
"Sudah waktunya..." Zon melirikku, dan senyumannya terlihat bahagia, "Aku senang bisa melihat perkembanganmu yang lebih mengerikan dariku yang berusia sama denganmu dulu."
Aku memaksa agar tetap tersenyum, aku benar-benar tidak bisa merelakan Zon untuk menghilang demiku...
"Oh ayolah, raja tak boleh bersedih, itu hanya akan menunjukkan kelemahanmu di hadapan musuh..." Zon menepuk pundakku, "Tenang saja, aku akan terus hidup dalam kenanganmu..."
"Apakah kau ingat ketika kau bertarung melawan anjing-anjing di Surabaya? Kau melakukan berbagai gerakan aneh yang kutunjukkan, dan hasilnya, kau bisa bertahan di kota itu."
"Ketika kau melawan belalang sembah aneh itu, itu adalah saat pertamamu mengetahui akan keberadaan diriku di dalam dirimu."
"Ya, setelah itu kau memberikan banyak sekali hal yang bisa membuatku tetap bertahan di dunia..." aku tersenyum lebar, aku bisa mengingat semuanya.
Kurasa, Zon benar, meskipun ia akan menghilang, aku akan selalu mengingat segala pelajaran yang ia berikan, dan bagiku, semua yang kuhabiskan dengan berdebat, belajar, dan bercerita santai dengannya, adalah waktu yang berharga bagiku.
Zon terus berbicara, mengatakan banyak hal, semua yang kulalui bersamanya, dan saat mendengarnya, aku tersenyum lebar, senyuman yang tak kupaksakan, tapi senyum yang kutampilkan dengan tulus.
"Pemulihannya sudah selesai, yang terakhir hanyalah memeriksa tubuhmu, yah, meskipun aku tak perlu melakukannya..."
"Tulang yang amat kuat, lebih kuat dari sebatang logam, otot yang lentur dan kuat layaknya karet, organ yang bisa mengikuti tiap pergerakan otot serta tulang, sendi yang terbiasa bergerak cepat, dan otak yang mampu berpikir cepat, itu semua cukup untuk menampung kekuatanku." Zon melipat tangannya, "Oke, aku ingin memberitahu satu hal lagi, terakhir kalinya aku bisa berbicara denganmu dengan leluasa..."
"Raja tak boleh tunduk pada makhluk yang lebih lemah, kekuatanmu harus dipakai untuk melindungi yang lebih lemah darimu, hancurkan para Monster, dan jangan pernah lupakan wasiat terakhir kakekmu..."
"Jangan sampai tebasan Pedang Api Hitam diwariskan ke generasi berikutnya, tebasan Pedang Api Hitam harus berhenti di tanganmu, ia tak boleh lagi bertarung, ia harus beristirahat setelah kau memenggal kepala para Emperor."
Zon berbalik, "Yah, intinya ada banyak yang ingin kusampaikan, tapi kurasa lebih lama lagi hanya akan membuatmu kembali sulit melepas kepergianku."
"Jauh di mata, dekat di hati, ingat saja itu..." Zon melirik ke belakang dan seringainya amat lebar, sebelum ia berubah menjadi api yang berkobar amat besar.
"Kau lihat Langit?! Inilah kekuatanku, amat besar!" setelah itu, aku bisa merasakan tubuhku lagi.
***
[Proses pemulihan selesai!]
[Quest selesai! Kau berhasil melarikan diri dari Ice Emperor!]
[Hadiah yang diterima: EXP menuju level 65]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Roh Scarlet Cloak Warrior Zon menyatu dengan tubuhmu! Kau menerima kekuatan yang dimilikinya!]
[Ingatan Duvian mengalir dalam tubuhmu!]
[Tekad Satoshi Shizawa mengalir dalam tubuhmu!]
__ADS_1
[Hadiah yang diterima: EXP menuju level 70, All Stat+500, dan beberapa peningkatan skill]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Kau sudah mencapai level 70!]
[Hadiah: All Stat+20!]
[Skill aktif Seruan amarah dihapus!]
[Skill aktif Pukulan Kehancuran mencapai level max! Berevolusi menjadi Pukulan Gemuruh!]
[Skill aktif Darah Burung Api mencapai level 5!]
[Skill aktif Semburan Api mencapai level max!]
[Skill aktif Tarian Kaisar Api mencapai level max!]
Tumpukan jendela informasi muncul di hadapanku, dan kulihat semuanya seperti upgrade yang amat gila, dalam sehari aku naik level lebih dari dua puluh level! Berburu seperti apa lagi yang bisa menaikkan level sebanyak itu?!
Tapi yah, rata-rata karena hadiah dari Quest dan penyatuan roh Zon dengan roh asli tubuhku, tapi bagaimanapun juga, aku sudah lebih kuat dari sebelum pergi ke Kanada.
[Nama: Langit Satria
Level: 70
Usia: 12 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Flame Emperor
Title: Pejuang Sejati, 4+
HP: 2775/2775 (+50)
STR: 940 (+1900)
INT: 100
VIT: 667
DEX: 676 (+250)
__ADS_1
DEF: 680 (+200)
LUCK: 20
Stamina: 2000/2000
Bonus poin: 36
Skill pasif: (Kaisar Api: Lv. max) (Pria Api Kejam: Lv. 2)
Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Gemuruh: Lv. 1) (Darah Burung Api: Lv. 5) (Semburan Api: Lv. max) (Tarian Kaisar Api: Lv. max) (Aura Raja: Lv. 1) (Tangan Penguasa: Lv. 1) (Summon: Lv. 1)
Equip: White Shirt (S) Black Scale Coat (S) Black Long Pants (S) Pedang Naga Iblis (S) Pedang Api Hitam (SSSR+) Cakar Ayam Api (SS)]
Bukan hanya luka fatal, bahkan Staminaku meningkat pesat setelah pemulihan itu.
"Bonus poin berlebih seperti ini, lebih baik kuubah menjadi..." aku diam, apa yang harus kulakukan untuk 36 poin ini?
Ingin rasanya aku bertanya pada Zon, tapi sayangnya aku bisa merasakan ia tak lagi bisa merespon pikiranku.
"Ah, dia benar-benar menghilang..." aku menghela napasku kemudian membuka mataku.
Aku berada di ruangan yang lampunya amat terang, dan aku bangun secara perlahan, aku bisa merasakan pakaianku dan semua perlengkapan bertarungku masih menempel di tempatnya.
Ada beberapa orang yang kukenal sedang berdiri menghadapku, dan satu orang yang dulunya pernah kubenci ada di hadapanku.
"Ayah..." aku menatapnya, "Apa yang terjadi?"
"Kau masih bisa bertanya begitu padahal kau sudah menggerakkan militer seluruh dunia hanya untuk mencarimu?" ayahku menaikkan alisnya, dan ibu baruku hanya menggelengkan kepalanya.
"Sabar sedikit Joko, Langit tidak tahu apa saja yang sudah terjadi selama seharian ini..." ibu Esterosa menatapku, "Ada banyak yang terjadi nak..."
"Apa saja itu?" tanyaku, dan ibu Esterosa menjelaskan dengan perlahan.
Dari yang kudengar, Tom Cage menggerakkan puluhan pesawat tempur untuk mencariku, dan juga untuk mencari satu Hunter rank SS yang sempat menghilang di Kanada, yaitu Yuuki.
Yuuki melompat dari pesawat untuk mencariku, dan setelah bermenit-menit mencariku, ia akhirnya kehilangan arah dan tersesat di Kanada, dipojokkan dan akhirnya ditemukan oleh William yang berhasil lolos dari kejaran Dragon Emperor, atau yang dulunya dikenal sebagai Dragon Lord.
Aku benar-benar tak menyangkanya, Dragon Lord berhasil berevolusi menjadi Dragon Emperor, dan dengan begitu, kekuatan musuh meningkat jauh.
Tapi kalau kuperhatikan, pihak kami juga memiliki satu Emperor baru, yaitu Tang Liao yang menjadi Sword Emperor, jadi kukatakan, kekuatan dua pihak kini seimbang.
Yuuki berhasil ditemukan dan dibawa ke New Washington, bersamaan dengan pernyataan Tom yang menyatakan kalau ujian semester ditunda sampai waktu yang tak bisa disebutkan.
Raid direncanakan, tapi sayangnya beberapa organisasi Hunter terkuat tak bisa banyak membantu dengan alasan aktivitas Monster di wilayah mereka yang makin agresif.
Aku merasa itu terjadi akibat para Emperor datang ke bumi, dan itu pastinya membuat kekuatan Monster meningkat jauh.
"Aku akan ikut dalam Raid." ujarku, dan penjelasan ibu Esterosa seketika berhenti, wajahnya terlihat terkejut.
Buat yang melakukan puasa, selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga puasanya lancar.
__ADS_1
Chapter ini diketik untuk menemani kawan-kawan yang memulai puasanya.
Sebulan selanjutnya, aku bakal rilis chapter di jam yang sama, dan buat yg ga sahur, jangan maksain baca Yo...