Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
59. Menuju Raid...


__ADS_3

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Kanada disebut sebagai negara paling berbahaya untuk didatangi tanpa pengawasan para Hunter, bahkan penduduk asli Kanada tak diijinkan datang ke sana tanpa ijin.


Dan, setelah ratusan tahun sejak aturan melarang Kanada untuk didatangi tanpa ijin dikeluarkan oleh PBB, negara itu kembali didatangi, bukan untuk berlibur, tapi untuk diawasi karena kedatangan gate jingga itu.


***


Tom memukul meja saat melihat laporan dari Mir, dan Vigo yang melihatnya menaikkan alisnya.


"Kenapa?"


"Gate jingga lagi!" seru Tom, dan ia meletakkan ponselnya di atas meja, "Lihat?!"


Mata Vigo melebar, begitu juga dengan satu orang lainnya yang ada di ruangan itu.


"Apakah itu yang namanya gate jingga?" seorang pria muda berwajah belasan tahun, bermata sipit, dan memakai pakaian serba ungu bertanya, "Ini pertama kalinya aku melihatnya..."


"Wajar saja jika Hunter rank S baru dari Jepang tidak tahu, kau baru melihatnya, kan?" Tom melirik pria itu, "Itulah gate jingga, gate yang disebutkan akan membawa bencana skala benua ke bumi ini..."


Pria itu adalah Yuuki Ken, Hunter rank S yang ditunjuk oleh Oga untuk mewakilinya di New Washington selagi dia ada di Brazil. Sebagai tambahan, Yuuki adalah wakil ketua organisasi EasternDragon, menggantikan wakil ketua sebelumnya yang sudah pensiun karena usia.


"Apa kau tak pernah bertanya pada Oga Ojisan tentang gate ini? Atau kau perlu buktinya agar tahu bedanya dengan gate putih?" tanya Vigo sambil mengelus dagunya.


Yuuki mengangguk, "Yah, aku perlu buktinya, biar aku tahu bedanya, dan aku juga ingin mencoba kemampuanku pada gate satu itu."


Prestasi yang membuat Yuuki Ken menjadi wakil ketua EasternDragon adalah ia pernah melindungi Osaka seorang diri, saat ia masih berusia muda, sekitar tujuh belas tahun, setahun setelah ia dipromosikan menjadi Hunter rank S.


Banyak yang mengatakan, Yuuki Ken adalah Oga Haruno versi muda, dan gaya pedang mereka hampir sama, sehingga beberapa spekulasi mengatakan bahwa Yuuki Ken sebenarnya adalah murid dari Oga, dan itu tidak salah juga.


Oga memungut Yuuki saat sebuah kota di utara Jepang hancur oleh serangan Monster, dan Yuuki dilatih langsung olehnya, bertahun-tahun hingga ia berhasil menjadi Hunter rank S termuda, dengan catatan Yuuki mulai berlatih Hunter usia lima tahun dan menjadi Hunter di usia sepuluh tahun.


Yuuki melipat tangannya, "Sudah lama sejak aku merasa penasaran begini..."


Vigo menggelengkan kepalanya, ia mendengar kalau rata-rata, Hunter dari Jepang sudah sering bertarung melawan Monster di berbagai situasi lingkungan, sehingga kemampuan masing-masing individunya tak bisa diremehkan begitu saja.

__ADS_1


Pendapat itu diperkuat dengan banyaknya berita yang mengabarkan kalau Jepang sering kedatangan Monster kuat, dan semuanya mati di tangan para Hunter penjaga negara itu.


Dikatakan, satu Hunter rank S dari EasternDragon dikatakan bisa mengimbangi dua Hunter rank S dari StarSam, katanya, tapi Vigo tak pernah melihat pertarungan yang dimaksud...


"Yuuki, apakah kau mau berkeliling New Washington? Berdiam disini pasti membuatmu gila..." Vigo tersenyum canggung, "Bagaimana?"


"Tidak, aku mau menunggu pertarungan saja..." jawab Yuuki lalu menatap Tom, "Apa ada kabar lagi?"


"Selain di Kanada, Alex dan Joko akan bergerak ke Islandia dengan New Starprize bersama beberapa Hunter Rusia, dengan tujuan mencari informasi..." jawab Tom, "Sejauh ini, aku menyarankan agar tidak ada yang lengah."


Vigo menaikkan bahunya, "Tujuan lain sih buat patroli..."


Yuuki berdiri dengan cepat dan meraih pedangnya yang tadi tersandar di sebelah kursinya dan berkata, "Ayo..." setelah itu ia keluar dari ruangan duluan.


Vigo melirik Yuuki dengan alis terangkat, "Dasar orang Jepang, terlalu serius menanggapi sesuatu..."


"Yah, tapi diam disini tidak akan ada gunanya, tugasku masih berjaga di New Washington, aku pergi saja..." Vigo menaikkan bahunya dan berbalik, "Aku pergi dulu, kalau ada kabar, beritahu saja..."


Tom mengangguk, "Oke, hati-hati saja..."


***


"Masih tak ada kejanggalan..." gumam Bintang, dan ia mengeluarkan ponselnya.


Pesan dari cucunya terkirim ke ponselnya, dan ia tersenyum sendiri saat melihatnya.


"Langit sudah besar, kau tidak usah khawatir pada kemampuannya." suara seseorang terdengar, dan Bintang memejamkan matanya, "Bukankah dalam hatimu kau mengatakan itu?"


"Meskipun aku mengatakan itu dalam hati, tetap saja aku khawatir padanya, meninggalkan anak kecil berusia tujuh tahun di tempat terpencil begitu..." Bintang berkata, "Jika ia kesulitan, kemana dia akan meminta tolong?"


"Kau tak usah khawatir, sekali lagi kukatakan begitu, dan ketahuilah, cucumu mengirimkan kabar terbarunya." ujar orang itu, dan ia berdiri di sebelah Bintang, "Pertempuran akan datang tak lama lagi, dan akan tiba waktunya kau akan meninggalkan anak itu dalam pertempuran yang keji..."


Bintang membuka ponselnya dan melihat pesan dari cucunya, dan ia tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kakek, aku baik-baik saja di Indonesia. Aku ingin mengatakan, kalau penduduk desa baik padaku saat kakek tidak ada.


Aku bahkan bisa bermain dengan anak-anak desa yang seusia denganku, bermain banyak permainan, hingga aku dianggap terlalu kuat untuk dikalahkan! Hahahaha!


Ah, bagaimana kabar kakek? Apakah baik-baik saja? Aku harap baik-baik saja, aku menunggu kakek pulang.


Aku juga mendengar, kakek menjadi Hunter rank SS, kan? Aku turut senang, semoga kakek semakin kuat dan semakin dihormati! Meski tak bisa mengucapkannya secara langsung, tapi rasanya ini saja sudah cukup!


Ah iya, beberapa hari setelah kakek pergi ke Amerika, ah, mungkin kemarin, aku mengalahkan Monster belalang, loh! Level 65! Tentunya dengan bantuan kakek Zon yang memberikan kekuatannya padaku.


Jangan beritahukan ini pada ayah, aku menunggunya pulang, itu saja deh, aku akhiri sampai sini saja.


Dari cucumu,


Langit Satria sang Ksatria Langit."


"Zon? Siapa dia? Dan juga, kenapa dia memanggilnya dengan panggilan kakek?" Bintang menaikkan alisnya.


"Zon adalah nama seorang praktisi terkuat di dunia lain, ia tewas karena bertarung dengan musuh kuat, dan ia bersemayam di tubuh Langit. Itulah alasan kenapa aku memilihnya menjadi sosok yang akan menghentikan Black Emperor dan Ice Emperor." Orang itu mengangkat tangannya dan berkata, "Aku bisa merasakan kekuatan Langit semakin meningkat sejak ia menerima Aliran Pedang Bumi darimu, dan melatih kemampuan pedang serta sarung tangan besinya."


"Apa hanya karena itu saja, kau memilih Langit?" tanya Bintang, "Kenapa kau tak memilih yang lain?"


"Aku sang Flame Emperor bisa melihat sedikit masa depan, ia berdiri di barisan depan, dengan pedang lengkung yang kau miliki, dengan kekuatan yang diwariskan dari Zon padanya, ia bertarung melawan musuh, bahkan terjun ke dalam gate meskipun ia tak kembali lagi..." Flame Emperor menunduk, "Dan aku datang padanya untuk membantunya."


"Apakah itu benar?" tanya Bintang, "Tugas yang ia terima terasa terlalu berat baginya yang masih kecil itu..."


"Tapi, jika ia menerima sistem lebih awal, maka kekuatannya akan melampaui Tang Liao sekalipun di usia yang setara dengannya, aku yakin itu jika melihat ketekunan Langit berlatih." Ujar Flame Emperor, "Percayakan saja pada-..."


Ucapannya terhenti dan ia melihat ke langit, "Oh tidak, pasukan Serpent Lord datang!" ia melirik Bintang, "Kau bisa merasakannya?!"


"Ya, aku merasa merinding meskipun suasana masih siang..." jawab Bintang, "Jadi, apakah kau akan diam disini?"


Flame Emperor menggeleng, "Aku akan pergi, tapi pastikan kau terlindungi dari semua serangan ular itu..." setelah itu, manusia api itu menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Bintang menyentuh gagang pedangnya dan menatap ke atas, langit telah berubah warna menjadi jingga, "Sudah dimulai nampaknya..."


__ADS_2