus berdiri tinggi di atas langit, menatap musuh-musuhnya di bawah..."


Whut?


Suara itu... Agak familiar, tapi yang pasti bukan suara kakekku, pak Tom, para Hunter rank SS, ataupun teman-temanku...


Sesaat setelah aku mendengar suara itu, aku merasa tubuhku diangkat oleh sesuatu, dan saat kulihat pak Tom, ia sedang memanjat gedung dengan kecepatan tinggi.


Aku melirik ke belakang, dan seekor burung api sedang mengangkat tubuhku, dan penampilannya mirip seperti Fire Bird Lord atau beberapa burung api di pasukan Flame Emperor.


"Salam kenal, Rajaku..." aku mendengar suara berat, dan ia memperkenalkan dirinya, "Namaku adalah Fajar Semesta..."


...


Eh? Jangan bohong!


"Saya yakin kalau anda pasti terkejut dengan nama saya..." ujarnya dan ia terbang lebih cepat lagi, "Tapi anda mendengar sesuatu yang sesungguhnya..."


"Bukankah anda adalah anak dari pendiri organisasi RedWhite, Fajar Semesta yang menjadi Hunter pertama dari Indonesia yang menerima peringkat Hunter rank SS?" aku sulit mempercayainya.


"Ah, Rajaku, anda tidak perlu meninggikan diri saya seperti itu..." ujar burung api itu dan aku bisa melihat kepala Dragon Emperor, "Saya yang sekarang tidak ada apa-apanya dihadapan anda, Rajaku..."


"Berceritanya nanti saja, aku harus menghabisi naga itu secepatnya." aku mendengus, kenyataan ini sulit kuterima saat ini, dan aku harus fokus pada masalah di depanku sekarang.


"Baik, Rajaku..."


Setelah ia berkata begitu, aku merasakan hangat di sekujur tubuhku, dan kulihat api menyelimuti jasku.


"Sudah lama aku tidak memeluk jas hitam ini..." aku mendengar suara lagi, dan aku hanya menghela napasnya.


"Sayap saya adalah sayap anda juga, jadi pergunakan dengan bijak..." ujarnya.


Setelah itu, sayap yang mungkin ada di punggungku berada dalam kendaliku, dan entah bagaimana caranya, aku bisa mengendalikannya dengan mudah.

__ADS_1


Aku terbang dengan cepat, menuju bagian atas Dragon Emperor. Gerakanku makin ringan, begitu juga dengan genggamanku pada Pedang Api Hitam.


"Saya akan membantu sedikit..." suara berbeda terdengar lagi, dan aku mengedarkan pandanganku sebelum menemukan api di telapak tangan kiriku.


"Apa...?"


"Angkasa Satria siap mengabdi pada Raja baru..." suara terdengar lagi dan api di telapak tanganku berubah menjadi pedang yang mirip seperti Pedang Api Hitam, "Sekarang! Tebaskan pedangmu, Rajaku!"


Aku mengangguk cepat, meskipun jarakku dengan leher Dragon Emperor masih terpaut jauh, tetapi aku bisa melihatnya sebagai kesempatan karena Dragon Emperor disibukkan oleh pak Tom.


Kedua pedangku kuangkat ke sisi kananku, dan aku menebaskan kedua pedangku ke kiri dengan cepat, kemudian dua bilah pedang terlihat bergerak ke leher Dragon Emperor.


"Kau perlu berkonsentrasi lagi jika ingin menciptakan energi pedang seperti itu." Suara Angkasa terdengar lagi, dan ia berseru lagi, "Bola api akan datang dari arah pukul satu!"


Aku melirik sedikit dan kulihat mulut Dragon Emperor terbuka lebar, bola api terlihat di mulutnya.


Aku mengendalikan tubuhku dan bergerak menjauh, dan bola itu melesat cepat ke tempatku tadi berdiri.


"Sial, tidak kena!" Dragon Emperor berdecak.


"Kau tak boleh mengalihkan perhatianmu ke hal lain!" suara lantang terdengar dan saat aku melirik ke belakang, pak Tom melompat dengan tangan kanannya yang diselimuti sesuatu berwarna hitam, amat pekat hingga aku bisa merasakan kekuatan dahsyat yang terkumpul di pukulannya itu.


BUAAAGGGHHH!


Suara pukulan keras terdengar, dan Dragon Emperor langsung jatuh ke atas satu gedung, hingga menghancurkan gedung yang ada di bawahnya.


"Sekarang! Kedua pedangmu sudah menyimpan panas berjumlah besar! Dragon Emperor akan kesulitan menahannya!" Angkasa berseru dan aku langsung melesat turun.


Suara berdebum terdengar, dan kulihat pak Tom mendarat dengan sempurna di dekat kepala Dragon Emperor kemudian ia melancarkan pukulan yang langsung menciptakan suara sesuatu yang retak.


Aku menyarungkan Pedang Api Hitam dan mengarahkan telapak tanganku ke bawah, "Semburan Api Maut!"


Api berjumlah besar tercipta di telapak tanganku dan mengarah ke Dragon Emperor, dan aku tidak tahu apa yang terjadi di bawah sana...

__ADS_1


***


Plot twist, tebak kenapa dua leluhur Langit muncul kali ini sebagai api?


__ADS_2