Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
80. Kemenangan para Hunter - Arc 3 - The End


__ADS_3

Situasi di belahan dunia lain seketika riuh oleh kedatangan tiga Hunter rank SS lainnya, yaitu Esterosa, William, Leonard, dan dua Hunter rank SS yang sebelumnya telah pensiun, yaitu Yao Zhong dan Yun Xing, duo rank SS dari organisasi Hunter BraveWarrior.


"Kemenangan para Hunter telah dipastikan!"


"Yao Zhong telah turun tangan! Tamatlah riwayat ular itu!"


"Kalau dihitung-hitung, jika Oga ikut, mungkin suasananya akan semakin seru!"


"Aku tak bisa membayangkan jika nenek Jenny ikut serta, mungkin dia akan paling banyak berkontribusi!"


Orang yang membawa kamera itu, yaitu Tom, bertanya pada Yao Zhong yang ada di sebelahnya, "Jenny?"


"Katanya John, dia ada di New Starprize..." jawab Yao Zhong, dan semua orang yang menontonnya di seluruh dunia bertambah riuh.


"Semua Hunter rank SS berkumpul!"


"Gila, ini mungkin adalah situasi paling seru yang pernah terjadi di abad ini!"


Kita kembali lagi ke Islandia...


Tom melirik Yao dan bertanya, "Jenny?"


Yao mengangkat tombaknya dan menjawab, "Katanya John, dia ada di New Starprize..."


"Aku akan memberikan bantuan dari belakang!" seru Jenny dan John mengangkat tangannya.


"Semuanya, tembak!"


Semua pesawat yang ada, baik itu C-140 Hercules yang sejak tadi menyerang, New Starprize, Niao Ziyao, Great King, dan Lake Down mengeluarkan senjata berat mereka, dan menembakkan puluhan peluru yang mengarah pada Serpent Lord.


Yang menjadi sasarannya memasang posisinya dan menghindari semua tembakan itu sembari memikirkan cara melawan lebih dari lima Hunter yang baru datang, yang masing-masingnya memancarkan hawa kekuatan yang amat dahsyat, melebihi para Hunter lemah yang ia lawan sebelumnya.


"Tahan!" John mengangkat tangannya lagi, dan semua tembakan langsung berhenti.


Di saat itulah, Esterosa mengaktifkan senjata apinya dan bergerak maju, bersamaan dengan Yao Zhong yang mempersiapkan serangannya yang menggunakan tongkat logam yang ia namakan Demon Crusher.


Keduanya mengayunkan senjata mereka bersamaan, dengan niat menghancurkan kepala Serpent Lord, tetapi Serpent Lord bisa menghindar dan melompat mundur.


Sesaat setelah ia melompat mundur, ia merasakan hawa membunuh dari belakangnya, dan saat ia berbalik, sebilah belati mendekati wajahnya. Pemilik belati itu adalah Alex.


Serpent Lord menendang udara dan bergerak ke samping, menghindari ujung belati itu yang sedikit lagi menusuk wajahnya dan mendarat jauh dari mereka.


Matanya menyipit sebelum ia melirik ke kanan dan melihat sebuah peluru melesat cepat ke arahnya, ia menunduk dan bergerak ke belakang.


"Fire Destroyer!" Yun bergerak maju dan melepaskan semburan api dari telapak tangannya, mendorong Serpent Lord menjauh.


Serpent Lord melompat mundur sebelum ia menyadari kalau ia dijauhkan dari kumpulan pesawat, dan ia tersenyum lebar, "Kemampuan para manusia terkuat memang beda! Aku senang! Hibur aku lagi!"


Jessica mengarahkan ujung senapan laras panjangnya ke arah Serpent Lord dan menembakkan tiga peluru sekaligus, sementara Jenny dari New Starprize melepaskan tembakan lagi.


Empat peluru itu melesat cepat ke arah Serpent Lord, tetapi Serpent Lord lebih cepat menyadarinya dan ia berubah menjadi ular besar.


Tom yang melihatnya berteriak memperingati Yao dan Esterosa yang ada paling depan, "Dia akan menyemburkan asap racun!"


"Karena itulah, aku datang!" Leonard berlari maju dengan perisai di tangan kirinya yang ada di depan tubuhnya dan pedang di tangan kanannya, "Aku akan menahannya agar tidak menyemburkan racun! Kalian serang dari atas kepalanya!"


William yang membawa kapak besar menyeringai dan ia berlari cepat, "Alex, Joko, John, Frans, ikut aku!"


Empat orang yang dipanggil William mengikutinya, dan kelimanya bergerak cepat menuju Serpent Lord.


Leonard berhenti tepat di depan Serpent Lord dan ia menatap mulut ular itu yang sudah terbuka lebar, ia menancapkan pedangnya, mengeluarkan granat dari kantongnya kemudian menarik tuasnya dengan giginya lalu melemparnya ke dalam mulut ular itu.


Granat itu mendarat tepat sebelum ular itu menarik napasnya dan meledak di dalam mulut itu. Ular itu menutup mulutnya lagi, dan semua orang melihat celah.


Bersamaan dengan itu, Leonard melirik ke belakang dan memasang posisinya, memegang perisai lebarnya dengan kedua tangannya dan berseru, "Kemari!"


William, Alex, Joko, John, Frans, Vigo, Yao, dan Tom berlari lebih cepat lalu melompat ke arah Leonard.


Saat ada yang mendarat di perisai, ia mengangkatnya ke atas dengan kuat kemudian menariknya ke bawah dengan cepat dan mengulangi langkah yang sama berkali-kali.


"Sialan!" Serpent Lord membuka mulutnya lagi, "Bisa-bisanya kalian terpikirkan hal itu!"


Leonard tersenyum lebar, "Itu sederhana, saat Tom berkata kalau kau bisa menyemburkan racun, saat itulah aku teringat pada Mark yang membawa puluhan granat di kantongnya, jadi aku memintanya dan saat kau membuka mulutmu, aku melemparnya dengan harapan bisa meledak di dalam mulutmu."


"Yah, meskipun kujelaskan, kau adalah Monster dan mustahil kau bisa memahami yang namanya kerjasama tim..." Leonard menaikkan bahunya, "Sekarang kau bersiap saja pada kemampuan orang-orang yang melompat ke kepalamu itu.


Serpent Lord berdecak, sebelum ia merasakan tengkorak kepalanya retak, dan saat itulah desisan kesakitan terdengar, membuat orang-orang, entah itu yang ada di Islandia ataupun di seluruh dunia berteriak kegirangan.


"Mereka berhasil melakukannya!"


Tapi itu bukanlah akhirnya, semua Hunter tahu kalau mereka hanya berhasil melukai sedikit saja bagian tubuh ular besar itu.


"Semuanya, mundur! Pesawat akan melancarkan hujan Strategic Missile!" Oga berkata dengan keras, dan semua Hunter yang ada di sekitar ular itu menjauh, termasuk para Hunter yang tadi nekat melompat dan menyerang kepala Serpent Lord bergantian.


Serpent Lord berniat mengejar, tetapi kepalanya terasa pusing akibat pukulan Tom yang terakhir mengenai kepalanya.


"Bagaimana caranya mereja melakukannya?" pikir Serpent Lord, "Aku seharusnya tak terkalahkan..."


Itu sebenarnya sederhana saja, William menghantamkan kapak besarnya ke kepala Serpent Lord, dan bergantian, John menancapkan tombaknya dibantu oleh Joko dan Alex yang menekan tombak itu lebih dalam, sementara Vigo melempar Frans ke atas dan Frans menukik ke bawah dengan tombaknya, Yao menggunakan Demon Crusher untuk memukul kepala Serpent Lord berkali-kali.


Terakhir adalah Tom yang memakai pukulannya untuk menghantam kepala Serpent Lord dengan pukulan penuhnya. Bisa dikatakan, kepala adalah bagian yang sensitif sehingga itulah yang diincar oleh mereka.


Semua pesawat lapis baja yang ada disana mempersiapkan ratusan Strategic Missile yang mereka miliki dan menembakkannya bersamaan dengan komando Oga.


Berkat perintah Oga, Strategic Missile yang berjumlah kira-kira lebih dari dua ratus itu berhasil ditembakkan dan membuat Serpent Lord yang kepalanya masih pusing terkena ratusan Strategic Missile itu.


KIIIHHHKK!


Serpent Lord menjerit, dan Mark datang dengan Bazoka yang sudah terisi Strategic Missile, ia membidik kemudian menembakkannya.

__ADS_1


Satu Strategic Missile yang ditembakkan oleh Mark melesat cepat, bersamaan dengan peluru Jenny dari New Starprize yang melesat menuju Serpent Lord.


Serpent Lord menggeliatkan tubuhnya dan bergerak mendekati para Hunter yang berkumpul di dekat Niao Ziyao, tetapi Tom, Vigo, William, Esterosa, dan Leonard melihatnya.


Mereka saling lirik sebelum mengaktifkan senjata api mereka dan Tom berkata, "Ini adalah hal paling menyenangkan dalam Raid kali ini..."


Esterosa hanya menghela napasnya dan ia memasang posisinya, "Maju?"


"Oke..." Leonard menyalakan panas di perisainya, "Seperti tadi?"


"Boleh..." Yao muncul, "Kalian tadi bersenang-senang sementara tadi aku jatuh tersandung batu..."


Vigo mengangkat pedang biasanya dan berseru, "Maju!"


Mereka maju bersamaan, dengan para Hunter rank SS dan rank S yang ada di atas tanah bergerak maju dan mempersiapkan serangan mereka.


Bintang yang melihatnya hanya diam, "Mereka terlihat seperti sudah terbiasa bekerjasama..."


Joko yang mendengarnya memejamkan matanya, "Aku sepertinya kalah dari mereka..."


"Kalau begitu, kita harus mengikuti!" Yuuki berseru sebelum sebuah pedang yang tersarung jatuh di hadapannya.


"Yuuki, pakai Hinokami no Ken menggantikanku!" seru Oga dari Niao Ziyao, "Berjuanglah!"


Yuuki menyeringai, sementara yang lainnya sudah pergi duluan, ia meraih pedang itu dan menariknya, "Oke, ketua!"


Ia menyalakan panas pedangnya dan melesat maju, mengejar para Hunter lainnya yang sudah pergi lebih dulu.


Jessica dan para Sniper mengambil jarak aman, yaitu lima puluh meter dari pesawat, sementara Yun Xing mengambil jarak menengah, Mark bersamanya, sisanya ada di dekat Serpent Lord.


"Sialan!" Serpent Lord membuka mulutnya lagi, "Trik yang sama tidak akan berguna!"


Leonard berniat mengeluarkan granat lagi, tetapi lidah Serpent Lord bergerak cepat menyingkirkan Leonard dari hadapannya hingga Leonard terpental ke samping.


Tom tak sempat meraih Leonard dan ia mengangkat tangannya, "Aku akan mencoba menahan semburan itu!"


Frans melirik Vigo dan bertanya, "Seperti dulu?"


"Boleh..." Vigo membungkuk, "Lompat!"


Frans mengambil ancang-ancang dari dekat dan berlari kemudian melompat dengan berpijak pada punggung Vigo. Ia melompat menuju mata Serpent Lord dengan rencana menghancurkan matanya.


"Jika ia kehilangan matanya, maka kita bisa lebih mudah melawannya." ujar Vigo singkat, "Dan adikku pasti bisa melakukannya."


Ya, Vigo Andreas dan Frans Andreas adalah kakak beradik yang dulunya dikenal sebagai Duo Naga. Keduanya dipromosikan sebagai Hunter rank SS, tetapi Frans menolaknya, jadi hanya Vigo saja yang menjadi Hunter rank SS.


Kombinasi mereka yang terkenal adalah Frans melompat dengan pijakan punggung Vigo kemudian Frans akan menukik dengan ujung tombaknya, serangan inilah yang menjadi andalan mereka.


Lompatan Frans menjadi lebih tinggi dari normalnya, dan ia melompat menuju mata Serpent Lord, kemudian mendarat.


Ia melihat dua mata, ia menghunuskan tombaknya dan menusuk mata kanan Serpent Lord kemudian berputar dan menusuk mata kiri Serpent Lord.


Frans melompat turun, dan saat itulah, semburan racunnya keluar dari mulut Serpent Lord, tetapi semburannya tak teratur ke depan, tapi segala arah, dimanapun tidak aman karena racun telah menyebar.


Bukannya mundur, para Hunter berbagi granat dari Mark dan setidaknya, masing-masing orang yang berjumlah lima belas orang mendapat bagian tiga granat.


Mereka memasang posisi dan melemparnya ke mulut Serpent Lord, bergantian, sehingga ledakan terus terjadi di mulut ular malang itu.


"Lagi!" Seru Mark, dan ia mengeluarkan dua granat lagi, "Takkan kubiarkan dia menjauh!"


Kedua granatnya sudah siap dilempar, dan Mark melemparnya dengan kekuatan penuhnya, dan dua granat itu menjadi dua granat yang berhasil melukai bagian dalam ular itu.


Serpent Lord menjauh, "Sialan!"


Tom berlari dan ia bergumam, "Aku akan menghabiskan gas panasku dalam serangan terakhir ini..."


Ia melompat ke dalam mulut Serpent Lord, mengarahkan telapak tangannya ke atas dan menyemburkan api berjumlah besar, dan Yun Xing datang dengan sarung tangan besinya.


Keduanya menyemburkan api yang membakar seisi mulut Serpent Lord hingga bau gosong mulai muncul.


Serpent Lord tak bisa melakukannya apapun, organnya yang bisa dipakai menyemburkan asap racun sudah dihancurkan oleh para Hunter dengan puluhan granat.


Mau menutup mulut juga tak bisa, ada Yao Zhong dan Leonard yang bekerjasama memegang Demon Crusher untuk menahan mulutnya agar tak menutup.


Di luar, William sedang mengayunkan kapaknya dengan ganas untuk menghancurkan kepalanya, bersama Esterosa, Bintang, dan Yuuki yang berusaha menarik kulit Serpent Lord agar terlepas.


Serpent Lord tak bisa berkutik diserang dari dalam dan luar oleh para manusia, hingga pada akhirnya semburan api Tom dan Yun Xing berhasil mencapai otaknya dan membakarnya hingga habis.


Ia tak bisa melakukan apa-apa, ia pun tewas dengan otak terbakar dan tak sempat melawan balik.


Tom dan Yun keluar dari mulut Serpent Lord dengan bantuan Leonard, dan Yao bersama Vigo menahan mulut Serpent Lord hingga keduanya keluar, Yao menarik tongkatnya dan mulut itu tertutup dengan sendirinya.


Tom jatuh ke atas tanah dan ia berteriak keras, "Gah! Akhirnya selesai!"


Esterosa datang lalu menancapkan pedangnya dan berkata, "Tak kukira kalau Hunter terkuat di seluruh dunia bisa kesulitan melawannya..."


Yao duduk di atas tanah lalu menjawab, "Pada akhirnya, kita masihlah manusia yang belum mampu mengimbangi kemampuan kakek Tang Liao..."


Tom menekan sesuatu di dekat telinganya dan ia melepasnya, "Kurasa liputannya sudah selesai..."


"Ya..." semuanya kemudian duduk di atas tanah, sambil mengatur napas mereka.


Hal yang sama terjadi di setiap pesawat, mereka mendaratkan pesawat dan semua Hunter yang ada di sana mengatur napas masing-masing dan bersorak gembira.


"Kita menang!"


"Para Hunter rank SS memang terbaik!"


Begitu juga di seluruh dunia, mereka bersorak kegirangan dan bisa dikatakan, setiap sudut di dunia menonton pertarungan para Hunter melawan Serpent Lord.

__ADS_1


Tetapi, kegembiraan itu berlangsung singkat, karena para Hunter di Islandia kedatangan tamu tak diundang...


***


Sebuah gate berwarna ungu muncul di hadapan para Hunter, di atas tubuh Serpent Lord yang mulai kaku, dari dalamnya, keluar sesosok manusia dengan pakaian serba hitam.


"Jadi ini yang namanya bumi, ya?" ujar manusia itu dengan keras, membuat Tom dan yang lainnya berdiri siaga dengan cepat.


"Hawa keberadaannya lebih kuat dari yang tadi..." ujar William, "Aku bisa merasakannya..."


Sementara itu, para Wadah, yaitu Oga, Tom, Bintang, Yun Xing, dan Yao Zhong bergetar saat melihat manusia itu.


"Black... Emperor..." gumam Oga pelan, "Dia datang..."


"Aroma kalian terasa harum dan terasa sedap untuk dilahap..." manusia itu melompat turun dan mendarat di hadapan Tom, "Apa kau yang bernama Tang Liao?"


Tom menelan ludahnya, untuk pertama kalinya ia merasa ketakutan saat menghadap Monster sejak ia menjadi Hunter rank SS puluhan tahun lalu yang pastinya ia sudah lupa berapa tahun telah berlalu.


"Ti-Tidak, a-aku bukan Tang Liao..." jawab Tom dengan bergetar, "Beliau adalah pendahulu kami..."


"Kalau begitu, apa kau Tom?" tanya manusia itu, "Jawab sejujurnya..."


Tom mengangguk dengan gugup, dan dengan kecepatan yang tak bisa dilihat mata, ia dicekik oleh manusia itu.


"Hooh, jadi kau yang namanya Tom..." manusia itu menjilat bibirnya, "Kau terlihat sedap dilahap..."


Mulut manusia itu terbuka lebar, dan Jessica mengangkat pistolnya dan menembak kepala manusia itu, tetapi manusia itu lebih cepat bergerak dan sedikit lagi melahap kepala Tom, semburan api muncul dan membakar pipi manusia itu.


"Siapa kau?!" Bintang menarik pedangnya, yang lainnya ikut menarik senjata masing-masing, "Jawab!"


Manusia itu melirik Bintang dan ia berkata pelan, "Ah, kau adalah pelatihnya sang Ruler, ya? Boleh juga nyalimu menantang salah satu Emperor..."


Saat kata Emperor terdengar, tekanan di tempat itu bertambah berat, sebelum satu gate lain muncul dan sesuatu menendang kepala manusia itu hingga terpental jauh.


Sementara Tom, ia sudah ada dalam dekapan seorang laki-laki berjubah hitam dengan hawa kekuatan yang amat menyesakkan dada.


"Death Emperor, apa yang kau lakukan disini?! Bukankah kau netral?!" manusia itu menunjuk laki-laki yang menyelamatkan Tom, "Apa maksudnya?!"


"Aku hanya menyelamatkannya..." laki-laki itu melepas jubah hitamnya, "Kau tak layak bertarung saat ini, aku peringatkan saja..."


"Hah?! Kau memerintahku? Kau siapanya aku?!" manusia itu mengepalkan tangannya, "Kau tak berhak memerintahku!"


Manusia itu bergerak cepat dan memukul laki-laki yang menyelamatkan Tom itu, tetapi sayangnya yang ia pukul hanya satu prajurit berjirah hitam.


"Kau ini bodoh, ada Flame Emperor disini!" seru laki-laki itu dan ia melempar manusia itu ke atas, "Para Emperor tak boleh bertarung di bola lemah!"


Setelah itu, dua makhluk itu menghilang bersama dengan tiga gate yang menghilang dari Islandia.


Tom yang merasakan langsung kekuatan dua makhluk itu dalam jarak yang amat dekat hanya terdiam dan ia berkata pelan, "Kita bukan tandingan mereka, bahkan jika kita bekerjasama sekalipun..."


"Abaikan itu, yang penting semuanya sudah selesai..." John mematikan tombaknya, "Kita kembali..."


Semuanya mengangguk dan mereka pergi, meninggalkan Joko yang berdiri menghadap tubuh Serpent Lord.


"Ya, kita sudah menang..." ujar Joko dan ia berjalan pergi, "Aku masih lemah, masih belum pantas muncul di hadapan Langit..."


Cold Blooded Hunter: Seeker of Peace - Arc 3 - Raid Islandia - The End


Catatan Penulis:


Okeee, Rio Andriana yang tampan dan berani hadir lagi!


Jadiii, itu adalah penutup dari arc ini yang sepertinya bagi beberapa pembaca adalah arc yang tidak penting, beberapa menganggap penting dan tetap membaca, dan beberapa lagi tetap membaca terlepas penting atau tidak.


Chapter ini adalah sebuah chapter spesial, karena ane akhirnya berhasil mengetik 2000+ kata! *Tepuk tangan dari hantu-hantu penunggu...


Ehem, jadiii, di chapter selanjutnya Langit akan kembali-...


Langit tolol: Halo pembaca, masih ingat aku? Aku loh! Si Wadahnya Flame Emperor! Masih ingat?!


Hantu tanpa kepala: Gak.


Dan mereka gelud...


Langit menang.


Langit tolol: Jadi, aku mau sedikit berkata kasar pada penulis sialan yang sudah hampir melupakanku padahal aku adalah karakter utama Cold Blooded Hunter, huhuhu...


Author: Cengeng heh, masa Flame Emperor selanjutnya menunjukkan sikap begini?


Langit tolol: Hah?! Ulangi!


Author: Gak


Langit tolol: Ulang!


Author: Ga akan kuketik cerita kau kalau kuulang, bagaimana?


Dan Langit pergi dari kamar ane....


Oke, itu adalah kebodohan, jangan dibaca, dan selanjutnya mungkin mau kalian baca...


Chapter 81 akan hadir dua hari lagi, ikuti terus ceritanya ya gan, karena sedikit lagi si Langit bakal jadi Hunter resmi, wehehehe...


Langit tolol: Dibaca Yo, kalau ga dibaca kutusuk pakai Cakar Ayam Api!


Sekian, terima kasih.


Salam,

__ADS_1


Rio Andriana.


__ADS_2