
Yen meletakkan ponselnya, ia menyandarkan punggungnya dan menatap ke langit-langit ruang kerjanya, "Langit kembali hilang..."
"Hobinya memang menghilang, kawanku..." suara menjawab kalimat Yen, dan Yen langsung bersiaga dengan kedua tangannya yang sudah menyentuh gagang pedang yang tersandar di belakang meja kerjanya.
"Siapa itu?!"
"Bukan makhluk berbahaya, hanya makhluk yang ingin berdamai..." sesosok makhluk dengan tubuh jangkung dan tangan yang panjang seperti capit belalang muncul dari belakang sofa, "Yo, Yen Jiu sang Twin Star..."
Yen Jiu menarik satu pedangnya dan ia berdiri tegap, "Apa maumu kemari?"
Makhluk itu berjalan dan ia mendekati Yen, "Kulihat para manusia semakin lemah, tak ada manusia yang mau menjadi Hunter lagi jika melihat aksi para Monster yang semakin agresif akhir-akhir ini..."
"Bahkan aku juga mendengar bahwa StarSam diserang oleh para Emperor, itu adalah hasil dari lengahnya penjagaan kalian..." makhluk itu berkata, "Nah, posisiku disini sebagai utusan musuh-..."
Tepat setelah kata musuh keluar dari mulut makhluk itu, Yen Jiu menarik pistolnya, melepaskan beberapa tembakan kemudian menarik kedua pedangnya lalu melompat ke arah makhluk itu.
Makhluk itu mampu menghindari semua tembakan Yen Jiu, ia mengangkat sebelah tangannya kemudian menahan tebasan yang dilancarkan Yen Jiu memakai kedua pedangnya.
Yen terkejut melihatnya, ia melompat mundur kemudian mempersiapkan serangannya, ia mencoba membaca kekuatan makhluk itu.
"Nampaknya ada lagi manusia bodoh yang mencoba melawan dewa..." makhluk itu berkata pelan, dan di ujung kedua tangannya yang berbentuk seperti capit belalang itu, kedua capitnya diselimuti sesuatu berwarna hijau.
Yen terdiam, ia mendengar dua kabar serangan dari Amerika, pertama adalah StarSam yang diserang empat Emperor yang merenggut nyawa dua Hunter rank SS andalan StarSam yaitu Leonard dan Jenny, dan yang kedua adalah Langit dan Carroline yang hilang setelah diserang oleh Ice Emperor.
"Bagaimana? Apa kau terkejut?" tanya makhluk itu, "Apa kau sudah menyadari identitasku?"
"Aku tidak tahu kau siapa dan apa tujuan utamamu kemari..." Yen mengangkat pedangnya, "Jelaskan."
Makhluk itu menyeringai, matanya yang berwarna merah menyala makin terang, "Oke..."
"Aku adalah Tyrant Emperor, aku mengisi kekosongan posisi Black Emperor yang tewas di tangan Tom." jawab makhluk itu, "Dan nampaknya kau amat menjanjikan sebagai seorang manusia lemah..."
__ADS_1
"Posisi Hunter rank SS, ketua sebuah organisasi Hunter yang cukup disegani di Asia timur, memiliki hubungan dekat dengan tiga Wadah yang tersisa di bumi, memiliki fisik yang kuat, harta melimpah, tapi sayangnya..." makhluk itu mengangkat tangannya, "Kau hanyalah manusia, setiap manusia memiliki batasan kekuatan masing-masing, jadi kalian jelas tidak akan bisa berkembang lebih jauh lagi..."
"Apa kau tahu sesuatu? Ada orang yang nekad untuk maju, tanpa memedulikan batasannya sendiri..." Yen berjalan maju perlahan, "Meski dia masih muda, masih lemah, ia masih berjuang di garis depan demi membantu kami yang sudah tua."
"Kalian para manusia tua tidak pantas untuk dibantu..." Tyrant Emperor berkata dengan sinis, "Kalau mati ya sudah, mati saja, tak usah dipertahankan lagi."
"Kau mau lebih kuat? Maka jadilah bagian dari kami, para Monster..." Tyrant Emperor mengulurkan tangannya, "Kami tak memiliki batasan-..."
"Manusia memang memiliki batasannya, bahkan kakek Tang berkata begitu padaku. Ia terpaksa mengambil jalan berevolusi menjadi Sword Emperor karena ia masih belum bisa memaafkan dirinya yang kabur dari kewajibannya, ia masih ingin berjuang meski usianya tak muda lagi."
"Banyak orang di dunia ini yang masih ingin berjuang meski mereka sedikit lagi bau tanah." Yen menguatkan genggamannya pada kedua pedangnya, "Pantang menyerah meski usia menghalangi adalah salah satu sifat asli para manusia!"
Setelah itu, ia bergerak maju dan ia mengayunkan kedua pedangnya, ia melancarkan tebasan ke arah Tyrant Emperor yang bisa dihindari dengan mudah oleh Emperor itu.
Tyrant Emperor melompat mundur dan ia mengangkat kedua tangannya, "Oke!"
Ia mengayunkan tangannya ke bawah, sebelum ruangan terbelah menjadi dua, sementara Yen melompat ke samping menghindari tebasan Tyrant Emperor yang terasa mematikan untuk dihadapi langsung.
Yen melompat mundur dan ia melompat dari lantai tiga, ia melayang kemudian mendarat di atas sebuah kendaraan militer lalu melompat turun.
Tyrant Emperor berseru kencang, sebelum ia melompat turun dan mendarat di atas kendaraan militer tempat Yen tadi mendarat.
Yen menjauh kemudian ia berhenti di depan seorang Hunter yang lewat, ia menepuk pundak Hunter itu cepat dan berkata, "Sebarkan pada semua anggota untuk bersiap! Markas kini diserang! Lakukan evakuasi warga sekitar dengan cepat! Kalian tak bisa bertempur saat ini, serahkan musuh padaku!"
Hunter itu terkejut, ia memberi hormat singkat kemudian pergi melaksanakan perintah Yen.
Yen kembali fokus pada pertarungan setelah ia memerintahkan bawahannya, dan ia melihat seseorang sedang bertukar serangan dengan Tyrant Emperor.
"Tang Liao! Apa maksudmu?!" Tyrant Emperor berseru dan ia mengayunkan kedua tangannya dan menebas dada Tang Liao.
Seseorang itu adalah Tang Liao, mantan ketua organisasi BraveWarrior sekaligus Hunter rank SSS pertama di dunia.
__ADS_1
Tang Liao melompat mundur dan kedua pedangnya sudah diselimuti oleh api merah. Ia menghunuskannya dan berseru, "Jangan ganggu bumi lagi!"
Ia mengayunkan kedua pedangnya dan api di kedua pedangnya terhembus kencang, terlihat seperti ia sedang menyemburkan api dari kedua pedangnya.
Tyrant Emperor menyiapkan kedua tangannya yang sudah diselimuti sesuatu berwarna hijau, ia mengangkat tangannya dan mengayunkannya, tapi sayangnya api itu tak bisa ditepis dan berlanjut membakarnya.
Tyrant Emperor melompat mundur dan menghindari semburan api yang perlahan menghilang kemudian melesat maju, kedua capitnya sudah diselimuti oleh sesuatu berwarna hijau.
Tang Liao mengangkat kedua pedangnya dan menahan serangan Tyrant Emperor, ia menghempaskan Tyrant Emperor kemudian mengayunkan kedua pedangnya lagi, sementara Tyrant Emperor melompat mundur menghindari tebasan Tang Liao.
Tang Liao melirik Yen cepat, ia mengangkat tangannya dan menyuruhnya pergi dengan isyarat tangan, tapi sayangnya Yen tak menanggapinya, ia malah bergerak cepat ke arah keduanya.
"Akh sialan! Kenapa dia malah kemari?!" Tang Liao berdecak dan ia melompat mundur, ia mengangkat kedua pedangnya dan menebaskannya, melepaskan tebasan yang menahan serangan Tyrant Emperor.
Tyrant Emperor mendorong kedua tangannya lebih kuat, ia mengangkat kakinya dan menendang Tang Liao, menendangnya jauh-jauh kemudian bergerak menuju Yen yang mendekatinya.
Yen berhenti bergerak, ia mengangkat kedua pedangnya dan melesat lebih cepat sambil menyiapkan tebasannya.
Keduanya berhadapan, dan Yen mengayunkan kedua pedangnya dengan niat menebas perut Tyrant Emperor, tapi gerakan Tyrant Emperor lebih cepat. Ia mengayunkan kedua tangannya dan memutus kedua tangan Yen kemudian menusuk dadanya dengan cepat, hingga kedua tangannya menembus dada Yen ke punggungnya.
Gerakan Yen terhenti, Tyrant Emperor mengangkat tubuh Yen yang sudah tak bernyawa ke atas, sebelum Tang Liao muncul dan menusuk perutnya dari belakang.
Tyrant Emperor melempar Yen menjauh, ia berbalik dan menghadap Tang Liao yang berada di belakangnya.
"Duel kita belum selesai..." Tyrant Emperor mengibaskan kedua tangannya, menghilangkan darah Yen yang tadi menempel di tangannya.
Tang Liao memasang wajah serius dan ia menebaskan kedua pedangnya berkali-kali hingga mendorong Tyrant Emperor menjauh, tapi Tyrant Emperor mampu menghindari semua serangan, sebelum Tyrant Emperor melakukan gerakan cepat.
Ia membungkuk menghindari tebasan Tang Liao, memotong kedua tangannya kemudian menusuk perutnya hingga jantungnya hancur.
Di hari yang sama, salah satu dari sembilan organisasi Hunter terkuat hancur oleh serangan satu Emperor, nama organisasi Hunter itu adalah BraveWarrior.
__ADS_1