Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
149. Tumbangnya sang raja


__ADS_3

Pergerakan Ice Emperor benar-benar cepat, aku sampai kesulitan menghindari semua tusukan tombak yang ia lancarkan secara beruntun, dan aku sebisa mungkin tak menahannya langsung dengan kedua tanganku.


Kenapa? Semua tusukan Ice Emperor amat mengerikan, aku bisa merasakan hawa membunuh yang amat kental dari tiap serangannya, dan dari sana saja, aku bisa tahu kalau sekalinya aku menahan tusukannya, maka tanganku akan terpotong, lebih buruknya aku bisa kehilangan nyawaku.


"Sial, perbedaannya terlalu besar, aku tidak bisa mengimbanginya!" aku melompat mundur dan mengarahkan telapak tanganku ke depan, "Semburan Api!"


Telapak tanganku menyemburkan api, dan berhasil membuat pergerakan Ice Emperor melambat sedikit, dan aku mempertahankannya sementara mengatur napasku sejenak.


Sebentar...


Aku melirik ke samping, dan melihat telapak kaki besar mengarah ke diriku, dan aku tak sempat meresponnya, lalu aku terlempar jauh dari tempatku tadi berdiri.


Biarpun terlempar, aku masih bisa memperhatikan situasi, dan kuperhatikan situasi masih kacau, semua pasukan, mulai dari Titan Raged, Ice Legion, Flame Destroyer, Destruction Army, dan Void Imperial Army berbenturan dan saling membunuh.


Sementara pasukannya berbenturan dan saling bertarung, semua pemimpinnya, yaitu Ice Emperor, Black Emperor, Dragon Emperor, Flame Emperor, Void Emperor, dan Sword Emperor juga saling bertarung dan merusak wilayah Kanada dengan ganas.


"Jangan alihkan pandanganmu dari musuh!" Zon tiba-tiba berteriak, dan aku sadar kembali, melihat tusukan yang diarahkan ke tubuhku, lalu...


"Sialan!"


SRUKK!


Tusukan itu mendarat di pinggangku, dan menembus Black Scale Coat serta armor yang kupakai, dan mengurangi HPku secara drastis.


[1003/2275]


[Kau terkena efek Freeze! Kecepatan gerakmu menurun 10% dan mengurangi STR sebesar 20%!]


"Arrggghhh!"


Aku terjatuh dan berguling di atas salju, kemudian terbaring di atas salju, dengan napas yang benar-benar tak sepertiku biasanya, tenang...


"Tenangkan dirimu!" Zon berteriak, "Atur pernapasanmu, dan pakai skill Darah Burung Api!"


[Skill aktif Darah Burung Api aktif! Memulihkan 3% HP tiap detik serta memulihkan 30 poin Stamina tiap detik!]


Setidaknya, skill Darah Burung Api yang kudapatkan dari Zon telah menolongku selama ini, membuatku bisa bertarung dalam waktu lama.


"Hei, hei, hei, Wadah lemah..." aku melihat tombak terhunus di dadaku, "Sepertinya perjuanganmu berhenti disi-..."


"Menjauh darinya!"


Aku melihat Tang Liao menendang Ice Emperor hingga terlempar kemudian mengejarnya, dan aku tahu kalau mantan Hunter rank SSS itu memberikanku celah untuk berdiri dan kembali bertarung...


Tapi aku tidak mau bertarung lagi! Aku maunya tidur di kamar!


Hari semakin sore kuperhatikan, dan matahari terlihat mulai menghilang dari langit, membuatku yakin kalau jalan kaburku sudah hilang sekarang...


Sial, apa aku akan mati disini? Rasanya, pertanyaan itu terus terngiang di pikiranku sejak aku terlempar ke tempat yang jauh, dan aku selalu menolaknya dengan pikiran Aku bisa pulang!

__ADS_1


Tapi aku tak boleh menyerah!


Aku berdiri dengan cepat dan menarik Pedang Api Hitam yang memiliki gas panas lebih banyak dari Pedang Naga Iblis, kemudian melesat maju.


Aku sudah banyak mengasah kemampuanku disini, dan aku harus menggunakannya untuk kabur dari sini dan menjadi Hunter rank SSS, itulah impianku!


Karena itulah, aku masih tidak boleh mati disini!


Aku melihat Tang Liao di depan, sedang beradu senjata dengan Ice Emperor, dan aku menyalakan pemanas pedangku kemudian bergerak lebih cepat lagi.


[Skill pasif Raja Api aktif! Mengabaikan efek debuff dan mengembalikan seluruh kemampuan yang dimiliki!]


Pergerakanku semakin cepat, dan tak butuh waktu lama, aku bisa mengikuti Tang Liao, kemudian melewatinya dengan cepat.


Ice Emperor terlihat terkejut, dan ia langsung mengayunkan tombaknya ke kiri sambil berseru, "Kenapa kau bangkit?!"


"Aku masih belum mati!" aku menusukkan pedangku ke depan, "Aku tidak akan mati sampai aku bisa membunuhmu, Black, dan Dragon sialan itu dan memberikan kebebasan bagi manusia!"


Tusukanku tak mengenai dada Ice Emperor, ia melompat mundur dan aku melompat ke depan sambil mengangkat pedangku tinggi-tinggi, "Membelah Samudra!"


Tebasanku terasa berat, dan hampir saja memotong kepalanya seandainya ia tak melompat mundur dan menusuk ke depan lagi, ke arahku.


Aku bisa menghindarinya dan berputar kemudian melepaskan tebasan dari kiri ke kanan dan menahan ayunan tombak Ice Emperor kemudian menghempaskannya.


Eh...


Ice Emperor hanya melompat mundur dan membuatku kesal...


Aku bergerak maju lagi dan menebaskan pedangku dari kanan ke kiri dan Ice Emperor hanya menarik mundur wajahnya sambil menyeringai, dan seringainya cukup membuatku kesal.


[Quest Obtained!


Kabur dari Ice Emperor


0/1


Hadiah: EXP menuju level 65]


Kabur? Maaf, tapi itu bukan jalanku...


Quest itu masih diam di depan wajahku, dan aku bergerak makin cepat dan mengangkat tanganku, "Tangan Penguasa!"


[Skill aktif Tangan Penguasa aktif!]


Gerakanku makin cepat, dan wajah Ice Emperor terlihat terkejut, tombaknya mengarah ke depan, tapi aku bisa menghindari tusukannya, dan meraih lehernya.


"Tangan Penguasa!"


Aku menguatkan cekikanku pada leher Ice Emperor, dan Ice Emperor mengangkat kakinya kemudian menendangku, dan aku melompat mundur kemudian melesat lagi.

__ADS_1


Wajah Ice Emperor masih terkejut, dan ia terlihat tak sempat melihat gerakanku.


"Rasakan ini!"


Aku mencekik Ice Emperor lagi kemudian menusukkan pedangku ke perut Ice Emperor, hingga darah berwarna hitam keluar dari tempat pedangku menusuk perutnya.


"Aku tak semudah itu dibunuh!" mulut Ice Emperor terbuka lebar, dan aku melihatnya sebagai ancaman, bahkan sistem pun menganggapnya begitu.


[Perhatian! Serangan kuat akan datang!]


[Perhatian! Serangan kuat akan datang!]


Aku melepas cekikanku, dan aku menarik pedangku dari perut Ice Emperor, tapi entah bagaimana, aku sulit menariknya.


"Sialan!"


Butuh usaha keras untuk menariknya, dan saat sudah kutarik, aku langsung berlari menjauh.


"Langit!"


Aku mendengar suara memanggilku, dan ketika aku berbalik, sesuatu seperti badai salju muncul dan menerpaku.


Kakiku berpijak dengan kuat di atas salju dan aku menyilangkan kedua tanganku di depan tubuhku, menahan badai salju yang terus menerpaku.


"Aku... Harus... Melawannya!" aku menyarungkan pedangku dan mengangkat kedua telapak tanganku ke depan, "Semburan Api!"


Api menyembur dari telapak tanganku, tapi sayangnya, Semburan Api yang kulancarkan sedikitpun tak bisa menahan badai salju itu.


[Perhatian! Gas panas Cakar Ayam Api tersisa 20%!]


[Perhatian! Gas panas Cakar Ayam Api tersisa 18%!]


[Perhatian! Gas panas Cakar Ayam Api tersisa 15%!]


Aku bisa melihat kalau gas panas di Cakar Ayam Api mulai turun drastis akibat aku melancarkan Semburan Api berkekuatan besar, dan itu berdampak pada penggunaan gas panas yang berlebihan.


[Stamina dipakai untuk menggantikan gas panas! 10 Stamina dikonsumsi tiap detik!]


Sial, aku semakin lelah, apakah ini efek dari memakai Stamina untuk menggantikan gas panas?


Sebelumnya aku sudah melakukannya dengan kedua pedangku, untung saja Staminaku bisa pulih lebih cepat dengan skill Darah Burung Api, tapi bahkan itu saja tidak cukup untuk mempertahankan Staminaku lebih lama lagi.


"Aku masih bisa!"


Sayangnya, apa yang kukatakan tak sesuai dengan yang terjadi...


Aku merasakan kelelahan yang amat sangat dan kulihat Staminaku sudah habis hanya untuk sesuatu yang sia-sia...


[Kau mengalami Fatigue!]

__ADS_1


Aku merasa tubuhku amat lemas, dan aku jatuh ke atas salju, sebelum aku merasakan sesuatu menembus perutku.


Ah, terasa melelahkan... Langit warna-warni di atasku.. Aurora kah... Pertama kalinya aku melihatnya... Ah, setidaknya aku bisa melihatnya sekali sebelum menutup mata...


__ADS_2