Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
208. Summon dan flashback


__ADS_3

"Dalam beberapa hari ini, aku memikirkan sesuatu." aku mengangkat tanganku, "Bagaimana jadinya kalau aku memegang senjata milik Summonku?"


"Coba saja sendiri." Carroline menjawab, "Toh aku tetap tidak akan bisa mengalahkanmu."


Aku melirik Carroline, sejak dia kembali bernapas tenang setelah insiden yang menimpanya, dia selalu bertingkah aneh, tapi kata-kata yang selalu tajam jelas tidak pernah menghilang dari ciri khasnya, sama seperti Vina yang berisiknya minta ampun.


"Summon!"


Tanganku menyemburkan api yang amat besar, yang perlahan membentuk sesosok makhluk dari api, tapi aku sulit menyebutnya makhluk saja, seperti manusia...


Ia memegang pedang, berbentuk seperti Katana, dan ia berjalan mendekatiku kemudian berlutut di hadapanku. Pedangnya ia letakkan di sebelahnya.


"Beri saya nama, Master." makhluk itu berubah makin mirip seperti manusia, dan ia berkata...


"Eh?!"


[Beri nama Flame Soul ini: ...]


Aku bingung, tapi aku harus memberinya nama. Apa ya enaknya? Ash mungkin ya, atau Flame? Ah, mungkin itu bisa...


"Namamu mulai sekarang adalah Sky Knight..." aku mengangkat tanganku, "Dan perintah pertamaku adalah..."


[Sky Knight (Lv. 200)]


What?! Level 200?!


[Staminamu mencapai 5%!]


[Kau mengalami Fatigue!]


Rasanya aku lemas, aku jatuh berlutut di hadapan Flame Soul itu, dan kulihat Sky Knight bergerak cepat menahan tubuhku.


"Master tidak apa?" tanyanya, dan aku mengangguk pelan.


"Master berbohong, Master jelas tidak dalam kondisi baik-baik saja." Sky Knight mengangkatku dan membawaku ke tempat lain.


Ya kalau sudah tahu jangan tanya lah!


***


Sky Knight berlutut di depanku, sementara aku duduk sambil menyandarkan punggungku ke pohon. Carroline duduk di sampingku.


Staminaku benar-benar habis hanya untuk satu makhluk ini, dan memulihkannya cukup dengan duduk diam, entah sambil melakukan apapun untuk mengisi waktu...

__ADS_1


[Stamina telah terisi penuh!]


Siang terasa amat terik, dan Sky Knight berlutut di bawah sinar matahari yang amat panas, seolah panas tidak mengganggunya.


"Sky, aku ingin meminjam pedangmu." ujarku, dan Sky Knight memberikan pedangnya.


Aku menerimanya, dan aku melihat pedang milik Sky Knight seperti pedangku sendiri, amat mirip malahan, seolah pedangnya adalah duplikat dari Pedang Api Hitam andalanku.


"Langit, bukankah pedang ini mirip seperti Pedang Api Hitam yang biasa kau pakai?" tanya Carroline, dan aku mengangguk pelan.


Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah semua senjata dari Summon yang kupanggil akan mirip seperti senjata api yang kupakai?


"Master benar-benar hebat, bisa terpental ke dunia ini..." Sky Knight berkata, dan aku menaikkan alisku.


"Bahkan kebodohannya bisa saya rasakan..." wajah Sky Knight kembali berubah, dan wajahnya mengingatkanku pada seseorang.


"Dan bodohnya, kenapa kau bisa pergi ke tempat lain tanpa membawa senjata apimu?" Sky Knight berkata lagi, dan wajahnya amat kukenal...


"Dan bodohnya lagi, kau tak mengenali orang yang sudah melatihmu, hingga kau bisa bertahan di dunia Hunter yang kejam..." Sky Knight berdiri, dan aku melihat nama Sky Knight yang berubah, menjadi nama seseorang yang telah banyak menemaniku...


[Bintang Langit : Lv. 200]


"Apa kau sudah melupakanku?!" makhluk itu mendekat dan ia menarik telingaku!


[5179/5275]


"Ampuni aku, kakek!"


"Seorang raja tak boleh meminta ampun! Lawan aku!"


Oh iya, aku kan belum menyelesaikan duelku dengan kakekku!


"Aku akan melawan kakek!" aku berteriak, dan tak lama aku merasakan tangan kakekku yang tadinya menarik telingaku terlepas. Aku menatap ke depan, dan kakekku melipat tangannya.


"Oh, begitu kah? Kulihat kau hanya berlevel 120..." ia kemudian duduk, "Tapi aku tak ingin melawan orang yang lebih lemah dariku..."


"Aku ingin tahu apa saja yang terjadi setelah aku meninggal." kakek menatapku serius, "Apa ada pergerakan dari para Emperor?"


"Ya, ada." aku bingung dengan perubahan suasana kakek, tapi aku tak mempermasalahkannya.


"Apa saja itu?" tanya kakekku lagi, "Ceritakan saja semua yang kau lalui selama menjadi Hunter."


"Aku bergerak dari desa menuju Jakarta, di perjalanan aku bertemu dengan dua orang, namanya Andhika dan Rei. Kami sampai di Jakarta dan bertemu dengan paman Frans."

__ADS_1


"Aku menceritakan semuanya, tentangku yang menjadi Wadah serta meninggalnya kakek. Setelah tahu aku menjadi Wadah, apalagi aku adalah Wadah dari kekuatan yang dimiliki oleh makhluk yang amat kuat bernama Flame Emperor, paman Frans merencanakan suatu hal bersama semua ketua organisasi Hunter yang ada."


"Apa itu?" tanya kakekku.


"Aku akan dijaga dengan baik serta dilatih dengan keras, hingga aku bisa mencapai kekuatan dimana aku bisa menjaga diriku sendiri tanpa bantuan orang lain."


"Sayangnya semua rencana yang dibuat paman Frans hancur berantakan dengan Dragon Lord yang menyerang markas pusat RedWhite bersama pasukannya."


"Apa-apaan itu? Bagaimana mungkin markas RedWhite yang amat terjamin keamanannya bisa diserang oleh pasukan Monster?"


"Penjagaan kami saat itu melemah karena saat itu malam, dan aku yang pertama diserang oleh Dragon Lord. Untungnya, RedWhite mampu bertahan dan Dragon Lord pergi dengan sendirinya tanpa kami suruh."


"Setelah insiden itu, paman Frans menyadari kalau RedWhite tidak mampu melindungiku, jadi ia mengirimku bersama teman-temanku ke Akademi Hunter StarSam, sekaligus juga untuk membuat aku memiliki lebih banyak pengetahuan tentang dunia itu."


"Selama tiga bulan pembelajaran, aku belajar sungguh-sungguh, hingga aku mencapai peringkat pertama di angkatanku. Dan ujian praktek di Kanada dilakukan sebagai nilai tambahan."


"Ujian dilakukan di bulan Desember, dimana saat itu sedang musim dingin, dan awalnya ujian berlangsung normal. Beberapa saat kemudian, badai salju datang dan kami diminta untuk kembali ke pesawat."


"Dalam perjalanan, aku melihat murid lain yang sedang dikejar oleh Monster raksasa, dan aku menahan Monster itu selagi murid lainnya pergi. Yah, bodohnya aku tak melihat siapa yang kulawan."


"Siapa yang kau lawan memangnya?" kakekku menatapku serius.


"Black Emperor, ia menyapaku sebelum Ice Emperor muncul dan menendangku, hingga aku terjebak dalam pertarungan antar Emperor."


"Butuh waktu agar aku bisa lepas dari pertarungan dahsyat itu, dan selebihnya setelah aku tertusuk tombak Ice Emperor aku kurang tahu."


"Intinya, setelah aku pulih, Mr. Tom membuat rencana yang melibatkan semua Hunter rank SS yang ada di dunia, yaitu Raid Kanada."


"Menurut laporan dari ketua organisasi EarthGuard, jumlah pesawat tempur yang dikerahkan adalah lima puluh pesawat, dengan masing-masing pesawat membawa sepuluh Strategic Missile, lebih dari lima ratus Hunter yang bergerak di seluruh Kanada melawan pasukan gabungan Emperor musuh, dan mengerahkan satu Hunter rank SSS serta sebelas Hunter rank SS hanya untuk mengeroyok Ice Emperor." tambah Carroline, "Dan setelah Raid selesai, diperkirakan tiga perempat dari keseluruhan Hunter yang dikerahkan gugur, dengan kurang lebih lima belas pesawat tempur hancur."


Wajah kakekku berubah menjadi buruk, "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"


"Saat itu kami benar-benar tak memperkirakan kalau para Emperor akan muncul di Kanada, jadi pasukan kami persiapkan dengan tergesa-gesa."


"Lalu bagaimana hasil pertarungannya? Siapa yang menang antara para Emperor?" tanya kakekku.


"Menurut kakek Tang Liao yang sudah menjadi Emperor, tak ada yang menang, hasilnya seri." jawabku, dan aku melanjutkan, "Setelah itu, aku dipromosikan menjadi Hunter rank SS dan menjadi Hunter rank SS termuda di dunia, mematahkan rekor yang sebelumnya dibuat oleh Yuuki Ken."


Kakekku diam mendengar ceritaku, dan aku melanjutkan lagi, "Paman Frans juga mengangkatku menjadi wakil ketua RedWhite, dan menjadikanku sebagai Hunter paling berbakat di dunia."


"Diam sejenak, aku harus mencernanya dulu..." kakek mengangkat kedua tangannya dan bergerak menjauh.


Aku dan Carroline saling lurik, yah, mungkin ia merasa kalau aku sudah mengalahkannya secara tidak langsung...

__ADS_1


__ADS_2