Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
194. Kekacauan di markas StarSam III


__ADS_3

Kabar New Washington dan markas StarSam yang diserang pasukan Monster menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, serta sampai di telinga para ketua organisasi Hunter terkuat dengan cepat pula.


Setidaknya, pasukan militer beberapa negara bergerak menuju New Washington dengan tujuan membantu markas besar StarSam menghadapi para musuh yang menyerang.


Di sisi lain, negara-negara lain juga menghadapi masalah yang sama pentingnya, hingga kekuatan Hunter di seluruh dunia terbagi menjadi banyak sekali bagian untuk melindungi negara-negara yang tersisa di dunia.


Bantuan RedWhite untuk New Washington, paman Frans mengirimku bersama beberapa Hunter lainnya untuk membantu StarSam, dan persiapannya sudah dimulai tadi siang setelah aku kembali dari Bandung.


Masalah ini amat serius, aku menonton berita langsungnya lewat ponselku, dan aku terkejut saat melihat musuh yang menyerang StarSam, serta tertegun melihat kondisi markas besar StarSam yang selalu terlihat megah itu.


Tom bersama Leonard yang dikeroyok oleh tiga Emperor langsung, sementara ayah dan Jenny tak terlihat di kamera, membuatku yakin kalau mereka sedang mengevakuasi penduduk menjauh dari markas.


Kendaraan militer mengisi halaman dan sekitar markas, menembakkan peluru-peluru besar yang menghabisi banyak sekali Monster, menimbulkan tumpukan mayat Monster di halaman markas besar StarSam.


Tanah di markas berubah menjadi es, membuatku yakin kalau salah satu musuh yang dilawan Tom adalah Ice Emperor.


"Kekuatan para Emperor yang dilawan Tom kali ini sudah berbeda jauh dengan dua tahun lalu, Ice Emperor bahkan bisa mengubah wilayah pertempuran menjadi diselimuti es..." ujar Frans, dan aku mengangguk.


Para Emperor semakin kuat, begitu juga dengan para Wadah yang semakin kuat dari tahun ke tahun.


Pertempuran juga semakin mendekati puncaknya, aku yakin kalau pertempuran ini adalah akhirnya, dimana akhir pertempuran ini akan menentukan nasib dua dunia.


***


Tom mengayunkan perisainya untuk menghalau pukulan Tyrant Emperor yang semakin cepat dan sulit untuk ditahan, tetapi Tom masih bisa melakukannya.


Ia merasakan kalau pasukannya mulai kesulitan menghadapi kekuatan pasukan gabungan empat Emperor, mungkin juga korban jiwa mulai berjatuhan di pihaknya.

__ADS_1


Tom mengayunkan perisainya sementara Tyrant Emperor melepaskan pukulan demi pukulan yang semakin cepat, dan di sisi lain, Ice Emperor terus menembakkan duri-duri es yang mengarah padanya, menyulitkannya untuk bertarung melawan Tyrant Emperor.


"Cih!" Tom berdecak, melawan dua Emperor langsung amat sulit baginya meskipun dengan statusnya yang sudah mencapai level 199, tetap akan sulit melawan dua Emperor yang masing-masingnya memiliki level 300.


Ia melompat mundur dan tak lama, Leonard muncul dan memberikan dua sarung tangan besi padanya sambil berkata, "Berikan padaku perisaiku, aku akan menahan mereka untukmu."


Tom mengangguk, ia meletakkan perisai di bawah kemudian menerima kedua sarung tangan besinya, sementara Leonard mengambil perisainya lagi kemudian berlari menjauh, menghalau duri-duri es yang meluncur ke arah Hunter rank SSS itu.


Leonard mengayunkan perisainya kemudian berlari maju lagi, menuju arah Ice Emperor yang berdiri membawa tombaknya tak jauh darinya.


Ice Emperor mengangkat tombaknya, dan puluhan Monster es tercipta di sekelilingnya yang langsung bergerak cepat ke arah Leonard.


Suara tembakan terdengar, dan empat dari puluhan Monster es itu jatuh ke tanah, membuat lawan Leonard berkurang sedikit.


Ice Emperor melirik ke satu arah, melirik Jenny yang berdiri di atas sebuah mobil dengan senapan laras panjangnya, dan Jenny melepaskan tembakan lagi.


Ice Emperor melesat menuju Jenny, tombaknya sudah dialiri Energi Gaib yang membuat tombak itu lebih kuat dari tombaknya yang biasanya, kemudian mengayunkannya saat sudah ada di depan Jenny.


Ice Emperor tak membiarkan Jenny menjauh, ia mengejarnya dan menusukkan tombaknya ke depan, ke arah Jenny yang melompat menjauhi Ice Emperor.


Tombak es berwarna putih milik sang raja es itu menembus perut Sniper andalan StarSam itu, Ice Emperor melempar Jenny menjauh dengan tombaknya kemudian mengejarnya.


Ia menebak kalau manusia tidak akan tewas hanya dengan tusukan kecil itu, jadi ia mengejarnya, tanpa tahu kalau orang yang tadi ia tusuk telah menghembuskan napas terakhirnya setelah jatuh ke atas tanah.


***


Ice Emperor menusukkan tombaknya ke perut Jenny, dan seketika waktu terasa melambat, kemudian Ice Emperor melempar Jenny menjauh dengan tombaknya.

__ADS_1


Joko benar-benar tak bisa mengikuti gerakan Ice Emperor, ditambah ia disibukkan dengan para Monster yang menyerangnya dengan ganas menyulitkannya melindungi Jenny, padahal Jenny adalah Hunter yang paling rentan terkena serangan saat ini.


Alasan yang paling utama mungkin karena ia adalah Hunter bertipe Sniper yang selalu membawa senapan laras panjang yang berat membuat pergerakannya melambat, tetapi alasan lain adalah karena usianya yang terlalu tua, bahkan melebihi usia kakek Oga yang selalu dipandang sebagai Hunter tertua yang masih hidup saat ini.


Usia Jenny Anderless adalah 83 tahun! Ia bahkan pernah memberikan kesaksian tentang ganasnya Naga Kehancuran di masa lalu, ia juga pernah melihat Tang Liao langsung di akhir masa pengabdiannya sebelum ia menghilang di Everest!


Bisa dibilang, Jenny adalah seorang senior yang telah memegang peringkat Hunter rank SS selama lebih dari lima puluh tahun, menjadikannya seseorang yang telah merasakan asam garam dunia Hunter lebih banyak dari siapapun yang ada di dunia.


Jenny jatuh ke atas tanah, dan senapannya yang telah terbelah menjadi dua tergeletak di atas tanah.


Leonard berlari cepat menuju tubuh Jenny yang telah kaku itu untuk melindunginya, tetapi Dragon Emperor muncul dan menyemburkan api lagi, menghambat pergerakannya dan memaksanya untuk melawan Dragon Emperor lagi.


Tom tak sempat bergerak menjauh, ia masih disibukkan oleh Black Emperor yang terus melancarkan pukulan berkekuatan penuh yang cukup sulit untuk dihadapi langsung.


Dragon Emperor terus menyemburkan api bertekanan tinggi, membuat Leonard harus sering-sering mengangkat perisainya untuk menahan semburan itu, dan perlahan perisainya mulai meleleh, dan Leonard melemparkan perisainya kemudian berlari menjauh.


Ia benar-benar disulitkan oleh satu Monster saja, dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia memegang peringkat Hunter rank SS, ia kembali merasakan apa yang disebut dengan terlalu lemah dan tak berdaya di hadapan musuh.


Dragon Emperor terlihat puas melihat Leonard yang berlari menghindari semua serangannya seperti seekor semut yang mencoba kabur dari injakan kaki manusia, sebelum ia merasakan tulang punggungnya patah oleh pukulan seseorang.


Tom melancarkan pukulan dan mematahkan tulang Dragon Emperor, ia melepaskan semburan api dari telapak tangannya dan melelehkan kulit tebal sang raja para naga itu.


Dragon Emperor menjerit, memberikan celah bagi Leonard untuk menyerang Dragon Emperor, dan Leonard berlari cepat menuju Dragon Emperor.


Leonard menghunuskan pedangnya dan melancarkan tusukan, tetapi sebelum tusukannya mendarat di perut Dragon Emperor, sebuah tebasan mendarat di punggungnya dan menorehkan luka yang lebar di punggung Defender terkuat itu.


"Leonard!"

__ADS_1


Situasi markas besar StarSam semakin kacau dengan kedatangan Flame Emperor, dan malam itu menjadi malam paling mengerikan dalam sejarah dunia Hunter...


Updatenya berdasarkan mood sekarang pak...


__ADS_2