Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
48. Dua Hunter terkuat dan kebenaran


__ADS_3

Aku menguap dan bangun dari tidurku, kemudian melirik jam yang terletak di sebelah bantalku.


Sudah berlalu lima jam sejak pertarunganku melawan banyak belalang selesai, dan sekarang sudah jam lima sore.


Oh ya, setelah pertarungan itu, aku diberikan banyak sekali ucapan terima kasih dan berbagai pujian dari semua penduduk desa.


Tentang korban, aku mengira-ngira kalau semuanya selamat dan tak ada yang tewas. Paling hanya luka-luka sedikit, selebihnya baik-baik saja.


Hal ini kukira sudah cukup sebagai awal mulaku sebagai seorang Hunter, jika aku mengingat kembali syarat untuk bergabung dengan RedWhite tanpa berlatih di organisasi itu, yaitu membuat pencapaian sebaik mungkin agar dilirik oleh organisasi besar itu.


Menurut kakekku, seorang Hunter disebut kuat atau lemahnya itu dinilai dari keberhasilannya melindungi orang-orang serta berhasil mengalahkan Monster.


Selain itu, dilihat juga dari kemampuannya dalam mengatasi banyak masalah, dan bagaimana dia berpikir cepat dalam suatu masalah, dan tentu saja lewat kemampuan bertarungnya.


Jadi intinya, Hunter bukan hanya harus memiliki kemampuan bertarung yang hebat, tetapi juga harus mampu melindungi banyak orang dengan kemampuannya itu.


Kakekku juga berkata, para Hunter rank S diperkirakan mampu melindungi sekitaran lima puluh hingga seratus orang seorang diri, sementara Hunter rank SS diperkirakan mampu melindungi sebuah kota kecil seorang diri.


Kalau Hunter rank SSS, dikatakan ia mampu melindungi satu bumi seorang diri, atau dengan kata lain itu mustahil.


Tetapi kalau Hunter rank SSS-nya adalah Tang Liao yang sudah memiliki kekuatan dari Void Emperor, kurasa itu tidak mustahil deh...


Buktinya saja lewat Raid melawan naga saja, Tang Liao mampu melawannya dengan sedikit anggota saja, itu cukup menunjukkan kalau ia memang memiliki kemampuan melindungi satu bumi.


Aku menghela napas, perjalananku masih panjang jika ingin mencapai rank SSS itu deh, asemm...


Aku bangun dan turun dari tempat tidurku kemudian pergi menuju ruang yang ada televisinya, kemudian duduk dan menyalakan televisi.


Televisi menayangkan beberapa berita dari seluruh dunia, berita Hunter, berita politik, berita viral, dan sebagainya.


Tetapi selama aku tinggal di rumah kakekku, aku suka menonton berita Hunter, karena kakek menyuruhku...


Dan yah, kutebak dengan kembalinya kakekku ke dunia Hunter, pasti berita itu akan amat heboh.


Dan benar saja, berita di televisi sekali lagi menayangkan tentang pasukan RedWhite yang telah sampai di Amerika Serikat, dengan Frans yang memimpin langsung pasukan itu.


Aku melihat kakekku, Frans, dan beberapa Hunter yang kulihat sebelumnya di Surabaya, sedang berkumpul di depan sebuah pesawat besar, dengan beberapa orang yang terlihat kuat di hadapan mereka.


Serta, aku tak sengaja melihat seseorang dengan wajah yang mirip dengan sosok yang kukenal...


"Ayah?"


***


Pesawat lapis baja RedWhite sedang riuhnya, karena untuk pertama kalinya, ada yang menantang Bintang untuk adu panco.

__ADS_1


"Kakek Bintang, bagaimana kalau kita adu panco sejenak?" Tanya Vigo sambil melipat lengan jasnya, "Sekalian juga biar kita tahu apakah kekuatan kakek masih sama seperti dulu atau tidak..."


Bintang menyeringai dan menjawab, "Oke, kuterima tantanganmu."


Suasana semakin riuh saat Bintang menjawabnya, dan tak lama setelah ia menjawabnya, sebuah meja kecil disiapkan untuk keduanya.


Keduanya duduk di atas lantai pesawat dan meletakkan tangan kanan masing-masing di atas meja kemudian memasang posisi mereka.


Satu Hunter muncul dan menjadi wasit dalam adu kali ini, dan kalau diperhatikan, keduanya terlihat serius dalam melakukan adu panco ini.


"Apakah kalian berdua sudah siap?" Wasit mengepalkan tangannya di depan mulutnya.


"Sudah."


"Lanjutkan."


"Oke..." wasit menurunkan tangannya, "Mulai!"


Baru saja wasit telah memulai adu panconya, meja itu langsung retak akibat kuatnya genggaman Bintang pada tangan Vigo, bahkan urat-urat muncul di punggung tangan Bintang yang telah berkeriput itu.


"Ugh, seperti biasanya, kakek Bintang tak bisa santai kalau urusan adu otot..." Vigo meringis, "Tapi aku tidak akan kalah semudah itu!"


Selama ia tak muncul ke dunia, Vigo berkali-kali berlatih keras, karena sebelum pensiun, ia mengatakan akan kembali lagi ke dunia Hunter dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.


"Kata-katamu boleh juga, Tuan Pedang Naga..." Bintang menguatkan genggamannya, "Aku juga takkan kalah dari anak muda sepertimu."


Setelahnya, bagian tengah meja kecil itu mulai retak dan terlihat, kekuatan Bintang lebih besar sedikit di atasnya Vigo, hingga ia mampu mendorong balik tangan Vigo.


Mata Vigo melebar, ia berdecak dan urat-urat muncul di punggung tangannya, menandakan ia mulai serius menghadapi kakek Bintang yang ada di hadapannya.


"Oh, boleh juga..." Bintang menyeringai, "Lebih kuat lagi!"


Meskipun Vigo sudah serius sekalipun, ia masih tak mampu mendorong balik tangan Bintang, bahkan ia memasang wajah serius saat melakukannya.


Perlahan, Vigo mulai bangkit dan mengubah posisinya menjadi jongkok, sementara Bintang masih duduk bersila dengan tangan kanannya yang ada di atas meja sedang menekan tangan kanan Vigo sang Hunter rank SS di Indonesia.


"Hiyaaaa!!!" Vigo berteriak kencang dan otot di lengannya mulai menguat, ia juga mulai setengah berdiri dan menarik tangannya ke atas, berusaha mengimbangi permainan Bintang.


"Masih belum..." Perlahan, tangan Bintang mulai terdorong mundur dan terlihat kalau Vigo mulai mendorong balik Bintang.


"Serius? Melawan kakek tua yang duduk tenang dengan posisi setengah berdiri?" Tanya Bintang dan ia mengubah posisinya menjadi jongkok, "Sekarang giliranku!"


Di saat Vigo berada di atas angin karena berhasil mendorong mundur tangan Bintang, terasa genggamannya melemah sedikit dan Bintang tak melewatkan kesempatan itu.


Ia mendorong tangan Vigo dengan seluruh kekuatannya dan menempelkan punggung tangan Vigo di permukaan meja dengan kuat yang langsung hancur begitu dikenai punggung tangan Hunter rank SS itu.

__ADS_1


"Ap-?!" Vigo terkejut, tak ia sangka kalau ia telah melonggarkan pertahanannya, dan tentu saja kekalahannya murni karena kesalahannya.


Suara riuh kembali terdengar saat kemenangan Bintang atas Vigo dan tak lama setelah adu itu selesai, seorang pria dengan jas panjang, tudung hitam menutupi kepalanya, masker berwarna hitam menutupi mulutnya, dan berkacamata hitam muncul diantara orang-orang.


Ia bergerak ke sebelah Bintang dan berjongkok, "Kakek, ikut aku sebentar..."


Orang-orang tak menyadari kedatangan orang itu dan bahkan, Bintang, Vigo, dan Frans yang paling kuat di pesawat itu saja tak menyadari kedatangannya.


"Apa maumu?" Tanya Bintang dan ia berdiri, "Apa kau memiliki perlu denganku?"


"Aku ingin mengatakan sesuatu tentang cucumu." Ujar orang itu, "Penting sekali..."


"Apa? Katakan saja disini, semuanya pasti tahu tentangmu, Cakar Merah..."


***


Di bagasi belakang pesawat lapis baja, dimana bagian itu berisi amunisi senjata pesawat, peluru senapan ,berbagai suplai makanan, suplai pertolongan pertama, pakaian tempur, ruangan untuk memperbaiki senjata api, dan alat-alat untuk terjun bebas apabila terjadi hal yang tak diinginkan selama di udara. Tempat inilah yang dipilih oleh orang itu untuk membicarakan sesuatu yang penting baginya dengan Bintang.


"Apa maumu? Tak kembali setelah enam bulan berlalu?" tanya Bintang pada orang itu


Orang itu menunduk dan menurunkan tudungnya, lantas menurunkan resleting jas panjangnya dan menampilkan pakaian di balik jas panjangnya yang berupa kemeja putih dengan dasi berwarna hitam, dan melepaskan kacamata hitam yang ia pakai.


"Aku memiliki alasannya, ayah..." Orang berkata, dan berjalan maju kemudian menadahkan tangannya, "Minta..."


"Permen?"


"Ya tak lah, aku meminta Cakar Ayam Api dikembalikan padaku!" Orang itu melipat tangannya, "Aku ingin kembali ke dunia Hunter."


"Darimana kau tahu kalau aku yang membawa Cakar Ayam Api?"


"Dengan memaksa Frans memberitahunya padaku..." Orang itu memasang wajah horornya, "Hanya Si Cakar Merah saja yang bisa melakukannya..."


Fun Fact: Pesawat lapis baja yang dipakai oleh RedWhite dan seluruh organisasi Hunter di seluruh dunia adalah C-140 Hercules buatan Amerika Serikat.


Berbagai tipe pesawat lapis baja telah dirilis oleh Amerika Serikat, tetapi hanya tipe pesawat ini saja yang dianggap paling kuat, yaa karena tipe ini adalah tipe terbaru yang lebih baik dari sebelumnya.


Spesifikasinya telah diperbarui, sehingga mampu menampung banyak orang dan banyak suplai dalam pertarungan, serta mampu bertempur dengan berbagai senjata berat yang mampu menembakkan peluru berjumlah banyak dalam sekali tekan tembak.


Bagian rangka pesawat telah diperkuat, bagian body pesawat juga telah dipertebal dengan logam kuat, dan disebut mampu bertahan dari serangan Monster rank S. (Gila anjay...)


Mesin pesawat telah diganti dengan mesin yang lebih baik lagi dari sebelumnya, mampu mengarungi langit dunia dalam waktu yang lama, hemat energi, mampu bergerak dengan kecepatan tinggi, dan satu lagi, tanpa mengeluarkan suara berisik saat sedang bergerak.


Kata-kata di chapter sebelumnya ane tarik, ane tetep up, tapi harinya ga teratur, bisa sehari, dua hari, ato bahkan seminggu satu aja... Yaa maklum, kerjaan novel kedua masih gan, tapi dikit lagi kok, ditunggu aja...


Jadi, nih novel bakal jadi sampingan sampe yang kedua kelar, kalo udh, ane lanjutin nih...

__ADS_1


__ADS_2