
Aku memukul pohon dengan seluruh tenagaku, dan yah, sesuai perkiraan awal, pohonnya tak bergeming sedikitpun.
"Langit, apa Benua Kegelapan memang tak memiliki makanan? Aku lapar..." Carroline bertanya dengan nada bergetar, dan aku bisa merasakan tubuh Carroline yang kugendong terus bergetar.
Sudah beberapa hari terakhir ini aku menggendong Carroline, bukan karena suatu hal yang aneh-aneh, tapi karena tubuhnya terus bergetar serta bersuhu tinggi.
Aku tidak tahu gejala macam apa ini, tetapi yang pasti Carroline sedang mengalami masalah yang serius tentang kesehatannya.
Carroline adalah satu-satunya manusia murni di benua ini, mungkin saja ia terpengaruh oleh hawa dingin mencekam yang menyelimuti benua ini.
Aku merasa hawa dingin mencekam ini hanya angin lalu mungkin saja karena aku adalah Wadah, jadi aku bukan manusia murni yang akan terpengaruh hawa ini.
Hawa dingin mencekam ini terasa seperti hawa membunuh yang amat pekat, seperti dipancarkan oleh seekor Emperor yang sedang serius, aku merasa hawa membunuh ini dipancarkan oleh para Monster yang berkumpul di benua ini.
"Langit, apa kau menemukan air? Aku minta sedikit..." Carroline berkata lagi, dan aku menggigit bibirku.
"Sedikit lagi, aku akan menemukan sumber air..." jawabku, meski aku tidak yakin bisa menemukannya dalam waktu singkat.
Mencari sumber air disini sama sulitnya seperti mencari sumber makanan, aku bisa bertahan dengan Stamina besar yang kumiliki, tapi itu tentunya hanya mengganjal lapar, bukan mengubah Stamina menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas.
Apa yang membuatku bisa bertahan selama ini adalah tidak ingin Carroline melihat sisi lemahku, dan aku ingin melindunginya sampai aku menyerahkannya pada Tom.
***
Aku menurunkan Carroline ke atas tanah kemudian berjongkok di sebelahnya, tangan kananku menyentuh dahinya.
"Panas..." Gumamku dan aku duduk di sebelahnya.
Gejalanya bertambah lagi, dari yang awalnya lemas, lalu menggigil, kemudian panas, gejala apa ini? Apa terpengaruh hawa aneh di Benua Kegelapan bisa menyebabkan gejala semacam ini?
Aku menaikkan resleting jasku di tubuh Carroline kemudian duduk lagi, malam kembali datang dan aku sudah menghitung aku melihat matahari sebanyak lima kali termasuk tadi siang, yang artinya aku sudah terlempar ke benua ini selama lima hari.
Lima hari, ya? Seharusnya sudah banyak yang terjadi di duniaku selama lima hari ini, dan aku tidak tahu apakah pak Tom sedang mencari kami atau belum...
Apakah Emperor sudah menyerang lagi? Mungkin saja, tapi target mereka tak lagi di Amerika Serikat, tapi di negara lain...
Ugh, apakah Indonesia diserang juga?!
Sial, kalau iya maka nyawa teman-teman Hunter lainnya dan penduduk Indonesia dalam bahaya!
"Status!"
[Nama: Langit Satria
Level: 120
Usia: 15 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Flame Emperor
__ADS_1
Title: Pejuang Sejati, Pemburu Makhluk Buas, Kembalinya Penguasa Api, Pendekar Tanpa Tanding,
HP: 5275/5275
STR: 1550
INT: 200
VIT: 1049
DEX: 1086
DEF: 1080
LUCK: 20
Stamina: 15000/20000
Bonus poin:14
Skill pasif: (Kaisar Api: Lv. max) (Pria Api Kejam: Lv. max)
Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Gemuruh: Lv. max) (Darah Burung Api: Lv. max) (Semburan Api: Lv. 4)(Tarian Kaisar Api: Lv. max) (Aura Raja: Lv. max) (Tangan Penguasa: Lv. 5) (Summon: Lv. 1)
Equip: White Shirt (S) Black Long Pants (S)]
Dalam kasus tertentu, aku bisa mendapatkan skill aktif baru, yaitu Gate, dan kalau aku memakainya, maka aku bisa kembali ke duniaku dengan cepat.
Level 120, ya? Apa aku bisa menaikkan levelku disini?
Aku mengangkat Carroline dan menyandarkannya di pohon, kemudian aku duduk di sebelahnya lalu menyandarkan punggungku ke pohon.
Tidak ada persenjataan, makanan, minuman, obat-obatan, pakaian bersih, sulit bertahan untuk saat ini...
Kuharap Flame Emperor bisa menemukanku disini...
***
Aku membuka mataku perlahan, sinar matahari amat menyilaukan di mataku, dan di tepi mataku aku melihat wajah seseorang yang familiar di mataku.
"Hmm? Carroline?" gumamku dan aku membuka mataku lebih lebar, "Bukankah..."
Oke, untuk saat ini aku terkejut, karena yang duduk di sebelahku adalah Carroline yang sehat seperti biasanya, bukan Carroline yang menggigil dan meringkuk seperti semalam.
"Yo, Langit! Bagaimana kondisimu?" ia mengangkat tangannya dan ia tersenyum lebar, dan aku mematung melihatnya.
Hei, aku pasti mimpi...
"Pukul aku." aku berkata dan tanpa basa-basi, perempuan itu mengangkat kepalan tangannya dan memukulku dengan seluruh tenaganya...
[5200/5275]
__ADS_1
"Bukan mimpi?" rasanya masih tidak percaya...
"Nih sekali lagi..." sesuatu yang basah itu kembali menyentuh bibirku, dan aku langsung tersadar dan aku melompat mundur.
"Apa itu eh?!" mataku langsung terbuka lebar, dan Carroline tersenyum lebar, seolah tak ada yang terjadi sebelumnya.
"Hanya sesuatu yang sederhana..." ia tersenyum dan telunjuknya menyentuh bibirnya sendiri, "Jadi, apa kau sudah sadar?"
"Yah, begitulah..." aku duduk di depannya dan mengatur napasku, setidaknya aku sudah kembali tenang, tapi aku harus memikirkan langkah selanjutnya.
"Selama kita berjalan, aku tak menemukan satu Monster, sumber makanan, ataupun sumber air, jadi kita sekarang ada dalam kesulitan..." aku berkata dan Carroline mengangguk.
"Oh ya, aku tak memerlukan jasmu lagi..." Carroline melepas jasku dan memberikannya padaku, "Kau lebih membutuhkan."
"Tidak, kau yang lebih membutuhkannya." aku menolaknya, aku merasa dia lebih membutuhkannya.
"Hmm, baiklah..." ia memakainya lagi, "Tapi benda ini bau keringat..."
Rasanya aku ingin mencekiknya sekarang... Asal saja bilang jas orang bau keringat...
Memang benar sih...
**
"Sekian langkah sudah berlalu, dan akhirnya air terjun!" Carroline berseru dan ia melompat... Aarrggghh! Dia melepas pakaiannya!
Dan dia berenang santai, seolah air terjun ini tak berada di dunia lain yang sempat membuatnya hampir tewas konyol...
Aku menatap ke air terjun, sekilas aku teringat dengan kebodohanku ketika berlatih dulu bersama kakekku, yah, banyak kenangan yang kumiliki bersama kakekku di air terjun.
...
...
...
BUURRR!
Akkh, aku ditarik ke dalam air!
Aku membuka mataku perlahan, aku kini berada di dalam air, dan aku mengedarkan pandanganku yang buram, meski aku merasa kalau air ini bening...
Tubuhku terangkat sendirinya dan aku mengambang di air, mengedarkan pandanganku sambil mencari Carroline.
Aku tahu pasti anak itu yang menarikku saat aku lengah! Aku tahu itu!
"Carroline, kau harus bertanggung jawab karena pakaianku basah!"
Tak lama, sesuatu yang terasa mengekangku dari belakang muncul, dan aku menggenggam erat sesuatu yang mengekangku, sebelum teriakan terdengar di telingaku.
"Aarrggghh! Lepas tanganku, Langit sialan!" dan itu suaranya Carroline...
__ADS_1
Aku berbalik dan melihat Carroline yang menempel di tubuhku, dan ia hanya memakai dalaman saja kali ini...
"Oke, aku meminta penjelasanmu setelah kau selesai berendam." aku melepas tangan Carroline dari tubuhku kemudian naik ke tepi kolam.