Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
71. Gelombang ketiga


__ADS_3

Keesokan harinya, C-140 Hercules...


"Bangun! Hadapi pertempuran dengan mata terbuka lebar, para Hunter bodoh!" Seru Tom melalui saluran radio pesawat, "Sampai jam tujuh tak ada yang bangun, maka jatah makan siang kalian kutarik!"


Yah, itu adalah perintah pertama Tom di pagi hari di sebuah pesawat lapis baja di tepi pulau Islandia.


Para Hunter yang tertidur bangun dengan cepat dan mereka membersihkan wajah mereka sebelum bersiap di bagasi belakang pesawat, menunggu perintah Tom selanjutnya.


Meskipun jam masih menunjukkan jam setengah enam, dimana hari masih gelap, para Hunter telah membuka mata mereka dan bersiap untuk pertempuran selanjutnya.


Yang bisa membuat para Hunter terbangun dengan cepat karena dua hal, pertama oleh ancaman yang dilancarkan oleh Tom, dan yang kedua oleh suara keras Tom yang bergema di dalam pesawat lapis baja itu.


"Baik-baik, karena kalian baru bangun dan pasti kalian lapar, ada baiknya kalian sarapan dulu, sementara kami mengawasi situasi luar dari ruang kendali." Vigo menepuk tangannya, meminta perhatian pada semua Hunter yang berkumpul.


"Ya? Sarapan?"


"Yaaa, apa lagi yang kalian pikirkan di pagi hari sebelum melakukan kegiatan selain sarapan?" tanya Vigo sambil menaikkan alisnya, merasa bingung oleh pertanyaan seorang Hunter.


"Oke..."


Sementara para Hunter yang ada di Islandia sedang sarapan sebelum memulai aktivitas, situasi di Brazil, Kanada, dan Mesir sama seperti di Islandia, mereka sarapan sebelum mulai bekerja lagi.


***


Seperempat jam dihabiskan dengan kegiatan sarapan, dan setelah selesai, semuanya langsung turun dari pesawat, dan baru saja turun, gerombolan Monster datang mendekat, dengan salah satunya yang berdiri paling depan memiliki tubuh tinggi besar dengan satu tanduk di kepalanya.


Dan, hanya Tom dan Bintang saja yang mengetahui sosok yang berdiri paling depan itu.


"Komandan pasukan musuh itu..."


"Ya, dia adalah Komandan Destruction Army yang pernah muncul dalam ingatan Fire Bird Lord, yaitu Ash sang Ash Dragon..."

__ADS_1


Hanya para Wadah saja yang tahu sosok-sosok kuat di dunia lain yang bisa membawa petaka bagi bumi melalui ingatan para Lord atau Emperor.


Bagi para Wadah, Destruction Army adalah pasukan yang tak pernah mereka pikirkan akan datang ke bumi, sekalinya muncul itupun hanya bawahan biasa, bukanlah komandannya ataupun Dragon Lord langsung.


"Kita tak bisa menahannya dalam waktu lama..." Tom bergetar, "Gabungan kita-..."


"Maaf mengganggu, tetapi saya membawa laporan penting!" Seorang Hunter muncul dan memberi hormatnya sebelum berkata dengan suara serius, "Pak Vigo Andreas melompat keluar dan berkata akan menghadapi pemimpin pasukan itu!"


Wajah Bintang berubah mendengarnya menjadi lebih serius lagi, "Tch, apakah anak itu tak tahu seberapa berbahayanya Monster satu itu?!"


"Ojisan, ketua, biarkan aku membantu paman pedang besar itu..." Yuuki muncul dengan perlengkapannya, "Aku yakin pasti paman itu akan langsung maju menghadapi Monster tanduk itu."


Tom memejamkan matanya, ia tak bisa membiarkan Vigo kalah begitu saja, tetapi ia masih belum memahami kekuatan penuh Yuuki, jadi ia sejujurnya ragu mengirim Yuuki untuk pergi membantu Vigo.


Satu orang lagi ia pikirkan, yaitu Mark, tetapi masalahnya ia menerima laporan kalau Mark masih buang air, jadi Tom tak bisa mengirimnya, dan pilihan terakhir adalah tiga Hunter rank S dari FreedomLight-...


"Aku mengijinkanmu, hati-hatilah..." Bintang menepuk pundak Yuuki, "Kuberitahu sesuatu..."


"Baiklah, akan kulakukan..." Yuuki menarik pedangnya dan tersenyum lebar, "Aku pergi."


Setelah ia berkata begitu, ia berbalik dan keluar dari ruangan.


***


Vigo melompat sambil mengayunkan pedang besarnya dan mendarat dengan pedangnya yang membelah kepala satu High Orc kemudian melompat mundur.


"Gehehehe, kalian akan menghadapi Si Pedang Naga Vigo Andreas! Bersiaplah!" Vigo mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dengan sekuat tenaganya, dan tebasan mematikan itu memotong kepala beberapa serigala dalam satu waktu, tanpa energi panas.


Vigo tersenyum lebar dan ia berjalan maju, sementara para Monster sudah bergetar saat melihat Vigo.


Beberapa Hunter yang tak menduga kalau Vigo akan senekat itu melompat ke lautan musuh tertegun saat melihat satu tebasannya yang menghilangkan kepala belasan serigala, membuatnya terlihat mengerikan di mata para Hunter ataupun para Monster.

__ADS_1


"Gila sekali kekuatannya..."


"Beliau adalah pak Vigo, kan? Tak kukira kekuatannya masih sama sebelum ia mengatakan pensiun dan menjadi pelatih di RedWhite..."


"Pedang Naga Kehancurannya benar-benar mengerikan, mungkin hanya ketua Tom saja yang bisa mengatasi kekuatannya..."


Omong-omong, sebelum Vigo pensiun, ia adalah Hunter rank SS terkuat nomor dua, di bawahnya ada Oga, dan alasan kenapa Vigo bisa ada di nomor dua ya karena senjatanya yang luar biasa mengerikannya.


Bahkan, Oga akan berpikir dua kali untuk melawan Vigo, bukan karena ia lemah, tetapi ia tahu kalau Vigo adalah paket lengkap sebuah mesin perang.


Pertahanan yang kuat, serangan mematikan, insting yang tajam, kecekatan yang tak bisa diremehkan, semuanya dimiliki oleh Vigo, kekurangannya hanya pada otaknya yang selalu berisi perang dan pertarungan.


Vigo mengayunkan pedangnya dengan beringas, dan satu persatu Monster tewas di pedangnya, dan para Hunter lain hanya membantu sebisa mereka saja.


"Individu seperti pak Vigo tak membutuhkan kita untuk membantunya-..." semua orang berpikir begitu, tetapi Vigo sebenarnya bertarung beringas begitu karena ia merasa kalau gelombang ketiga akan berlangsung singkat.


"Gelombangnya akan berlangsung singkat, jadi aku harus menyelesaikannya dengan cepat..." setelah memotong lima leher manusia setengah serigala, ia berlari mundur dan berkata pada Hunter terdekatnya, "Kalian habisi mereka, aku mundur dulu..."


"Eh? Ada apa, pak?"


"Ancaman selanjutnya akan datang, dan aku akan menghadapi ancaman itu, kalian hadapi saja serangga-serangga itu selagi aku beristirahat." ujar Vigo lalu menancapkan pedangnya dan duduk di antara para Marksman, "Semangat!"


Beberapa Marksman melirik Vigo dengan alis terangkat, mereka tak percaya kalau ada Hunter yang berani duduk di tengah-tengah pertarungan, tetapi kalau itu adalah para rank SS, maka itu sudah wajar, karena kelakuan para Hunter rank SS sudah tak bisa dimaklumi lagi, mereka punya alasannya tersendiri.


Tak lama setelah Vigo duduk, di sebelahnya duduk seoranh laki-laki muda dan ia melirik Vigo, "Yo, Vigo-san, bagaimana pertarungannya?"


"Ah, Yuuki Ken, ya? Kukira siapa..." Vigo menunjuk ke depan, "Mudah, aku bahkan tak mengeluarkan kekuatan penuhku..."


"Hmm? Begitu ya?" Yuuki tersenyum tipis, "Tapi katanya Bintang Ojisan, akan ada ancaman lagi..."


"Sebab itulah aku duduk disini..." Vigo menatap ke depan, "Yah, sembari menunggu, mau air?"

__ADS_1


"Tidak, aku sudah meminumnya..."


__ADS_2