
Sepertinya, aku mengenal tempat ini... Ya, aku mengenalnya, tempat ini adalah tempat asal dari para Monster...
Carroline bangun dan duduk di hadapanku, ia menatap ke segala arah, kemudian menatapku lagi, "Kita dimana?"
"Kau tahu Monster?" tanyaku, dan aku menyesali pertanyaanku itu.
"Kau pikir aku tidak tahu Monster?" Carroline melipat tangannya, "Tentu saja aku tahu, tapi apa hubungannya Monster dengan tempat ini?"
"Singkat saja, kita terpental ke tempat para Monster berasal." jawabku, dan Carroline menatapku tajam.
Eh? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?
"Jangan bohong kau..." Carroline mendekatiku kemudian menarik kerah jasku, "Bagaimana caranya kita bisa sampai di tempat asal Monster?!"
"Jangan berteriak!" aku menutup mulut Carroline cepat dan mengedarkan pandanganku, memastikan tak ada Monster di sekitar kami.
Ya, aku terpaksa menutup mulut Carroline, suasana terlalu sepi dan bahkan aku bisa mendengar suara langkah kaki berat seekor Monster secara samar-samar, aku sedikit ngeri jika aku berteriak di tempat asing begini.
"Lepas!" Carroline berusaha melepas tanganku dari mulutnya, dan aku melepasnya kemudian memegang kedua pundaknya erat.
"Tunggu! Aku akan menjelaskannya dengan rinci!" aku berkata, tidak terlalu keras dan tidak terlalu kecil untuk Carroline dengar, dan perempuan itu menurut kemudian duduk lagi
"Oke, aku akan menjelaskannya secara rinci dan kupastikan kau akan paham..." aku mengangkat telunjukku.
"Pertama, New Washington kembali diserang Monster dan kali ini pemimpinnya adalah Ice Emperor."
"Jika kau tidak tahu siapa itu Ice Emperor dan hanya tahu Flame Emperor, Ice Emperor adalah salah satu dari empat Emperor pemimpin pasukan musuh."
"Siapa saja empat Emperor itu?" tanya Carroline, dan aku menarik napasku.
"Ice Emperor, Black Emperor, Dragon Emperor, dan Tyrant Emperor, mereka berempat setidaknya sudah memunculkan diri mereka ke dunia dan telah menunjukkan bahwa pertempuran kali ini tak bisa dianggap remeh seperti Raid pada umumnya."
"Tiga dari mereka sudah menyerang kita sejak lama, puncaknya saat di Raid Kanada. Lalu dua hari lalu, mereka bertiga ditambah Emperor baru yaitu Tyrant Emperor menyerang New Washington."
"Lalu tadi, kita diserang Ice Emperor. Dan Ice Emperor memindahkan kita berdua ke dunia asal mereka."
__ADS_1
"Siapa itu Tyrant Emperor?" tanya Carroline, dan aku tersenyum pahit.
"Aku tak banyak tahu makhluk macam apa Tyrant Emperor itu, hanya ayahmu saja yang tahu bentuk dari Tyrant Emperor itu." jawabku.
"Lalu apa nama tempat kita sekarang ini? Pastinya bukan bumi tempat kita tinggal, kan?" tanya Carroline dan aku mengangguk.
"Ya, ini adalah dunia lain, dunia ini adalah tempat para Monster tinggal dan berkembang biak, bertempur satu sama lain. Nama tempat ini adalah Benua Kegelapan."
Benua Kegelapan terdengar mengerikan, memang mengerikan karena isinya hanya kumpulan makhluk haus darah yang akan memburu apapun yang mendekat... Yap, Monster.
Benua Kegelapan amat luas, dan menurut pengetahuan Flame Emperor yang kumiliki, Benua Kegelapan memiliki luas separuh dari bumi, dan bumi ini dibagi menjadi tiga bagian, pertama adalah Benua Kegelapan, kedua adalah Benua Kebenaran, dan sisanya adalah laut.
Benua Kegelapan ditinggali oleh para Monster, sementara Benua Kebenaran ditinggali oleh makhluk kuno yang disebut Divine.
Tiap benua dilindungi oleh pasukan masing-masing, Benua Kebenaran dilindungi oleh para Emperor sementara Benua Kebenaran dilindungi oleh Divine Legion.
"Jadi?" tanya Carroline dan ia meraih kerah jasku lagi, "Bagaimana caranya kita pulang?!"
Ia mengguncangku dengan kuat, dan aku menepuk pundak Carroline cepat dan menggenggamnya erat, "Tunggu sebentar! Aku belum selesai menjelaskan!"
"Panik tidak akan menyelesaikan masalah." aku berdiri dan Carroline ikut berdiri, "Kita akan pindah dahulu..."
Diam di satu tempat dalam waktu lama di alam bebas hanya akan menunjukkan posisi kami, jadi aku memutuskan untuk berpindah setelah kami membuat keributan begitu.
***
"Jadi, bagaimana rencananya?" tanya Carroline dan aku menoleh ke arahnya.
"Tunggu sebentar..." aku menggosok kemejaku di dalam air, "Setelah ini akan kujelaskan..."
"Masalahnya kau sudah menggosok kemejamu bermenit-menit lalu, masa kau belum selesai juga?" tanya Carroline dan entah kenapa, aku ingin mencekiknya sekarang.
Aku sedang membersihkan kemejaku dari darahku sendiri, dan kulihat kemejaku sudah pulih lagi seperti sebelum berlubang karena ditusuk oleh Ice Emperor.
Semua equip yang kupakai, atau singkatnya perlengkapan tempurku yang hanya berupa kemeja, celana panjang, dan Black Scale Cloak, memiliki skill pasif yang sama dengan skill aktif Darah Burung Api, dimana semua perlengkapanku akan memulihkan diri mereka sendiri setelah aku selesai bertarung.
__ADS_1
Dengan begitu, biarpun aku terluka parah dan pakaianku ikut hancur, pakaianku juga ikut memulihkan diri mereka. Singkatnya, aku tak perlu penjahit untuk memperbaiki pakaianku, ehehehe...
Aku mengangkat kemejaku kemudian memerasnya, juga aku mengalirkan Staminaku ke kedua tanganku untuk mengeringkan kemejaku.
"Selesai." aku mengangkat kemejaku ke atas kemudian memakainya, rasanya seperti memakai kemeja yang baru disetrika...
Setelah itu, aku meraih jasku kemudian melemparnya ke Carroline, "Pakai itu..."
Kenapa aku memilih memberikan jasku padanya daripada aku yang memakainya? Karena Carroline saat ini hanya memakai pakaian biasa dan yah, pakaiannya robek di beberapa bagiannya. Karena aku baik hati, aku memberikannya jasku untuk memberikan perlindungan lebih padanya.
Jasku mendarat di atas kepala Carroline, dan Carroline menariknya turun kemudian menatapku, "Bagaimana denganmu?"
"Aku lebih mementingkan orang lain daripada aku sendiri. Saat ini tugasku sebagai Hunter rank SS adalah mengutamakan keselamatan rekanku daripada keselamatanku sendiri." jawabku dan aku melipat lengan kemejaku hingga siku, "Aku akan menjelaskan rencanaku..."
Aku menebak, lokasi tempat tinggal pasukan Monster tidak akan jauh dari sumber mata air, sebab itulah aku memilih berpindah ke danau, aku berharap aku bisa bertemu dengan Tang Liao, Flame Emperor, ataupun Void Emperor.
Jika aku sudah menemukan salah satu dari mereka, aku akan meminta bantuan pada mereka untuk membuatkan Gate yang bisa mengirim kami kembali ke dunia kami.
"Kita akan mencari tiga Emperor itu sambil bertarung juga." tambahku, dan Carroline mengangguk.
Aku merencanakan juga, dalam perjalanan kali ini aku dan Carroline akan bertarung melawan para Monster, baik itu dari empat pasukan musuh ataupun Monster liar yang tidak terikat dengan dua pihak yang sedang berseteru itu.
"Tujuanku melakukannya adalah untuk menaikkan levelku, juga membuatmu memiliki banyak pengalaman melawan Monster." tambahku, dan Carroline mengangguk saja.
Carroline akan menjadi Hunter rank SS, ia perlu pengalaman melawan Monster yang beragam, sebab itulah aku membuat rencana seperti ini.
Tetapi satu masalah...
"Bagaimana denganmu? Hanya dengan pukulan saja kau tidak akan bisa bertahan melawan satu Monster saja..." Carroline menatapku dengan tatapan meremehkan, dan aku mengepalkan tanganku.
"Jangan remehkan aku, aku bisa menahan Ice Emperor seorang diri hanya dengan kepalan tangan saja, kau mana mungkin bisa..." aku menatap Carroline tajam.
Tapi yah, kurasa aku memang perlu senjata lain selain kepalan tangan saja, seperti...
"Kayu?" tanya Carroline, dan sayangnya di Benua Kegelapan hanya ada pepohonan saja, sulit mencari benda yang bisa dijadikan senjata...
__ADS_1
Aarrggghh, kenapa aku harus terpental ke situasi semacam ini?!