Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
77. Strategi baru


__ADS_3

Tom menatap layar besar di ruang kendali sambil menghela napasnya, "Sialan, apakah aku benar-benar tak bisa memperkirakan kekuatan Serpent Lord?"


Ia menekan beberapa tombol dan layar terbagi menjadi beberapa bagian lagi, ia menatap ke layar dan berkata, "Halo, semuanya..."


"Ya, ada apa?" John bertanya, "Bagaimana situasinya?"


"Ada Monster besar, tapi kami yakin bisa mengatasinya..." Jawab Tom, "Bagaimana situasi disana?"


"Tenang, tak ada apapun yang menyerang..." jawab Mir, "Dan satu lagi, gatenya mulai menghilang sedikit demi sedikit."


"Apa perintahmu, Tom? Di Hawaii sudah tak ada Monster dan gate lagi, jadi seharusnya pulau ini sudah aman dari ancaman..." Yen berkata.


Tom memejamkan matanya, sementara laporan dari William masuk dan ia berkata, "Tom, gate ungunya muncul lagi..."


"Di Brazil sudah tak ada apa-apa, kami pasukan BraveWarrior dan EasternDragon sudah membersihkan semuanya dalam waktu singkat." Yao berkata sambil menaikkan telunjuknya, "Perintah?"


"Artinya sudah tak ada ancaman lagi..." gumam Tom, ia menatap ke layar lagi dan berkata, "Kalian semua, siaga saja di posisi, aku akan pergi dulu." Setelah itu ia mematikan layar.


"Apa aku bisa?" gumam Tom lagi sambil meraih jas panjangnya yang berwarna merah tua, "Mungkin sudah saatnya..." ia pun berjalan keluar dari ruang kendali.


Dalam koridor, ia bertemu dengan seorang Hunter yang memberikannya sebuah benda kecil dan berkata, "Pak Tom, tolong dipakai benda ini, karena pertarungan anda akan disiarkan ke seluruh dunia."


Tom mengangguk saja dan menerimanya kemudian memakainya, setelah selesai memakainya ia berlari menyusuri koridor menuju ruang belakang pesawat.


***


"Menurutku, kita harus mengepung ular itu dari segala penjuru sambil melancarkan serangan demi serangan kuat." Ujar Bintang, "Aku melihat, kulit luar ular itu terlihat keras, jadi perlu menyerangnya berkali-kali baru bisa menggoresnya."


"Dari penampilannya bisa dilihat begitu, kalau kita terlalu fokus ke kulitnya, maka kita bisa saja melupakan mulut ular itu yang bisa menyemburkan racun yang berbahaya bagi kita dan sekitar." Vigo menambahkan, "Jika begitu, kita bisa membagi pasukan."


"Pesawat sudah naik beberapa meter dari permukaan tanah, kita bisa membicarakan strategi dengan aman, sambil terus berusaha menahan ular itu agar tidak mendekat." Tom datang mendekat dengan perlengkapannya yang sudah ia pakai yang berupa armor tebal, sarung tangan besi yang ada di kedua tangannya, dan jas panjangnya yang berwarna merah tua, "Pasukan dibagi menjadi empat tim..."

__ADS_1


"Tim pertama adalah yang mengurus bagian depan ular itu yang akan kupimpin bersama Vigo." Tom melirik Vigo, "Apa kau sudah memiliki senjata pengganti Pedang Naga Kehancuran?"


"Pesawat ini setidaknya menyimpan beberapa senjata api kuat dan aku akan memakai salah satunya, meskipun bukan pedang akan kupakai." Jawab Vigo.


"Tim kedua adalah tim yang mengurus sisi samping ular dan dipimpin oleh Alex, Joko, Yuuki, Bintang, Chervanov, dan Yudhi." Tom melirik beberapa orang di sebelahnya, "Kalian siap?"


Yang dilirik mengangguk tanda siap dan Tom melanjutkan, "Tim ketiga adalah yang mengurus serangan jarak jauh yang akan dipimpin oleh Mark dan Jessica."


Mark dan Jessica mengangguk, dan Tom tersenyum, "Dan terakhir adalah tim keempat yang akan membantu lewat tembakan dari pesawat yang akan dipimpin oleh Nanami dan Vano."


Bintang mengangkat tangannya dan bertanya, "Apa rencana itu sudah yakin? Menembak lewat pesawat bisa saja membuat kita terancam oleh tembakan, apa kau yakin melakukannya?"


"Sebab itulah kita yang melakukannya, kalau memakai sistem otomatis pesawat, hal itu bisa saja terjadi." Mark menjawab, "Kita bisa menargetkan Monster saja jika kita yang memegang kendali atas persenjataan pesawat."


"Dan juga..." Vano mengangkat tangannya, "Apa kau ada rencana meminta bantuan pada pasukan yang lain?"


"Ya..." jawab Tom, "Tapi biarkan mereka mengurus wilayah mereka dulu, barulah mereka datang kemari..."


Tom berdiri dan semua orang ikut berdiri, ia menarik napasnya panjang dan berseru, "Semuanya! Kerahkan seluruh kemampuan kalian untuk menghadapi ular itu!"


***


Sesuai rencana, C-140 Hercules turun sampai tiga meter dari permukaan tanah untuk memberikan kesempatan bagi para Hunter untuk turun, setelah para Hunter yang ditugaskan sudah turun semua, pesawat itu naik lagi hingga mencapai ketinggian lima puluh meter di atas permukaan tanah, ketinggian yang dianggap aman untuk menembak, yang juga tak mengganggu para penembak yang ada di atas tanah.


Tom, Vigo, dan sekitar sepuluh Hunter dengan persenjataan mereka yang terlihat besar maju menghampiri ular itu, sementara tim yang dipimpin oleh Alex membagi tim lagi menjadi dua, yang mengurus sisi kiri dan sisi kanan.


"Semua, bergerak!" Alex berseru sambil menarik belatinya, "Monsternya berukuran besar dan pastinya ia tak bisa bergerak leluasa dengan ukurannya itu!"


Jok menarik belatinya dan menuntun Hunter untuk bergerak ke sisi kanan sementara Alex mengurus sisi kirinya.


Bintang menarik pedangnya dan melompat tinggi, mencoba menggapai sisi atas ular itu, bersama dengan Chervanov yang ikut dengannya.

__ADS_1


"Hati-hati kek, tingginya sekitar tiga meter..." Chervanov mengingat, "Ingat usia kek, kalau jatuh tidak lucu..."


"Hmph, aku tidak akan jatuh!" Bintang berseru, "Berhati-hatilah pada dirimu!"


Chervanov tersenyum tipis dan ia mengarahkan kedua ujung tombaknya pada kulit ular itu kemudian menusuknya dengan kekuatan penuh. Bukannya tembus, yang ada seperti kedua tombaknya mengenai besi tebal.


"Cih!" Chervanov berdecih, "Keras!"


Bintang mengalirkan sedikit Staminanya dan pedangnya membara kemudian ia menebas kulit itu dengan kekuatan penuh, yang bahkan belum bisa menggoresnya.


Samar-samar, keduanya mendengar ucapan berat laki-laki yang terdengar keras di telinga mereka.


"Kalian... Wadah dan manusia... Mencoba menghabisi Serpent Lord dengan kemampuan biasa kalian? Mimpi..."


Di depan, Tom yang mendengarnya sedikit marah karena merasa diremehkan oleh Monster itu. Kedua sarung tangan besinya membara dan ia mengarahkan telapak tangannya ke depan, "Fire Burst!"


Semburan api dahsyat keluar dari telapak tangannya, lebih tepatnya telapak sarung tangan besinya, dan semburan api itu bergerak menuju mulut ular itu.


Ular itu menarik napasnya kemudian meniup semburan api itu, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, "Ini... Baru semburan..."


Tom menarik napasnya dan berseru, "Semuanya, tutup hidung kalian!"


Para Hunter yang ada di dekatnya melompat mundur kemudian menutup hidung mereka.


Setelah mereka mengambil jarak dari ular itu, asap berwarna ungu keluar dari mulut Monster itu dan Tom melihatnya sebagai racun. Ia menguatkan pegangannya pada hidungnya untuk menahan agar asap racun itu tak masuk ke hidungnya.


[Kau terkena efek 'Poisoned'! Pergerakanmu berkurang 10%]


"Tetap kena, ya?! Sialan!" Tom berdecak dan ia mengangkat tangan kirinya kemudian mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu melepaskan semburan api.


Ia tak bisa melihat Vigo untuk saat ini, tetapi ia yakin kalau orang itu pastinya berusaha mencari celah untuk menyerang.

__ADS_1


Di saat pertarungan baru dimulai, pihak Hunter sudah dipojokkan dengan kulit keras dan semburan asap racun yang menahan para Hunter untuk terus melawan.


Apakah Raid bisa mereka menangkan? Atau mereka kalah?


__ADS_2