Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
300. Kembalinya sang Death Demon


__ADS_3

"After all that we've been through


I will make it up to you


I promise to


And after all that's been said and done


You're just a part of me I can't let go..."


TING TING TING!


"Kakek, ada yang menelepon!"


"Padahal sudah masuk reff, malah ada yang menelepon..."


Seorang laki-laki berambut pirang dan ada sedikit putih-putih si rambutnya, ia terlihat tua, namun tubuhnya amat besar dan berotot.


Siapapun yang melihat laki-laki itu akan mengira kalau ia hanya mengecat rambutnya dan ia masih muda, namun itu salah besar...


"Terima kasih sudah membawakannya untuk kakek..." laki-laki itu menerima ponselnya dari anak laki-laki yang tadi berteriak, dan anak itu meraih gunting yang diberikan laki-laki itu kemudian berlari ke rumah.


Laki-laki itu menghela napasnya, kemudian mengangkat telepon yang masuk, "Halo, William Vunion disini. Ada perlu apa?"


"Kakek William, aku adalah Charles Wirstine, letnan jenderal yang menggantikan posisi Yao Junzhi yang tewas misterius."


"Lalu? Haruskah aku mengucapkan turut berduka dan mengirimkan satu paket bunga ke makamnya?"


"Bukan begitu pak jenderal..."


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku hanya menyampaikan saja, posisi jenderal besar sedang kosong. Apalagi Langit si ancaman dunia sudah kembali, terlebih ia menghancurkan sekiranya dua kapal perang dan menghabisi 2 jenderal besar..."


"Oh..." laki-laki itu menghela napasnya. Ia duduk di dekat satu pohon kecil kemudian berbicara, "Lalu?"


"Ia juga menghancurkan semua pesawat tempur yang ada, jadi kekuatan darat dan laut adalah yang kita andalkan saat ini."


"Lalu, apa tujuan kalian menyerang Indonesia? Apakah untuk mencari ketenaran?"


"Bagaimana anda bisa tahu kalau kami baru saja menyerang Indonesia?"


"Terlihat dari cara bicaramu dan apa yang kau katakan. Langit tidak akan bergerak kecuali ia diancam atau diserang. Ia tak pernah menyerang duluan karena ia selalu yakin bisa mempertahankan negeri tercintanya."


Laki-laki itu mengeluarkan sebatang kayu dari kantongnya kemudian menggigitnya, "Dan satu lagi, Langit tak pernah sendirian dalam melakukan tugasnya menjaga tanah airnya. Ingat saja itu..."


Ia mematikan teleponnya kemudian menyimpannya. Kayu yang tadi ia gigit ditariknya kemudian ia menatap langit yang cerah...


Laki-laki itu adalah William Vunion, mantan Hunter rank SS yang memegang jabatan ketua organisasi IronBlast. Organisasi itu sudah dibubarkan setelah dikonfirmasi tersisa William dan sekiranya lima puluh Hunter yang masih hidup dari perang besar dua tahun lalu.


Pertama ia merilis History of Hunters yang menceritakan tentang sejarah panjang invasi Monster. History of Hunters dibagi menjadi 3 jilid dan menjadi best seller di seluruh dunia serta menjadi buku acuan dalam menyusun buku-buku sejarah.


Diyakini bahwa William Vunion mengetahui banyak hal selama invasi Monster karena peringkat yang ia miliki memungkinkannya untuk meriset banyak hal, dan isi buku itu dipercaya benar seratus persen serta tidak diragukan lagi kebenarannya.


Setelah karyanya laris manis dan ia mendapat hasil penjualannya, ia pergi ke pedesaan dan hidup bahagia bersama keluarga besarnya...


Namun, ia masih disibukkan oleh segala talkshow mengenai sejarah, dan ia dianggap legenda hidup dari masa invasi Monster.


Kenapa ia dipanggil legenda hidup? Karena usianya sudah lumayan senja dan matanya sudah banyak melihat kejadian dahsyat selama masa invasi Monster, sebab itulah ia amat dihormati oleh orang banyak, terlebih ia dikatakan pernah melihat kekuatan Naga Kehancuran yang kabarnya bisa meratakan negara hanya dengan hembusan napasnya saja...


"Langit, apa lagi yang ingin kau sampaikan pada kami semua?" gumamnya.


Ia berdiri kemudian menatap anak kecil yang sedang berlarian sambil mengangkat kayu kecil di tangannya.

__ADS_1


"Jika kau bermaksud memperbaiki tatanan dunia, maka baiklah. Aku akan melakukannya lagi..." William memejamkan matanya kemudian berjalan ke rumahnya, sebelum ia didekati oleh anak kecil itu dan ditarik ke rumah.


***


"Tidakkah kau pikir kalau keputusanmu menarik kapakmu lagi adalah sebuah kesalahan?" seorang perempuan menepuk pundak William, "Ingat, kau sudah tua dan mungkin saja kau akan mati jika kau turun ke medan perang lagi."


"Lalu? Kewajibanku sebagai Hunter adalah melindungi manusia. Setelah invasi Monster berlalu, apa yang terjadi? Pernahkah kau menonton berita?" William mengangkat sebuah koper dari bawah tempat tidurnya kemudian membukanya.


"Kekacauan dimana-mana, banyak orang-orang tinggi yang menyalahgunakan kekuasaannya." William menarik sesuatu, sebuah jas, "Bahkan, sang pahlawan kita saja dianggap ancaman dunia oleh petinggi militer padahal ia telah memimpin manusia menghadapi para Monster."


Ia memakainya kemudian menepuk pundak perempuan itu, "Sang pahlawan punya alasan dibalik pembunuhan yang ia lakukan, dan cara agar aku bisa berbicara dengannya adalah dengan menjadi petinggi militer lagi."


William keluar dari kamarnya dan berjalan ke gudang yang ada di dekat garasinya.


Sesuatu yang besar, terlihat mengilap, berada di dalam kotak kaca di dekat mobil.


Ia membukanya kemudian menariknya keluar dari kotak itu sambil berkata pelan, "Tunggu aku, Langit..."


***


Markas militer angkatan darat Inggris dikejutkan dengan kedatangan sosok legendaris, sosok yang amat disegani di seluruh dunia dan berjulukan Death Demon...


Pagi yang terasa sejuk itu, hawa seketika terasa panas oleh kedatangan sosok bertubuh besar, membawa kotak besar di tangan kirinya, dan ia memakai setelan militer.


Seolah markas adalah rumahnya sendiri, ia masuk dan berjalan dengan santai tanpa adanya rasa tegang sedikitpun.


Kalimat terakhir yang didengar beberapa perwira tinggi sebelum orang itu duduk di ruangannya, yaitu...


"Aku kembali untuk mengambil apa yang kutinggalkan sebelumnya dan aku akan memperbaiki dunia ini sebagaimana saat aku masih di militer dulu..."


Sekian kisah kembalinya William, next chapter masuk time skip lagi...

__ADS_1


__ADS_2