Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
31. Latihan keras


__ADS_3

Sarapanku hanya pisang dan air putih, setelah itu aku dibawa keluar rumah dan saat aku melihat langit, rasanya aku ingin menendang kakekku.


"Kenapa masih gelap?!" Aku berteriak keras sambil menjambak rambutku.


"Oh, sekarang baru jam setengah enam pagi, tadi kau bangun jam lima pagi dan kau sarapannya lama sekali!" Kakekku mengorek telinganya, "Malas sekali generasi muda..."


"Aku bukan malas, tapi mengantuk!" Aku menghentakkan kakiku kemudian berseru lagi, "Aku tidur!"


Aku berbalik dan berniat berlari kembali ke rumah, tetapi langkahku terhenti karena telingaku ditarik.


"Heh, mau kemana?" Kakekku menarik telingaku, "Mau kabur, maka kau mati di tangan Monster."


Aku menelan ludahku dan berbalik, "Ya, kakek..."


Kakekku menarikku dan berkata, "Aku akan melatihmu..."


Aku duduk dan bertanya, "Sepagi ini memangnya mau melakukan apa?"


"Tentu saja melatihmu..." Kakekku berjalan ke tengah-tengah halaman, "Kemari kau..."


Aku mengikuti dan berdiri di tengah-tengah halaman, lalu bertanya, "Lalu?"


"Kau tahu push up?" tanya kakekku. Aku sih mengangguk, karena aku tahu olahraga yang satu itu.


Push up itu adalah... Ah, tidak usah dijelaskan, pasti semua pada tahu... Intinya, push up ini kata kakekku berguna untuk melatih otot-otot lenganku agar lebih kuat lagi dari sebelumnya.


Kalau sekolah normal, aku biasanya disuruh push up sebanyak sepuluh kali. Versi kakekku...


"Push up lima puluh kali!"


"Sit up lima puluh kali!"


"Plank satu menit!"


"Lari keliling halaman lima kali!"

__ADS_1


"Squat lima puluh kali!"


"Tarik ulur ember berisi batu di sumur lima puluh kali!"


Asemm, ini latihan atau membunuh?! Kakekku ini serasa seperti pembunuh halus saja jika seperti ini!


"Lakukan sampai pukul sepuluh pagi!" Kakekku berkata dengan tegas, "Kakek akan menunggu di teras rumah."


Asem! Kakekku duduk!


Untuk permulaan, aku memilih berlari saja agar tubuhku berkeringat sedikit dan agar tubuhku tidak kaget saat nanti push up langsung 50 kali dan seterusnya. Sederhananya, aku pemanasan...


Aku berlari keliling halaman sampai matahari mulai muncul dari timur, rasanya... Ah, rasanya lama sekali...


"Berhenti, sudah pas lima kali!" Kakekku menghentikanku dan berdiri, "Kita meregangkan otot-otot dulu..."


Kakekku mengangkat kedua tangannya dan berkata, "Ikuti kakek..."


Aku mengikuti kakekku dan saat mengikutinya, rasanya segar sekali!


Berbagai gerakan diperagakan oleh kakekku dan aku mulai merasa, kakekku ini benar-benar hebat saat melatih seseorang...


***


Matahari mulai bergerak ke atas kepala, saat aku akhirnya menyelesaikan sit up hitungan seratus kali.


Hah, rasanya enak sekali saat berolahraga keras begini. Aku bahkan yakin kalau aku sudah sehat sekarang!


"Oke, kau berhasil melampaui pikiran kakek, padahal kakek kira kau akan menyerah saat mendengar hitungannya." Kakekku menghela napasnya, "Benar-benar di luar dugaan..."


Meskipun aku menghembuskan napas lega, sebenarnya napasku tidak teratur loh...


Bayangkan, tubuh yang biasanya berolahraga ringan semacam push up sepuluh kali, sit up sepuluh kali, berlari keliling lapangan tiga kali, dan terkadang bermain bola dengan teman-teman, sekarang berolahraga dengan amat berat!


"Hah... Berat..." Aku mengatur napasku, "Biar begitu, rasanya senang kalau aku sudah melampaui pikiran kakek..."

__ADS_1


"Yah, latihan yang sama akan kau lakukan selama dua bulan pertama, selanjutnya kita akan berlatih dengan lebih keras lagi, hingga mencapai hitungan seratus." Ujar kakekku sambil meminum airnya, "Dan selain itu, kita akan berlatih ilmu pedang..."


Saat mendengar pedang, aku merasa senang, entah kenapa aku tidak tahu alasannya.


"Kau terlihat senang saat kakek mengatakan akan mengajarimu pedang, pasti kau memiliki ketertarikan besar pada pedang." Ujar kakekku sambil berdiri dan masuk ke rumah, "Diam disana."


Yah, tanpa disuruh pun aku takkan berdiri, kakiku rasanya hampir putus dan tak mampu berdiri. Mungkin efek berlatih terlalu keras.


Tak lama, kakekku keluar dengan pedang andalannya, apa namanya? Aku lupa deh, hehehe...


"Pedang ini termasuk dalam salah satu Senjata Api, senjata yang dipakai para Hunter untuk melawan Monster." kakekku duduk di sebelahku, sambil mengangkat pedangnya yang masih tersarung rapi, "Namanya adalah Pedang Api Hitam."


"Pedang Api Hitam?" Aku merasa aneh dengan nama pedang lengkung itu.


Pedang Api Hitam? Kakek pasti bercanda, mana ada api warnanya hitam... Kalau dalam cerita bohongan, mungkin iya...


"Ya, Pedang Api Hitam adalah senjata andalan kakek sekaligus salah satu dari jajaran Senjata Api terkuat di seluruh dunia." Ujar kakekku kemudian menarik pedangnya, "Tipe Pedang Api Hitam adalah Katana, pedang khas dari negara Jepang..."


Aku mengangguk, Christo pernah menyinggung tentang negara Jepang, karena Jepang adalah negara asal dari beberapa Hunter kuat. Bahkan, Hunter termuda yang menjadi Hunter rank S yang aku lupa siapa namanya itu, berasal dari Jepang.


Mendengar kata-kata Christo, aku yakin kalau Jepang itu amat hebat dalam melatih para calon Hunternya, sampai ada orang yang menjadi Hunter rank S di usia yang amat muda.


"Tapi, kenapa kakek memakai pedang lengkung ini? Bukankah pedang ini berasal dari luar negeri?" Aku bertanya.


Aneh saja rasanya, jika benda dari luar negeri dipegang oleh orang Indonesia selama bertahun-tahun. Apakah pemilik benda itu tidak bingung mencarinya?


"Aih, rasanya rumit, kau tidak akan memahaminya di usia sekecil ini, jadi kakek akan melanjutkan penjelasan tentang Senjata Api..." Kakekku mengibaskan tangannya.


Menurut kakekku, Senjata Api dibagi menjadi dua jenis berdasarkan kualitasnya, yaitu versi sederhana dan versi terbaik.


Versi sederhana memiliki struktur yang biasa-biasa saja, bahannya dari logam Flaming yang harganya murah, dan karena bahannya murah, harganya juga murah. Karena bahannya murah, bisa dikatakan kalau Senjata Api versi sederhana mudah hancur.


Versi terbaiknya memiliki struktur yang lebih kompleks alias rumit dengan bahan yang menyusunnya adalah logam Flaming yang ditambang langsung dari Rusia dan disebarkan ke seluruh dunia, harga bahannya juga amat mahal, karena bahannya mahal itulah, Senjata Api versi terbaik memiliki harga yang amat mahal, hingga mencapai ratusan juta rupiah hanya untuk satu senjatanya saja.


"Yah, menurut perkiraan lembaga pelelangan Indonesia, harga Pedang Api Hitam diperkirakan mencapai dua milyar rupiah, melebihi Tombak Penembus Semesta yang sebelumnya mencapai harga satu koma sembilan milyar rupiah." Kakekku tersenyum horor, "Kalau aku menjual pedang ini, mungkin aku akan menjadi orang kaya mendadak!"

__ADS_1


"Tapi yah, Senjata Api termahal masih dipegang oleh Sky Devourer milik Hunter rank SSS pertama, harganya mencapai tiga ratus lima puluh ribu Dollar Amerika Serikat atau setara dengan lima milyar rupiah! Kakek bisa hidup kaya sampai bisa membiayai semua keturunan kakek untuk belajar!" Kakekku tersenyum lebar, "Hah, kenapa senjata kuat selalu ada di luar sana?"


Aku sedikit merinding mendengarnya, bagaimana kalau Cakar Ayam Api dijual oleh kakekku karena kekurangan uang? Kan aku jadinya tak punya benda kenangan ayahku dong?


__ADS_2