
Kukatakan, aku sempat melirik sekilas C-140 Hercules sedikit, dan menurutku... Penampilan pesawat lapis baja yang lebih kecil dari Lake Down memiliki penampilan yang lebih baik dari C-140 Hercules yang masih menonjolkan warna logamnya!
Kabinnya yang didominasi oleh warna biru, dengan kursi-kursi yang diselimuti kain lembut berwarna merah, beberapa meja kecil, benar-benar berbeda dengan C-140 Hercules yang tak berisi apapun di kabinnya, kecuali karpet lebar berwarna merah!
"Kualitasnya lebih baik dari pesawat lapis baja andalan RedWhite..." Senja melirik sekitarnya, "Kuakui itu..."
Bahkan Hunter dari RedWhite mengakuinya, sudah pasti Indonesia terasa tertinggal oleh penampilan pesawat lapis baja, tapi yah, utamakan kekuatan, bukan penampilan, gyahahaha...
Bagian bagasi lebar di belakang pesawat tak ada bedanya dengan bagasi pesawat pada umumnya, dan aku tak tahu apakah di bagian dekat ruang pilot sama seperti ini atau tidak.
"Kalian masih melihat kabin bagian belakang, kalian belum melihat kabin tengah dan kabin belakang yang lebih baik lagi dari yang ini..." Carroline tersenyum lebar, "Akan kutunjukkan pada kalian..."
***
Kabin bagian tengah terlihat lebih bagus lagi dibandingkan kabin bagian belakang. Kabin yang luas itu dibagi menjadi beberapa ruangan, dan Carroline menjelaskan kalau ruangan-ruangan itu adalah kamar bagi para Hunter yang memiliki posisi penting di organisasi ataupun bagi orang-orang penting lainnya.
Selain kamar, ada satu ruangan yang berbeda dari ruangan lainnya, dimana di pintunya tertempel sebuah papan bertuliskan Meeting Room. Apa artinya, ya?
"Petinggi organisasi biasanya melakukan rapat penting di ruangan ini, tak sembarang orang yang bisa masuk kemari, bahkan presiden pun perlu ijin untuk masuk kemari." Carroline menjelaskan.
"Ya, aku masih ingat Kaisar Jepang meminta ijin pada ketua Yuuki hanya untuk bisa masuk melihat isi di dalamnya." Lee Shin berkata, "Kalau kukatakan-..."
"Kekuasaan organisasi Hunter setara dengan negara, begitu?" Rei bertanya, dan Lee Shin mengangguk.
"Sederhananya begitu..."
Dengan status yang dimiliki Carroline, kami diijinkan masuk sebentar, dan ketika kulihat dalamnya, ruangan gelap dengan lampu-lampu yang redup berisi satu meja panjang yang besar dan banyak sekali kursi yang mengelilingi meja besar itu. Ada satu orang yang duduk di salah satu kursi itu, sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja dan samar-samar, aku melihat kilatan merah di mata orang itu, dan angka berjumlah 193 di atas kepalanya
"Yo, Langit Satria..." orang itu mengangkat tangannya, "Bagaimana kabarmu?"
Meskipun ia duduk, aku bisa melihat kalau tubuhnya berukuran besar, terlihat dari pundaknya yang besar, dan kedua tangannya yang besar memangku dagunya.
"Bisa dibilang baik-baik saja..." aku berjalan maju, "Bagaimana kabar anda, pak Tom?"
Orang itu, yang bertubuh besar itu, adalah salah satu dari tiga Wadah yang ada di bumi, memiliki kekuatan Gorila Lord, dan dijuluki Burning Arms di bumi ini, namanya adalah Tom Cage.
__ADS_1
"Baik-baik saja, aku benar-benar meminta maaf karena harus melibatkan semua murid kelas 1 hanya untuk membuatmu memiliki pengalaman bertarung di Kanada, di wilayah berbahaya yang sebenarnya..." Pak Tom berdiri dan melipat tangannya, "Tapi, membawamu ke Kanada adalah satu-satunya cara yang kutahu untuk bisa mengembangkan sistem yang kau miliki..."
"Ah, aku sudah berbicara sesuatu yang salah, ya?" pak Tom menggaruk kepalanya, dan aku sadar kalau ada tiga orang yang baru mengetahui tentang keberadaan sistem di tubuhku.
"Sistem?" Carl menepuk pundakku, "Apa maksudnya?"
"Oke, karena pintu sudah tertutup, ada baiknya aku menceritakan sesuatu, dan kalian harus merahasiakannya, karena hanya dengan mengetahui kebenaran ini, hidup kalian tidak lagi dalam kedamaian..." pak Tom menjawab, "Sekali lagi, mohon rahasiakan hal yang berhubungan dengan temanmu..."
Alasan pak Tom memberitahu Lee Shin, Carl, dan Don tentang sistem yang kumiliki, agar mereka tidak terlalu penasaran dan membuat seisi akademi heboh karena mengetahui aku memiliki sistem, sesuatu yang tidak seharusnya manusia miliki.
Pak Tom menceritakan semuanya, dan ketiganya memasang wajah tegang saat mendengarnya.
Setelah pak Tom selesai menceritakannya, Lee Shin melirikku dengan canggung dan berkata, "Untung aku tidak mencari masalah lebih jauh dengan Monster ini."
"Akhirnya aku paham kenapa Carroline bisa tunduk di hadapan Langit, dia ternyata adalah Monster yang tidak bisa kita habisi bahkan dengan bekerjasama sekalipun..." Carl menunjukku dengan jari bergetar.
Hei, hei, hei, kenapa kau berkata menghabisi dengan enteng begitu?! Aku ini manusia, bukan Monster!
"Yah, intinya, kalian harus merahasiakan hal sebesar ini, sampai Langit benar-benar memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan ancaman yang mengintainya sejak lama..." pak Tom berjalan dari tempat duduknya, "Dan satu hal lagi..."
"Aku sudah bersama teman-temanku sejak lama, jika aku diharuskan bertarung sendirian tanpa teman-temanku, maka aku akan menjalaninya." jawabku, hanya itu yang bisa kukatakan saat ini.
"Kalau situasinya tidak mengijinkanmu bertarung sendirian?" tanya pak Tom, "Apa kau akan bersikeras tetap sendirian?"
"Apapun itu, aku akan menghadapinya nanti, yang harus kuhadapi saat ini adalah hal yang sekarang sedang kujalani, anda tidak perlu memikirkan itu lebih jauh lagi." jawabku, dan aku mengepalkan tanganku lalu mengarahkannya ke tubuh pak Tom, "Satu lagi, tunggu aku di puncak, aku akan sampai tak lama lagi..."
Pak Tom tersenyum mendengar perkataanku, "Oke, kutunggu kau di puncak..."
***
Pesawat sudah terbang beberapa menit lalu, dan selama itu, aku masih terpikirkan pertanyaan pak Tom tadi.
Bagaimana aku akan menghadapinya? Sendiri atau bersama teman-temanku?
Apakah pilihan itu termasuk dalam perjalanan menjadi Hunter terkuat? Apakah pak Tom memiliki sejarah kelam dengan teman-temannya?
__ADS_1
Yah, aku sendiri meyakininya, Hunter memang bertarung seorang diri, hidup matinya ditentukan oleh kemampuannya sendiri, tidak oleh teman-temannya.
"Suatu hari, kau akan memahaminya, saat kau menghadapi musuh yang sesungguhnya..." Zon tiba-tiba saja berkata, "Saat itu tiba, kau akan memikirkan pertanyaan itu lebih jauh lagi."
"Semuanya, pesawat sudah sedikit lagi sampai di tujuan, diharapkan kalian semuanya mempersiapkan barang-barang kalian, bawa barang-barang yang diperlukan saja, selebihnya tinggalkan di pesawat!"
Pengumuman dari pilot terdengar dan itu menunjukkan kalau pesawat sudah semakin dekat dengan Kanada.
"Aku ingin tahu apakah Monster yang selanjutnya kita hadapi sama seperti Monster lemah di pulau Jawa, atau lebih kuat dari itu?" Andhika berdiri dan ia meraih Keris Raja Singa yang ia sandarkan di dinding pesawat, "Siap beraksi, Langit?"
Aku tersenyum, "Oh, selalu siap..."
***
"Jadi, sang Wadah akan pergi ke Kanada?" orang berpakaian hitam bertanya pada orang berpakaian merah.
"Benar tuan, saya tidak tahu kenapa Tom mengirim Wadah dan teman-temannya kesana, padahal disana masih tidak aman dengan keberadaan Ant Lord disana..." orang berpakaian merah menghela napasnya.
"Itu dia kesalahannya, dengan kehancuran Gate Islandia, membuat Tom yakin kalau semuanya sudah beres..." orang berpakaian hitam menggelengkan kepalanya, "Apa dia tidak tahu kita sudah mempersiapkan banyak hal disana?"
"Tapi kalian salah besar..." orang dengan dua pedang di punggungnya berkata, "Kalian melupakan keberadaan Assassin paling kuat dan cepat di dunia itu, mereka sudah tahu keberadaan Lord itu."
"Kau..." orang berpakaian hitam menatap orang dua pedang itu dengan tatapan terkejut, "Tang Liao sang Sword Emperor!"
"Kalian berkata begitu seolah kalian khawatir pada Wadah..." satu orang berpakaian hijau melipat tangannya, "Apa aku benar?"
"Manusia adalah mainan yang paling menyenangkan..." orang berpakaian merah menjilat bibirnya, "Bermain-main dengan nyawa manusia adalah hal paling menyenangkan yang bisa kuingat seumur hidupku."
"Tapi apa kau bisa mengalahkan Wadah?" tanya si orang dua pedang, "Dragon Lord?"
Dragon Lord menunduk, "Mudah, dengan separuh tangan aku bisa membunuhnya, bahkan mencincangnya adalah hal mudah..."
"Tapi kau tidak akan bisa melakukannya..." satu orang lagi datang, yang diselimuti api, "Sebelum melakukan, maka tarik nyawaku dari tubuhku ini..."
"Oh, benarkah?" Dragon Lord menyeringai, tekanan di jurang itu semakin besar, "Dua Emperor baru hadir, jadi ini saatnya yang tepat untuk menguji kekuatan..."
__ADS_1
"Oke..."