
"Tidakkah kau pikir kalau itu hanyalah lawakan?" Tom memukul meja, "Bagaimana mungkin lima tahun di dunia itu hanya berarti tujuh hari disini?!"
Joko melompat mundur dan ia mengangkat kedua tangannya, "Aku tidak bohong! Bahkan Langit sudah kembali sesaat sebelum anda sampai disini!"
"Hah?! Jangan bohong kau!" Tom meraih ponsel Joko dan menyalakannya, "Heh...?"
"Langit Satria sang ketua baru organisasi RedWhite!"
"Frans Andreas menyerahkan komando penuh organisasi RedWhite pada Langit Satria sebelum beliau meninggal!"
"Langit Satria: Ketua Frans telah gugur dengan tenang."
"Misteri abad ini : Bagaimana caranya Langit Satria yang hilang di New Washington seminggu lalu bisa kembali di Jakarta?"
"Anggota keluarga Satria kembali memimpin RedWhite!"
Tom terdiam melihatnya, "Kalau begitu, mungkinkah Carroline juga sudah kembali?"
"Ya! Ia sudah melapor tadi dan ia mengatakan akan membantu RedWhite untuk sementara waktu!" seru Joko, "Dan letakkan ponselku sebelum anda hancurkan!"
Telat, Tom sudah meremas ponsel Joko hingga hancur menjadi keping-kepingan kecil, dan Joko berteriak kencang, sebelum ia jatuh terduduk dan meratapi kepergian ponselnya.
"Perjalananku disana terasa sia-sia..." Tom mengepalkan tangannya, "Dan kematian kakek Oga adalah sebuah kebodohan..."
Joko menunduk, "Ya, kurasa anda benar..."
"Tapi aku menemukan sesuatu yang menarik." Tom duduk di kursi di depan meja kerjanya dan Joko duduk di kursi belakang kerjanya, "Sesuatu tentang kebenaran sosok paling kuat di dunia itu..."
"Apa itu?" Joko memegang dagunya, "Apakah para Emperor bukan yang terkuat di dunia itu?"
"Ya, Tuan Death Emperor mengatakannya..." jawab Tom, "Ada sosok yang lebih kuat dari para Emperor, berjumlah sembilan Monster berkekuatan maha dahsyat, yang gabungan kita semua takkan mampu melawan hanya satu saja diantara mereka..."
***
"Percaya saja padaku, aku tidak akan mengecewakan semua orang di Indonesia yang berharap aku bisa seperti almarhum ketua Frans, atau bahkan aku akan menjadi lebih baik lagi dari almarhum ketua Frans."
Jumpa pers dilakukan dua hari setelah RedWhite berhasil lolos dari kehancuran untuk membuat penduduk dunia tahu tentang alasan kenapa aku dipilih menjadi ketua organisasi Hunter RedWhite, serta kematian ketua Frans.
"Banyak yang masih meragukan kemampuan anda dalam memimpin sebuah organisasi sebesar RedWhite, meskipun anda sudah memegang posisi wakil ketua RedWhite selama dua tahun, mereka tetap merasa kalau anda masih meragukan, bagaimana tanggapan anda?"
Yah, aku sudah menduganya sih, di usia lima belas tahun sudah memegang posisi paling penting di dunia, jelas banyak orang yang meragukannya.
"Jika masih ada yang meragukan kemampuan Langit, kami tidak akan segan memberikan sanksi pada mereka!" aku mendengar Andhika berseru, dan aku mengangkat tanganku ke samping, memintanya diam.
"Andhika, aku akan menjelaskannya." ujarku, dan aku mendengar suara kursi yang ditarik.
__ADS_1
Aku berdeham kemudian menjawab, "Kalian boleh meragukan kemampuanku, tapi itu tidak akan membuatku jatuh dalam keterpurukan. Aku harus terus melangkah maju, meski jalanku dipenuhi oleh hujatan dan hinaan, keraguan dan kekecewaan, aku akan tetap maju."
"Pesan terakhir almarhum ketua Frans adalah kami harus terus maju, beliau meminta kami untuk tetap melangkah maju menghadapi para Monster. Masalah kemampuan memimpin, aku tahu kalau almarhum ketua Frans mengetahui sesuatu tentang kemampuanku, aku tidak akan banyak berkata lagi, aksi lebih diperlukan dibanding ocehan belaka."
"Jika kalian tidak mempercayaiku, aku persilahkan, tapi jika kalian sudah melihat kemampuanku, mungkin kalian akan berpikir kembali tentang ketidak percayaan kalian padaku dari awal."
Aku yakin pada kemampuanku, mungkin aku bisa menghadapi ketua Tom dalam beberapa menit, atau mungkin mendaratkan serangan di tubuhnya.
"Lalu bagaimana dengan rencana anda selanjutnya setelah anda ditunjuk menjadi ketua organisasi Hunter RedWhite?"
"Aku akan mengatur pertahanan di seluruh Indonesia, setiap Hunter rank S yang ada akan berjaga di tiap permukiman penduduk di tiap sisi negara Indonesia. Aku juga akan terjun langsung dalam pertarungan jika ada suatu pertarungan yang tak bisa Hunter rank S selesaikan. Untuk susunan petinggi, aku masih memikirkannya."
"Ah, wakil ketua RedWhite adalah Vina Celia, itu saja langkah yang bisa kusampaikan saat ini." jawabku, "Ada lagi?"
Tak ada pertanyaan lagi, jawabanku tentang terjun langsung dalam pertarungan mungkin membuat wartawan terdiam, dimana petinggi organisasi Hunter ataupun militer biasanya jarang terjun langsung dalam pertempuran, kecuali militer dalam kondisi terdesak, barulah para petinggi akan turun tangan, itupun bisa saja gagal.
Kalau aku tidak begitu, aku akan menganalisa musuh terlebih dahulu dengan kemampuanku, jika aku menganggap musuh itu lemah, aku bisa menyerahkannya pada bawahanku.
Aku juga akan mengawasi setiap sisi di negara Indonesia, aku mewaspadai yang namanya Gate.
Negara Indonesia adalah negara yang luas, jika semua Hunter rank S berjaga di markas, maka penjagaan di wilayah lain akan menurun, seperti kasus di Surabaya tujuh tahun lalu.
Aku akan menganalisa lagi sisa-sisa pemukiman penduduk di seluruh Indonesia, kemudian mengirimkan sejumlah Hunter kesana untuk berjaga. Bali adalah pengecualian, karena disana ada Andhika sang Hunter rank S terkuat di RedWhite yang berjaga disana.
Masalah di Jakarta, cukup aku saja yang berjaga. Aku setara dengan 4 Hunter rank S terbaik di RedWhite, aku seorang bisa menghabisi Lord dengan mudah, apalagi aku sudah mencapai level 200, kekuatanku sudah tak lagi seperti dulu.
***
"Ini senjata apimu." ayahku menyerahkan dua koper berukuran sedang, "Benar-benar sulit kupercaya, aku kini berdiri di hadapan ketua organisasi Hunter termuda di dunia."
"Hmph, ini saja masih kurang bagiku..." aku menerima dua koper pemberian ayahku, "Ayah juga menjadi kepala Akademi Hunter StarSam, kan?"
"Yah begitulah, pak Tom memberikan tugas padaku untuk mengurus akademi yang sepi peminat." jawab ayahku, "Aku tak percaya, anakku yang awalnya penakut dan bodoh kini menjadi ketua organisasi Hunter-..."
"Berbicara lagi maka pelatuknya akan kutarik!" aku mengangkat pistolku, dan ayahku tersenyum tipis.
"Meski kau adalah Hunter rank SS, apa kau yakin bisa mengimbangi kami?" ayahku tersenyum lebar, "Tapi yah, mungkin saja kau sudah mendapatkan banyak kekuatan di dunia lain, yang katanya pak Tom berlalu lima tahun disana..."
"Dia mengatakan satu rahasia, tapi aku takut jika disini ada penyusup, jadi aku sarankan kau menanyai pak Tom langsung..." tambah ayahku.
"Yah, intinya pak Tom menitipkan kata selamat padamu karena menjadi ketua organisasi RedWhite, ia mengharapkan hal yang lebih baik darimu." ujar ayahku kemudian memegang pegangan kursi, "Yah, aku akan berziarah ke makam teman-temanku dulu." ia berdiri kemudian keluar dari ruangan.
Setelah ayahku keluar, aku terdiam memikirkan satu kalimatnya.
"Rahasia apa yang dimaksudnya?"
__ADS_1
Catatan penulis:
Yoooo, kembali lagi dengan Rio Andriana disini!!!
Ehem, maap lama upnya, karena lagi sakit perut dan jari pegel sehabis speedrun (Ga ngaruh sih sebenernya...)
Oke, seperti yang kubilang kemaren, aku berhasil nemu beberapa pict lagi, di game yang sama.
Yah, pokoknya kukasi lagi:
Tom Cage sebelum menjadi Hunter rank SS dan Carroline Cage
Esterosa de Esquede pas masih remaja
Bintang Langit sewaktu muda
Yen Jiu
Alteron de Esquede (Adeknya Langit nih)
Kak Budi
Rei Artawan
Andhika Hendrawan nanti setelah menjadi Hunter rank SS:)
Hmm, itu dulu deh, selebihnya kucari lagi. Btw, Cold Blooded Hunter sedang menuju endingnya, wuuhuu!!!
Oke sekian, sampai jumpa di chapter selanjutnya, bay bay!!!
__ADS_1
Salam,
Rio Andriana.