
"Bagaimana hasil pertarungannya bagi anda?"
"Kenapa anda masih membawa Vina di pundak anda?"
Aku diam menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari wartawan yang menunggu jawabannya.
Aku berdeham dan menjawab, "Sederhana, mereka masih belum mampu memenuhi ekspetasiku."
"Apa ekspetasi anda pada mereka?"
"Musuh akhir bukan musuh biasa, kami harus menyiapkan segalanya dengan baik agar nantinya perang bisa kita menangkan dengan mudah." jawabnya.
Aku tebak, perkembangan Hunter rank SS dan Hunter lainnya ada dalam pengawasan IHO, apapun pergerakanku akan diawasi oleh pak Neil.
Kenapa? Karena jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padaku, maka umat manusia hanya bisa meletakkan senjata mereka dan berlutut meminta pengampunan pada para Monster.
Hunter yang berani meladeni tiga Emperor langsung hanya aku seorang, bahkan Hunter rank SS terkuat yaitu sang Death Demon saja berpikir dua kali bahkan ratusan kali hanya untuk menyetujuinya saja.
"Kalau tidak ada, aku akan pergi ke ruanganku." aku mengibaskan tanganku dan aku berjalan meninggalkan kerumunan wartawan.
***
Hari selanjutnya...
"Lagi! Kalian benar-benar belum memenuhi ekspetasiku!"
Aku menebaskan kedua pedangku dengan kekuatan penuh dan lima orang, yaitu William, ibuku, Alteron, Yuuki, dan Senja terlempar jauh.
"Sialan raja iblis itu, dia benar-benar sulit dikalahkan..." aku mendengar bisikan setan yang bernama Andhika, dan aku meliriknya tajam.
Tak ada satupun yang bisa mengalahkan mode seriusku sejak kemarin aku dipojokkan dengan dikeroyok lima belas manusia sekaligus.
Tak ada peningkatan berarti selama dua hari ini, meski
semalam aku melihat masing-masing dari mereka berlatih di ruang latihan dan kadang berdiskusi tentang kemampuanku.
Tentang kemampuan, aku harus akui saja, satu kemampuan andalanku adalah ilmu pedang bernama Aliran Pedang Bumi serta Aliran Pedang Api Amarah yang merupakan ilmu pedang yang kuciptakan sendiri, ilmu tangan kosong bernama Aliran Tangan Iblis, aura pekat yang kudapatkan dari tiga Emperor, Energi Gaib melimpah, insting yang tajam, dan terakhir aku dianggap memiliki kepemimpinan yang baik.
Poin terakhir terdengar aneh, tapi itulah yang terjadi, aku memiliki kepemimpinan yang baik di usia lima belas tahun.
__ADS_1
"Benar-benar sulit mengalahkan kakak..." Alteron berdiri dan ia mengangkat lancernya, "Tapi nanti aku pasti bisa mengalahkan kakak!"
Oh adik kecilku ini sudah dewasa, di usia sembilan tahun sudah berada di tengah-tengah empat belas Hunter rank SS yang rata-rata berusia puluhan tahun...
Adikku sudah mematahkan rekorku, dan aku yakin tidak akan ada lagi Hunter yang bisa mencapai peringkat ini lebih muda dari adikku...
"Sekali lagi!" Yuuki berdiri dan ia memasang posisinya, "Sora no Bunkatsu Suru!"
Seminggu kemudian...
"Pergerakan kalian lebih baik dari sebelumnya, tapi itu saja masih kurang!" aku menebaskan pedang kayuku ke kanan, Senja menahan tebasanku dengan kesulitan.
Yuuki menyiapkan pedang kayu dan beberapa replika senjata yang terbuat dari kayu, dan ia membawanya dari Jepang kemudian kami pakai untuk berlatih.
Senjata api kami? Tentunya dirawat agar nanti saat pertempuran akhir kondisi kami maupun senjata api kami dalam kondisi siap dipakai berperang.
William mengangkat kapaknya dan mengayunkannya dengan kuat ke arahku, ayunannya lebih cepat dari sebelumnya, tapi aku bisa menahannya dengan mudah.
Aku melompat-lompat mundur menghindari tebasan William, dan dari jauh kulihat Yuuki melesat dengan pedangnya yang terhunus ke depan, dan ia berhenti di sebelahku kemudian melancarkan tusukan.
"Sedikit lagi!" aku mengangkat pedangku dan menahan tebasan pedang seseorang dari samping kanan, "Lagi!"
"Hmm, apa yang membuat Langit begitu kuat?"
"Video berita-berita selama ini masih kurang membantu kita menemukan kelemahan Langit."
"Perang di Stonehenge tak menunjukkan apapun..."
"Apalagi Raid Shanghai, ia hanya menunjukkan kecepatannya yang lebih rendah dari Yen saja..."
"Bagaimana dengan Raid Singapura? Bukankah ia sempat turun tangan?"
"Tidak, dia tidak turun sama sekali, dia hanya mengawasi saja."
"Raid Mesir?"
"Ia menghabisi Monster dengan mudah, aku tak menemukan sesuatu yang bisa kita manfaatkan untuk mengalahkannya."
"Dalam waktu dua bulan, kita sudah harus bisa mengalahkannya."
__ADS_1
"Arrrggghh sialan, bagaimana caranya kita mengalahkan Monster berkulit manusia itu?! Dia terlalu kuat!"
"Fakta kalau ia adalah Wadah Flame Emperor tidak berguna saat ini, dia seperti memiliki kekuatan lebih."
Aku bisa melihatnya, lima belas Hunter rank SS sedang berkumpul di ruang pertemuan untuk membahas cara mengalahkanku.
Mereka mengambil banyak sekali referensi dari pertarunganku sebelumnya di Raid yang kuikuti selama ini, dan mereka terus merasa tidak menemukan kelemahanku.
"Seminggu sudah berlalu, lima belas Hunter rank SS menyadari kelemahan mereka, tapi aku tahu kalau mereka sebenarnya kuat..." aku berjalan menjauh.
Mereka terus berlatih keras, begitu juga dengan ratusan Hunter yang tersisa, mereka semua berlatih keras agar nanti bisa bertahan di pertempuran akhir.
"Keroyokan nyatanya tidak mampu mengalahkannya."
"Benar, aku yakin kalau Langit menahan dirinya agar tidak menghabisi kita. Dia pasti bisa menghabisi kita dengan mudah hanya dalam satu tebasan saja jika ia benar-benar serius."
Benar, apa yang sulit kutahan adalah tangan membunuhku, selama ini aku terus berkata serius, padahal kalau aku serius, salah satu atau lebih dari lima belas Hunter rank SS akan kehilangan nyawanya. Dengan kata lain, aku hanya melunak saja.
Bahkan dengan kedatangan senjata replika dari Jepang pun tak membantuku untuk menahan tangan membunuhku...
Tanganku... Sudah berlumuran darah sejak aku membunuh Vein...
Keinginan membunuh manusia harus kukuras agar tidak menimbulkan masalah, aku hanya harus mempertahankan keinginan membunuh Monster saja.
"Jadi, bagaimana cara kita mengalahkannya?"
Aku berjalan pergi dari ruangan pertemuan sambil tersenyum tipis, ada satu orang yang tidak ikut di pertemuan itu...
***
"Sesuai rencana, Tuan Death Emperor..." Ice Emperor berdiri di sebelah Death Emperor, "Kita berhasil menghancurkan Divine Legion, tersisa Commander nya saja."
"Teruskan." Death Emperor menyeringai, "Makhluk sepertinya amat mudah dihabisi."
Kebakaran terjadi di mana-mana, mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana, situasi pulau Herstre amat kacau.
BLUK!
"Kepala Vaolo disini." Tyrant Emperor melempar satu kepala, "Dragon Emperor sudah kembali duluan untuk menyembuhkan dirinya."
__ADS_1
"Satu nyamuk sudah bersih, tersisa para lalat saja..." Death Emperor mengangkat tangannya dan langsung diselimuti sesuatu berwarna hitam, "Waktu pembantaian..."