
"Langit, apakah kau sudah menyimpulkan situasi saat ini berdasarkan berita tadi?" kakekku bertanya padaku setelah latihan selesai.
"Ya, aku bisa menyimpulkan..." aku menarik napasku, "Jadi..."
Aku bisa mengatakan kekuatan garis depan umat manusia sudah menurun jauh dengan pensiunnya satu Hunter rank SS, satu Hunter rank SS yang meninggal, dan tiga Hunter rank SS yang telah pensiun, saat Raid kembali, dan saat ini mereka mengatakan tidak akan ikut campur lagi dalam pertarungan manapun.
Bayangkan saja, empat Hunter rank SS yang diandalkan umat manusia kini telah mundur dari pertarungan, dan satu lagi meninggal, serta kabar kalau Raid Islandia telah menelan korban Hunter sebanyak lima ratus orang, itu saja sudah cukup membuat kekuatan umat manusia berkurang jauh.
Tetapi sebagai gantinya, satu kabar baik yang meredakan kabar buruk adalah tentang kehadiran satu Hunter rank SSS di dunia. Dia adalah Tom Cage yang dipromosikan menjadi Hunter rank SSS kedua di dunia.
Prestasi yang membuatnya dipromosikan ke peringkat tertinggi yang pernah diraih manusia adalah karena keberhasilannya memimpin Raid Islandia yang dinilai berbahaya di mata IHO, bahkan Raid Islandia disebut setara dengan Disaster, serta berhasil meraih kemenangan.
Selain itu, ia berhasil menahan ular besar yang menjadi Monster terakhir dalam Raid itu bersama beberapa Hunter, hingga akhirnya bantuan dari berbagai wilayah datang dan membantunya hingga berhasil menghabisinya.
Pendapat Neil si ketua IHO diperkuat dengan pendapat Yun Xing yang melihat langsung bagaimana ganasnya Tom saat membakar mulut ular besar itu.
"Aku melihatnya, ketika api ganas yang dilancarkan Tom membakar hingga otak Monster itu gosong oleh kuatnya tekanan apinya..." Itulah pendapat Yun, yang membuat Tom dipromosikan menjadi Hunter rank SSS.
"Menurutku, hanya dengan naik peringkat tidak cukup membuat kekuatan umat manusia meningkat..." aku menutup kesimpulanku, "Perlu beberapa orang dengan kekuatan yang besar, mungkin bertambahnya rank S bisa menjamin kekuatan umat manusia meningkat."
Kakekku mengelus dagunya, "Tak kukira kau berhasil menganalisa hingga sejauh itu..."
"Jangan bangga!" seruan Zon membuatku tersadar karena yah, aku senang dipuji seperti itu oleh kakekku.
"Jadi?" tanyaku, penasaran dengan reaksi lain kakekku.
"Itu hanya menambah pertimbangan kau harus lebih kuat dalam waktu singkat!" tiba-tiba saja, kakekku memukul kepalaku kuat, hingga HPku berkurang sedikit.
[698/700]
"Kakekmu berniat membunuhmu lagi?!"
__ADS_1
"Mana kutahu!" aku mengusap-usap belakang kepalaku yang terasa sakit, meskipun poin DEF yang kumiliki melebihi 44 poin, tetap saja serangan tanpa senjata yang dilancarkan kakekku terasa sakit.
"Bangun! Sekarang kau akan berlatih Aliran Pedang Bumi lagi! Pasti kau sudah lupa!"
***
Aliran Pedang Bumi adalah sebuah kumpulan jurus yang diajarkan oleh kakekku akhir-akhir ini, sebelum ia pergi ke Amerika Serikat untuk mengikuti Raid.
Selama aku menggunakannya, beberapa kali aku merasakan kalau Aliran Pedang Bumi cukup kuat untuk dipakai dalam pertarungan. Kurasa ini akan menjadi jurus andalanku...
Setelah selesai melakukan ayunan pedang atas ke bawah sebanyak lebih dari seratus kali, aku duduk sebentar dan menarik napas sejenak.
Sembari itu, aku melihat Pedang Api Hitam yang tetap berwarna hitam meskipun berada di bawah sinar matahari.
"Pedang itu bukan hanya terlihat aneh, tetapi terasa amat kuat dan misterius." Zon berkata, "Penampilannya terlihat mengerikan, memberikan kesan kematian pada siapapun yang melihatnya, termasuk aku."
"Hawa yang dipancarkannya juga bukan hawa yang senjata api biasa pancarkan, meskipun tubuhmu tak bisa merasakannya, tetapi aku bisa merasakannya."
Hal aneh ini mulai muncul sejak Zon memunculkan dirinya di dalam pikiranku, dan sejak itu, aku berkali-kali dibantu olehnya untuk berlatih.
Beberapa saat kemudian, kakekku muncul membawa tiga benda, yaitu sepasang sarung tangan besi dan satu pedang, yang aku kenal sebagai Pedang Naga Iblis.
Kakekku berhenti di depanku dan berkata, "Pakai ini..." sambil menyerahkan tiga benda yang ia pegang.
Aku menatapnya dengan senyuman tipis, aku mengenal ketiga benda itu.
Sepasang sarung tangan besi itu adalah Cakar Ayam Api, senjata api yang ditinggalkan ayahku di markas SuraBaya, dan pedang lengkung itu adalah Pedang Naga Iblis, senjata api pertama yang kumiliki.
Aku menerimanya dan memakai sarung tangan besi itu kemudian mengangkat tangan kananku.
"Kebesaran..." kakekku mengelus dagunya, "Padahal lingkar lengannya terlihat sama-sama saja..."
__ADS_1
Aku menggaruk kepalaku dengan tangan yang sudah memakai Cakar Ayam Api, dan ketika aku mengangkat tangan, tanganku terasa sedikit berat.
"Ugh..." aku meringis menahan berat tanganku sendiri, "Tapi masih dalam jangkauanku."
"Cakar Ayam Api dihitung memiliki berat sebesar lima ratus gram, jadi kau seharusnya bisa memakainya setelah melalui latihan berat yang memfokuskan pada kekuatan di tanganmu." kakekku mengelus dagunya, "Jadi aku bisa mengatakannya, benda itu ringan."
Tapi kakekku tidak berbohong sih, Cakar Ayam Api yang kupakai terasa ringan seiring aku beradaptasi dengannya.
"Ya, kakek benar, Cakar Ayam Api terasa ringan di tanganku lama kelamaan..." ujarku mengatakan apa yang kurasakan.
"Baguslah kalau begitu..." kakekku berjalan menjauh, "Sekarang kau serahkan kedua pedangmu pada kakek, kau cukup berlatih menggunakan Cakar Ayam Api."
Ia pergi menjauh, meninggalkanku yang berdiri sambil berpikir keras, apa yang bisa kulakukan dengan Cakar Ayam Api.
[Skill aktif Pukulan Kehancuran diperkuat! Segala pukulan yang dilancarkan dengan tangan yang memakai Cakar Ayam Api akan diperkuat hingga 30%!]
[Skill aktif Semburan Api bisa digunakan!
Syarat:
Mencapai level 20 (Tercapai)
Memiliki senjata api yang bisa menyemburkan api (Belum)]
Aku memasang posisiku, dengan tangan yang sudah terkepal dan sudah memakai Cakar Ayam Api, serta kedua kaki yang terbuka lebar, aku melancarkan pukulanku ke depan.
"Pukulan Kehancuran!"
Aku merasakan angin bergetar sejenak akibat pukulanku, dan aku mengulangi gerakan yang sama berulang-ulang, hingga akhirnya kakekku datang mendekati.
"Kau sudah mempelajari apa itu pukulan, ada baiknya kau mempelajari tangkisan, hindaran, mengecoh, dan serangan balik dengan tangan kosong." ujar kakekku, "Aku yakin kau pasti bisa memahaminya..."
__ADS_1
Abis ini time skip yo...