
Aku... Rasanya aku tak bisa membantunya kali ini...
Gerakan Tom dan Ice Emperor sama-sama imbang, mereka bahkan sama-sama bertarung dengan ganas, tanpa memedulikan sekitarnya.
Aku tak melihat celah diantara keduanya, yang bisa membuatku ikut campur dalam pertarungan dan membantu Tom.
Sial! Apa kali ini aku sekali lagi membiarkan orang lain mati untukku? Setelah Christo tewas untuk memberikanku waktu kabur, sekarang Tom melawan Ice Emperor?
Tak hanya aku yang berpikir begitu, mungkin Hunter rank SS lainnya juga berpikir begitu, bahkan Jenny yang kudengar terus melepaskan tembakan sekalipun ketika Ice Emperor berhasil memojokkan kami saja tak lagi menembak...
"Tom bergerak terlalu cepat, aku tak bisa mengikuti gerakannya." suara Frans terdengar, dan pundakku ditepuk, "Untung saja kau masih hidup..."
"Tenang saja, calon wakil ketua RedWhite tidak akan tewas semudah itu..." aku mengepalkan tanganku, "Tapi aku tak bisa membantunya..."
Wakil ketua RedWhite adalah posisi yang ingin Frans berikan padaku tanpa alasan yang jelas
"Tenang saja, kami juga berpikir hal yang sama, kami juga tak bisa membantunya, karena kami tak melihat celah yang bisa kami pakai untuk bergabung dan membantunya." ujar Frans, "Yah, mungkin..." ucapannya terhenti.
Aku menatap ke depan, dua raksasa dengan tinggi yang berbeda jauh sedang bertarung dan mendekat, dan nama dua Monster itu membuatku yakin kalau para Emperor sudah bertarung lagi.
[Void Emperor (Lv. 300)]
[Black Emperor (Lv. 300)]
Keduanya bertarung dengan ganas, saling memukul satu sama lain, dan membanting satu sama lain, hingga bumi terasa berguncang oleh dahsyatnya pertarungan dua Emperor berwujud raksasa itu.
DUARR!
DUARRR!
Di langit, seekor naga raksasa berwarna merah, sedang dibakar oleh api yang berbentuk seperti manusia, dan aku tahu kalau api itu adalah Flame Emperor, dan keduanya bertarung dengan ganasnya, tanpa memedulikan kalau di bawah mereka ada pasukan mereka yang bertempur.
__ADS_1
"Ini apa lagi coba? Apakah mereka para Emperor?" ayahku berhenti di sebelahku, "Langit?"
"Ya, mereka adalah para Emperor..." aku mengelus daguku, "Ada enam Emperor yang berselisih, satu netral..."
Enam Emperor yang kumaksud adalah Ice Emperor, Flame Emperor, Void Emperor, Black Emperor, Dragon Emperor, dan Sword Emperor, ada lima Emperor yang sudah muncul saat ini, dan kemana perginya si Tang Liao?
Aku menatap ke pertarungan Tom melawan Ice Emperor, kini Tom sedang mencekik Ice Emperor dan membantingnya ke atas salju kemudian melemparnya menjauh, setelah itu ia berteriak keras layaknya gorila yang berhasil memenangi pertarungan.
"Tom makin terlihat seperti hewan buas jika ia bertarung seperti itu, ia bertarung dengan kacau, tanpa adanya arahan dari apa yang ia pelajari di masa lalu." Leonard berpendapat, dan aku setuju dengannya.
Meskipun aku ingin menang, aku tetap menerapkan apa yang kupelajari dari kakekku pada pertarungan, dan terbukti aku bisa menang jika terus berpatokan pada apa yang kupelajari.
Kalau Tom... Ia terkesan liar saat ini, tak mencerminkan ia berasal dari kelompok yang teratur seperti militer dan organisasi Hunter, tapi rasanya aku tak heran juga sih...
Setahuku, gorila memang bertarung dengan ganas dan liar, ia akan melakukan segala cara demi bisa menang, dan menurutku, mungkin saja amukan tanpa arah yang dilakukan oleh Tom adalah apa yang ia pelajari dari Gorilla Lord.
Tom melesat lagi dan ia meraih Ice Emperor kemudian melemparnya ke salju lagi lalu membantingnya lagi, begitu seterusnya hingga aku bisa melihat tubuh Ice Emperor yang terluka di beberapa bagiannya.
Di bawah salju ini ada tanah, jika terkena tanah itu secara terus-menerus dan tanpa kendali, maka tubuh bisa terluka, begitulah yang kupahami setelah bertarung melawan kakekku.
Semakin lama, amukan Tom makin tak terkendali, dan wajahnya tak lagi menunjukkan raut wajah manusia, tapi raut wajah hewan buas.
"Bagaimana ini? Tom makin tak terkendali, ada kemungkinan kekuatan Gorila Lord yang bersarang di tubuhnya mulai lepas dari kendalinya..." Leonard menarik pedangnya.
Aku mengangkat sebelah tanganku, menahan Leonard yang kulirik ingin berlari maju, kemudian berkata, "Jangan maju, paman Leonard, kita harus perhatikan lagi..."
"Perhatikan bagaimana? Tom sudah mengamuk sejak tadi dan Ice Emperor tak bisa melawan balik..." Frans mendengus, "Dia semakin tak terkendali, tidak mencerminkan seorang prajurit."
"Tapi bagiku, itu adalah caranya dia berusaha menang..." aku menunjuk Tom yang kini sedang memukuli Ice Emperor yang terkapar di atas salju, "Jika ia lengah sedikit saja, maka ia akan tewas."
Tom berdiri tegak sambil mengangkat tubuh Ice Emperor yang lemas, dan ia berteriak, "Black Emperor, apa kau lihat ini?!"
__ADS_1
Black Emperor yang sedang adu pukul dengan Void Emperor, perhatiannya teralihkan oleh teriakan Tom, dan ia menoleh ke arah Tom. Saat itulah, Void Emperor mengepalkan tangannya dan memukul wajah Black Emperor hingga ia jatuh berguling.
"Jangan alihkan perhatianmu!" seru Void Emperor, dan ia meraih leher Black Emperor, "Bertarunglah dengan serius!"
Void Emperor mengangkat Black Emperor kemudian membantingnya ke atas salju dan hutan-hutan, setelah itu ia mengangkat kakinya dan berniat menginjak Black Emperor, tapi raksasa hitam itu mengangkat tangannya dan menahan kaki Void Emperor kemudian membantingnya.
Sementara itu, Tom masih mengangkat leher Ice Emperor, dan aku melihat sesuatu...
"Awas-!"
Terlambat...
Tom tertusuk tombak yang diciptakan Ice Emperor, dan Ice Emperor kulihat menyeringai lebar kemudian tertawa horor.
"Hihihihi, kau pikir akan semudah itu menghabisiku?! Tidak semudah itu, Burning Arms lemah!" Ice Emperor menekan tombaknya lagi, tapi Tom terlihat mencengkeram leher Ice Emperor lebih kuat, bahkan sarung tangan besinya yang ia pakai semakin menyala terang.
Tom melepas cekikannya pada leher Ice Emperor kemudian ia melompat mundur, sementara Ice Emperor mendarat sempurna kemudian menarik napasnya.
"Ice Emperor!" suara teriakan terdengar, dan tak lama, Ice Emperor yang berdiri tegak menoleh dan sesuatu berwarna hitam menyerangnya.
Ia melompat mundur dan ia langsung bertarung melawan sesuatu berwarna hitam itu, dan aku mengenalinya...
"Sword Emperor!"
Tang Liao bertarung dengan melancarkan tebasan demi tebasan menggunakan kedua pedangnya, dan Ice Emperor menangkis semua serangan Tang Liao dengan tombak esnya.
"Bagaimana kau bisa masih hidup?! Bukankah kau sudah kutusuk tadi?!" Ice Emperor berteriak keras, dan Tang Liao hanya tersenyum, dan gerakannya makin cepat.
Sementara itu...
"Siapa itu? Gerakannya amat cepat, aku tak bisa melihatnya..." Alex terdengar kebingungan, dan aku tersenyum lebar.
__ADS_1
Aku tak perlu mencari Tang Liao untuk menunjukkan pada yang lainnya kalau dia masih hidup, karena dia sudah datang dengan sendirinya...
"Semuanya, orang berpakaian serba hitam itu adalah Tang Liao, senior kita sekaligus Hunter rank SSS pertama di dunia..."